Selasa, 14 Jul 2026
light_mode
Tak Berkategori

AGROFORESTRY KOPI MANDAILING

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Mei 2013
  • print Cetak

Catatan: Dahlan Batubara

Agroforestry Ulu Pungkut 070513
Pihak importir dari Singapura sudah melakukan permintaan sekitar 2 ton per bulan kopi Mandailing dari Desa Simpang Banyak Julu dan Simpang Banyak Jae, Ulu Pungkut, Mandailing Natal (Madina).

Tetapi, petani di dua desa ini belum mampu memenuhi permintaan itu akibat masih rendahnya tingkat produksi biji kopi. Sejauh ini, kedua desa ini masih menghasilkan sekitar 4,5 ton biji kopi per bulan yang dijual untuk kebutuhan permintaan lokal dan Medan.

Perkembangan permintaan ini harus diresfon pemerintah daerah Madina, sebab geliat kebun kopi di Ulu Pungkut tersebut sudah dilirik pihak eksportir dari sejumlah negara termasuk Singapura.

Ini juga harus jadi cambuk untuk menghidupkan kembali kejayaan kopi Mandailing yang pernah diraih pada era kolonial Belanda. Selain kaitannya dengan upaya pertumbuhan ekonomi daerah, juga agar kopi yang bermerek dagang Mandheling Coffee akan berbahan baku dari tanah aslinya, tanah Mandailing.

Saat ini pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Madina sudah menyelesaikan grand desaign Pengembangan Kawasan Agroforestry Kopi Mandailing sebagai langkah awal pembukaan dan pengembangan kawasan perkebunan kopi sekaligus agrowisata dengan pola pelibatan masyarakat desa.

Hanya saja, langkah awal ini membutuhkan dukungan secara lintas sektoral, baik pada jajaran perangkat pemerintah daerah maupun para pelaku usaha dan masyarakat desa setempat.

Gagasan pengembangan Kawasan Agroforestry Kopi Mandailing ini selain memiliki sisi peningkatan ekonomi daerah dan masyarakat desa serta agrowisata, ada sisi pelestarian lingkungan hidup terutama sumber daya air.

Kondisi agropedoklimat kawasan yang direncanakan, sesuai untuk pengembangan kopi arabika.

Target kawasan adalah Desa Simpang Banyak Julu, Simpang Banyak Jae, Huta Padang dan Habincaran, semuanya di Kecamatan Ulu Pungkut.

“Kita sangat mengharapkan pembangunan agroporestry dipercepat. Dengan tujuan kebun kopi ini nantinya akan menjadi kawasan wisata, karena Desa Simpang banyak berada di dataran tinggi dengan berbagai potensi agrowisata yang dapat dikembangkan,” harap Mursal Lubis, pengurus Langgamtama, Simpang Banyak, kepada wartawan, Senin (6/5/2013) di Panyabungan.

Berdasarkan data primer yang diperoleh dari Dishutbun Madina, rencana lokasi itu berada pada koordinat 99o 46’ 40” E ; 0o 31’ 55” N sampai dengan 99o 49’ 7.5” E ; 0o29’ 22” N dengan ketinggian lokasi 1.000 – 1.400 mdpl. Kemiringan lokasi bervariasai antara 8 s/d 25% sehingga masuk dalam kategori sedang.

Jenis tanah dominan Podzolik Mrah Kuning dengan Campuran tanah Kapur Coklat. Suhu rata-rata dalam setahun selitar 20 – 25 oC dengan jumlah rata curah hujan 2.000 – 3.000 mm/tahun. Kesaman tanah berada pada kisaran pH 5.5 .6.3, kedalaman efektif tanah antara 125 sm – 160 cm.

Kemudian Kawasan Agroforestry Kopi Mandailing ini juga diharapkan mampu menjadi daerah agrowisata karena didukung panorama keindahan alam dataran tinggi. Dengan catatan, peran Dinas PU Madina dari sisi infrastruktur jalan dibereskan, terutama pelebaran jalur Ulu Pungkut dan penuntasan sambungan jalur ke Sumatera Barat agar menjadi jalur lintas bus turis manca negara dan lintasan antar provinsi.

Gagasan ini pun mengusung semangat bahwa produktifitas yang tinggi dari kebun kopi Mandailing akan mengembalikan nomenclatur “Mandheling” yang dikenal baik pada pasar kopi Internasional.

Dari hasil analisa finansial, juga memberikan kalkulasi logis tentang kelayakan pengembangan perkebunan kopi rakyat di Madina membuktikan bahwa usaha kebun kopi berkategori layak, apalagi memanfaatkan tenaga kerja petani sendiri dan dibawah bimbingan dari petugas.

