Senin, 26 Okt 2026
light_mode

Talenta Dari Seorang Munir Lubis Memainkan Alat Musik Budaya Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 15 Apr 2013
  • print Cetak

KOTANOPAN (Mandailing Online) : Mungkin  bagi anda  yang terbiasa melihat penampilan Gordang Sambilan, pesta adat  atau acara- acara penyambutan Pejabat dan  tamu-tamu penting yang  memakai Gordang Sambilan sebagai musik pengiring,  anda mungkin kenal dengan sosok yang satu ini. Betapa tidak, hampir di setiap acara-acara  seperti itu,  beliau tidak pernah absen mempersembahkan Tor-tor Sabe-sabe atau Gondang Sabe-sabe (ucapan selamat datang) kepada para tamu, bahkan terkadang beliau mempersembahkan pencak silat (Marmoncak, Mandailing- Red).

Beliau adalah Munir Lubis, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Munir  Pargondang. Setiap tampil, beliau biasanya mempunyai ciri khas, yaitu memakai baju kebesaran Jangat (warna merah dan ikat kepala merah). Sambil manortor dan terkadang maronang-maronang, beliau meliuk-liukkan tangannya ke atas dan kebawah di hadapan para tamu yang  datang.

Seorang Munir Lubis memiliki talenta yang hebat terhadap alat musik  budaya Mandailing. Hampir semua alat music budaya  Mandailing mampu dimainkannya,mulai dari Gordang, Talempong, Gondang Dua, Sasayap, Ogung, Udong, Panyili, Jagat, Manortor, Pencak Silat,  bahkan Maronang-onang atau Marende. Bakat dan talenta  yang dimiliknya tentunya sangat susah mendapatkannya saat ini.

Dijumpai di rumahnya di Desa Tambang Bustak, Kecamatan Kotanopan, Kab. Mandailing Natal, Munir Lubis sedang asyik memukul Gondang Duanya. Jadi pemain musik tradisional Mandailing sudah mulai anak-anak usia 10 tahun atau sekitar tahun 1963. Darah seni yang mengalir di tubuhnya warisan dari orangtua. “Saya belajar alat musik ini mulai  sejak kecil, kebetulan di rumah ketika itu ada beberapa jenis alat musik yang disimpan orang tua, jadi diwaktu-waktu senggang alat musik itu saya mainkan.

Pengakuannya,  hampir semua alat musik tradisonal Mandailing bisa  dimainkan.  Paling sering  dilakoni membawakan Gondang Alap-alap atau Tor-tor sabe-sabe, pencaksilat (moncak) dan lainnya.  Itu tergantung kebutuhan dan situasi di lapangan, jadi tidak harus terpaku kepada satu alat musik saja.

Dirinya pun sudah sering di undang untuk penampilan Gordang Sambilan di beberapa daerah di luar Kabupaten Mandailing Natal, misalnya ke Jambi, Palembang, Jakarta, Medan, Pekan Baru, Pasaman Barat, Pasaman Timur dan tempat-tempat lainnya.   Untuk konteks Mandailing  Natal semua daerah sudah hampir  dilaluinya, begitu juga saat pesta adat raja-raja adat di Madina  hampir selalu ikut.

Motivasinya  menjadi pemain alat musik, agar alat-alat musik tradisional Mandailing  ini tetap lestari.  Selain itu, jadi pemain musik tradisional ini adalah panggilan hati. “Ada semacam kepuasan kalau kita memainkan dan mendengarkan alat-alat musik tradisional ini. Sejak kecil saya sudah suka alat musik tradisional Mandailing dan hampir sepanjang usia saya tetap memainkan ini,” ucapnya.

Diakuinya, dirinya sangat khawatir kedepan, alat musik ini tidak begitu dikenal lagi oleh warga Mandailing. Kekhawatiran ini sangat beralasan, mengingat belakangan ini sangat minim orang yang bisa memainkan alat musik ini. “Kalau kita berbicara jujur, sekarang ini saya rasa hitungan jari  jumlahnya yang bisa bermain Gordang dan alat musik lainnya. Jadi wajar saja kita khawatir alat musik tradisional ini nanti akan hilang dari peredaran karena tidak ada lagi yang mewarisi.”

Saya rasa sudah saatnya kita berbenah,   kita kenalkan kembali kepada anak-anak, keluarga dan masyarakat  alat musik tradisional ini dan cara menggunakannya. Kita juga berharap  masyarakat agar memperbanyak even-even atau pagelaran alat musik tradisional. Kepada pihak-pihak terkait, seperti pemerintah kiranya ini perlu menjadi pemikiran bagaimana caranya agar alat musik ini tetap lestari dan  bisa di mainkan warga. Begitu juga para raja-raja yang sebagai pemegang adat, perlu kiranya mencarikan suatu solusi bagaimana caranya agar alat-alat musik tradisional ini tetap berterima di hati masyarakat.

Kenapa  alat musik tradisional  daerah lain bisa lestari dan terkenal, sedangkan kita tidak?. Apa yang salah dengan kita…,! Apakah pembinaan yang tidak ada.?, atau warganya yang kurang peduli.  Sangat jarang kita jumpai warga yang usianya di bawah  tiga puluhan tahunan pandai memainkan alat ini. Kalau tidak di buat semacam “gebrakan, keberadaan Gordang dan alat musik tradisional ini akan semakin hilang.

