Jumat, 20 Mar 2026
light_mode

Tortor Mandailing Bukan Tortor Batak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2014
  • print Cetak

 

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tarian Tortor Mandailing tidak sama dengan tarian tortor yang ada di tanah Toba. Etnis Toba tidak berhak mengklaim tortor Mandailing sebagai kesenian Batak. Sebab, kata “Batak” itu dipaksakan Kolonial Belanda sebagai nama etnis di kawasan Tapanuli di abad 19 yang hingga abad 21 ini ditolak oleh banyak etnis, termasuk Karo.

“Tortor Mandailing memiliki tempo gerakan dan aksesori pakaian yang teramat berbeda dengan tortor lain, termasuk prinsif-prinsif yang dikandungnya,” ungkap Ilham Nasution, penggiat seni dari Grup Gordang Sambilan Willem Iskander, Pidoli Lombang, Madina, menjawab Mandailing Online, pekan lalu.

Dijelaskannya, ada kondisi “mollop” di tortor Mandailing. Mollop adalah bahasa Mandailing yang berarti antara tidur dan terjaga, seperti mengantuk. Gerakan tari tortor Mandailing halus, lamban, mengalir pelan.

“Penari tortor mandailing berada dalam situasi antara sadar dan terjaga. Mollop. Tubuhnya bergerak mengikuti perasaan. Gerakan yang halus ini terpengaruh oleh kendali perasaan yang mengalir ke urat-urat syaraf penari oleh pengaruh tabuhan gordang sambilan. Makanya tortor Mandailing halus, bergerak lamban dan sakral, penuh makna dan penghayatan,” beber Ilham.

Gerakan mata, tangan, jari tangan dan kaki digerakkan oleh perasaan. Termasuk posisi kepala yang terus menunduk. Pengaruh otak sangat berkurang terhadap gerakan karena penari sudah berada dalam situasi pengaruh perasaan. Ini menyebabkan gerakan tari tortor Mandailing lamban.

Sementara tortor di tanah Toba, gerakannya tidak lamban, relatif cepat dan kasar, terasa tidak sakral. Cendrung gerakan riang. Tidak sehalus dan se sakral tor-tor Mandailing.

Jika pendekatannya melalui etnomusikologi, gerakan tarian yang halus, lamban dan penuh penghayatan karena pengaruh jiwa terhadap fisik si penari, merupakan ciri tarian tradisional di berbagai kawasan di Nusantara. Gerakan-gerakan itu tercipta pada umumnya berkaitan dengan keyakinan masyarakat setempat dengan dunia gaib.

Jika ada tarian yang sama tetapi gerakanya cendrung kasar, maka dianggap keluar dari esensi tarian induknya, atau bisa diklaim sebagai tarian tiruan atau imitasi. Pendekatan ini juga bisa menjelaskan tor-tor Batak (Toba?) berinduk pada tor-tor Mandailing.

Bahkan, ini juga bisa menjadi kajian lebih lanjut tentang kemungkinan suku Toba berasal dari Mandailing yang turut membawa tarian tor-tor itu ke wilayah baru mereka.

Selain itu, tortor Mandailing, lanjut Ilham, adalah tarian sakral yang beresensi Dalihan Na Tolu, yakni kahanggi, mora dan anak boru. Zaman dahulu, tortor Mandailing dilaksanakan dalam rangka kegiatan adat yang sakral. Di zaman sekarang tortor Mandailing sudah masuk ke wilayah entertain. Namun tetap saja gerakan dan penjiwaannya tidak berbeda.

Peliput: Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seperti Inilah Rasulullah SAW Merayakan Hari Raya Iedul Fitri

    Seperti Inilah Rasulullah SAW Merayakan Hari Raya Iedul Fitri

    • calendar_month Senin, 4 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Idul Fitri, secara turun temurun sudah membudaya di negeri ini. Namun bukan berarti menjadi suatu keharusan untuk dirayakan secara berlebihan. Padahal, Rasulullah saw telah memberikan beberapa contoh yang perlu diperhatikan. Yang paling utama, sudahkah kita mengeluarkan zakat fitrah atau maal sebelum shalat Ied? Tujuannya, untuk berbagi kegembiraan dihari fitri ini dengan kaum dhuafa atau fakir […]

  • Masyarakat Diminta Turut Awasi Pelaksanaan Proyek

    Masyarakat Diminta Turut Awasi Pelaksanaan Proyek

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SIDIMPUAN – Musim hujan yang melanda Kota Padangsidimpuan (Psp) saat ini dan waktu yang sempit dalam pengerjaan proyek pembangunan, dikhawatirkan pengerjaannya asal-asalan demi mengejar waktu yang ditentukan. Sehingga kualitas proyek ditakutkan tidak bagus. Tentunya ini akan sangat disesalkan jika sampai terjadi. Untuk itu, masyarakat Psp diminta ikut serta mengawasi pelaksanaan proyek yang sedang berjalan saat […]

  • Guru Garda Terdepan Bentuk Karakter Generasi Muda

    Guru Garda Terdepan Bentuk Karakter Generasi Muda

    • calendar_month Kamis, 28 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) : Guru harus mampu menjadi garda terdepan dalam membentuk moral dan karakter generasi muda. Guru juga harus memiliki kesabaran menghadapi murid serta mampu membangun kepribadian siswa. Selain itu, sebagai pengajar, guru wajib mengembangkan kemampuan berpikir siswa dan menanamkan budi pekerti yang luhur, serta berorientasi menjadi siswa yang memiliki kepribadian yang baik dan […]

  • Mendagri: Pemilukada Aceh Harus Khusus Rumah Balon Bupati Diberondong Peluru

    Mendagri: Pemilukada Aceh Harus Khusus Rumah Balon Bupati Diberondong Peluru

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LHOKSEUMAWE-Jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) sebulan lagi, situasi di Aceh terus memanas. Usai penembakan para pekerja perkebunan di berbagai lokasi dan penggergajian tower PLN, terbaru rumah pribadi milik seorang bakal calon bupati (cabup) diberondong tembakan senjata api dan dibom molotov. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pun bersikap: harus ada perlakuan khusus terhadap Pemilukada di […]

  • Angka Kecelakaan Mudik Melonjak

    Angka Kecelakaan Mudik Melonjak

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Mabes Polri melansir angka kecelakaan melonjak pada H-5 Lebaran yang jatuh pada Sabtu (3/8) lalu. Pada hari tersebut, tercatat sedikitnya 125 kasus kecelakaan fatal. Hal itu tampak dari jumlah korban meninggal yang mencapai 48 orang. Sabtu lalu memang merupakan salah satu puncak masa mudik Lebaran. Sebab, sebagian besar pekerja memulai libur pada hari […]

  • Pesawat Wapres Dikawal Sukhoi

    Pesawat Wapres Dikawal Sukhoi

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Manado – Pesawat BAe RJ 85 yang ditumpangi Wakil Presiden Boediono dalam perjalanan dari Bandara Hasanuddin Makassar menuju Manado sempat dikawal dua pesawat Sukhoi SU-27 sekitar 15 menit. Wartawan ANTARA yang menyertai perjalanan Wapres ke Manado, Rabu, melaporkan, sekitar 10 menit setelah pesawat yang ditumpangi Wapres Boediono mengudara, dua pesawat Sukhoi buatan Rusia mengawal dari […]

expand_less