Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Mengenal Bahasa Mandailing (2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 17 Nov 2016
  • print Cetak

Oleh: Basyral Hamidi Harahap (in memoriam)

 

 

Almarhum Basyral Hamidi Harahap

Almarhum Basyral Hamidi Harahap

BAHASA DAUN

Prof. C.A. Van Ophuysen, ahli bahasa Melayu dan bahasa Mandailing menulis sejumlah artikel tentang bahasa Mandailing. Salah satu diantaranya ialah tulisan berjudul  De Poezie in het Bataksche Volksleven, 1886. Tulisan ini membahas bahasa daun dan 80 ende dan ungkapan tradisional Mandailing.

Van Ophuysen pernah menjadi direktur Kweekschool Padangsidimpuan selama 7 tahun. Kemudian menjabat guru besar bahasa Melayu di Universitas Leiden. Bekas muridnya di Kweekschol Padangsidimpuan, Rajiun Harahap gelar Sutan Kasayangan Soripada, pernah menjadi asistennya di Universitas Leiden sebagai repititor bahasa Melayu.

Pada tanggal 13 Januari 1885 terjadi kebakaran besar di Padangsidimpuan, rumah Van Ophuysen ikut terbakar bersama dokumen penelitiannya tentang bahasa Mandailing yang sangat berharga. Tulisan Van Ophuysen yang paling terkenal tentang bahasa dan sastra Mandailing ialah tentang ende-ende dan bahasa daun atau bladerentaal.

Sesungguhnya ramuan bahasa daun itu tidak hanya terdiri dari dedaunan, karena ada bahan-bahan lain yang diikutsertakan dalam menyatakan sesuatu pesan.

Jika seseorang ingin menjawab atau memberitahukan tentang kesediaannya, kemauannya, keinginannya, atau cintanya, ia boleh  mengirimkan bulung ni pau, daun pakis, maknanya adalah  au, aku.  Daun pau rara, pakis merah, berarti ra, mau atau ingin. Jadi kedua jenis daun pakis ini bermakna ra au, saya mau.

Dalam masyarakat Barat dikenal dengan ungkapan katakan dengan bunga. Dalam hal ini makna bunga yang dikirimkan berkaitan dengan nama dan warna bunga yang bersangkutan

Menurut Van Ophuysen, orang Mandailing adalah satu-satunya suku bangsa yang memiliki bahasa daun. Oleh karena itu, penulis berpendapat sewajarnya bahasa daun ini dimasukan ditetapkan sebagai salah satu khasanah kebudayaan orang  Mandailing.

 Keberadaan bahasa daun mengisaratkan betapa orang Mandailing sangat sensitif dan dekat dengan alam. Mereka mempunyai filosofi yang mendasari sikap dan prilaku mereka dalam bergaul dengan alam. Sehingga mereka pada dasarnya adalah pecinta dan pelestari alam sehingga tercapai ekologi antara alam dan manusia yang seimbang.

Jika ditelaah lebih mendalam, kita dapat mencari elemen-elemen jati diri orang Mandailing dalam bahasa daun, antara lain sikapnya yang suka pada lambang-lambang sebagai cara bertutur kata. Atau mengungkapkan bahasa tubuh sebagai cara mengungkapkan sesuatu tanpa kata-kata, atau sebagai penguat kata-kata yang diucapkan, atau meneruskan kata-kata atau kalimat dengan bahasa tubuh. Orang Mandailing  juga merupakan suku bangsa yang biasa berbicara dengan tamsilan untuk melembutkan pernyataan yang seharusnya diucapkan secara  tegas dan lugas.

Dalam bahasa daun, dipakai daun-daun  yang namanya mirip atau sama dengan lafal  kata yang dipakai dalam percakapan sehari-hari. Jadi pemaknaanya bukan pada sifat-sifat daun atau benda lainnya, seperti porkis, semut, tidak diartikan sebagai rajin dan produktif, tetapi diartikan torkis, sehat wal’afiat. Dedaunan yang  dikirimkan bisa juga disertai gambar atau coretan  yang mengambarkan sesuatu, misalnya gambar sige atau parau.

Penulis mencatat 94 nama dedaunan yang sudah dikenal luas oleh orang Mandailing yang dimaksukkan oleh Vsan Ophuysen lengkap dengan maknanya dalam bahasa Mandailing  dan bahasa Belanda. Daftar itu penulis sunting lagi dengan menyusunnya menurut abjad  agar pembaca lebih mudah mencari nama daun tertentu. Terjemahan bahasa Belanda yang dibuat oleh  Prof. Van Ophuysen, penulis ganti dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia (akan dumuat di bagian 3-red).

