Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Tradisi Nazar Memberi Makan Yatim Usai Panen di Desa Huraba

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
  • print Cetak

SIABU (Mandailing Online) – Di Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) ada suatu tradisi memberikan makan kepada para anak yatim usai panen padi sawah.
Tradisi ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun dan berlanjut hingga era sekarang. Biasanya diselenggarakan setelah semua petani sudah menyelesaikan kegiatan panen.

Tradisi ini terjadi terkait dengan adanya niat bernazar dari masing-masing petani memberikan sebagian hasil sawah kepada anak yatim. Niat itu dilafalkan dalam hati ketika petani memulai musim tanam. Realisasi nazar itu dilakukan setelah panen usai.

Penyaluran kepada anak yatim ini selalu dilaksanakan sekelompok panitia bernama Panitia Santunan Anak Yatim yang dibentuk di desa itu. Para petani membawa sebagian uang hasil penjualan padinya kepada panitia untuk pengumpulan.

Pihak panitia sendiri bertugas melakukan pendataan jumlah anak yatim dan piatu serta bertugas mengumpulkan seluruh uang yang berasal dari nazar petani. Kemudian, panitia ini yang menyelenggarakan acara makan bersama dengan anak yatim tersebut.

Seperti halnya acara yang diselenggarakan pada hari Minggu (6/10/2013) lalu, Desa Huraba I dan Huraba II serentak melaksanakan tradisi ini.

Pantaun Mandailing Online, di hari itu sebanyak 47 orang anak yatim dan piatu diundang dalam acara makan bersama. Acaranya dilakukan di masjid desa itu.

Para naposo nauli bulung (kelompok remaja) sibuk melaksanakan masak bersama di pelataran lingkungan mesjid. Satu ekor kerbau pun disembelih sebagai lauk makan.

Tak hanya dijamu makan bersama, para anak yatim ini pun mendapat uang tunai. Sumber uang tunai ini berasal dari sumbangan warga di acara makan bersama itu.

Di acara ini terkumpul uang tunai sebesar 5.170.000 rupiah. Dana itu kemudian dibagikan kepada selruh anak yatim saat itu juga. Masing-masing anak yatim mendapatkan uang tunai sebesar 110.000 rupiah per orang.
“Kita harapkan dari tahun-ketahun rejeki masyarakat akan terus bertambah sehingga pada tahun-tahun mendatang bisa kita tingkatkan lagi jumlah uang tunai-nya,” harap Baduarif, ketua Santunan Anak Yatim Desa Huraba.

“Merupakan suatu kewajiban bagi kita untuk memberikan makan anak yatim, karena anak-anak yatim tersebut merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Kepala Desa Huraba I, Domroh.

Disebutkannya, hasil panen yang selama ini diperoleh masyarakat bukan sepenuhnya milik mereka, namun di dalam hasil panen tersebut ada terdapat rejeki anak-anak yatim.

”Kegiatan seperti ini sudah merupakan tradisi bagi kita masyarakat Desa Huraba, dimana setiap habis panen, sebelum memasuki musim tanam, kita memberi makan anak-anak yatim,” ujar Domroh.

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Desa Huraba II, Kasmir Dalimunthe, bahwa sebelum masyarakat memasuki masa tanam, masyarakat terlebih dahulu menanam niat, dimana apabila berhasil panen pada musim tanam tersebut maka wajib bagi masyarakat memberi makan anak yatim.

“Kegiatan hari ini merupakan pembayaran niat masyarakat kepada tuhan. Dan kegiatan ini sudah berlangsung puluhan tahun di Desa Huraba ini,” sebut Kasmir.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perambahan Hutan di Hulu Sungai Bintuas Meresahkan

    Perambahan Hutan di Hulu Sungai Bintuas Meresahkan

    • calendar_month Rabu, 8 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Perambahan hutan di hulu Sungai Bintuas, Dusun Aek Putih, Desa Adangkahan, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meresahkan masyarakat, karena sudah berdampak pada berkurangnya debit air di sungai tersebut. Demikian disampaikan anggota DPRD Madina Komisi II DPRD Madina, H Sariful Sarling Lubis kepada MedanBisnis, Selasa (7/2), di Panyabungan. Ia mengatakan itu sesuai laporan […]

  • Soal Ibu Kota, Mendagri Takut Dimarahi Jokowi

    Soal Ibu Kota, Mendagri Takut Dimarahi Jokowi

    • calendar_month Senin, 21 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO)- Mendagri Gamawan Fauzi enggan menanggapi wacana pemindahan ibu kota. Menurutnya, isu pemindahan ibu kota bukan menjadi kewenangan kementerian dalam negeri. “Kalau bicara pemindahan ibu kota, biar Pak Presiden saja yang bicara, jangan saya,” katanya di sela-sela rapat bersama Komisi II DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta,Senin, (21/1). Menurutnya, kementerian hanya mengurus soal pemindahan […]

  • Kontraktor Diminta Timbun Bekas Galian Jalan Tanotiris

    Kontraktor Diminta Timbun Bekas Galian Jalan Tanotiris

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Bekas galian jalan di jalur Sinonoan-Muara Batang Angkola Kecammatan Siabu, Mandailing Natal dikeluhkan warga. Sebab, bekas galian itu berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Pihak kontraktor yang mengerjakan peningkatan badan belum menimbun bekas galian. Untuk itu warga meminta kepada kontraktor dari CV Putra Setia untuk menimbun bekas galian di pinggir jalan itu. […]

  • Tambang Emas Ilegal Meraja Lela di TNBG Madina

    Tambang Emas Ilegal Meraja Lela di TNBG Madina

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Madina-Mandailing Online: Perusakan lingkungan akibat aktifitas Pertambangan emas ilegal kini semakin marak dan sudah merambah ke wilayah Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) yang notabene dilindungi oleh negara sebagai paru-paru dunia. Aktifitas tambang emas ilegal di kawasan TNBG ini sepertinya kebal hukum. Sebab diketahui telah beberapa kali tim dari TNBG sudah melakukan razia. Namun, tampaknya tak […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 43)

    MARSIDAO-DAO (episode 43)

    • calendar_month Sabtu, 3 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Marayak pukul 5.20 potang ni ari tolap ma motor i i huta Bilah i. Ipaso parmotor i ma motor i. Idokonsa tu Si Isrot na madung tolap alai tu huta i.  Mambege na madung tolap tu huta Bilah i, naniligi si Pikek dot Si Poso ma tu ruar, manaili […]

  • Walikota Putuskan Kontrak 31 Proyek

    Walikota Putuskan Kontrak 31 Proyek

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan. Walikota Padangsidimpuan Zulkarnaen Nasution memutuskan kontrak 31 proyek yang tidak selesai hingga 30 Desember 2012 kemarin. Pemutusan ini dilakukan berdasarkan ketentuan yang terkandung dalam Perpres No. 54 tahun 2010. Sebelumnya walikota Padangsidimpuan telah memonitoring pelaksanaan proyek di lapangan. Monitoring tersebut juga disertai Inspektorat dan dinas terkait. Saat itu ditemukan berbagai masalah, seperti kurangnya kualitas […]

expand_less