Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Pemkab Madina Diminta Serius Gali PAD

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 22 Jan 2013
  • print Cetak



Panyabungan, (MO) –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal diminta untuk lebih maksimal dan serius menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD) untuk pemerataan pembangunan di daerah tersebut. Permintaan itu disampaikan Ketua Fraksi Perjuangan Repormasi DPRD Madina, Binsar Nasution Amd kepada wartawan kemarin di Panyabungan terkait dengan ditetapkan PAD untuk Tahun 2013 sebesar Rp 45 miliar.
Padahal, kata Binsar jika saja pemerintah mau bekerja keras, PAD tahun ini bisa ditetapkan sekitar Rp 60 miliar, mengingat dari berbagai potensi yang ada.

“Kalau kita cermati dari perjalanan pemerintahan ini sejak dimekarkan dari Kabupaten Tapanuli Selatan komponen PAD kita dalam APBD sangatlah rendah. Kita baru mampu menetapkan PAD untuk Tahun 2012 sebesar Rp 40 miliar dengan realisasi rata – rata akhir tahun hanya 20%, walaupun secara keseluruhan tertutupi oleh pendapatan di Dinas Keuangan Daerah,” katanya.

Binsar mengatakan ada beberapa sumber PAD yang bisa dimaksimalkan seperti sumber pendapatan izin mendirikan bangunan (IMB), Galian C, Pertambangan, Retribusi Pasar, Pajak Bumi Bangunan dan BPHTB. “Bila kita melakukan perhitungan potensi yang cermat antara pemerintah dan DPRD maka perlu kita mintakan pihak ke tiga atau konsultan independen dalam penghitungan dan penetapan terget optimal PAD dari potensi yang tersedia,” ujarnya.

Secara riil di lapangan, kata Binsar, harga jual tanah mengalami peningktan secara drastis dari sebelum kabupaten ini terbentuk. Dicontohkan, harga jual tanah di Kecamatan Panyabungan meningkat hingga mencapai 500%. Hal ini bisa dilihat tanah sepanjang jalan Lintas Sumatra dari Desa Gunungtua sampai perkantoran Bupati Madina.

“Saat kita masih tergabung dengan Tapanuli Selatan harga tanah hanya berkisar Rp 5.000 /meter, dan saat ini harga di jalan yang sama sudah ada mencapai Rp 2.500.000 /meter dan paling rendah pada posisi Rp 150.000 /meter. Akan tetapi PBB yang dibebankan masih pada nilai harga tanah Rp 5.000/meter,” jelasnya.(M.Bisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengapa Harus Taat kepada Ulama?

    Mengapa Harus Taat kepada Ulama?

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Selama dalam koridor kebaikan dan ketakwaan, menaati ulama ialah kebutuhan asasi bagi umat. Melebihi ketergantungan pada makan dan minum. Di tengah-tengah hiruk pikuk demokrasi dan era keterbukaan, muncul beragam gagasan dan ideologi yang cenderung memarjinalkan sosok ulama. Keberadaan para tokoh agamawan itu beranjak terlupakan. Tak sedikit figur ustaz yang muncul di televisi hanya untuk mengisi […]

  • Menyikapi Perubahan Musim yang Tak Menentu

    Menyikapi Perubahan Musim yang Tak Menentu

    • calendar_month Rabu, 22 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Rahmat Ami Putra, S.T   Indonesia merupakan suatu negara sub-tropis yang memiliki dua musim, yaitu penghujan dan kemarau. Belakangan ini pergantian antara musim kemarau dengan musim penghujan sudah mulai susah ditebak, beda dengan waktu sebelum tahun 2010-an. Musim kemarau terkadang sangat panjang, begitu juga dengan musim penghujan, sehingga sering terasa terik yang berkepanjangan […]

  • Presiden SBY Didesak Agar Mencopot Kapolri

    Presiden SBY Didesak Agar Mencopot Kapolri

    • calendar_month Minggu, 7 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MALANG, (MO)- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat Universitas Kanjuruhan (Unikan) Malang, Jawa Timur, mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar segera memberhentikan Jenderal Timur Pradopo dari jabatannya sebagai Kapolri. Desakan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII tersebut dilakukan melalui unjuk rasa di kawasan kampus setempat, Sabtu 6 Oktober 2012. “Kapolri harus mundur dari jabatannya, […]

  • Kepsek SKB: Drs. Lauddin Lubis

    Kepsek SKB: Drs. Lauddin Lubis

    • calendar_month Sabtu, 16 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SKB Tidak Mempunyai Program Tutor dan Operasional PANYABUNGAN ( Berita ) : Ada-ada saja kepala sanggar kegiatan Belajar ( SKB ) yang katanya bahwa kegiatan program Honor Tutor paket A, tutor Operasional Paket C dan Paket B serta biaya Operasional Paket A,B dan C tidak ada di tampung di SKB, hal tersebut di sampaikanya dalam […]

  • Puluhan Desa Di Madina Belum Dialiri Listrik

    Puluhan Desa Di Madina Belum Dialiri Listrik

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN, : Puluhan desa di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara belum dialiri listrik, sehingga warga tidak bisa beraktivitas pada malam hari karena perangkat elektronik seperti televisi juga tidak berfungsi. Syukuran kecil diadakan warga tiga desa di Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal, sebagai luapan kegembiraan setelah puluhan tahun menunggu dan pada HUT PLN ke-65, Rabu (27/10) […]

  • Proses Tender Di Dinas PUP Madina Tak Transparan

    Proses Tender Di Dinas PUP Madina Tak Transparan

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Merasa Tender Paket Proyek di Dinas PUP Kabupaten Mandailing Natal tidak transparan dan di duga sarat KKN, CV Karya Indah melayangkan surat penyanggahan tertanggal 06 September 2010 lalu kepada Bupati Madina cq pengguna anggaran yang dalam hal ini Kadis PU Madina. Setelah mendapat surat sanggahan, Kadis PUP menjawab dengan isi surat sanggahan yang di jawab […]

expand_less