Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Tortor Mandailing Bukan Tortor Batak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2014
  • print Cetak

 

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tarian Tortor Mandailing tidak sama dengan tarian tortor yang ada di tanah Toba. Etnis Toba tidak berhak mengklaim tortor Mandailing sebagai kesenian Batak. Sebab, kata “Batak” itu dipaksakan Kolonial Belanda sebagai nama etnis di kawasan Tapanuli di abad 19 yang hingga abad 21 ini ditolak oleh banyak etnis, termasuk Karo.

“Tortor Mandailing memiliki tempo gerakan dan aksesori pakaian yang teramat berbeda dengan tortor lain, termasuk prinsif-prinsif yang dikandungnya,” ungkap Ilham Nasution, penggiat seni dari Grup Gordang Sambilan Willem Iskander, Pidoli Lombang, Madina, menjawab Mandailing Online, pekan lalu.

Dijelaskannya, ada kondisi “mollop” di tortor Mandailing. Mollop adalah bahasa Mandailing yang berarti antara tidur dan terjaga, seperti mengantuk. Gerakan tari tortor Mandailing halus, lamban, mengalir pelan.

“Penari tortor mandailing berada dalam situasi antara sadar dan terjaga. Mollop. Tubuhnya bergerak mengikuti perasaan. Gerakan yang halus ini terpengaruh oleh kendali perasaan yang mengalir ke urat-urat syaraf penari oleh pengaruh tabuhan gordang sambilan. Makanya tortor Mandailing halus, bergerak lamban dan sakral, penuh makna dan penghayatan,” beber Ilham.

Gerakan mata, tangan, jari tangan dan kaki digerakkan oleh perasaan. Termasuk posisi kepala yang terus menunduk. Pengaruh otak sangat berkurang terhadap gerakan karena penari sudah berada dalam situasi pengaruh perasaan. Ini menyebabkan gerakan tari tortor Mandailing lamban.

Sementara tortor di tanah Toba, gerakannya tidak lamban, relatif cepat dan kasar, terasa tidak sakral. Cendrung gerakan riang. Tidak sehalus dan se sakral tor-tor Mandailing.

Jika pendekatannya melalui etnomusikologi, gerakan tarian yang halus, lamban dan penuh penghayatan karena pengaruh jiwa terhadap fisik si penari, merupakan ciri tarian tradisional di berbagai kawasan di Nusantara. Gerakan-gerakan itu tercipta pada umumnya berkaitan dengan keyakinan masyarakat setempat dengan dunia gaib.

Jika ada tarian yang sama tetapi gerakanya cendrung kasar, maka dianggap keluar dari esensi tarian induknya, atau bisa diklaim sebagai tarian tiruan atau imitasi. Pendekatan ini juga bisa menjelaskan tor-tor Batak (Toba?) berinduk pada tor-tor Mandailing.

Bahkan, ini juga bisa menjadi kajian lebih lanjut tentang kemungkinan suku Toba berasal dari Mandailing yang turut membawa tarian tor-tor itu ke wilayah baru mereka.

Selain itu, tortor Mandailing, lanjut Ilham, adalah tarian sakral yang beresensi Dalihan Na Tolu, yakni kahanggi, mora dan anak boru. Zaman dahulu, tortor Mandailing dilaksanakan dalam rangka kegiatan adat yang sakral. Di zaman sekarang tortor Mandailing sudah masuk ke wilayah entertain. Namun tetap saja gerakan dan penjiwaannya tidak berbeda.

Peliput: Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Libatkan Pengusaha Jasa Kontruksi dan Stakeholder, Dinas PUPR Madina Sosialisasikan KPPU

    Libatkan Pengusaha Jasa Kontruksi dan Stakeholder, Dinas PUPR Madina Sosialisasikan KPPU

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN, ( Mandailing Online )- dalam rangka mengawasi pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya agar tidak melakukan praktek monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat, Dinas PUPR Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) laksanakan sosialisasi penyusunan data dan informasi penyelenggarakan pekerjaan kontruksi dan komisi persaingan usaha ( KPPU ) yang berlangsung di Aula Ladang Sari […]

  • PDIP Madina Desak Penertiban Mesin Galundung

    PDIP Madina Desak Penertiban Mesin Galundung

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Mandailing Natal (Madina) Iskandar Hasibuan yang juga Anggota DPRD Madina mendesak Muspida Plus secepatnya menertibkan pengoperasian alat pengolah emas (mesin galundung) yang kini merajalela di Kota Panyabungan dan Kecamatan Hutabargot. Itu dikatakannya kepada wartawan, Jumat (25/03/2011) di Kantor DPRD Madina, usai meninjau wilayah tambang rakyat di Kecamatan Hutabargot yang […]

  • Kondisi Jalan Sidangkal Makin Parah
    Tak Berkategori

    Kondisi Jalan Sidangkal Makin Parah

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN, (Mandailing online) – Jalan lingkar kota yang menghubungkan Kelurahan Sidangkal, Psp Selatan dengan Kota Psp, kondisinya rusak parah. Terlebih saat musim hujan tiba, bagian jalan yang berlubang akan seperti kubangan kerbau. Tidak jarang beberapa pengendara, seperti pengguna sepedamotor yang melewati jalan tersebut, terjatuh dan terluka. Itu akibat para pengendara ini tidak dapat membedakan yang […]

  • Kasus PPPK Madina Dalam Pandangan Tokoh Mandailing Natal

    Kasus PPPK Madina Dalam Pandangan Tokoh Mandailing Natal

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Tokoh Mandailing Natal (Madina) Ali Rachman, SH menilai kasus suap PPPK Madina 2023 yang saat ini sedang bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) harus dilihat secara menyeluruh. Tidak bisa dipecah-pecah menjadi satu-satu. Sehingga harus dilihat secara konstruktif, proposianal dan masuk akal. “Untuk membedah kasus PPPK ini harus dilihat ujung […]

  • Mendikbud: perubahan kurikulum karena tuntutan zaman

    Mendikbud: perubahan kurikulum karena tuntutan zaman

    • calendar_month Minggu, 2 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Yogyakarta, (MO) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan perubahan kurikulum pendidikan perlu dilakukan karena tuntutan zaman yang terus berkembang agar peserta didik mampu bersaing di masa depan. “Saat ini zaman kan sudah berubah, maka kompetensi yang diberlakukan untuk pengembangan intelektual siswa pun juga harus berubah karena tantangan yang mereka hadapi tidak akan sama […]

  • Ketua Satma PP Madina Kecam Arogansi Polisi

    Ketua Satma PP Madina Kecam Arogansi Polisi

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Tindakan refresif aparat Polres Mandailing Natal (Madina) terhadap Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Madina Tan Gozali yang juga Ketua Satma PP Madina pada saat unjuk rasa di Kantor Bupati Madina, Selasa (12/10/2010) lalu, akan dilaporkan ke Prompam Polda Sumatera Utara dan Mabes Polri. Tindakan refresif yang dilakukan aparat kepolisian terhadap Tan Gozali […]

expand_less