Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Jumat, 20 Des 2013
  • print Cetak

JAKARTA – Petinju ternama Indonesia Chris John akhirnya memutuskan gantung sarung usai mengalami kekalahan dari petinju Afrika Selatan, Simpiwe Vetyeka,

“Setelah 10 tahun mempertahankan gelar juara dunia, sekarang sudah waktunya bagi saya untuk menggantungkan sarung tinju” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, hari ini.

Pria berusia 34 tahun ini juga menyatakan tidak kecewa kehilangan gelar juara dunianya. “Meski akhirnya gelar juara terlapas, namun inilah olahraga. Ada saatnya menang dan ada saatnya kalah” kata Chris.

Soal rencananya usai tinju, juara dunia keempat asal Indonesia ini akan menjauhi olahraga yang membesarkan namanya tersebut untuk sementara waktu.

“Terima kasih paling utama saya ucapkan kepada Tuhan. Lalu saya juga ucapkan terima kasih pada seluruh rakyat Indonesia di berbagai penjuru dunia.” ucapnya.

“Terima kasih juga buat tim saya yang selama ini solid. Untuk Mega istri saya, anak-anak saya Ferisal dan Rossa, ayah saya yang telah memberikan banyak hal tentang tinju sejak kecil, dan ibu saya yang selalu memberikan doa dimanapun saya berada” jelas Chris John.

Sejak memulai karir profesionalnya pada 1997 lalu, Chris John punya rekor 48 kali menang sekali kalah dan tiga kali seri dalam 52 kali tanding, Ia juga sukses mempertahankan gelar kelas bulunya selama 18 kali sejak 2003 lalu sebelum kandas di tangan Simpiwe Vetyeka.

Chris John gagal mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu WBA setelah dikalahkan petinju Afrika Selatan Simpiwe ‘V12’ Vetyeka pada pertarungan di Metro City, Perth, Australia Barat, Australia, 6 Desember lalu.

Pada pertarungan yang disiarkan langsung oleh televisi swasta nasional  tersebut, Chris John kalah TKO ronde keenam atas petinju Afrika Selatan tersebut. Dengan kekalahan tersebut gelar juara dunia yang dipegang petinju dengan julukan The Dragon tersebut selama 10 tahun tersebut akhirnya lepas.(antara/republika)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Ada Kewenangan Pemkab Madina Menempatkan Pegawai di Bandara

    Tak Ada Kewenangan Pemkab Madina Menempatkan Pegawai di Bandara

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) tidak punya wewenang menempatkan pegawai, terlebih membuka lowongan, untuk bekerja di Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution. Hal itu disampaikan Asisten II pada Setdakab Madina Azhar Hasibuan menanggapi isu yang berkembang bahwa pejabat pemerintah daerah bisa memasukkan pegawai baru ke instansi yang mengurusi […]

  • Serial HUT Madina : Orok Bayi Ditemukan Terbuang di Hutabargot

    Serial HUT Madina : Orok Bayi Ditemukan Terbuang di Hutabargot

    • calendar_month Senin, 5 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      HUTABARGOT (Mandailing Online) – Pada 9 Maret 2018 Kabupaten Mandailing Natal akan merayakan Hari Lahir-nya yang ke-19. Nun, di Hutabargot satu orok bayi ditemuakan di aliran irigasi dalam kondisi tak bernyawa. Kondisi ini menggambarkan dekadensi moral masih menyelimuti Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang bermotto “Madina Yang Madani” dan dijabarkan dalam “Negeri Beradat Taat Beribadat” […]

  • Pemkab Madina Naikkan Kelas Sumber PAD. Begini Penjelasan Kaban Bapenda

    Pemkab Madina Naikkan Kelas Sumber PAD. Begini Penjelasan Kaban Bapenda

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) c.q Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) naikkan kelas sumber Pendapatan Asli Daerah. Ahmad Yasir Lubis SP, MM, Kepala Badan Bapenda Madina mengungkapkan sedang melakukan Optimalisasi sistem pengelolaan dan potensi sumber pendapatan untuk kemandirian daerah serta inovasi kebijakan keuangan daerah. Dijelaskan Kaban Bapenda bahwa upaya ini dilakukan untuk […]

  • Kera Liar, Daya Tarik di Warung Pak Syafri

    Kera Liar, Daya Tarik di Warung Pak Syafri

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    gambar kelompok kera di sekitar warung Pak Syafri (foto: Maradotang Pulungan) PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bila anda berkunjung ke komplek perkantoran pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), singgah lah di warung pecal sederhana persis disamping kantor Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Madina. Warung sederhana milik Pak Syafri selain menyajikan panganan pecal dan goreng-gorengan, juga memberikan pemandangan menarik […]

  • Mengikat Anggotanya di Tiang Bendera, Polisi Main Hakim Sendiri

    Mengikat Anggotanya di Tiang Bendera, Polisi Main Hakim Sendiri

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) angkat bicara dengan langkah Kepolisian Sektor Gambir yang mengikat salah seorang oknum anggotanya di tiang bendra karena diduga mengonsumsi narkoba. Hukuman tersebut dinilai sangat tidak tepat. Bahkan berpotensi melanggar aturan perundang-undangan yang ada. “Menurut saya kurang pas kalau anggota harus diikat. Sebaiknya serahkan provost biar diperiksa,” ujar Komisioner Kompolnas […]

  • Sukhairi-Atika Dilantik

    Sukhairi-Atika Dilantik

    • calendar_month Kamis, 22 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – HM Jakfar Sukhairi Nasution-Atika Azmi Utammi Nasuton, B.App.Fin, M.Fin dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Mandailing Natal priode 2021-2024. Pasangan yang populer dengan sebutan SUKA dilantik Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melanjuti surat keputusan menteri Dalam Negeri. Pelantikan bersamaan dengan pasangan calon bupati/wakil bupati Labuhan Batu Selatan berlokasi di aula […]

expand_less