Gebrakan yang di maksud dengan  membuat dan mengaktifkan kembali pelatihan-pelatihan, festival, membentuk kelompok-kelompok Gordang di setiap desa atau jenis lain yang di anggap bisa melestarikan alat ini.  Tanpa hal itu, budaya tradisional ini akan hilang tergilas zaman.

Selain itu, Gordang Sambilan dan alat musik pendukung lainnya sebagai suatu musik tradisional Mandailing perlu dikenalkan kepada siswa atau usia pelajar di Mandailing Natal. Saya sangat setuju dengan pendapat rekan-rekan yang lain yang mengatakan, pelajaran budaya Mandailing, termasuk alat musiknya di ajarkan kepada siswa, masalah mekanisme dan caranya bisa di atur. Bisa saja di buat dalam kegiatan ektrakurikuler yang kegiatannya tidak menganggu kegiatan proses belajar mengajar.

Peran pemerintah untuk melestarikan budaya ini sangat  besar. Karena tanpa dukungan Pemerintah setempat,  kecil kemungkinan akan terlaksana. Pemkab Madina seharusnya memberdayakan tokoh-tokoh adat dan budayawan untuk melestarikan budaya ini. Sekarangkan sudah ada perkumpulan tokoh-tokoh adat di Madina, jadi berdayakan mereka untuk melestarikan budaya dan alat musik tradisional ini.

Sudah saatnya Pemkab Madina menganggarkan dana dari APBD Madina untuk pelatihan  alat musik tradisional ini. Tanpa ada back up dana dari Pemkab, pelatihan ini tidak akan berkesinambungan.  (Lokot Lubis)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Visi Misi Calon Bupati/Wakil Bupati Yusuf Nasution-Imron Lubis

    Visi Misi Calon Bupati/Wakil Bupati Yusuf Nasution-Imron Lubis

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      (Bagian 2 dari 3)   Strategi dan Arah Kebijakan Strategi Strategi untuk mewujudkan sasaran terciptanya masyarakat yang berakhlak mulia adalah : Meningkatkan bantuan sosial untuk kegiatan keagamaan; Peningkatan penerapan kaidah dan ajaran agama dalam berbagai aspek kehidupan; Meningkatkan bantuan untuk pembangunan sarana prasarana keagamaan Strategi untuk mewujudkan sasaran Meningkatnya pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, […]

  • 2 Anak Dibacok, 1 Tewas, 1 Kritis

    2 Anak Dibacok, 1 Tewas, 1 Kritis

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) : Dua anak-anak dibacok seorang pria di Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina). Satu tewas, satu kritis. Itu terjadi di Desa Tambangan Simangambat, Minggu sore (15/11). Pembacokan diduga dilakukan Syahril alias Wawa (25) yang ditengarai mengalami stres. Korban tewas bernama M.Yakup alias Dede (6) warga Desa Tambangan Simangambat. Sedangkan yang kritis bernam Mairajo […]

  • Pengadilan Belum Terima Surat Pemprov soal Status Terdakwa Hidayat

    Pengadilan Belum Terima Surat Pemprov soal Status Terdakwa Hidayat

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    MEDAN, – Sampai pukul 16.40 WIB, pihak Pengadilan Tipikor/Pengadilan Negeri (PN) Medan, menyatakan belum ada mendapatkan surat resmi dari Pemprov Sumut soal status terdakwa Bupati Madina Hidayat Batubara. Juru Bicara PN Medan Nelson Japasar Marbun menyatakan, dirinya sudah mengecek ke bagian Pamud Pidana, dan menyatakan belum ada permintaan surat itu. “Saya tadi sudah cek ke […]

  • Jelang Didakwa, LHI Ambeien

    Jelang Didakwa, LHI Ambeien

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sidang Perdana Terancam Molor JAKARTA – Sidang perdana kasus suap pengaturan kuota daging impor dengan terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) terancam molor. Mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu sedianya menjalani sidang minggu depan. Namun, jadwal tersebut bisa jadi mundur karena LHI mengeluh sakit. Pengacara LHI, Zainuddin Paru, kemarin (18/6) mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi […]

  • Siapakah Orang Kaya Itu?

    Siapakah Orang Kaya Itu?

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Kekayaan merupakan tema yang menarik diperbincangkan. Sedikit sekali penghuni dunia ini yang tidak ingin kaya dalam hidupnya. Hidup kaya bisa dikatakan impian setiap orang. Kesuksesan orang baru diakui kalau dia sudah menjadi orang kaya. Keberhasilan pendidikan juga sering dilihat dari sejauh mana hasil pendidikan itu dapat mengantarkan peserta didiknya menjadi orang kaya. Lawan dari kaya […]

  • DPR akan Panggil Kapolri Soal Larangan Polwan Berjilbab

    DPR akan Panggil Kapolri Soal Larangan Polwan Berjilbab

    • calendar_month Selasa, 18 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi III DPR RI akan meminta keterangan Kapolri soal aturan yang melarang polisi wanita mengenakan jilbab. Pernyataan itu disampaikan anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Aboe Bakar Alhabsyi. “Kita akan tanyakan pada rapat kerja Selasa ini Insya Allah,” kata Aboe ketika dihubungi, Minggu (16/6). Pada dasarnya, tutur Aboe, setiap polwan harus […]

expand_less