Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Pendidikan Harus Tanamkan Budaya Anti Korupsi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
  • print Cetak


YOKYAKARTA :Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra Hamzah mengatakan dunia pendidikan harus berperan tanamkan budaya anti korupsi.

“Efektivitas penegakan hukum tidak hanya ditentukan oleh aparatnya, tetapi juga ditentukan oleh produk hukum dan budaya masyarakat untuk mematuhi hukum. Dunia pendidikan berperan untuk mengajarkan budaya patuh hukum,” katanya saat menjadi pembicara seminar nasional `Peran Korupsi terhadap Dehumanisasi Pendidikan di Masa Kontemporer` yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, di Yogyakarta, Minggu 28 November 2010.

Ia mengatakan penegakan hukum tidak dapat berdiri sendiri karena ada nilai-nilai yang saling menunjang satu sama lain, di antaranya adalah politik, ekonomi, dan budaya.

“Penindakan terhadap pelaku korupsi belum tentu menimbulkan efek jera karena banyak koruptor yang divonis ringan, oleh karena itu yang terpenting adalah upaya pencegahan dan pendidikan antikorupsi,” katanya.

Namun, kata dia dunia pendidikan justru disinyalir menjadi salah satu `sarang` koruptor terbukti dari banyaknya laporan dugaan praktik korupsi di dunia pendidikan masuk ke KPK.

“Sayangnya KPK memiliki kewenangan terbatas karena sejak diberlakukannya otonomi daerah, anggaran pendidikan sepenuhnya dikontrol oleh masing-masing daerah melalui dinas terkait,” katanya.

Sementara itu, kata dia KPK tidak memiliki kewenangan untuk menyidik pejabat dinas yang berpangkat di bawah eselon I meskipun dia disinyalir melakukan tindak pidana korupsi.

“Untuk itu kami memperketat ranah pencegahan dan pengawasan dengan memetakan modus-modus korupsi di dunia pendidikan serta mengkaji sistem Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan,” katanya.

Sebelumnya pengamat pendidikan yang juga pengarang buku `Orang Miskin Dilarang Sekolah` Eko Prasetyo mengatakan modus praktik korupsi yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia saat ini tampil dalam bentuk sistematis dan rapi.

“Berdasarkan penelitian yang dilakukan `Indonesia Corruption Watch` belum lama ini, modus yang kerap digunakan pelaku korupsi antara lain penggelapan dana, proyek fiktif, dan mengarahkan kontrak pada konraktor tertentu,” katanya.(an)
Sumber : EksposNews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 9 instansi tidak rekrut CPNS pada 2014

    9 instansi tidak rekrut CPNS pada 2014

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Sejumlah 9 (sembilan) instansi pemerintah, yang terdiri atas Kementerian dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (K/L), serta 123 pemerintah daerah di tanah air tidak memperoleh tambahan alokasi formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 2014 ini. Dengan demikian, ke-9 K/L dan 123 pemerintah daerah itu, tahun ini, tidak akan melakukan perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil […]

  • Rekreasi Sambil Menjala Ikan di Lubuk Larangan Aek Pohon

    Rekreasi Sambil Menjala Ikan di Lubuk Larangan Aek Pohon

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

  • Warga Minta Tambang Emas di Huta Bargot Dilegalkan

    Warga Minta Tambang Emas di Huta Bargot Dilegalkan

    • calendar_month Selasa, 12 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    Panyabungan, Masyarakat berharap keberadaan tambang emas di Huta Bargot dibina bukan dibinasakan. Hal itu disampaikan masyarakat saat Tim Pemberdayaan Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Mineral Tambang (P3SDMT) melakukan sosialisasi di Desa Simalagi, Kecamatan Huta Bargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) baru-baru ini. Tambang emas ilegal di Huta Bargot yang sudah beroperasi sekian lama dan bisa meningkatakan perekonomian […]

  • Rencana Produksi 10.000 Ton per Tahun Pabrik Pupuk Segera Beroperasi di Sumut

    Rencana Produksi 10.000 Ton per Tahun Pabrik Pupuk Segera Beroperasi di Sumut

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Permasalahan kelangkaan pupuk yang sering terjadi di Sumut tampaknya akan mulai berkurang tahun ini seiring dengan beroperasinya pabrik pupuk yang diperkirakan memproduksi 10.000 ton pupuk per tahun. Direktur PT Agro Tani Marisi Tulus P Sitorus mengatakan, pabrik yang mereka bangun tersebut merupakan salah satu wujud mencapai ketahanan pangan nasional. “Kehadiran industri kompleks pupuk terpadu, […]

  • SPBU Kosong, Ketengan  Bensin Menjamur

    SPBU Kosong, Ketengan Bensin Menjamur

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bahan bakar minyak jenis bensin kembali langka di SPBU Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Anehnya pengecer ketengan di titik-titik tak jauh dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) justru tak kunjung habis stok dengan harga diatas harga SPBU. Harga bensin di tingkat pengecer pingir jalan antara 8.000 rupiah hingga 13.000 rupiah […]

  • Keselamatan Warga Prioritas Pemkab Madina

    Keselamatan Warga Prioritas Pemkab Madina

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      ​PANTAI BARAT (Mandailing Online) – Keselamatan warga menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) saat bencana banjir dan longsor di tengah intensitas hujan yang tinggi sekitar dua pekan terakhir. ​Hal itu disampaikan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi di hadapan para kepala desa di Kecamatan Batahan dan masyarakat Desa Banjar Aur, Kamis (11/12/ 2025). ​”Karena […]

expand_less