Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode

Pemain Myanmar Dicaci dan Diludahi

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 17 Des 2013
  • print Cetak

KEKALAHAN memalukan Myanmar di depan pendukungnya sendiri dalam laga pemungkas babak penyisihan Grup B SEA Games 2013 tadi malam menimbulkan dampak panjang.

Sekitar 30 ribu pendukung tuan rumah yang memadati tribun Thuwanna Youth Training Centre (YTC) Stadium, Yangon, marah besar.

Pendukung Myanmar melampiaskan kekecewaan dengan melakukan pengerusakan fasilitas di stadion. Tanda-tanda bakal ricuhnya pertandingan tersebut sudah mulai terlihat ketika laga mulai memasuki dua menit terakhir. Setidaknya ada dua pendukung Myanmar yang dapat memasuki lapangan.

Seorang pendukung bisa menerobos barikade petugas kepolisian, sedangkan satu lainnya masih bisa dihentikan. Kejadian tersebut kemudian berlanjut dengan pengerusakan beberapa kursi yang ada di ordinary seat. Bukan hanya merusak kursi yang terbuat dari plastic, mereka juga berteriak mengecam timnasnya.

Kecaman itu juga dilakukan pendukung yang ada di special seat, terutama yang duduk di atas lorong ganti pemain. Ketika pemain Indonesia masuk di lorong, tidak satupun yang bereaksi.

Sedangkan ketika giliran timnas Myanmar masuk di lorong, ratusan penonton itu langsung turun dan mencaci maki hingga meludahi pemainnya.

Salah satu pendukung yang mengaku bernama Zaw Zaw mengaku dirinya sangat marah dengan penampilan timnya kali ini. Padahal, sejak awal dia bersama rekan-rekannya datang ke stadion dengan semangat mendukung The White Angels -julukan Myanmar- agar bisa lolos ke babak semifinal SEA Games kali ini.

Menurutnya, permainan yang ditampilkan Kyaw Ko Ko dkk tidak seperti tiga pertandingan awalnya yang sulit untuk dikalahkan. “Ada apa dengan tim ini. Ketika kami butuh kemenangan yang menentukan, mereka malah bermain seperti itu. Mereka menghancurkan mimpi kami,” jelasnya.

Hingga pertandingan berakhir 10 menit lamanya, situasi kurang kondusif tetap terjadi di stadion tersebut. Bahkan, sesi press conference setelah pertandingan pun harus tertunda setengah jam lamanya. (jpnn)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Punya Uang 300 Ribu Biaya Melahirkan, RSU Panyabungan Tahan Ibu dan Bayinya

    Tak Punya Uang 300 Ribu Biaya Melahirkan, RSU Panyabungan Tahan Ibu dan Bayinya

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Akibat tidak mampu membayar biaya persalinan, seorang ibu dan bayinya berasal dari keluarga miskin ditahan pihak Rumah Sakit Umum RSU Panyabungan. Hingga Kamis sore (18/2) Rodiah dan bayi laki-lakinya masih tertahan di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal sejak melahirkan 3 hari lalu. Dia dan Aswir suaminya warga Kelurahan Panyabungan […]

  • Produksi Padi Meningkat di Huraba

    Produksi Padi Meningkat di Huraba

    • calendar_month Jumat, 12 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Upaya petani dan Pemkab Madina memperlancar pengairan air ke sawah-sawah di Desa Huraba, Kecamatan Siabu menuai hasil yang memuaskan. Pada panen yang berlangsung Maret-April ini, penghasilan sawah rata-rata 80 kaleng per lungguk. Kondisi itiu berbeda dengan musim panen sebelumnya, dimana para petani hanya menuai hasil rata-rata sekitar 50 kaleng per lungguk. […]

  • DPRD Madina Temukan 18 Proyek Tidak Selesai

    DPRD Madina Temukan 18 Proyek Tidak Selesai

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    foto Binsar Nasution PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Fraksi Perjuangan Reformasi DPRD Mandailing Natal (Madina) menemukan 18 proyek fisik tahun 2012 tidak selesai dikerjakan, sementara dananya sudah dicairkan Pemkab Madina 100 persen. “Kita mendesak Pemkab Madina memberikan penjelasan secara resmi terhadap 18 paket proyek pada anggaran 2012 yang belum selesai dikerjakan sampai dengan Pebruari 2013, sementara […]

  • KMP Demo ke Kementerian ESDM, Pertanyakan Akuisisi Saham PT SMGP

    KMP Demo ke Kementerian ESDM, Pertanyakan Akuisisi Saham PT SMGP

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Komunitas Mandailing Perantauan (KMP), Rabu (18/5/2016) berunjuk rasa ke Kementerian ESDM, mempertanyakan akuisisi 100 persen PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) kepada KS Orka Renewables Pte Ltd Singapura (KS Orka) April 2016. PT. SMGP selama ini melakukan eksplorasi pertambangan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Kabuapten Mandailing Natal (Madina). Membawa […]

  • Madina Gelar Festival Gordang Sambilan dan Tor-Tor Mandailing

    Madina Gelar Festival Gordang Sambilan dan Tor-Tor Mandailing

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal menggelar Festival Gordang Sambilan dan Tor-Tor. Pembukaan dilakukan hari ini, Rabu (27/9/2017) di Taman Raja Batu, Panyabungan oleh Wakil Bupati Mandailing Natal, Jakfar Sukhair Nasution. Festival ini diikuti oleh utusan-utusan kecamatan dari wilayah Mandailing Godang dan Mandailing Julu. Total peserta sebanyak 10 grup gordang dan 10 grup […]

  • Kereta Api Pasar Malam Terguling, Lima Anak Luka

    Kereta Api Pasar Malam Terguling, Lima Anak Luka

    • calendar_month Minggu, 3 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (MO) – Lima anak mengalami luka ringan dan memar setelah gerbong kereta api mainan di pasar malam, Jalan Bilal Ujung, Brayan Darat, Medan, Sumatera Utara, yang mereka naiki terguling, Sabtu (02/02/2013) sekitar pukul 21.00 WIB. Informasi yang diperoleh, saat kejadian ada lima anak dan satu orang dewasa, Anto, yang ikut dalam wahana tersebut. Setelah […]

expand_less