Minggu, 27 Sep 2026
light_mode

Kisah Imam Denmark Menemukan Cahaya Islam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
  • print Cetak

Reino Arild Pedersen, merupakan imam pertama pengisi khotbah Jumat di Denmark. Ia lebih terkenal dengan nama Abdul Wahid Pedersen, namanya setelah berislam. Siapa sangka, sang imam yang pengetahuan keislamannya luas itu merupakan seoran mualaf. Hingga mengenal Islam, perjalanannya pun tak singkat. Ia menempuh banyak perjalanan hingga mendapat manisnya hidayah.

Perjalanannya dimulai saat usianya masih 16 tahun. Saat itu ia memutuskan untuk meninggalkan agama Kristen yang ia anut dari kecil. Tujuannya meninggalkan gereja hanya satu, ia ingin bebas dari afiliasi agama apapun. Sejak itu, ia pun menjadi pemuda dengan pemikiran sangat bebas. Pedersen muda begitu liberal dan sekular.

Dengan kebebasan hidup yang ia klaim, Pedersen mencoba banyak hal. Ia kemudian menginginkan hidup penuh kasih dan damai. Ia pun mencoba menjadi vegetarian, namun gagal. Ia tak bisa berpuasa daging terus menerus.

Hingga usia 21 tahun, Pedersen hidup dibawah godaan kebebasan. Hingga suatu hari, ia meninggalkan Denmark bersama seorang teman karibnya. Kali ini ia ingin menerapkan Yin Yang dalam hidupnya. “Kami bepergian melalui Afrika, Asia dan Timur Tengah. Prinsip kami saat itu, perjalanan akan membimbing kami untuk hidup berdasar hukum alam Yin dan Yang,” ujarnya, tertawa mengenang masa lalu.

Selama perjalanan itu, Pedersen menemukan beragam budaya dan agama. Ia pun kemudian mulai tertarik hal tersebut. Pedersen bertanya pada diri sendiri, “Apa agamaku? Darimana aku berasal?” Namun ia tak mampu mendefinisikan kehidupannya. Ia pun kemudian belajar spiritual di Rajasthan, India. Tak lama, ia kemudian menjadi penganut Hindu.

Empat tahun ia memeluk agama Hindu. Selama itu, Pedersen justru tergugah mengenai konsep Tuhan. Saat tak lagi menjadi penganut Hindu, Pedersen masih digandrungi pertanyaan tentang Tuhan. “Itu membuka minatku pada Tuhan. Pencarian resmi akan Tuhan pun aku mulai,” tuturnya.

Ia pun mempelajari beragam agama. Ia mencari konsep Tuhan. Hasilnya, ia mendapati bahwa semua agama mengajarkan kebenaran. Namun Tuhan sesungguhnya hanyalah satu. Lalu dimana Tuhan itu.

Pedersen pun kembali ke Eropa. Ia menyendiri dan mencari eksistensi Tuhan. Dalam kesendirian dan kesunyian, ia berseru kepada Tuhan yang ia pun tak tahu ada dimana. “Jika Engkau memang ada, Engkau bisa mendengar saya. Jika Engkau memang ada, Engkau bisa melihat saya. Jika Engkau memang ada, Engkau tahu kebutuhan saya,” seru Pederson. Ia berharap Tuhan dapat membimbingnya.


Menemukan Islam

Saat pulang ke Denmark setelah perjalanan panjang, Pederson memilih pindah ke pedesaan dan merawat kebun. Disana ia mencoba menenagkan diri dalam pencarian Tuhan. Dalam beberapa waktu, iai seringkali duduk menyendiri di kamar, menyeru Tuhan. Ia berdoa agar Tuhan membimbingnya.

“Aku buta, tuli, bisu dan tak tahu apa yang baik untuk saya. Maka berilah saya jalan, bukakan pintu untuk saya, berilah saya bimbingan,” doa Pederson yang terus ia ulang setiap waktu.

Doanya terijabah. Suatu hari seorang teman lama mengunjunginya. Teman lamanya itu telah berislam. Ia mengajak Pederson untuk menjelajahi Gurun Sahara. “Dia merencanakan perjalanan ke gurun Sahara untuk belajar beberapa hal dari suku Tuareg . Dia memintaku untuk bergabung dengannya, karena ia tahu bahwa aku telah menyeberangi gurun Sahara sebelumnya. Aku langsung setuju untuk ikut. Gurun selalu membuatku tertarik. Sebelum berangkat, aku menegaskan bahwa aku tak tertarik untuk menjadi seorang Muslim. Aku tidak keberatan tinggal di antara muslim, tapi aku tidak akan masuk Islam,” ujar Pederson, mengenang.

Pederson pun melakukan perjalanan bersama muslimin. Banyak hal yang kemudian menjadi pengetahuan baru baginya. Bagaimana mereka shalat, berjamaah, berwudhu, berdoa. Ia juga kaget dengan adanya panggilan adzan.

“Melihat mereka aku merasa malu. Belum pernah aku merasa malu seperti itu. Aku malu karena tak rajin berdoa. Aku tak banyak meluangkan waktu untuk Tuhan. Waktu untuk Tuhan hanya di sisa waktuku saja. Ketika aku cenderung pada keinginan dan kebutuhan pribadi, orang-orang itu justru memberikan waktunya untuk Tuhan,” ujar Pederson.