Pilihan daun sebagai kosa kata bahasa daun terutama didasarkan pada persamaan atau kemiripan lafal nama daun  dengan kata-kata  dalam kosa kata Mandailing. Sebagian dari daun-daun itu adalah tumbuhan obat yang biasa dipakai oleh datu sebagai pulungan ni ubat, sebagai ramuan obat. Sayang sekali orang Mandailing jaman sekarang ini tidak lagi mengenal semua dedaunan yang disebutkan oleh Van Ophuysen di dalam tulisan itu. (bersambung)    

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MARSIDAO-DAO (episode 33)

    MARSIDAO-DAO (episode 33)

    • calendar_month Jumat, 5 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Sora ni lonceng ona potuk-potuk tarbege, mandokon alai mangaso marsiajar. Mararuaran daganak-daganak sikola i marlojongi. Adong na kehe tu parjagalan i manabusi panganon sipanganon. Pala na donok bagasna tingon sikola i, taru tu bagasna do kehe nangkan mangan indahan. Si Poso tu parjagalani do mangalao. Tarpaida tu ibana Si […]

  • Dana APBD Binjai Diduga Bobol Rp8 Miliar Tiap Tahun

    Dana APBD Binjai Diduga Bobol Rp8 Miliar Tiap Tahun

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Ketua Komisi A DPRD Kota Binjai Muhammad Yusuf angkat bicara soal dugaan penyelewengan gaji 1.574 pegawai honor di lingkungan Pemko Binjai Tahun 2007-2009. Yusuf meminta honorer yang merasa dirugikan, segera melapor dan membuat pengaduan. Permintaan tersebut disampaikan M Yusuf saat dihubungi via telepon, Rabu (02/03/2011). “Alokasi Rp8 miliar yang diambil dari dana APBD Kota […]

  • Gempa Kuat Terasa di Padang

    Gempa Kuat Terasa di Padang

    • calendar_month Kamis, 7 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG,(MO)- Gempa dengan kekuatan relatif besar, Kamis (7/2/2013) pagi, terasa di Kota Padang, Sumatera Barat. Guncangan gempa yang terjadi sekitar pukul 05.00 itu mengagetkan sebagian warga yang masih terlelap. Sebagian warga juga terlonjak dari tidurnya menyusul guncangan kuat tersebut. Selama sekitar setengah jam, sebagian warga memperbincangkan gempa tersebut sebelum kembali pada aktivitas masing-masing. Berdasarkan informasi […]

  • Tuntut Ketua DEMA Mundur, Mahasiswa STAIN Madina Berunjuk Rasa di Kampus

    Tuntut Ketua DEMA Mundur, Mahasiswa STAIN Madina Berunjuk Rasa di Kampus

    • calendar_month Kamis, 22 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online): Puluhan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri ( STAIN ) Mandailing Natal ( Madina ) dari berbagai Prodi siang tadi Kamis 22/6/2023 berunjuk rasa di depan kampus. Aksi mahasiswa ini sendiri kata Kordinator Aksi Abdul Rahman, dipicu karena Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa ( DEMA ) Khairul Amri dinilai tidak layak memimpin organisaai […]

  • Tidak Memiliki SIUP, Pemkab Madina Segel Indomaret

    Tidak Memiliki SIUP, Pemkab Madina Segel Indomaret

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Pemkab Mandailing Natal (Madina) melakukan penyegelan terhadap toko Indomart di Jl.Willem Iskander, depan bank BNI, Sipolu-polu, Panyabungan. Penyegelan dilakukan tim gabungan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) dan Satpol PP, Jumat (31/01/2014) akibat PT.Indomart belum mengantongi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Sebelum penyegelan, Pemkab Madina melalui KPPT telah melayangkan surat teguran […]

  • Kisah Merapi, Mbah Maridjan, Tutur & Wawan Letusan Merapi bukan sekedar meluluhlantakkan sejumlah kampung di lereng gunung.

    Kisah Merapi, Mbah Maridjan, Tutur & Wawan Letusan Merapi bukan sekedar meluluhlantakkan sejumlah kampung di lereng gunung.

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kinahrejo terlihat lunglai. Desa yang biasanya begitu hijau kini telah layu. Rumah-rumah porak poranda, pohon-tanaman bertumbangan, hewan ternak teronggok tak bernyawa. Sejauh mata memandang, seluruh desa itu bersepuh debu vulkanik. Bangunan masjid terlihat masih berdiri. Di dekatnya, bangunan rumah telah hancur. Di antara puing-puing kayu bangunan itu, sesosok tubuh berhasil ditemukan rombongan tim SAR. Tubuh […]

expand_less