Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Tak Berkategori

AGROFORESTRY KOPI MANDAILING

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Mei 2013
  • print Cetak

Catatan: Dahlan Batubara

Agroforestry Ulu Pungkut 070513
Pihak importir dari Singapura sudah melakukan permintaan sekitar 2 ton per bulan kopi Mandailing dari Desa Simpang Banyak Julu dan Simpang Banyak Jae, Ulu Pungkut, Mandailing Natal (Madina).

Tetapi, petani di dua desa ini belum mampu memenuhi permintaan itu akibat masih rendahnya tingkat produksi biji kopi. Sejauh ini, kedua desa ini masih menghasilkan sekitar 4,5 ton biji kopi per bulan yang dijual untuk kebutuhan permintaan lokal dan Medan.

Perkembangan permintaan ini harus diresfon pemerintah daerah Madina, sebab geliat kebun kopi di Ulu Pungkut tersebut sudah dilirik pihak eksportir dari sejumlah negara termasuk Singapura.

Ini juga harus jadi cambuk untuk menghidupkan kembali kejayaan kopi Mandailing yang pernah diraih pada era kolonial Belanda. Selain kaitannya dengan upaya pertumbuhan ekonomi daerah, juga agar kopi yang bermerek dagang Mandheling Coffee akan berbahan baku dari tanah aslinya, tanah Mandailing.

Saat ini pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Madina sudah menyelesaikan grand desaign Pengembangan Kawasan Agroforestry Kopi Mandailing sebagai langkah awal pembukaan dan pengembangan kawasan perkebunan kopi sekaligus agrowisata dengan pola pelibatan masyarakat desa.

Hanya saja, langkah awal ini membutuhkan dukungan secara lintas sektoral, baik pada jajaran perangkat pemerintah daerah maupun para pelaku usaha dan masyarakat desa setempat.

Gagasan pengembangan Kawasan Agroforestry Kopi Mandailing ini selain memiliki sisi peningkatan ekonomi daerah dan masyarakat desa serta agrowisata, ada sisi pelestarian lingkungan hidup terutama sumber daya air.

Kondisi agropedoklimat kawasan yang direncanakan, sesuai untuk pengembangan kopi arabika.

Target kawasan adalah Desa Simpang Banyak Julu, Simpang Banyak Jae, Huta Padang dan Habincaran, semuanya di Kecamatan Ulu Pungkut.

“Kita sangat mengharapkan pembangunan agroporestry dipercepat. Dengan tujuan kebun kopi ini nantinya akan menjadi kawasan wisata, karena Desa Simpang banyak berada di dataran tinggi dengan berbagai potensi agrowisata yang dapat dikembangkan,” harap Mursal Lubis, pengurus Langgamtama, Simpang Banyak, kepada wartawan, Senin (6/5/2013) di Panyabungan.

Berdasarkan data primer yang diperoleh dari Dishutbun Madina, rencana lokasi itu berada pada koordinat 99o 46’ 40” E ; 0o 31’ 55” N sampai dengan 99o 49’ 7.5” E ; 0o29’ 22” N dengan ketinggian lokasi 1.000 – 1.400 mdpl. Kemiringan lokasi bervariasai antara 8 s/d 25% sehingga masuk dalam kategori sedang.

Jenis tanah dominan Podzolik Mrah Kuning dengan Campuran tanah Kapur Coklat. Suhu rata-rata dalam setahun selitar 20 – 25 oC dengan jumlah rata curah hujan 2.000 – 3.000 mm/tahun. Kesaman tanah berada pada kisaran pH 5.5 .6.3, kedalaman efektif tanah antara 125 sm – 160 cm.

Kemudian Kawasan Agroforestry Kopi Mandailing ini juga diharapkan mampu menjadi daerah agrowisata karena didukung panorama keindahan alam dataran tinggi. Dengan catatan, peran Dinas PU Madina dari sisi infrastruktur jalan dibereskan, terutama pelebaran jalur Ulu Pungkut dan penuntasan sambungan jalur ke Sumatera Barat agar menjadi jalur lintas bus turis manca negara dan lintasan antar provinsi.

Gagasan ini pun mengusung semangat bahwa produktifitas yang tinggi dari kebun kopi Mandailing akan mengembalikan nomenclatur “Mandheling” yang dikenal baik pada pasar kopi Internasional.

Dari hasil analisa finansial, juga memberikan kalkulasi logis tentang kelayakan pengembangan perkebunan kopi rakyat di Madina membuktikan bahwa usaha kebun kopi berkategori layak, apalagi memanfaatkan tenaga kerja petani sendiri dan dibawah bimbingan dari petugas.