Tak lama ia pun mulai mempelajari Islam. Ia mulai ikut serta dalam shalat mereka, berdoa bersama dan diskusi bersama. Saat itulah cahaya Allah memasuki hati Pederson. Ia merasakan kerinduan akan Tuhan yang teramat sangat. Ia jatuh hati pada Islam. Pederson kemudian memeluk agama Islam.

“Setalah masuk Islam, aku menyadari bahwa ini bukan hanya tentang apa yang aku cari selama ini. Karena kenyataannya, aku selalu menjadi muslim di hatiku. Aku sangat bersyukur menempuh jalan ini dan mendapat kebaikan Allah yang terus mengalir di hidupku,” ujar Pederson terharu.


Menjadi Cendekiawan Muslim

Pederson resmi menjadi muslim di tahun 1982. Sejak itu ia menghabiskan hidupnya untuk mempelajari Islam dan melakukan kegiatan keislaman. Pada tahun 1997, Pederson diangkat menjadi imam pertama di Denmark. Ia menerjemahkan banyak buku Islam ke dalam bahasa Denmark. Pedersen juga merupakan Wakil Presiden Muslims in Dialogue, sebuah organisasi multi-etnis Muslim Denmark yang mempromosikan Islam kepada masyarakat umum Denmark.

Ia juga merupakan pendiri dan kepala sekolah dari tiga sekolah swasta untuk anak-anak muslim Denmark. Ia juga pendiri Islamic Christian Study Center di Kopenhagen. Di luar Denmark, Pederson juga banyak menggalakan proyek bantuan ke berbagai negara.

Salah satu contohnya yakni pendirian sekolah di Kunar Afghanistan pra rezim Taliban. Ia juga pendiri Danish Muslim Aid yang membantu banyak muslimin di belahan dunia. Salah satu proyek DM-Aid yakni pembangunan 500 rumah untuk korban gempa di Kashmir Pakistan.(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil Dinas Rusak, Camat Ranto Baek Nekat Sewa Mobil

    Mobil Dinas Rusak, Camat Ranto Baek Nekat Sewa Mobil

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) ternyata ada Camat di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) yang nekat menyewa mobil untuk menunjang aktifitas kerjanya sebagai kepala wilayah, pasalnya mobil dinasnya mengalami kerusakan parah dibagian mesin sehingga tidak bisa di gunakan. Camat Ranto Baek kabarnya nekat menyewa mobil tersebut selama 3 bulan terakhir, ia menyewa mobil itu dengan […]

  • Meraih Superpower dengan Intervensi Investasi, Mungkinkah?

    Meraih Superpower dengan Intervensi Investasi, Mungkinkah?

    • calendar_month Sabtu, 9 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Baru-baru ini berita dari beberapa media nasional mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara superpower di dunia melalui perdagangan internasional. Suatu harapan yang sangat besar tetapi tidak mustahil untuk terwujud. Hanya saja, perlu kesungguh-sungguhan dalam merealisasikan mimpi besar tersebut agar kelak dapat terwujud. Menteri Perdagangan, Muhammad […]

  • Urus Naik Golongan, Guru Dimintai Uang

    Urus Naik Golongan, Guru Dimintai Uang

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PALUTA – Sejumlah guru di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) mengaku dipersulit beberapa oknum di Dinas Pendidikan (Disdik) Paluta saat hendak mengurus naik golongan. Mereka juga dimintai sejumlah uang dengan dalih untuk menghitung angka kredit jam kerja. Menurut guru-guru yang meminta namanya tidak dituliskan ini, meskipun sudah dimintai uang dengan nominal antara Rp1 […]

  • Diperkosa Majikan, Ancam Bunuh Diri

    Diperkosa Majikan, Ancam Bunuh Diri

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TKI di Arab Saudi BANYUWANGI- Lagi – lagi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi mengalami perlakuan yang tidak layak oleh majikannya. Siti Ratih Purnamasari namanya. Perempuan remaja berusia 19 tahun asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini acap menerima siksaan dan ancaman perkosaan dari majikannya. Makanya, Siti terus mengancam akan bunuh diri andai dirinya tak […]

  • Nama-nama Caleg Yang Akan Duduk Dari Dapil Madina V

    Nama-nama Caleg Yang Akan Duduk Dari Dapil Madina V

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) telah menyelesaikan rekapitulasi perolehan suara partai politik Pemilu 2014, Senin dini hari (22/4/2014). Sebanyak 9 kursi DPRD Madina yang diperebutkan di Daereh Pemilihan V (Dapil V) meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Siabu, Bukit Malintang, Huta Bargot dan Kecamatan Naga Juang. PKB memperoleh 1 kursi di […]

  • Yusuf – Imron Ikuti Munas IKANAS

    Yusuf – Imron Ikuti Munas IKANAS

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pasangan calon Bupati/wakil bupati Mandailing Natal  Drs.H.M.Yusuf Nasution, M.Si-H.Imron Lubis, S.Pd, MM saat mengikuti acara Musyawarah Nasional IKANAS dan Silaturrahim Tahun 2015 warga IKANAS yang dilaksanakan DPP IKANAS (Ikatan Keluarga Nasution Dohot Anak Boruna), tanggal 5-6 September 2015 di Balroom Golden Boutique Hotel, Jl. Angkasa Raya No 1 Kemayoran-Jakarta Pusat.  

expand_less