Kamis, 23 Jul 2026
light_mode

Pemkab Madina Memihak PT. ALN?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 6 Mei 2014
  • print Cetak

MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Warga Desa Tabuyung, Singkuang II dan Desa Suka Makmur Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) Senin (5/5/2014) dalam siaran pers menuntut agar sengketa lahan Koperasi Pengembangan USU (KP USU) dengan PT. Agro Lintas Nusantara (ALN) segera diselesaikan oleh Pemkab Madina.

Ketua Pengawas Koperasi Produsen Maju Bersama Jaya, Desa Tabuyung, Leo David Siregar, S.Sos selaku juru bicara 3 desa itu mengatakan Pemkab Madina terkesan lemah dan lamban dalam menyelesaikan sengketa lahan KP. USU dengan PT. ALN.

Lambannya proses penyelesaian itu disinyalir karena Pemkab Madina diduga lebih memihak kepada PT. ALN.

“Sudah berulang kali kami meminta kepada Bupati Madina baik langsung atau melalui surat maupun media massa agar segera selesaikan sengketa lahan lahan di tempat kami, namun sampai detik ini tidak pernah menemukan hasil, kami mengecam keras bahwa terkait persolan itu Pemkab Madina lemah dalam bertindak untuk rakyat.” kecamnya lantang.

Dia meminta agar penyelesaian sengketa lahan KP. USU dan PT. ALN diselesaikan dengan seadil-adilnya. Hukum ditegakkan agar semua pihak tidak ada yang merasa dirugikan. Jika KP. USU bersalah dan melanggar hukum, tindak dan tegakkan hukum terhadap KP. USU. Jika PT. ALN yang salah juga harus ditindak sesuai hukum, jangan ada pilih kasih.

“Pemkab Madina jangan munafik, mari tegakkan hukum dan utamakan kesejahteraan rakyat. Lihatlah penderitaan rakyat kami yang selalu jadi objek masalah dan termarginalkan, kami tidak bisa terima,” katanya.

Leo mengungkapkan persoalan ini sudah berlarut larut, jika dibiarkan masyarakat yang menjadi korbannya. Di kalangan masyarakat timbul pro dan kontra, telah terjadi tindakan pengrusakan, pemukulan dan pembukaan lahan yang diduga tanpa izin. Masyarakat yang bekerja di KP. USU merintih tak tahu kemana tempat mengadukan nasibnya, dimana aparat penegak hukum, Pemkab Madina yang harusnya mengemban amanah rakyat.

“Bagaimana rakyat mau tentram kalau selama ini PT. ALN masih melakukan cara-cara premanisme dilokasi lahan berperkara. Selama ini masyarakat diam, tapi jika Pemkab Madina tidak dapat menyelesaikan permasalahan ini, kami masyarakat tidak bisa berdiam diri, hari ini kami berjanji harga diri, hak, dan martabat akan kami perjuangkan terus demi tegaknya hukum,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Parwis Batubara, tokoh pemuda Desa Tabuyung mengatakan merasa bingung atas sikap Pemkab Madina yang terkesan bermuka dua, padahal penyelesaian antara KP. USU dan PT. ALN tidaklah serumit yang dibayangkan.

“Saat kunjungan Muspida ke Desa Tabuyung, Bupati berjanji akan menyelesaikan dengan cara penegakan hukum dan seadil-adilnya, namun kenyataannya Bupati Madina justru menandatangani memori banding terkait putusan PTUN atas izin lokasi PT. ALN yang digugat KP. USU, hal ini jelas kontraproduktif dengan pernyataannya yang akan menyelesaikan masalah ini usai pemilu legislative,” ungkapnya.

Menurut Darwis, sikap yang ditunjukkan Pemkab Madina dan aparat penegak hukum selama ini terkait sengketa lahan KP. USU dengan PT. ALN sangat jauh dari prinsif-prinsif pemerintahan yang adil. Misalnya KP. USU dilarang melakukan kegiatan, sementara PT. ALN dibiarkan. Surat bupati tak diindahkan PT. ALN namun tidak ada tindakan tegas Pemkab Madina atas pembangkangan itu.

