Senin, 21 Sep 2026
light_mode

Siapakah Orang Kaya Itu?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
  • print Cetak

Kekayaan merupakan tema yang menarik diperbincangkan. Sedikit sekali penghuni dunia ini yang tidak ingin kaya dalam hidupnya. Hidup kaya bisa dikatakan impian setiap orang.

Kesuksesan orang baru diakui kalau dia sudah menjadi orang kaya. Keberhasilan pendidikan juga sering dilihat dari sejauh mana hasil pendidikan itu dapat mengantarkan peserta didiknya menjadi orang kaya.

Lawan dari kaya adalah miskin. Orang disebut kaya karena memiliki banyak harta. Yang minim harta, itu miskin namanya. Dengan begitu, kekayaan selalu identik dengan segala hal yang berbau materi atau benda. Memiliki rumah megah, uang banyak, mobil berderet, pakaian necis, dan tanah luas adalah di antara simbol orang kaya. Orang miskin berarti kebalikan dari semua itu.

Tidak usah kita berdebat tentang definisi yang sudah sekian lama diamini secara luas itu. Sekiranya definisi itu dianggap benar, kebenarannya tentu tidak mutlak. Definisi demikian dimensinya serba fisik. Tidak ada kewajiban bagi kita untuk menerimanya. Saya teringat penuturan Rasulullah ketika mendefinisikan siapa gerangan orang kaya itu. Menurut Rasulullah, seperti dikutip Bukhari dan Muslim, “Bukanlah yang dinamakan kaya itu karena banyak harta, tetapi yang dinamakan kaya sebenarnya adalah kayanya jiwa.”

Mencermati makna hadis di atas, kita segera mendapatkan pemahaman bahwa Rasulullah ternyata memiliki definisi berbeda dengan kebanyakan kita tentang siapa orang kaya. Barangkali hadis itu akan lebih mudah dipahami ketika kita mengaitkannya dengan daftar orang terkaya di dunia tahun 2013, sebagaimana dirilis majalah Forbes.

Keluarga Budi Hartono, pemilik BCA dan Djarum, memiliki harta 8,5 miliar dolar AS. Michael Hartono memiliki harta 8,2 miliar dolar AS. Dua orang ini jelas lebih kaya tinimbang kita. Menurut Forbes, mereka menduduki peringkat pertama dan kedua daftar orang terkaya di Indonesia. Tetapi, ternyata mereka tidak ada apa-apanya jika dibanding Carlos Slim Helu dan Bill Gates. Harta Carlos Slim Helu, CEO Telefonos de Mexico dan America Movil, mencapai 73 triliun dolar AS, sementara Bill Gates, yang mantan CEO Microsoft, memiliki harta 67 miliar dolar AS.

Banyaknya harta tidak pernah akan ada puncaknya. Di atas orang kaya, selalu ada orang yang lebih kaya. Di sini berlaku rumus relativitas. Fulan yang tergolong orang kaya di sini, belum tentu kaya di sana. Fulanah yang termasuk miskin di suatu tempat, justru dia orang paling kaya di tempat lain. Demikian pula seterusnya. Tegasnya, tidak ada orang yang paling kaya, sebagaimana juga tidak ditemukan orang yang paling miskin.

Penting pula dicatat, definisi kaya atau miskin semacam itu sesungguhnya muncul dari orang luar. Pelakunya sendiri kerap tidak merasakan apakah dia kaya atau miskin. Karena, kebanyakan orang masih saja merasa kurang. Meskipun orang bilang kita ini sudah kaya, tetapi senyatanya kita juga tidak merasa kelebihan harta. Selalu saja kita merasa miskin dan kurang.

Apalagi jika definisi kaya atau miskin itu dikaitkan dengan unsur diri yang bernama keinginan dan kebutuhan. Misalnya, petani desa yang saban hari mengantongi uang lima juta, dia boleh dibilang kaya. Berbeda halnya dengan seorang artis. Uang sejumlah itu tentu tidak dapat mendefinisikan dirinya sebagai orang kaya. Ini soal keinginan dan kebutuhan. Gaya hidup petani desa umumnya tidak menelan uang jutaan dalam sehari. Sementara, tuntutan profesi artis mengharuskan pelakunya untuk selalu tampil mewah dan mahal, sebagaimana rekan sesama artis.

Benarlah, Islam tidak menisbahkan definisi kaya atau miskin dengan kepemilikan benda. Definisi serba fisik itu sangat memusingkan. Karena itu, Rasulullah menegaskan, kekayaan sejati itu ada di dada. Menjadi kaya atau miskin itu murni soal mental. Inilah definisi berdimensi batin. Analoginya sederhana. Orang yang lapang dada selalu merasa kaya, meskipun minim harta. Sebaliknya, orang yang bermental miskin selalu merasa kurang, meskipun menggenggam emas segudang. Pikirannya mengawang di langit harapan, berusaha menjangkau segala yang belum digenggam tangan. Hidup berselimut harta tetapi tampil bagai pecundang.

