Selasa, 26 Mei 2026
light_mode

Tortor Mandailing Bukan Tortor Batak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2014
  • print Cetak

 

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tarian Tortor Mandailing tidak sama dengan tarian tortor yang ada di tanah Toba. Etnis Toba tidak berhak mengklaim tortor Mandailing sebagai kesenian Batak. Sebab, kata “Batak” itu dipaksakan Kolonial Belanda sebagai nama etnis di kawasan Tapanuli di abad 19 yang hingga abad 21 ini ditolak oleh banyak etnis, termasuk Karo.

“Tortor Mandailing memiliki tempo gerakan dan aksesori pakaian yang teramat berbeda dengan tortor lain, termasuk prinsif-prinsif yang dikandungnya,” ungkap Ilham Nasution, penggiat seni dari Grup Gordang Sambilan Willem Iskander, Pidoli Lombang, Madina, menjawab Mandailing Online, pekan lalu.

Dijelaskannya, ada kondisi “mollop” di tortor Mandailing. Mollop adalah bahasa Mandailing yang berarti antara tidur dan terjaga, seperti mengantuk. Gerakan tari tortor Mandailing halus, lamban, mengalir pelan.

“Penari tortor mandailing berada dalam situasi antara sadar dan terjaga. Mollop. Tubuhnya bergerak mengikuti perasaan. Gerakan yang halus ini terpengaruh oleh kendali perasaan yang mengalir ke urat-urat syaraf penari oleh pengaruh tabuhan gordang sambilan. Makanya tortor Mandailing halus, bergerak lamban dan sakral, penuh makna dan penghayatan,” beber Ilham.

Gerakan mata, tangan, jari tangan dan kaki digerakkan oleh perasaan. Termasuk posisi kepala yang terus menunduk. Pengaruh otak sangat berkurang terhadap gerakan karena penari sudah berada dalam situasi pengaruh perasaan. Ini menyebabkan gerakan tari tortor Mandailing lamban.

Sementara tortor di tanah Toba, gerakannya tidak lamban, relatif cepat dan kasar, terasa tidak sakral. Cendrung gerakan riang. Tidak sehalus dan se sakral tor-tor Mandailing.

Jika pendekatannya melalui etnomusikologi, gerakan tarian yang halus, lamban dan penuh penghayatan karena pengaruh jiwa terhadap fisik si penari, merupakan ciri tarian tradisional di berbagai kawasan di Nusantara. Gerakan-gerakan itu tercipta pada umumnya berkaitan dengan keyakinan masyarakat setempat dengan dunia gaib.

Jika ada tarian yang sama tetapi gerakanya cendrung kasar, maka dianggap keluar dari esensi tarian induknya, atau bisa diklaim sebagai tarian tiruan atau imitasi. Pendekatan ini juga bisa menjelaskan tor-tor Batak (Toba?) berinduk pada tor-tor Mandailing.

Bahkan, ini juga bisa menjadi kajian lebih lanjut tentang kemungkinan suku Toba berasal dari Mandailing yang turut membawa tarian tor-tor itu ke wilayah baru mereka.

Selain itu, tortor Mandailing, lanjut Ilham, adalah tarian sakral yang beresensi Dalihan Na Tolu, yakni kahanggi, mora dan anak boru. Zaman dahulu, tortor Mandailing dilaksanakan dalam rangka kegiatan adat yang sakral. Di zaman sekarang tortor Mandailing sudah masuk ke wilayah entertain. Namun tetap saja gerakan dan penjiwaannya tidak berbeda.

Peliput: Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daftar ke KPU, Pasangan Harun- Ichwan Disebut Warga Bupati Madina Baru

    Daftar ke KPU, Pasangan Harun- Ichwan Disebut Warga Bupati Madina Baru

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Onlien: Datang dengan membawa ribuan pendukung, hari ini Kamis 29/8 Harun-Ichwan mendaftarkan diri sebagai Calon Bupati ke KPU Madina dijalan Merdeka Nonor 2 , Kelurahan Kayujati, Panyabungan Kota. Dengan berjalan kaki melewati jalan kota panyabungan menuju kantor KPU, Harun- Ichwan disambul yel yel warga ” Bupati Madina yang Baru”. Setiba di pintu gerbang […]

  • Pembunuhan di Janji Matogu : Istri Pakai Parang, Suami Pakai Martil

    Pembunuhan di Janji Matogu : Istri Pakai Parang, Suami Pakai Martil

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Polres Madina melaksanakan rekonstruksi ulang tragedi pembunuhan di Desa Janji Matogu, Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal (Madina), Selasa (29/8/2017). Rekonstruksi dipimpin Kapolres Madina, AKBP Martry Sonni. Hadir penasehat hukum tersangka, Ridwan Rangkuti, SH.MH. Peristiwa itu terjadi pada 2 Agustus 2017, dimana DS (40) diduga membunuh istrinya Dewi Huatagalung (35) […]

  • Demokrat Tolak Calonkan Sutan Bhatoegana Gubernur Sumut

    Demokrat Tolak Calonkan Sutan Bhatoegana Gubernur Sumut

    • calendar_month Kamis, 15 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Majelis Tinggi Partai Demokrat menolak keinginan Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana maju sebagai calon gubernur (Cagub) Sumatera Utara (Sumut) dari partai itu. Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat yang juga Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Kamis (15/11/2012), membenarkan hal tersebut. “​Iya benar,” ujar Anas. Anas kemudian menegaskan bahwa pengumuman […]

  • Mengenal Bahasa Mandailing (2)

    Mengenal Bahasa Mandailing (2)

    • calendar_month Kamis, 17 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Basyral Hamidi Harahap (in memoriam)     BAHASA DAUN Prof. C.A. Van Ophuysen, ahli bahasa Melayu dan bahasa Mandailing menulis sejumlah artikel tentang bahasa Mandailing. Salah satu diantaranya ialah tulisan berjudul  De Poezie in het Bataksche Volksleven, 1886. Tulisan ini membahas bahasa daun dan 80 ende dan ungkapan tradisional Mandailing. Van Ophuysen pernah menjadi […]

  • Kasus Dinas Kesehatan Madina Diadukan Saja ke KPK

    Kasus Dinas Kesehatan Madina Diadukan Saja ke KPK

    • calendar_month Kamis, 14 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Panyabungan mendesak Aliansi Rakyat Peduli Madina mengadukan kasus di Dinas Kesehatan Mandailing Natal ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Desakan itu disampaikan sejumlah warga kepada Mandailing Online, Kamis (14/7/2017). “Apabila  penanganan kasus-kasus Dinas Kesehatan ini mentok di Kejaksaan Agung, maka kita mendesak Aliansi Rakyat Peduli Madina melanjutkan pengaduan itu ke KPK […]

  • Nasib Guru Honorer yang Masih Terpinggirkan, Mestinya Setara UMR

    Nasib Guru Honorer yang Masih Terpinggirkan, Mestinya Setara UMR

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JANJI ANGKAT: Presiden SBY saat menghadiri Kongres PGRI ke-XXI di Istora Senayan Jakarta. Jutaan guru honorer masih belum memperoleh penghasilan atau gaji yang layak. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memperjuangkan supaya guru honorer itu mendapatkan gaji minimal setara dengan upah minimum kabupaten atau kota. Mereka telah melayangkan surat permintaan itu langsung ke Presiden Susilo Bambang […]

expand_less