Senin, 28 Sep 2026
light_mode

Pengemis Marak di Psp

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 10 Feb 2014
  • print Cetak

SIDIMPUAN – Saat ini para pengemis di wilayah Kota Psp semakin bertambah banyak. Ironisnya modus yang dilakukan mereka ialah dengan membawa anak di bawah umur untuk melakukan pekerjaan meminta-minta itu, sehingga banyak orang yang merasa keberatan dengan keberadaan mereka.

Hampir sepanjang Jalan Protokol di wilayah Kota Psp ada terdapat pengemis yang sedang berjalan yang dipandu oleh anak di bawah umur, mulai dari Pasar Padang Matinggi- hingga Pasar Sadabuan ada ditemukan pengemis. Namun titik yang paling banyak ialah di sekitar pusat pasar tradisional Sangkumpal Bonang Kota Psp.

Di pusat perbelanjaan tersebut pengemis yang berjalan kaki dengan dipandu oleh anak di bawah umur sangat banyak terdapat, bahkan mereka (pengemis) tidak jarang saling berpapasan dengan pengemis lainnya. Setiap orang yang sedang santai akan didekati oleh pengemis tersebut.

Assalamualaikum pak,“ ujar salah seorang pengemis saat menghampiri seseorang. “Mohon maaf ya dek,” ujar salah seorang yang menolak pengemis tersebut pada saat dihampiri pengemis di lorong-lorong antara Pasar Sangkumpal Bonang dengan Plaza ATC.

Selanjutnya, para pengemis tersebut terus berkeliaran hingga melalui pedagang kaki lima yang ada di belakang Pasar Sangkumpal Bonang atau di Jalan Thamrin. Seperti  biasa pengemis itu akan mengucapkan salam kepada orang yang akan dihampirinya dan anak yang memandunya akan menadahkan tangannya.

“Assalamualaikum bang, mohon bantuannya bang,” ujar salah seorang pengemis kepada orang yang ditemuainya.

Muhajir (23) salah seorang warga yang berikhlas hati memberikan sedikit rezekinya kepada pengemis tersebut mengatakan, walau hanya sedikit, akan tetapi masih bisa disisihkan untuk mereka orang-orang yang sangat membutuhkannya. Ia menyampaikan, keberadaan pengemis yang semakin bertambah banyak tentu sudah menjadi perhatian publik.

Akan tetapi sisi yang dinilai disini ialah para pengemis tersebut tidak pernah memaksa orang. Oleh sebab itu yang perlu ditekankan disini ialah keikhlasan seseorang dalam menyisihkan rezekinya kepada pengemis tersebut.

“Saya tidak terlalu keberatan dengan kondisi pengemis tersebut, sebab tergantung kita itu semua. Kalau kita tidak mau ngasih uang tidak apa-apa kan. Mereka (pengemis) itu kan tidak merasa keberatan jika orang yang dihampirinya tidak ingin memberi uang, dan disini sisi keikhlasan kitalah yang paling penting,” ungkapnya.

Sedangkan Syahrul (22) mengatakan, ia tidak memberikan uang kepada pengemis tersebut dikarenakan terlalu banyak yang berdatangan dan berbeda-beda orangnya.

“Banyak kali orangnya, dan selalu membawa anak kecil. Perlu juga diperhatikan ini, entah darimana asal para pengemis yang berkeliaran di Kota Psp ini,” ujarnya. (metro)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penuhi Janji, Bupati Bantu Pembangunan Masjid di Aek Galoga

    Penuhi Janji, Bupati Bantu Pembangunan Masjid di Aek Galoga

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jakfar Sukhairi Nasution serahkan bantuan pembangunan Masjid Al-Abshor di lorong Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Selasa (5/7). Atas bantuan yang diserahkan Sukhairi, warga menyampaikan terima kasih. “Ini merupakan janji yang pernah Pak Sukhairi utarakan pada kami beberapa waktu yang lalu, untuk itu, saya beserta […]

  • Pemkab Madina Harusnya Biayai Operasi Rizky Wasiah

    Pemkab Madina Harusnya Biayai Operasi Rizky Wasiah

    • calendar_month Rabu, 27 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Pemkab Mandailing Natal seharusnya membiayai operasi Rizky Wasiah, bocah perempuan 10 bulan penderita usus keluar akibat tak ada anus. Kini bocah dari keluarga miskin itu telah dibawa orang tuanya ke RSU Pringadi Medan dengan biaya hasil kumpulan berbagai komponen masyarakat Mandailing Natal (Madina) mapun sumbangan dari para perantau. “Seharusnya Bupati Madina […]

  • Ratusan Proyek 2016 Berpotensi Langgar Perpres No. 70 Tahun 2012

    Ratusan Proyek 2016 Berpotensi Langgar Perpres No. 70 Tahun 2012

    • calendar_month Sabtu, 7 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Aliansi Rakyat Peduli Madina (ARPM) menemukan ratusan proyek APBD Tahun 2016 di Mandailing Natal tidak jelas nama paket atau lokasi pekerjaannya. “Nilai pekerjaannya hampir Rp50 miliar,” kata Kholik Lubis, Litbang ARPM yang dilansir di akun facebook ARPM, Sabtu (7/5/2016). Sesuai Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012, proyek tersebut tidak cacat hukum […]

  • Mendagri: Pembahasan Pemekaran Tak Mendesak

    Mendagri: Pembahasan Pemekaran Tak Mendesak

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    57 Pemekaran tak Ada Masuk Kategori Baik JAKARTA-Mendagri Gamawan Fauzi menjelaskan, grand design penataan daerah yang akan dijadikan acuan pemekaran daerah, telah dimasukkan dalam draf rancangan revisi UU Nomor 32 Tahun 2004. Hal ini dianggap penting agar ada payung hukum bagi grand design sebagai acuan pemekaran. “Karena ketika grand design akan diaplikasikan, maka harus ada […]

  • Lubuk Larangan Tradisi Kala Lebaran di Madina

    Lubuk Larangan Tradisi Kala Lebaran di Madina

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Tradidisi menangkap ikan di lubuk larangan masih menjadi magnit yang luar biasa dan merupakan salah satu kegiatan para pemudik lebaran di Mandailing Natal (Madina). Ribuan orang warga dari berbagai penjuru Madina dan luar Madina mengikuti pembukaan lubuk larangan di beberapa sungai kawasan Mandailing Julu, khususnya di Kecamatan Kotanopan. Pantauan di lapangan, […]

  • Batu Akik Asal Batam Ini Dibanderol Senilai Rp 5 Miliar

    Batu Akik Asal Batam Ini Dibanderol Senilai Rp 5 Miliar

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    BATAM – Bongkahan batu permata masih menawarkan sejuta sensasi bagi penggemar atau pecinta batu akik. Mereka tanpa lelah mencari dan memburu batu hingga ke pelosok-pelosok daerah terpencil sekalipun di bagian negri ini.  Tak terkecuali dengan pencinta batu akik di kota Batam. Setelah melalui proses pencarian yang panjang, akhirnya mereka menemukan jenis batu yang menjadi ciri […]

expand_less