Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Ahmad Patra Keluar Ponpes Tanpa Izin

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
  • print Cetak


SIPIROK- Sejak 16 Nopember 2010 lalu, Ahmad Patra Hutagalung (14), santri kelas IV Pondok Pesantren (Ponpes) KH Ahmad Dahlan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan meninggalkan ponpes dengan alasan tidak jelas. Bahkan, Ahmad Patra tidak mengantongi izin keluar dari wilayah ponpes.

Direktur Ponpes KH Ahmad Dahlan Sipirok, Jalaluddin Pane SH melalui Wakil Direktur Bidang Kesiswaan, Kemis SPd kepada METRO, Selasa (30/11), mengatakan Ahmad Patra adalah santri suka bolos pada jam pelajaran berlangsung dan selalu keluar wilayah ponpes dari jalur tertentu (bukan dari gerbang). Selain itu, Ahmad juga sering mangkal di tempat Play Station di Langsar, atau sekitar dua kilometer dari ponpes.

“Dia itu suka cabut. Hampir setiap hari jika bertemu selalu ditegur, dan diberi nasehat, dan terus berjanji akan berubah. Tapi dia tidak pernah berubah,” ujar Kemis. Ditambahkan Kemis, selain suka bolos pada jam pelajaran berlangsung, Ahmad Patra juga harus dibangunkan ketika pagi hari, dan suka keluyuran keluar wilayah ponpes. “Dia itu juga susah diatur. Hampir setiap bangun tidur, harus saya dan guru yang membangunkannya ke kamarnya. Ini sudah mulai tampak sejak kelas 3 lalu,” katanya.

Sementara kepala asrama, Ardi yang juga merupakan petugas pemberi izin keluar bagi santri kepada METRO menjelaskan, kepergian Ahmad Patra tanggal 16 November lalu tidak atas sepengetahuannya.

“Dia keluar tidak ada izin dari kita. Memang dia itu sering keluar dari wilayah pondok, tapi bukan melalui gerbang secara resmi melainkan melalui jalan pintas memotong dari semak dan lahan pertanian warga. Dan biasanya dia mangkal di desa terdekat. Kalau izin, tak pernah kita berikan, apalagi dengan alasan yang tak jelas,” ungkap Ardi.

Sementara teman dekat Ahmad Patra, Raja (17), dan Rieki (17), yang merupakan kakak kelas Ahmad kepada METRO, mengakui mereka memang sering bermain hingga keluar wilayah Ponpes.

Diutarakan mereka, terakhir mereka bertemu dengan Ahmad pada tanggal 16 Nopember lalu, dan selanjutnya tak pernah bertemu lagi. Selama ini, terang keduanya, Ahmad sering mengeluhkan kiriman orang tua tidak sesuai dengan harapannya. “Yang sering dikeluhkannya pada kami adalah kiriman orang tuanya sering terlambat, dan kadang tidak sesuai dengan keinginannya,” kata keduanya.

Sementara orang tua Ahmad Hutagalung kepada METRO melalui telepon selulernya mengatakan, menurut penglihatan orang pintar, anaknya sekarang berada di antara wilayah Siabu dan Simangambat, Kabupaten Mandailing Natal. “Menurut penglihatan orang pintar, anak saya sekarang berada di wilayah Siabu dan Simangambat, kalau ada kawan di sana tolonglah carikan infonya,” sebutnya. (ran)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dahlan Hasan, Mendengar dan Berbuat Bagi Perubahan (bagian 1)

    Dahlan Hasan, Mendengar dan Berbuat Bagi Perubahan (bagian 1)

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Menghadapi perubahan bukanlah hal mudah. Proses adaptasi membutuhkan setiap orang dalam organisasi untuk membangun pola pikir dan kebiasaan berbeda, dan hal itu menuntut upaya keras untuk keluar dari zona kebiasaan yang nyaman menuju sebuah ketidakpastian. Yang namanya ketidakpastian, bagi sebagian orang sangatlah menantang, namun bagi sebagian yang lain justru menjadi masalah. Proses adaptasi yang menjadi […]

  • Kasus Penebangan Pohon Pelindung di Jl. Haris Nasution, Kabid Pertamanan Sudah Peringati

    Kasus Penebangan Pohon Pelindung di Jl. Haris Nasution, Kabid Pertamanan Sudah Peringati

    • calendar_month Selasa, 23 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aktivitas pengerukan isrigasi Batang Gadis masih terus membabat pohon-pohon pelindung di Jl. Jend. Haris Nasution, Panyabungan. Pantauan Mandailing Online, dalam tiga hari terakhir alat berat jenis beko masih malakukan penumbangan pohon Trembesi di bahu jalan yang berbatasan dengan dinding irigasi. “Satu dua pohon masih ditumbangi,” kata warga, Selasa (23/5/2017). […]

  • LPI Tantang PSSI di Pengadilan

    LPI Tantang PSSI di Pengadilan

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengurus Liga Primer Indonesia (LPI) menantang Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk memidanakan LPI terkait pendirian dan penyelenggaraan kompetisi sepak bola antarklub. “Silakan saja (mengajukan, Red) pengaduan pidana. Tapi, kami sudah ajukan ke berwajib. Kami tidak mengerti pasalnya mana yang mau digunakan. Kami siap menghadapi itu,” ujar General Manager LPI, Arya Abhiseka, […]

  • Aksara Mandailing Butuh Pelestarian

    Aksara Mandailing Butuh Pelestarian

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Aksara tulak-tulak sebagai jati diri orang Mandailing harus dilestarikan semua pihak. Sebab aksara tulak-tulak merupakan produk kebudayaan etnis Mandailing. “Dari 7 jenis aksara yang ada di Indonesia, salah satunya adalah aksara Mandailing yakni aksara tiulak-tulak. Sementara bahasa Mandailing merupakan salah satu bahasa dari 746 bahasa di Indonesia,” ujar budayawan Mandailing, Muhammad […]

  • Astaga… Sertifikasi Masih Di-Pungli, Setiap Guru Kena Rp 150 Ribu

    Astaga… Sertifikasi Masih Di-Pungli, Setiap Guru Kena Rp 150 Ribu

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    DUGAAN pungutan liar (pungli) di lingkup Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Blitar, tampaknya, telah menjalar ke mana-mana. Ddiduga kuat, bukan hanya dana bantuan operasional pendidikan (BOP) yang dipungli, melainkan juga dana sertifikasi guru.  Yang miris, pungli itu tidak hanya terjadi di Kecamatan Wonodadi, tetapi hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Blitar. Uang sertifikasi yang dipotong dispendik mencapai […]

  • SOLUSI ISLAM DALAM MASALAH KEMISKINAN

    SOLUSI ISLAM DALAM MASALAH KEMISKINAN

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nurhabibah, S.Pd. Kemiskinan adalah fenomena yang begitu mudah dijumpai di mana-mana. Kelaparan kian hari yang semakin bertambah. Di balik kemegahan gedung-gedung pencakar langit di Jakarta, misalnya, tidak terlalu sulit kita jumpai rumah-rumah kumuh berderet di bantaran sungai, atau para pengemis yang berkeliaran di perempatan-perempatan jalan. Anehnya, secara statistik jumlah mereka bukan berkurang, tetapi […]

expand_less