Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Calon Pengganti Kapolri Suara Sumbang untuk Sutarman

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 30 Sep 2013
  • print Cetak

JAKARTA, – Kabareskrim Polri Komjen Pol Sutarman menjadi calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden SBY ke DPR. Aktivis antikorupsi pesimis Sutarman dapat membawa perubahan di tubuh Polri.

“Ya kita tidak bisa berharap ada perubahan besar di kepolisian, ya begini-begini saja. Kalau transparansi internasional menyebut lembaga paling korup itu Polri, nanti di masa mendatang sepertinya tidak akan berubah,” kata Koordinator ICW Danang Widoyoko, Jumat (28/9) malam.

Senada dengan Danang, Koordinator Pukat UGM Zainal Arifin mempertanyakan alasan pengajuan Sutarman sebagai calon tunggal Kapolri. Menurut Zainal, pencalonan Sutarman cukup mengejutkan mengingat hubungannya dengan KPK yang kurang harmonis.

Seperti diketahui perintah penangkapan Novel Baswedan adalah atas perintah Sutarman. “Jadi kalau melihat posisi Sutarman y ang tidak pas, saya jadi agak kaget ketika Presiden SBY menunjuk dia,” ujarnya.

Zainal juga mempertanyakan komitmen Sutarman untuk memberantas korupsi, terutama di lembaga Polri. “Kalaupun memang jadi, yang menjadi catatan paling besar adalah komitmen dia dalam memberantas korupsi. Itu yang perlu dipertanyakan, khususnya di kepolisian sendiri,” ujar Zainal. Presiden SBY mengajukan Sutarman sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR.

Surat sudah diterima pimpinan DPD. Pria yang saat ini menjabat sebagai Kabareskrim itu akan segera menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR. Fit and Proper Test Diprediksi Mulus Sementara, pencalonan tunggal Sutarman sebagai Kapolri juga memunculkan optimisme di sejumlah kalangan.

Meski kinerjanya dinilai lamban, Sutarman dinilai punya loyalitas yang bagus terhadap institusi Polri. Duetnya dengan Komjen Oegroseno diyakini bakal membawa dampak positif bagi Polri. Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar menilai, Sutarman merupakan sosok koordinator. “Dari beberapa kali memimpin kesatuan, saya amati dia pimpinan yang mengkoordinasikan.

Lebih mempersatukan pejabat teras,” terangnya kepada Jawa Pos kemarin. bisa dikatakan, Sutarman merupakan tipe pemersatu. Hal itu tampak dari cara dia mengambil keputusan. Sutarman cenderung lebih memperhatikan saran dan masukan para bawahannya, dan tidak egois memaksakan kehendaknya.

Satu hal yang menonjol dari Sutarman, menurut Bambang, adalah loyalitasnya kepada institusi Polri. Contoh nyata ada pada saat dia menghalangi KPK menyidik kasus dugaan korupsi Simulator SIM, karena Polri sendiri yang akan menuntaskannya. “Dalam konteks ini positifnya adalah organisasi akan stabil.

Tapi tantangan ke depan, kinerjanya bisa lambat,” tutur Bambang. Menurut mantan polisi itu, Sutarman beruntung mendapatkan wakapolri sekaliber Oegroseno. Karakter Oegroseno yang cenderung keras dan tegas akan bisa mengimbangi Sutarman yang lebih ngemong anggota. Diharapkan, perpecahan internal yang terjadi saat Timur Pradopo menjabat akan berakhir.

Ya, selama kepemimpinan Timur, terjadi keretakan di tubuh organisasi Polri, terutama di kalangan perwira tinggi. Sebagian mendukung Nanan Soekarna, sebagian lagi mendukung Timur. Perang dingin itu memang tidak sampai mencuat keluar, namun di kalangan internal nampak jelas.

Jika Sutarman nantinya disetujui DPR menjadi Kapolri, Bambang mengingatkan pekerjaan rumah yang utama bagi perwira kelahiran Sukoharjo itu adalah pengawasan internal. Menurut Bambang, selama kepemimpinan Timur Pradopo tampak jelas betapa lemahnya pengawasan internal di tubuh polri.

