Rabu, 23 Sep 2026
light_mode

Ini Daftar Nama Pejabat Indonesia dalam Sadapan Australia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 18 Nov 2013
  • print Cetak

SYDNEY – Directorate Signals Defense (DSD) Australia dikabarkan telah menyadap pembicaraan telepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan lingkaran dekatnya. Dari dokumen bocoran Edwad Snowden yang dimuat harian The Guardian itu terungkap bahwa sejumlah nama yang disadap memang memiliki posisi penting.

Secara rinci, DSD menulis daftar nama pejabat Indonesia yang disadap mulai semester kedua 2007, lengkap dengan merek handphone yang disadap. Misalnya, dari sejumlah nama pejabat tinggi, diketahui baru Boediono dan Dino Patti Djalal yang sudah menggunakan BlackBerry. Lainnya masih menggunakan Nokia yang kala itu begitu populer.

Lantas siapa saja yang disadap DSD? Dalam laporan bertitel “IA Ladership Targets + Handsets” diketahui bahwa Presiden SBY ada di nomor pertama daftar sadapan. Selanjutnya ada nama Ibu Negara Kristiani Herawati atau yang lebih dikenal dengan panggilan Bu Ani. Keduanya diketahui menggunakan gadget Nokia E90-1.

Nomor ketiga dalam daftar sadapan itu adalah Boediono dengan BlackBerry Bold 9000. Nomor empat dalam daftar sadapan adalah Jusuf Kalla dengan handphone Samsung SGH-Z370.

Kemudian nama Dino Patti Djalal yang kala itu menjadi Juru Bicara Kepresidenan untuk urusan luar negeri menempati urutan kelima. Dari dokumen DSD itu diketahui bahwa Dino menggunakan BlackBerry Bold 9000.

Di urutan keenam ada Andi Mallarangeng yang kala itu masih Juru Bicara Kepresidenan untuk dalam negeri. Pria yang belakangan jadi Menteri Pemuda dan Olahraga itu diketahui menggunakan handphone Nokia E71.

Sedangkan Hatta Rajasa yang kala itu menjadi Menteri Sekretars Negara ada di nomor urut tujuh dalam daftar pejabat yang disadap DSD. Hatta menggunakan handphone Nokia E90-1.

Menteri Keuangan kalau itu, Sri Mulyani juga masuk dalam daftar nama yang disadap. Berada di urutan kedelapan dalam daftar nama versi DSD, Sri Mulyani diketahui menggunakan handphone Nokia E90-1.

Selanjutnya Widodo AS yang kala itu menjadi Menkopolhukam masuk dalam daftar sadapan di urutan sembilan. Mantan Panglima TNI AL itu menggunakan handphone Nokie E66.

Sedangkan di urutan sepuluh daftar sadapan adalah Sofyan Djalil yang kala itu menjadi menteri BUMN. Sofyan diketahui menggunakan handphone Nokia E90-1.(jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMSI Madina Dinilai Contoh Terbaik Di Sumut Jalankan Program Organisasi

    SMSI Madina Dinilai Contoh Terbaik Di Sumut Jalankan Program Organisasi

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online- Serikat Media Siber Indonesia atau SMSI Kabupaten Mandailing Natal kembali menorehkan prestasi. Organisasi ini dinilai sebagai salah satu contoh terbaik pelaksanaan program kerja SMSI tingkat kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Apresiasi itu disampaikan langsung Ketua SMSI Provinsi Sumatera Utara, Erris J Napitupulu, dalam acara Pelantikan Pengurus SMSI Madina periode baru di Aula Hotel Rindang, Panyabungan, Minggu […]

  • Ke Eropa, Fatin Dibekali CD Materi Pelajaran

    Ke Eropa, Fatin Dibekali CD Materi Pelajaran

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    MINGGU depan, Fatin Shidqia Lubis akan terbang ke Eropa untuk syuting film garapan sutradara Hanung Bramantyo. Selama 10 hari, gadis berusia 17 tahun ini akan berada di Eropa. Itu berarti selama seminggu lebih, Fatin akan meninggalkan bangku sekolah. Sebagai orangtua, Bahari Lubis mengaku punya tips jitu agar anak pertamanya ini tak ketinggalan pelajaran di sekolah. […]

  • Proyek Sawah Cina Digandeng Negara, Nasib Petani Lokal Bagaimana?

    Proyek Sawah Cina Digandeng Negara, Nasib Petani Lokal Bagaimana?

    • calendar_month Rabu, 8 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Ibu dan Pemerhati Umat Berlatarbelakang negara agraris, Indonesia terkenal sebagai negeri yang maju sektor pertaniannya. Sayangnya akibat salah kelola kekayaan alam terkesan dijajah oleh ekonomi neoliberalis kapitalisme kini ketahanan pangan nasional dalam ancaman. Nasib petani lokal kini bisa terancam. Sungguh ironis bangsa kita terkenal dengan julukan gemah ripah loh jinawi. Namun kini […]

  • Harga Emas Turun Rp 8.000

    Harga Emas Turun Rp 8.000

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menjelang Ramadhan tahun  ini, harga emas perhiasan  di pasar baru Panyabungan, Mandailing Natal, turun. Dalam rentang 3 hari belakangan ini, penurunan harga senilai Rp8.000 per gramnya. Hidayat Harahap, penjual emas di toko Najla Harahap pasar baru Panyabungan menjawab Mandailing Online, Rabu, (1/6), mengungkap tokonya  menjual  perhiasan emas per ameh seharga Rp1.280.000. […]

  • Bimtek Bukan Darurat, Melanggar Aturan Jika Dibiayai Dana Pendahuluan

    Bimtek Bukan Darurat, Melanggar Aturan Jika Dibiayai Dana Pendahuluan

    • calendar_month Kamis, 18 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Kegiatan bimtek TP PKK tidak masuk kategori darurat sehingga melanggar aturan jika pembiayaannya dari dana pendahuluan. Itu diungkap pemerhati anggaran Zulfahmi Hamdani Siregar, SE menjawab wartawan via WhatsApp, Rabu malam (17/3/2021) terkait kegiatan bimbingan teknis (bimtek) TP PKK desa se Kabupaten Mandailing Natal yang dilaksanakan 18 Maret 2021 di kota Parapat […]

  • Ketua GP Ansor Puji Sikap Taat Hukum Ketua KPU Madina

    Ketua GP Ansor Puji Sikap Taat Hukum Ketua KPU Madina

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Langkah Ketua KPU Madina Agussalam Nasution yang melaporkan hadiah uang dan barang di pesta pernikahannya ke KPK mendapat pujian dari Gerakan Pemuda Ansor. Ketua GP Ansor Mandailing Natal (Madina) Ahmad Rijal Lubis mengapresiasi dan merasa bangga, sebab sangat jarang petugas penyelenggara negara begitu juga pemerintah pemerintah yang “ogah” melakukan tindakan itu, […]

expand_less