“Namun proposal ini masih langkah awal sehingga ada beberapa saran yang perlu ditindaklanjuti untuk mewujudkan apa yang tertuang dalam proposal ini,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madina, Mara Ondak didampingi Kabid Perkebunan, Nirwan SH didampingi Kasi Usaha Tani, A.Yasir Lubis menjawab Tondinta, pekan lalu.

Saran dimaksud antara lain, pertama, masih banyaknya kendala yang dihadapi, maka perlunya dukungan semua stake holder baik pemerintah dalam hal ini Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Bappeda, Dinas Pengeloaan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, pelaku usaha agribisnis kopi, kelompok tani untuk bekerjasama memberi peran serta yang nyata untuk mewujudkan Kawasan Agroforestry Kopi Mandailing Ini.

Kedua, besarnya biaya yang dibutuhkan maka perlu upaya keras untuk mencari sumber-sumber pendanaan lain baik yang bersumber dari APBN ataupun sumber lainnya.

Ketiga, perlu adanya platform kerja yang jelas mengingat bahwa pekerjaan ini tidak selesai dalam satu tahun.

Keempat, perlunya menyusun Grand Design yang komprehensif yang memperhatikan faktor dukungan agropedoklimat, rancang bangun infrastruktur yang memiliki nilai estetika, tata letak yang sesuai dengan kearifan lokal sehingga mampu memaksimakan pemanfaatan potensi yang ada.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden SBY: Politisi Aceh jangan korbankan rakyat

    Presiden SBY: Politisi Aceh jangan korbankan rakyat

    • calendar_month Sabtu, 21 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menyoroti gangguan keamanan di Aceh yang disebabkan oleh persaingan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada). Presiden SBY menegaskan kepada para kontestan Pemilukada di Aceh untuk tetap menjaga stabilitas politik dan keamanan di Aceh. “Untuk Aceh, jaga stabilitas politik dan keamanan daerah yang telah ktia capai. Saya serukan agar […]

  • 450 Warga Madina Tandatangani Petisi Tolak SMGP

    450 Warga Madina Tandatangani Petisi Tolak SMGP

    • calendar_month Jumat, 19 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 450 penduduk Mandailing Natal menandatangani petisi penolakan PLTP Sorik Marapi yang dikekola PT.SMGP. Angka itu merupakan jumlah awal dari gerakan petisi penolakan Pembangkit Listrik Panas Bumi Sorik Marapi. Jumlah tandatangan itu dicapai pada Kamis (18/2/2021) yang dilaksanakan aliansi mahasiswa di jalan raya kawasan Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. […]

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Jakarta – Mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dan Direktur Utama PT Indosat Tbk Alexander Rusli dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (3/7) sore. Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, Darmin dan Alex tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 16.15 WIB menggunakan golf car yang dikendarai Pasukan Pengamanan Presiden […]

  • ICW Nilai KJP Hanya Program Pencitraan Jokowi

    ICW Nilai KJP Hanya Program Pencitraan Jokowi

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi dinilai terlalu memaksakan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk pencitraan. Akibat sistem yang tidak siap, pengelolaan KJP menjadi tidak berjalan maksimal. Riset Indonesia Corruption Watch (ICW) melansir adanya temuan sejumlah masalah dalam program KJP. Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Agus Pambagio meyakini 90 persen data […]

  • Korupsi Rp18 Juta, Eks Kepala SD Divonis 3 Tahun Penjara

    Korupsi Rp18 Juta, Eks Kepala SD Divonis 3 Tahun Penjara

    • calendar_month Rabu, 4 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Mantan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 101730 Muara Upu, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Ali Imron Siregar, hanya bisa tertunduk lesu saat dijatuhi vonis tiga tahun penjara oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan Ahmad Guntur SH, Selasa (03/01/2012). Selain kurangan badan, terdakwa juga dikenakan denda Rp50 juta subsider 2 bulan dan membayar […]

  • Yusril Ihza Mahendra Terpilih Sebagai Ketua Umum PBB

    Yusril Ihza Mahendra Terpilih Sebagai Ketua Umum PBB

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      CISARUA  – Mukhtamar ke IV Partai Bulan Bintang (PBB) menghasilkan ketua umum baru. Nama Yusril Ihza Mahendra dipilih untuk menjadi imam politik PBB untuk masa jabatan 2015 sampai 2020. Yusril resmi menggantikan kepemimpinan MS Ka'ban yang sudah memimpin partai turunan Masyumi itu selama dua periode terakhir. "Dengan bertawakal kepada Allah Subhanawataala, memutuskan menetapkan, mengesahkan […]

expand_less