Minggu, 18 Okt 2026
light_mode

Ke Medan, Prabowo Bantah Antietnis Tionghoa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 21 Okt 2013
  • print Cetak

JAKARTA (MAndailing Online) – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Medan, Sumatera Utara (Sumut) untuk menghadiri dialog kebangsaan. Kehadirannya dalam dialog mengenai tantangan masalah bangsa menuju Indonesia Raya itu atas undangan Komunitas Tionghoa Medan.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menjawab berbagai isu-isu miring terkait sikapnya terhadap etnis Tionghoa. Ia membantah tuduhan bahwa dirinya seorang yang antietnis Tionghoa.

Tuduhan ini mencuat di masa-masa awal runtuhnya Orde Baru saat Prabowo masih menjadi petinggi TNI AD. Prabowo disebut-sebut akan melakukan kudeta dan mengusir seluruh warga beretnis Tionghoa dari Indonesia.

“Saya waktu itu Pangkostrad dengan 33 batalyon, nyatanya apakah saya kudeta? Itu tidak akan saya lakukan karena sebagai prajurit sapta marga saya takut terhadap konstitusi UUD 1945. Saya lebih memilih diam menanggapi fitnah itu, biarlah waktu dan sejarah yang akan membuktikan. ‘Becik ketitik ala ketara’,” kata Prabowo melalui siaran pers, Minggu (20/10).

Prabowo mengaku sudah terbiasa menghadapi fitnah-fitnah semacam ini. Hal tersebut dianggapnya sebagai ujian untuk menggembleng seorang calon pemimpin.

Mantan Danjen Kopassus TNI itu pun menceritakan kisah tentang pemimpin reformis RRC, Deng Xiao Ping. Deng, ujar Prabowo, juga pernah difitnah 3 kali, dipecat 3 kali dan dipenjara 3 kali sebelum akhirnya memimpin kebangkitan China menjadi salah satu negara paling kuat di dunia.

Prabowo pun ingin menjadi Deng Xiao Ping Indonesia yang meski dituduh dan difitnah, tetapi bisa membawa kebangkitan rakyat Indonesia.
“Kalau saya kan hanya 1 kali dipecat, alhamdulillah,” candanya.

Dalam dialog yang dihadiri oleh ribuan masyarakat Medan, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia dengan kekayaan alamnya bisa sejajar dengan negara-negara adidaya dunia. Namun, sambungnya, hal itu hanya bisa terjadi jika adanya perdamaian

“Oleh karena itu inti dari semuanya adalah bagaimana bangsa ini menyelesaikan masalah kemiskinan ditengah-tengah melimpahnya kekayaan bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Pada acara dialog, Prabowo didampingi oleh orang-orang dekatnya. Diantaranya Winson Pola, warga keturunan Tionghoa asal Medan yang menjabat direktur utama di salah satu perusahaan Prabowo. Hadir pula Abu Hermanto yang merupakan sahabat dekat bos Partai Gerindra tersebut.

Selama di Sumut, Prabowo juga melakukan ziarah ke makam pahlawan nasional Panglima Raja Sisingamangaraja XII di Balige, Kabupaten Toba Samosir. Saat ziarah, ia didampingi salah satu keturunan Raja Sisimangajara XII yang bermarga Sinambela. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sorikmas Mining Sumbang Sepeda Untuk Haornas

    Sorikmas Mining Sumbang Sepeda Untuk Haornas

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    Senior Community Relations Officer PT Sorikmas Mining Hidayat Harahap mewakli manajemen perusahaan tambang itu memberikan bantuan 2 unit sepeda kepada panitia Haornas 2013 Mandailing Natal, 6 September 2013. Sepeda itu diterima langsung oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Pariwisata Madina yang juga sebagai Panitia Penyelengara Haornas. Bantuan 2 unit sepeda ini sebagai partisipasi PT. Sorikmas […]

  • Pancasila, Antara Ideologi atau Falsafah Negara

    Pancasila, Antara Ideologi atau Falsafah Negara

    • calendar_month Sabtu, 3 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      “HARI PANCASILA” Oleh: Yusril Ihza Mahendra (Ahli Hukum Tata Negara) Sebagian orang menyebut tanggal 1 Juni adalah Hari Lahirnya Pancasila, yang sekarang sebagian orang menyebutnya dengan istilah Hari Pancasila. Pancasila adalah landasan falsafah negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya alinea ke 4. Saya lebih suka menyebut Pancasila sebagai “landasan falsafah negara” bukan […]

  • Mantan Polisi Bacok Selingkuhan Istri

    Mantan Polisi Bacok Selingkuhan Istri

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KISARAN- Mantan polisi Mapolres Asahan, Ronggo Warsito (43) menggerebek istrinya, RS (40) sedang berhubungan intim dengan pria selingkuhannya ZE (42) di rumah kontrakannya, Jumat (10/2), di Jalan DR Wahidin Gang Beruang, Kisaran. Akibatnya, Warsito emosi dan membacok ZE. Informasi yang dihimpun POSMETRO MEDAN (Grup Sumut Pos) di lokasi kejadian menyebutkan, Warsito sudah lama mendengar kabar […]

  • Tambang Emas Ilegal di Desa Rantobi Beroperasi Malam Hari

    Tambang Emas Ilegal di Desa Rantobi Beroperasi Malam Hari

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal -Mandailing Online: aktifitas pertambangan emas ilegal di Desa Rantobi tepatnya di dusun batumarsong, Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Mandailing Natal terus beroperasi. Sosialisasi dan razia yang dilakukan Polsek Batang Natal baru baru ini nampaknyan tidak pengaruh ke penambang. Aktifitas tambang emas ilegal di Desa Rantobi itu diketahui dikelola Fajaruddin. Sesuai pengakuannya pada Mandailing Online bahwa aktifitas […]

  • Perampok Bersenpi di Medan Muncul Lagi

    Perampok Bersenpi di Medan Muncul Lagi

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Kawanan perampok bersenjata api menyatroni sebuah rumah mewah di Komplek Perumahan Permata Hijau yang terletak di belakang Hotel Emerald Garden, Jl. Yos Sudarso, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu 5 Desember 2010. Akibat peristiwa ini, pemilik rumah mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Kawanan perampok yang berjumlah empat orang memasuki rumah milik Edi Salim […]

  • Yusuf-Imron: Penuntasan Desa Terpencil dan Kualitas Pendidikan Prioritas Utama

    Yusuf-Imron: Penuntasan Desa Terpencil dan Kualitas Pendidikan Prioritas Utama

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) :  Saat ini sebanyak 41 desa terisolir di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membutuhkan perhatian dan kebijakan serius membuka akses jalan. Demikian salah satu poin pembahasan antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Madina dengan pasangan calon bupati/wakil bupati Madina Drs.H.M.Yusuf Nasution,M.Si-H.Imron Lubis, S.Pd dalam acara konsolidasi dan silaturrahim di sekretariat DPD PKS Madina, Jl. […]

expand_less