Rabu, 18 Mar 2026
light_mode
Tak Berkategori

AGROFORESTRY KOPI MANDAILING

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Mei 2013
  • print Cetak

Catatan: Dahlan Batubara

Agroforestry Ulu Pungkut 070513
Pihak importir dari Singapura sudah melakukan permintaan sekitar 2 ton per bulan kopi Mandailing dari Desa Simpang Banyak Julu dan Simpang Banyak Jae, Ulu Pungkut, Mandailing Natal (Madina).

Tetapi, petani di dua desa ini belum mampu memenuhi permintaan itu akibat masih rendahnya tingkat produksi biji kopi. Sejauh ini, kedua desa ini masih menghasilkan sekitar 4,5 ton biji kopi per bulan yang dijual untuk kebutuhan permintaan lokal dan Medan.

Perkembangan permintaan ini harus diresfon pemerintah daerah Madina, sebab geliat kebun kopi di Ulu Pungkut tersebut sudah dilirik pihak eksportir dari sejumlah negara termasuk Singapura.

Ini juga harus jadi cambuk untuk menghidupkan kembali kejayaan kopi Mandailing yang pernah diraih pada era kolonial Belanda. Selain kaitannya dengan upaya pertumbuhan ekonomi daerah, juga agar kopi yang bermerek dagang Mandheling Coffee akan berbahan baku dari tanah aslinya, tanah Mandailing.

Saat ini pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Madina sudah menyelesaikan grand desaign Pengembangan Kawasan Agroforestry Kopi Mandailing sebagai langkah awal pembukaan dan pengembangan kawasan perkebunan kopi sekaligus agrowisata dengan pola pelibatan masyarakat desa.

Hanya saja, langkah awal ini membutuhkan dukungan secara lintas sektoral, baik pada jajaran perangkat pemerintah daerah maupun para pelaku usaha dan masyarakat desa setempat.

Gagasan pengembangan Kawasan Agroforestry Kopi Mandailing ini selain memiliki sisi peningkatan ekonomi daerah dan masyarakat desa serta agrowisata, ada sisi pelestarian lingkungan hidup terutama sumber daya air.

Kondisi agropedoklimat kawasan yang direncanakan, sesuai untuk pengembangan kopi arabika.

Target kawasan adalah Desa Simpang Banyak Julu, Simpang Banyak Jae, Huta Padang dan Habincaran, semuanya di Kecamatan Ulu Pungkut.

“Kita sangat mengharapkan pembangunan agroporestry dipercepat. Dengan tujuan kebun kopi ini nantinya akan menjadi kawasan wisata, karena Desa Simpang banyak berada di dataran tinggi dengan berbagai potensi agrowisata yang dapat dikembangkan,” harap Mursal Lubis, pengurus Langgamtama, Simpang Banyak, kepada wartawan, Senin (6/5/2013) di Panyabungan.

Berdasarkan data primer yang diperoleh dari Dishutbun Madina, rencana lokasi itu berada pada koordinat 99o 46’ 40” E ; 0o 31’ 55” N sampai dengan 99o 49’ 7.5” E ; 0o29’ 22” N dengan ketinggian lokasi 1.000 – 1.400 mdpl. Kemiringan lokasi bervariasai antara 8 s/d 25% sehingga masuk dalam kategori sedang.

Jenis tanah dominan Podzolik Mrah Kuning dengan Campuran tanah Kapur Coklat. Suhu rata-rata dalam setahun selitar 20 – 25 oC dengan jumlah rata curah hujan 2.000 – 3.000 mm/tahun. Kesaman tanah berada pada kisaran pH 5.5 .6.3, kedalaman efektif tanah antara 125 sm – 160 cm.

Kemudian Kawasan Agroforestry Kopi Mandailing ini juga diharapkan mampu menjadi daerah agrowisata karena didukung panorama keindahan alam dataran tinggi. Dengan catatan, peran Dinas PU Madina dari sisi infrastruktur jalan dibereskan, terutama pelebaran jalur Ulu Pungkut dan penuntasan sambungan jalur ke Sumatera Barat agar menjadi jalur lintas bus turis manca negara dan lintasan antar provinsi.

Gagasan ini pun mengusung semangat bahwa produktifitas yang tinggi dari kebun kopi Mandailing akan mengembalikan nomenclatur “Mandheling” yang dikenal baik pada pasar kopi Internasional.

Dari hasil analisa finansial, juga memberikan kalkulasi logis tentang kelayakan pengembangan perkebunan kopi rakyat di Madina membuktikan bahwa usaha kebun kopi berkategori layak, apalagi memanfaatkan tenaga kerja petani sendiri dan dibawah bimbingan dari petugas.

“Namun proposal ini masih langkah awal sehingga ada beberapa saran yang perlu ditindaklanjuti untuk mewujudkan apa yang tertuang dalam proposal ini,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madina, Mara Ondak didampingi Kabid Perkebunan, Nirwan SH didampingi Kasi Usaha Tani, A.Yasir Lubis menjawab Tondinta, pekan lalu.

