Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode

SK Honorer Diduga Hilang di BKD

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
  • print Cetak


SIANTAR- Akibat keteledoran seorang staf di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Pematangsiantar, Sanna Elplida br Saragih (25) honorer di Bagian Hukum Pemko Pematangsiantar terancam bakal tak diangkat jadi PNS. Pasalnya, SK honorer miliknya hilang di Kantor BKD Kota Siantar.

Menurut Sanna Elplida, SK honorer asli miliknya itu tertanggal 1 April 2005 dan ditandatangani Wakil Wali Kota Siantar Kurnia Rajasah Saragih (karena saat itu Wali Kota Marim Purba sedang non aktif). Sejak 2005 hingga sekarang, ia tetap bekerja sebagai honorer di Bagian Hukum Kantor Wali Kota.

Kemudian, untuk keperluan pengangkatan CPNS menjadi PNS tahap II, sekira seminggu lalu, SK honorer asli ini diberikannya kepada Sugiati, seorang pegawai di Kantor BKD Pematangsiantar. “Tadi (kemarin, Red) sekitar pukul 10.30 WIB, sudah saya tanya sama Sugiati di BKD. Sugiati mengaku sudah memberikan SK ini kepada supir pribadi Kepala BKD yang bernama Parulian Simanjuntak. Namun kami lihat tadi bapak itu (Parulian, red) tidak ada di kantor. Saya khawatir sekali SK saya itu hilang dan digantikan sama orang lain, semuanya kan bisa saja terjadi,” ungkap Sanna dengan nada sedih, Rabu (8/12).

Disebutkannya, ia sangat berharap SK itu bisa ditemukan, karena itu menyangkut masa depannya dan keluarganya. Dia juga mengaku tidak mau mengurus SK lain sebagai pengganti SK tersebut. Pasalnya, dia takut bakal bermasalah di belakang hari atau takut dikatakan ada manipulasi pada SK miliknya.

Sementara, Sugiati saat ditemui di kantor BKD mengakui ada menerima SK honorer asli atas nama Sanna Elplida br Saragih seminggu lalu. Dan pada Sabtu (4/12) SK itu telah diserahkannya kepada Parulian Simanjuntak untuk diteruskan kepada Kepala BKD.

“Ini salah komunikasi saja, kebetulan Pak Simanjuntak lagi ke Jakarta. Sudah saya periksa tadi berkas di lemariku, dan memang tidak ada. Bapak tahulah, Sabtu kemarin merupakan hari terakhir pendaftaran CPNS, jadi kami sibuk sekali. Tapi saya lihat sudah ada ditangan Pak Parulian berkas itu,” jelas Sugiati.

“Seandainya SK honorer asli itu hilang, saya siap bertanggungjawab untuk mengurusnya,” jelasnya lagi.
Sementara Parulian Simanjuntak dan Kepala BKD Kota Siantar Marihot Situmorang saat dikonfirmasi melalui telepon tidak berhasil. Meski sudah beberapa kali di SMS dan ditelepon dan HP keduanya terdengar aktif, namun mereka berdua tidak mau membalas SMS maupun mengangkat HP. (ral/smg)
Sumber : Sumut Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tor Simarsayang Sepi Pengunjung, Pedagang Terancam Gulung Tikar

    Tor Simarsayang Sepi Pengunjung, Pedagang Terancam Gulung Tikar

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN- Razia intens yang dilakukan Polres Padangsidimpuan bersama Pemko, MUI, dan elemen lainnya baru-baru ini ini ternyata berimbas negatif terhadap usaha para pedagang di Tor Simarsayang. Sebanyak 31 pengusaha tenda di lokasi objek wisata itu mengaku sudah dua hari tidak mendapatkan pelanggan. Mereka mengaku terancam gulung tikar. Boru Manalu, salah seorang pedagang di Tor Simarsayang […]

  • Dana Untuk Sampah Minim, Panyabungan Tak Kunjung Bersih

    Dana Untuk Sampah Minim, Panyabungan Tak Kunjung Bersih

    • calendar_month Senin, 10 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Anggaran dana pengelolaan sampah di Mandailing Natal dinilai penyebab kota Panyabungan tak bisa bersih. “Bagaimanalah pula kota Panyabungan ini bisa bersih kalau anggaran dana untuk mengelola sampah sangat minim,” kata Wakil Sekretaris PDI Perjuangan Madina, Salman Rais Daulay kepada mandailing Online, Senin (10/10/2016) di Panyabungan. Disebutkannya, berdasar data yang ada dalam […]

  • Petani Saba Palas di Panyabungan Jae ngeluh, 2 tahun Tak Nyawah

    Petani Saba Palas di Panyabungan Jae ngeluh, 2 tahun Tak Nyawah

    • calendar_month Selasa, 13 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) : bukan karena kemarau, Petani di Desa Panyabungan Jae, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) mengeluh karena dua tahun terakhir, lahan persawahan mereka tak lagi bisa di garap akibat ketiadaan air. Sedikitnya ada 60 hektar lahan persawahan di saba palas itu mengalami kekeringan lantaran irigasi batang gadis yang menyuplai […]

  • Ini Pihak-pihak yang Berpotensi Jadi Tersangka UPS

    Ini Pihak-pihak yang Berpotensi Jadi Tersangka UPS

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Mabes Polri kembali menegaskan, ada tiga pihak yang berpotensi menjadi tersangka dugaan korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS) di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta 2014.  Kabag Penum Polri Kombes Rikwanto menegaskan, tiga pihak yang berpotensi tersangka itu adalah oknum DPRD, Pemerintah, dan swasta.  Menurut Rikwanto, mereka inilah penggagas program UPS supaya bisa masuk ke […]

  • Anggota DPR Cantik Joget dan Mabuk

    Anggota DPR Cantik Joget dan Mabuk

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Seorang anggota Komisi VI DPR RI tertangkap basah wartawan sedang mabuk-mabukan sambil berjoget di sebuah klab malam di bilangan Jakarta Selatan, Jumat (6/5) dini hari. Wakil rakyat dari Fraksi Gerindra yang belakangan diketahui bernama Noura Dian Hartarony itu melakukan hal tersebut saat menghadiri pesta ulang tahun temannya di Black Cat, di Plaza Senayan. […]

  • Hari Pertama Puasa, Pasar Pabukoan Masih Sepi

    Hari Pertama Puasa, Pasar Pabukoan Masih Sepi

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hari pertama pasar parbukoan yang digelar di Kota Psp tepatnya di areal City Walk, Senin (1/8) belum terlalu ramai, baik itu pedagang maupun pembeli yang datang. Bahkan sebagian lapak masih belum juga diisi oleh pedagang. Borneo-Tapsel “Masih hari pertama, pedagang juga masih banyak yang belum mengisi lapaknya, makanya hari pertama ini masih agak sunyi,” kata […]

expand_less