“Kami ingin hukum ditegakkan seadil-adilnya, masyarakat kami selalu menjadi objek dari setiap permasalahan perkebunan yang ada di Muara Batang Gadis. Cukup sudah penderitaan rakyat akibat kebijakan pemerintahan Madina di masa lalu yang sangat tidak bijak dalam mengemban amanah rakyat. Rakyat selalu jadi korban, untuk itu kami meminta kepada Bupati Madina agar bersikap tegas dan adil sehingga permasalahan ini dapat diselesaikan secepatnya agar masyarakat tidak bingung dan mudah terprovokasi yang pada akhirnya dapat menimbulkan konflik horizontal,” pungkas Parwis.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Lebaran, Kota Panyabungan Tiap Hari Macet

    Jelang Lebaran, Kota Panyabungan Tiap Hari Macet

    • calendar_month Selasa, 12 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jalan raya di sekitar Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal, langganan macet sejak beberapa hari terakhir. Titik macet mulai dari depan Mitra Tani hingga depan restauran Mie Aceh. Kondisi macet itu telah berlangsung sejak sepekan sebelum lebaran atau H-7 Idul Fitri. Pantauan Mandailing Online, Selasa (12/6/2018) di depan Pasar Baru Panyabungan, kemacetan […]

  • Petani Tapsel dan Kementan Kembangkan Bawang Merah

    Petani Tapsel dan Kementan Kembangkan Bawang Merah

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAPSEL – Kementerian Pertanian RI menjalankan program pengembangan bawang merah di wilayah Tapsel, tahun anggaran 2019. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Ir. Bismark Muaratua, di Sipirok, Senin (14/10),  mengatakan pengembangan tahap awal bawang merah tersebut untuk 10 kelompok tani. Dengan rincian tiga kelompok tani di wilayah Kecamatan Angkola Muara Tais, dua di […]

  • Bupati Madina Desak Pemerintah Pusat Bantu Desa Terisolir

    Bupati Madina Desak Pemerintah Pusat Bantu Desa Terisolir

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online/Antara) – Bupati Madina mengharapkan pemerintah pusat dan Pemprovsu turut menanggulangi anggaran pembukaan akses jalan ke desa-desa terisolir. Itu dikatakanya menjawab wartawan kala meninjau sejumlah desa terisolir di Kecamatan Batang Natal, Jum’at (16/10). Dalam kunjungan kerja itu turut serta beberapa anggota DPRD dan SKPD meninjau infrastruktur jalan di Desa Banjar Melayu […]

  • Budidaya Jamur di Tapsel Menjanjikan

    Budidaya Jamur di Tapsel Menjanjikan

    • calendar_month Senin, 28 Des 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Tapsel – Usaha budidaya jamur tiram memang sangat menjanjikan. Dilihat dari finansial usaha ini layak untuk dikembangkan sebagai usaha home industri yang dapat menopang ekonomi keluarga. Sudarto (37) warga lingkungan II Kelurahan Sigalangan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ini misalnya telah memulai atau merintis budidaya jamur tiram di rumahnya sendiri. Awalnya hanya coba-coba ternyata bisa. […]

  • KPU Klarifikasi Isu Suara Jokowi-JK Unggul di Luar Negeri

    KPU Klarifikasi Isu Suara Jokowi-JK Unggul di Luar Negeri

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan, belum ada penghitungan suara dilakukan di luar negeri. Penghitungan suara baru dimulai tanggal 9 Juli nanti bersamaan dengan penghitungan di dalam negeri. "Kalau ada yang rilis hasil penghitungan apa memang itu ada?, kalau quick count ga mungkin," kata Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay, tadi malam (Sabtu, 5/7). Pernyataan ini terkait […]

  • Ponpes Al Bi’tsatul Islamiyah dan Tradisi Kurbannya

    Ponpes Al Bi’tsatul Islamiyah dan Tradisi Kurbannya

    • calendar_month Kamis, 29 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) -sudah 28 tahun lamanya berdiri Pondok Pesantren Al Bi’tsatul Islamiyah di Simpang Suga, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, tradisi berkurban dengan cara dibagi bagi kepada para santri masih tetap terjaga. Hari ini Kamis 28/6/2023, usai melaksanakan sholad Idul Ahda 1444 H, para santri dan guru guru pondok pesantren […]

expand_less