Saran dimaksud antara lain, pertama, masih banyaknya kendala yang dihadapi, maka perlunya dukungan semua stake holder baik pemerintah dalam hal ini Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Bappeda, Dinas Pengeloaan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, pelaku usaha agribisnis kopi, kelompok tani untuk bekerjasama memberi peran serta yang nyata untuk mewujudkan Kawasan Agroforestry Kopi Mandailing Ini.

Kedua, besarnya biaya yang dibutuhkan maka perlu upaya keras untuk mencari sumber-sumber pendanaan lain baik yang bersumber dari APBN ataupun sumber lainnya.

Ketiga, perlu adanya platform kerja yang jelas mengingat bahwa pekerjaan ini tidak selesai dalam satu tahun.

Keempat, perlunya menyusun Grand Design yang komprehensif yang memperhatikan faktor dukungan agropedoklimat, rancang bangun infrastruktur yang memiliki nilai estetika, tata letak yang sesuai dengan kearifan lokal sehingga mampu memaksimakan pemanfaatan potensi yang ada.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fasilitas na Adong di Lapangan Pembangkit Listrik Panas Bumi

    Fasilitas na Adong di Lapangan Pembangkit Listrik Panas Bumi

    • calendar_month Kamis, 8 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Asrori Naposo Bulung Desa Sibanggor Tonga Pangartian Panas Bumi             Di Kabupatem Madina on adong rencana ni pemerintah ima get mambaen pembangkit listrik Panas Bumi (geothermal). Manurut informasi bahasona kapasitasna ima sekitar 240 MW. I bagasan ni i, indape sude alak mangarti botul mengenai pembangkit listrik panas bumi on, sanga aha sajodo bangunon […]

  • Siswi SMP Prostitusi Ini Juga Jual Kakak Kandungnya

    Siswi SMP Prostitusi Ini Juga Jual Kakak Kandungnya

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SURABAYA – NA (15), siswi SMP di Surabaya yang berprofesi sebagai mucikari ternyata tidak hanya menjual rekannya sendiri sesama siswi SMP kepada lelaki hidung belang. Dia juga menjual kakak kandungnya sendiri yang usianya tidak beda jauh dengannya. Kakak kandung tersangka ternyata juga ditangkap bersama dua korban lainnya di sebuah hotel di Jalan Darmokali Surabaya, pekan […]

  • Lagi, LBH Al Amin Berangkatkan 4 Yatim ke SMK Penerbangan

    Lagi, LBH Al Amin Berangkatkan 4 Yatim ke SMK Penerbangan

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : LBH Al-Amin kembali memberangkatkan empat anak yatim dari Madina untuk disekolahkan di SMK Penerbangan, Jakarta. Keempat anak yatim itu berangkat dengan bus ALS dari Ladang Sari, Panyabungan, Rabu (17/7/2019). Isak tangis tak terbendung dari masing-masing ibu melepaskan keberangkatan anak-anak mereka. Bukan saja derai air mata perpisahan, tetapi juga tangisan melepaskan […]

  • Harga Sembako di Padangsidimpuan Naik

    Harga Sembako di Padangsidimpuan Naik

    • calendar_month Jumat, 27 Nov 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    P Sidimpuan – Harga sebahagian sembilan bahan pokok (sembako) seperti gula, minyak goreng dan beras di Kota Padangsidimpuan mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat masyarakat mengeluh. Menurut sejumlah ibu rumah tangga di Kota Padangsidimpuan harga beras jenis IR-64 Rp 10.500/kg, padahal sebelumnya Rp 9.500/kg dan beras kuku balam Rp 11.500/kg dari sebelumnya Rp 10.500/kg di tingkat […]

  • Nazar Sebut Anas Terlibat Belasan Proyek

    Nazar Sebut Anas Terlibat Belasan Proyek

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kubu Anas Urbaningrum memang masih belum tahu pasti makna proyek-proyek lain yang dituduhkan oleh KPK. Jika ocehan M. Nazaruddin selama ini benar, berarti setidaknya ada 20 kasus lain terkait dengan suami Athiyyah Laila itu. Saat ini, semua proyek itu sudah disampaikan kepada komisi antirasuah. Hal itu diungkapkan kuasa hukum M. Nazaruddin, Elza Syarief […]

  • Koum Bobby Nasution Berharap Calon Bupati Madina Kedepan Miliki Program Seperti Walikota Medan

    Koum Bobby Nasution Berharap Calon Bupati Madina Kedepan Miliki Program Seperti Walikota Medan

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Perhelatan Pemilu Kepala Daerah di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) sudah semakin dekat, sejumlah kandidat mulai muncul dengan mendekati partai politik sebagai salah satu prasyarat pencalonan. Ada nama Ivan Iskandar Batubara, Saifullah Nasution, Dahlan Nasution, Endar Lubis, Atika Azmi Utammi Nasution dan Fahrizal Efendi. Nama nama tersebut semakin bergaung sebagai […]

expand_less