Alangkah bahagia kehidupan orang yang hati, jiwa, dan pikirannya selalu merasa kaya. Mensyukuri nikmat yang ada tanpa terus mengangankan segala yang dipunyai orang. Harta sekadarnya selalu digunakan untuk memacu amal baik dan ibadah. Batinnya tenang, karena tidak diperbudak dunia, tetapi justru merajai dunia. Rasulullah memuji pribadi demikian. “Sungguh berbahagia orang yang masuk agama Islam dan diberi rezeki cukup, serta dikaruniai Allah sifat qana’ah atas segala yang diberikan kepadanya.” (HR Muslim).

Berbagai penyimpangan menyeruak di segala tempat adalah bukti ketidakmampuan orang untuk merajai dunia. Juga kebejatan moral yang berkecambah dan memperburuk sendi-sendi kehidupan. Mereka itulah orang miskin dalam makna sesungguhnya. Fisiknya mapan tetapi batinnya gersang, karena tidak pernah merasa kenyang oleh kuantitas harta. Kembali renungkan penegasan Rasulullah berikut.

“Bukanlah orang miskin itu orang yang berkeliling mendatangi rumah ke rumah lalu ditolak ketika meminta sebiji atau dua biji kurma, atau ketika meminta sesuap atau dua suap makanan. Tetapi orang miskin yang sebenarnya adalah orang yang tidak pernah memiliki kekayaan untuk mencukupi keperluannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Sungguh beruntung siapa saja yang dikaruniai Allah kelapangan harta sekaligus batin yang selalu menerima, gemar bersedekah, sehingga hidup selalu diliputi berkah dan jauh dari bencana.


Penulis Buku ‘Menemukan Bahagia’. Email: hus_surya06@yahoo.co.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Sibanggor Tak Lagi Tidur Nyenyak (Bagian 1)

    Warga Sibanggor Tak Lagi Tidur Nyenyak (Bagian 1)

    • calendar_month Kamis, 11 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Laporan : Dahlan Batubara dan Seri Aida Lubis   Ketakutan, keresahan dan kecemasan. Itu gambaran terkini di kalangan warga Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Penulusuran tim media dari Mandailing Online, Malintang Pos dan Madina Pos, Kamis (11/2/2012) di Sibanggor Julu mencatat banyak hal pengakuan beberapa warga pasca tragedi […]

  • Panyabungan Salah Satu Barometer Investor

    Panyabungan Salah Satu Barometer Investor

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Salah satu barometer investor melirik daerah adalah situasi dan kondisi pusat kota. Payabungan sebagai ibu kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memerlukan labih baik lagi penataannya. Sekretaris Keluarga Besar Mahasiswa (Gabema) Madina, Musliadi Nasution, SPd kepada Mandailing Online di Panyabungan, Senin (20/2), menyatakan keindahan pusat kota di suatu daerah merupakan salah satu referensi […]

  • BKSDM Madina Goreng Anggaran 226,7 Persen Untuk Sertifikasi Kelembagaan dan Kompetensi Tahun 2026

    BKSDM Madina Goreng Anggaran 226,7 Persen Untuk Sertifikasi Kelembagaan dan Kompetensi Tahun 2026

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online- Badan Kepegawaian dan Sumberdaya Manusia (BKSDM) Pemkab Mandailing Natal kembali menjadi sorotan publik setelah menganggarkan Rp.2.024.018.000 untuk sertifikasi kelembagaan pembangunan kompetensi manajerial dan fungsional tahun 2026. Angka ini merupakan kenaikan drastis 226,7% dari tahun 2025 yang hanya Rp.619.599.000. Dada yang diperoleh anggaran senilai Rp.2.024.018.000 di diskripsi untuk penilaian kopetensi untuk pimpinan jabatan tinggi pratama […]

  • Tirta Madina Siapkan Air Bersih untuk KEK

    Tirta Madina Siapkan Air Bersih untuk KEK

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Tirta Madina menyatakan telah mempersiapkan rencana infrastruktur air bersih bagi kebutuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batahan. Titik sumber air hingga peta jalur pipa telah dimatangkan oleh Tirta Madina. Sebab, pasokan air sangat urgen untuk semua aktivitas industri, perkantoran hingga pemukiman di kawasan KEK. Itu diungkapkan Direktur Perusahaan Daerah Air […]

  • Koruptor Sok Bersih

    Koruptor Sok Bersih

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Koruptor sok bersih. Mengaku tak korupsi, tetapi banyak mencuri uang negara. Grafis/desain : Dahlan Batubara

  • MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (3)

    MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (3)

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    oleh : Z. Pangaduan Lubis Pengaruh Hindu Terhadap Pribumi Mandailing Pada uraian yang di atas sudah dikemukan mengenai peninggalan-peninggalan dari zaman pra sejarah yang ditemukan di beberapa tempat di Mandailing. Peninggalan-peninggalan ini membuktikan bahwa sudah ada manusia yang mendiami wilayah Mandailing pada masa tersebut. Sebagai pribumi Mandailing, mereka terus berkembang sampai orang-orang Hindu datang dan […]

expand_less