Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

11 Ranperda Terkendala Perencanaan Prolegda

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 18 Jul 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penundaan pembahasan 11 Ranperda oleh Badan Legislasi DPRD Mandailing Natal (Madina) tidak melulu berfaktor dana sekretariat DPRD Madina.

Beberapa ranperda dari 11 Ranperda itu ada yang sangat krusial sehingga membutuhkan koordinasi mutlak dengan lembaga terkait di Jakarta. Sejatinya perencanaan pengajuan 11 harus dimatangkan sebelum pengesahan APBD 2013 agar tak terbentur anggaran dana seperti sekarang ini.

Dengan kata lain, Badan Legilslasi DPRD Madina menghendaki agar produk perda itu nantinya tidak memiliki cacat, makanya membutuhkan pembahasan secara detail dan objektif serta membutuhkan koordinasi dengan lembaga terkait.

“Penundaan bukan melulu dilihat dari sisi kengototan Badan Legislasi melakukan kunjungan kerja keluar provinsi, tapi alasan penundaan disebabkan lemahnya perencanaan pemerintah daerah terhadap Prolegda (Program Legislasi Daerah),” kata Ketua Badan Legislasi DPRD Madina, Dodi Martua, Kamis (18/7/2013).

Seharusnya kata Dodi, Prolegda tahun 2013 diajukan sebelum pengesahaan APBD 2013 sehingga tidak terkendala dengan anggaran. Apa lagi beberapa ranperda yang diajukan ini sangat krusial dan memerlukan kajian yang mendalam karena menyangkut kepentingan hidup orang banyak di Madina.

“Sebagai contoh, salah satu ranperda itu adalah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2013-2032, bagaimana kita bisa membahasnya hanya di dalam gedung saja, padahal sesuai dengan kunjungan kita di beberapa wilayah di Indonesia bahwa pembahasan ranperda RTRW harus melakukan konsultasi ke Badan Informasi Geospasial di Jakarta, karena lembaga BIG yang berwenang dalam pembuatan peta, kita harus melakukan konsultasi terkait verifikasi terhadap titik koordinat dari peta RTRW,” urai Dodi.

Selain itu, lanjut Dodi, kendati leading sektor RTRW itu Departemen Pekjerjaan Umum, tetapi bertali temali dengan undang-undang yang mengatur aspek lain semisal aspek kehutanan.

Contohnya undang-undang kehutanan, di Madina sekarang ini banyak wilayah yang berada di kawasan hutan lindung sehingga domainnya kementerian kehutanan,” kata Dodi.

“Selain konsultasi kepada pemerintah pusat dan propinsi, konsultasi kepada masyarakat sebagai pemangku kepentingan di Madina harus diakomodir di dalam Ranperda ini sehingga nantinya tidak kontradiktif dalam masyarakat bila nantinya disahkan oleh DPRD Madina,” tegas Dodi.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MANFAAT ENERGI PANAS BUMI DI INDONESIA

    MANFAAT ENERGI PANAS BUMI DI INDONESIA

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: J. Simanjuntak (Anggota Ikatan Ahli Panas Bumi Indonesia)   Energi panas bumi merupakan sumber energi yang tidak dapat diekspor dan sangat ideal untuk mengurangi dan menggantikan peran bahan bakar fosil nasional (solar/diesel) dan juga batubara dan merupakan sumber energi yang ideal untuk pengembangan daerah setempat. Selain itu, energi panas bumi adalah energi terbarukan yang […]

  • Saipullah Gandeng PT Sorikmas Mining Pulihkan Desa Muara Batang Angkola

    Saipullah Gandeng PT Sorikmas Mining Pulihkan Desa Muara Batang Angkola

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ):- PT. Sorikmas Mining, perusahan pemegang kontrak karya di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hadir turut serta membantu masyarakat yang terdampak dalam bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Madina, Saipullah Nasution dalam kunjungan Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan dan Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Maman […]

  • 2011, cukai rokok naik 10 persen

    2011, cukai rokok naik 10 persen

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA Pemerintah akan menaikkan tarif cukai rokok mulai 1 Januari 2011 dengan besaran bervariasi tergantung dari golongan rokok yaitu antara empat hingga 10 persen. “Kenaikan riilnya empat hingga 10 persen tapi rata-ratanya lima hingga enam persen disesuaikan dengan perkiraan laju inflasi 2011,” kata Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu, Thomas Sugijata di Jakarta, siang ini. Ia […]

  • Panitia Pilkades Tabuyung Diperintahkan Kirim Gugatan Cakades ke Kabupaten

    Panitia Pilkades Tabuyung Diperintahkan Kirim Gugatan Cakades ke Kabupaten

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Panitia Pemilihan Kepala Desa Tabuyung, Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina), Sumut agar segera melimpahkan dokumen gugatan ke tingkat kabupaten untuk diproses. Itu dikatakan Kepala Dinas PMD Madina, Mukhsin Nasution menjawab Mandailing Online di Panyabungan, Selasa (3/1/2023) terkait dua surat gugatan dari dua calon kepala desa (cakades) Tabuyung yang sejauh […]

  • Kimi Dikabarkan Jadi Rebutan Lotus, Red Bull, dan Ferrari

    Kimi Dikabarkan Jadi Rebutan Lotus, Red Bull, dan Ferrari

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Munich – Saat ini pebalap Lotus Kimi Raikkonen sedang dihubungkan dengan Red Bull. Persaingan mendapatkan tanda tangan Raikkonen untuk musim 2014 tampaknya akan bertambah sengit seiring dengan laporan yang menyebut Ferrari ikut mendekatinya. Kontrak Raikkonen dengan Lotus akan habis di akhir musim 2013 ini. Artinya, musim depan ia bisa saja masih berada di tim itu […]

  • BKKBN Sumut Jangan Bikin Resah di Madina

    BKKBN Sumut Jangan Bikin Resah di Madina

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak BKKBN Sumut diminta memeriksa kembali data mereka tentang angka stunting di Mandailing Natal (Madina). Hal itu sangat penting agar data BKKBN tidak menimbulkan keresahan di Madina. Pasalnya angka 47,7 persen yang dirilis BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Sumut jauh panggang dari api. Sebab, justru data ril di Madina […]

expand_less