Beberapa produk yang dihasilkan dari lemahnya pengawasan itu sudah menjadi perbincangan publik. Seperti mantan Kakorlantas Polri Irjen Djoko Susilo yang divonis 10 tahun penjara akibat kasus korupsi. “Terlihat jika pengawasan polisi di Korlantas jebol,” kata pria kelahiran Ngawi itu. (int/jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPD Hanura Sumut Tersandung Kasus Asusila

    Ketua DPD Hanura Sumut Tersandung Kasus Asusila

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR- Ketua DPD Partai Hanura Sumatera Utara H Zulkifli Siregar (ZS) tersandung kasus asusila. Pria 56 tahun itu diadukan ke Mapolresta Siantar Sabtu (5/3) malam dengan sangkaan melakukan pelecehan seksual kepada Ade Trianingsih (19) di Hall Laponta Siantar Hotel, Sabtu (26/2) sekira pukul 02.00WIB. Informasi yang berhasil di peroleh dari berbagai sumber menyebutkan, Zulkifli berada […]

  • Uang sitaan KPK setara 91.000 RSS

    Uang sitaan KPK setara 91.000 RSS

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA – Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Busyro MUqoddas mengklaim pihaknya menyita Rp6,2 triliun dari tindak pidana korupsi. “Uang sebanyak itu cukup jika digunakan untuk membangun 91.000 rumah sederhana bagi warga miskin,” katanya di Yogyakarta kemarin. Menurut dia, berdasarkan data KPK ada beberapa bidang yang rawan tindak pidana korupsi, di antaranya minyak dan gas, pendidikan, […]

  • Tunggakan Raskin Tabagsel Capai Rp 1,6 M

    Tunggakan Raskin Tabagsel Capai Rp 1,6 M

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. Sidimpuan, Tunggakan Beras Miskin (Raskin) yang belum dibayarkan lima kabupaten/kota se-Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre IV Padangsidimpuan mencapai Rp 1,6 miliyar. Demikian disampaikan Kepala Bulog Subdivre IV Kota P.Sidimpuan Maidana Siregar melalui Kasi Pelayanan Publik Rifmad Hasibuan, kepada wartawan di kantor Bulog Subdivre IV P.Sidimpuan, Jalan Sisingamangaraja Kota P. […]

  • Capaian PAD Rendah, Pansus DPRD Madina Minta Kinerja OPD Dievaluasi

    Capaian PAD Rendah, Pansus DPRD Madina Minta Kinerja OPD Dievaluasi

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tergolong rendah, Panitia Khusus DPRD Madina berharap dilakukan pembenahan dan evaluasi terhadap kinerja OPD. Hal itu dicuatkan dalam Laporan Pembahsan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Mandailing Natal (Madina) tentang Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2024. Laporan Pansus itu dibacakan Ketua Pansus, Dodi Martua (dari Partai Demokrat) di […]

  • Guru Sertifikasi Harus Mengajar di Desa Tertinggal

    Guru Sertifikasi Harus Mengajar di Desa Tertinggal

    • calendar_month Kamis, 26 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Guru yang bersertifikasi harus ditempatkan di desa terpencil. Itu sebagai salah satu upaya mengatasi kekurangan guru. “Kita minta Dinas Pendidikan Madina mengevaluasi penempatan guru-guru sertifikasi yang selama ini lebih banyak ditempatkan di perkotaan,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pemuda Mandailing (HIPMA) Suhairy Lubis, Kamis (26/11) di Panyabungan. Dikatakannya, selain mengatasi […]

  • Pergantian Kepsek MAN Kase Raorao Salah Fatal

    Pergantian Kepsek MAN Kase Raorao Salah Fatal

    • calendar_month Kamis, 30 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Pemerhati Pendidikan Batang Natal, Marahalim Nasution menilai keputusan Kanwil Kemenag Sumut mengganti kepala sekolah MAN Kase Raorao merupakan kesalahan fatal. Itu dikatakan Marahalim, Kamis (30/6/2016) terkait penempatan kepala sekolah yang baru di MAN Kase Raorao, Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal menggantikan H. Irfansyah, SPd, MA. “Saya katakan bahwa keputusan Kanwil […]

expand_less