Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

1 Syawal 1431H Diprediksi Bersamaan, 10 September

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 4 Sep 2010
  • print Cetak

Surabaya–Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memprediksi Lebaran 2010 akan jatuh pada waktu bersamaan karena konjungsi (ijtimak) terjadi pada Rabu (8/9) pukul 17.20-17.30 WIB. “Hilal akan sulit dirukyat akibat konjungsi (pertemuan matahari dan rembulan) terjadi pada pukul 17.20 WIB. Kalau malam, rukyat akan sulit,” kata Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Hasjim Abbas kepada ANTARA di Surabaya, Sabtu.

Kendati demikian, kata ahli falaqiah (astronomi) PWNU Jatim itu, PWNU Jatim akan tetap melaksanakan rukyatul hilal (melihat hilal/rembulan muda secara kasat mata) di sejumlah daerah.Lokasi “rukyatul hilal” NU se-Jatim antara lain Bukit Condro Dipo Gresik, Pantai Kenjeran Surabaya, Pantai Serang Blitar, Pantai Ngliyep Malang, Pantai Gili Ketapang Probolinggo, Pantai Tanjung Kodok Lamongan, Pantai Plengkung Banyuwangi, Pantai Gebang Bangkalan, Pantai Ambat Pamekasan, dan sebagainya.

“Itu (rukyat) karena NU berpedoman pada `rukyat bin-nadzar` (melihat hilal dengan mata telanjang), sedangkan Muhammadiyah berpedoman pada `rukyat bil ilmi` (melihat hilal dengan ilmu matematika),” katanya. Namun, katanya, secara matematik tampaknya usia Ramadhan akan “istikmal” (digenapkan/disempurnakan) menjadi 30 hari, sehingga awal Syawal 1431 Hijriah akan bertepatan dengan 10 September 2010.

“Biasanya, kalau usia Sya`ban dalam kalender 29 hari, maka Ramadhan akan berusia 30 hari. Apalagi, `konjungsi` akan terjadi pada pukul 17.20 WIB, sehingga rasanya mustahil melihat hilal pada malam hari,” katanya.

Secara matematik, katanya, `konjungsi` pada pukul 17.20 WIB atau bahkan lebih itu akan membuat hilal sulit dilihat, karena matahari sudah terbenam, sehingga ukuran hilal menjadi kurang dari satu derajat dan kemungkinannya adalah “istikmal” (digenapkan) 30 hari.

Ditanya kemungkinan Arab Saudi akan mampu melihat hilal, dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya itu menilai kemungkinan itu bisa terjadi, mengingat perbedaan waktu antara Indonesia dengan Arab Saudi berkisar empat jam lebih.

“Tapi, kalau Arab Saudi sudah berlebaran, maka hal itu tidak dapat disamakan dengan Indonesia, sebab perjalanan matahari itu tidak sama. Kalau di Arab Saudi siang, maka di Indonesia mungkin sudah malam, kalau di Arab Saudi malam, maka di Indonesia sudah pagi,” katanya.

Secara terpisah, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim H Nadjib Hamid menyatakan PWM Jatim telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 Hijriah jatuh pada Jumat, 10 September 2010.

“Alasannya, ijtimak (konjungsi) akhir Ramadhan atau 29 Ramadhan terjadi pada Rabu (8/9) pukul 17.31 WIB, sehingga posisi hilal di bawah ufuk atau minus dua derajat, sehingga kalender akan genap 30 hari,” katanya kepada ANTARA melalui pesan singkat (SMS).
sumber REPUBLIKA.CO.ID

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadin-Pemkab Bahas Pemetaan Potensi Ekonomi Madina

    Kadin-Pemkab Bahas Pemetaan Potensi Ekonomi Madina

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina dituntut melakukan pemetaan potensi ekonomi berdasar geografis untuk pengembangan ekonomi. Pemetaan itu bertujuan agar diketahui apa saja yang bisa dikembangkan sesuai potensi wilayah masing-masing. Itu salah satu poin yang disampaikan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Madina Bahran Saleh Daulay pada pertemuan Kadin Madina dengan Bupati Madina Saipullah Nasution dan […]

  • Khilafah Mampu Membendung Neoliberalisme dan Neoimperialisme

    Khilafah Mampu Membendung Neoliberalisme dan Neoimperialisme

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: KH M. Shiddiq Al-Jawi Neoliberalisme adalah perkembangan mutakhir ideologi kapitalisme yang meminimalkan peran negara dalam perekonomian dan menyerahkan perekonomian pada mekanisme pasar. Adapun neoimperialisme adalah penjajahan gaya baru, yakni penjajahan yang tidak lagi menggunakan militer sebagai instrumen dominasinya, melainkan instrumen dominasi lainnya seperti politik, ekonomi dan budaya. Neoliberalisme mulai diterapkan bagi publik secara […]

  • Sukhairi Minta ASN, Honorer, Aparatur Desa Tidak Terlibat Politik Prkatis di Pilkada

    Sukhairi Minta ASN, Honorer, Aparatur Desa Tidak Terlibat Politik Prkatis di Pilkada

    • calendar_month Jumat, 4 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – HM Jakfar Sukhairi Nasution menghimbau ASN dan honorer tidak melibatkan diri dalam politik praktis di Pilkada Mandailing Natal (Madina). Himbauan itu dinyatakannya menjawab wartawan di Panyabungan, Jum’at (4/12/2020). Berdasar catatan Mandailing Online, saat ini beredar rumor tentang adanya tekanan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai honorer di lingkungan Pemkab […]

  • Soal 11 Ranperda, Kedepankan Kepentingan Rakyat

    Soal 11 Ranperda, Kedepankan Kepentingan Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait penundaan pembahasan 11 Ranperda oleh DPRD Mandailing Natal (Madina), Wakil Bupati Dahlan Hasan Nasution mengajak semua pihak agar mengedepankan hati yang bersih dalam suasana Ramadhan serta mengedepankan kepentingan rakyat dan daerah. Menurutnya, apapun alasanya, asal dengan muatan hati yang bersih, kemauan yang murni serta berdasar kepentingan rakyat dan daerah, semua […]

  • TPID Gali Potensi Desa-Desa di Kecamatan Siabu

    TPID Gali Potensi Desa-Desa di Kecamatan Siabu

    • calendar_month Rabu, 12 Des 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Oline) – Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Siabu, Mandailing Natal dalam beberapa pekan terakhir melakukan penggalian dalam upaya pengembangan inovasi di desa-desa se kecamatan itu. Penggalian-penggalian itu sebagai upaya mengembangkan potensi-potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan pendekatan inovasi-inovasi sehingga sasaran penggunaan Dana Desa dapat tercapai secara ril dan berdayaguna […]

  • Infrastruktur Jalan Muara Batang Gadis Madina Buruk

    Infrastruktur Jalan Muara Batang Gadis Madina Buruk

    • calendar_month Kamis, 5 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal sampai saat ini masih buruk dan memperihatinkan dengan meliputi akses jalan ke Desa Suka Makmur, Aek Godang, Panunggulan, dan beberapa desa lainnya. Demikian disampaikan warga Desa Suka Makmur Edius Harahap kepada wartawan di Panyabungan, Rabu (04/01/2012). Beliau mengatakan, untuk sampai ke […]

expand_less