“Namun proposal ini masih langkah awal sehingga ada beberapa saran yang perlu ditindaklanjuti untuk mewujudkan apa yang tertuang dalam proposal ini,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madina, Mara Ondak didampingi Kabid Perkebunan, Nirwan SH didampingi Kasi Usaha Tani, A.Yasir Lubis menjawab Tondinta, pekan lalu.

Saran dimaksud antara lain, pertama, masih banyaknya kendala yang dihadapi, maka perlunya dukungan semua stake holder baik pemerintah dalam hal ini Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Bappeda, Dinas Pengeloaan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, pelaku usaha agribisnis kopi, kelompok tani untuk bekerjasama memberi peran serta yang nyata untuk mewujudkan Kawasan Agroforestry Kopi Mandailing Ini.

Kedua, besarnya biaya yang dibutuhkan maka perlu upaya keras untuk mencari sumber-sumber pendanaan lain baik yang bersumber dari APBN ataupun sumber lainnya.

Ketiga, perlu adanya platform kerja yang jelas mengingat bahwa pekerjaan ini tidak selesai dalam satu tahun.

Keempat, perlunya menyusun Grand Design yang komprehensif yang memperhatikan faktor dukungan agropedoklimat, rancang bangun infrastruktur yang memiliki nilai estetika, tata letak yang sesuai dengan kearifan lokal sehingga mampu memaksimakan pemanfaatan potensi yang ada.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Okunm PNS Peras Remaja Terancam Dipecat

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua PNS tersangka peneror dan pemeras remaja yang kini ditahan Polres Madina bisa diberhentikan dari status PNS jika hukuman penjara diatas 2,5 tahun. “Tindakan mereka itu sudah kriminal murni. Jadi kita dari pemerintah menunggu keputusan hukum yang sudah tetap. Jika keputusannya di atas 2,5 tahun penjara, maka keduanya bisa diusulkan untuk […]

  • Kejaksaan Diminta Usut Proyek PNPM di Namo Tualang

    Kejaksaan Diminta Usut Proyek PNPM di Namo Tualang

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Biru-biru, Proyek Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) di Dusun IV, Desa Namo Tualang, Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deli Serdang, disoal warga dan BPD setempat. Pasalnya, proyek PNPM berupa pembangunan mandi cuci kakus (MCK) dan pengeboran sumur bor, ambruk hingga nyaris memakan korban, Sabtu (06/05/2011). Hal ini diungkapkan Serda Sembiring (45) didampingi Josep Sembiring (52) selaku […]

  • Mantan Sekretaris Panwaslu Medan Dituntut 18 Bulan

    Mantan Sekretaris Panwaslu Medan Dituntut 18 Bulan

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Mantan Sekretaris Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Medan Fairuddin Madjrul, dituntut 18 bulan penjara denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum Durpa Rajagukguk SH dalam sidang lanjutan kasus korupsi penyalahgunaan dana operasional dan honor Panwascam dan PPL se Kota Medan di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (09/02/2010). Jaksa dalam tuntutannya […]

  • Tak Berkategori

    KPK datangkan tukang kunci ke rumah bupati Madina

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (Mandailing Online) – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangkan tukang kunci ke rumah Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara di Jalan Sei Asahan No 76 Medan, yang mereka geledah, Selasa (14/5) petang. Namun, si tukang kunci tidak berhasil membuka kunci lemari di rumah itu. “Saya kemari dipanggil mereka (KPK). Saya disuruh buka pintu lemari […]

  • Kaki Santri Yang Terancam Diamputasi Itu, Ternyata Sedang Program Tahfizul Qur’an

    Kaki Santri Yang Terancam Diamputasi Itu, Ternyata Sedang Program Tahfizul Qur’an

    • calendar_month Jumat, 16 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aldi Subhandi Hasibuan, santri Pesantren Darul Ikhlas Dalanlidang, Panyabungan yang kakinya terancam diamputasi ternyata sedang mengikuti program Tahfizul Qur’an.  “Aldi santri yang cerdas. Mendapat juara II II ketika semester I, dan sekarang masuk program Tahfizul Qur’an,” kata salah seorang pengajar Pesantren Darul Ikhlas, Damratua Siregar, SHI kepada Mandailing Online, Jum’at (16/9). […]

  • Jalan Berlubang Ancam Nyawa Pengguna Jalan

    Jalan Berlubang Ancam Nyawa Pengguna Jalan

    • calendar_month Senin, 16 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PALUTA – Kerusakan Jalan Lintas Gunung Tua-Binanga Km 2  Desa Sababangunan, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) semakin hari semakin membesar. Jalan berlubang yang sebulan lalu masih berdiameter sepuluh sentimeter itu kini telah semakin membesar bahkan sudah berukuran lebih dari satu meter dengan kedalaman hampir mencapai dua meter. Kerusakan tersebut membuat lalu lintas […]

expand_less