Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

Misteri Penculikan Warga Desa Sei Meranti, Labusel

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
  • print Cetak


LABUSEL :Perseteruan warga Desa Seimeranti, kecamatan
Torgamba, Labuhanbatu Selatan (Labusel) dengan pihak PT SBI dan Polhut, berbuntut panjang.

Bahkan, semakin misteri. Sebab, indikasi adanya penculikan seorang
warga yang diduga dilakukan oknum Polhut belum memperoleh kejelasan.
Terlebih, Kepolisian Sektor (Polsek) Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Riau
membantah adanya warga yang melaporkan aksi penculikan. Bahkan,
meminta agar kembali membuat laporan ke Polsek tersebut.

Padahal, ketika unjuk rasa ratusan warga Desa itu di depan kantor DPRD
Labusel, Rabu 8 Desember 2010 barusan, disebut-sebut salahseorang
warga diduga telah diculik oknum yang menamakan dirinya Polisi
Kehutanan dari Kecamatan Baganbatu, Rokan Hilir-Riau. Dan, pihak
Polsek Bagan Sinembah dituding telah menolak laporan warga. Itu sesuai
ungkapan Arbaniah br Hasibuan (31), seorang warga Desa Sei Meranti
yang mengakui suaminya Wisman Situmorang (35) diculik oleh sekelompok
orang mengaku sebagai oknum Polhut. Dan diperkuat keterangan Kepala
Desa setempat yang mengatakan pihak aparat hukum disana, tidak
menerima laporan dan pengaduan yang dilakukannya ke
pihak Polsek. “Coba temukan korban ke Polsek. Kapan Melapornya,” ujar
Kompol Rudi Samosir Kapolsek Bagansinembah, Kamis 9 Desember 2010 ketika
dikonfirmasi via selular.

Hal itu disebutkan Rudi dalam pesan singkatnya, agar didapat kebenaran
yang ada. Sebab, tambahnya, pihaknya tidak ada sama sekali menerima
warga yang ingin membuat laporan terkait hal itu. “Mana yang benar
dulu. Karena setahu saya tidak ada,” ujarnya diakhir pesan singkat
selularnya.

Sedangkan versi Arbaniah dalam aksi di gedung DPRD Labusel sebelumnya
mengungkapkan, suaminya Wisman Situmorang telah dijemput paksa oleh
segerombolan pria yang menyandang senjata dan menggunakan mobil patrol
Polhut di Baganbatu-Riau, dirinya membuat laporan ke pihak Polisi.
Namun, ditolak. Kejadian itu, lanjutnya, ketika 28 November yang lalu.
“Hingga saat ini, saya tidak tau bagaimana nasib suami saya yang
diculik oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya Polisi
Kehutanan,” katanya di depan kantor DPRD Labusel dengan pengeras
suara.

Hal itu diperkuat oleh keterangan Kepala Desa Sei Meranti, Surbakti
yang turut dalam aksi ratusan warga tersebut mengharapkan kepada DPRD
agar dapat memfasilitasi penyelesaian permasalahan yang dialami warga.
“Ibu Arbainah sempat membuat laporan. Tapi, tak ditanggapi,” kata
Surbakti.

Sementara itu, pihak Legislatif Labusel mengakui hal penculikan akan
menjadi prioritas bahasan kalangan wakil rakyat setempat. Hasil
audensi yang dilakukan warga dengan DPRD Labusel menyimpulkan bahwa
permasalahan yang dialami oleh Arbainah merupakan permasalahan yang
prioritas yang selanjutnya permasalahan penembakan warga dan legalitas
tanah agar sesegera mungkin diselesaikan dan tidak menimbulkan
permasalahan kembali. “Ibu kami minta untuk membuat laporan ke pihak
kepolisian dan kami akan mendampingi,” kata Zainal Harahap Wakil Ketua
DPRD Labusel.

Penculikan itu sendiri, menurut Arbaniah membuat dirinya mengalami
kedukaan. Karena, aksi SPORC itu, dirinyapun sempat mendapat pukulan
di dada yang dilakukan seorang oknum Polhut. Itu, katanya, karena
mempertanyakan dan mencoba untuk membela suaminya dari tindakan arogan
orang-orang yang menculik suaminya. Bahkan, dia juga mendapat
tendangan sekelompok Polhut dari atas mobil dinas yang digunakan
ketika akan membawa suaminya ketika itu.(fh)
Sumber : EksposNews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yusuf-Imron: Penuntasan Desa Terpencil dan Kualitas Pendidikan Prioritas Utama

    Yusuf-Imron: Penuntasan Desa Terpencil dan Kualitas Pendidikan Prioritas Utama

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) :  Saat ini sebanyak 41 desa terisolir di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membutuhkan perhatian dan kebijakan serius membuka akses jalan. Demikian salah satu poin pembahasan antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Madina dengan pasangan calon bupati/wakil bupati Madina Drs.H.M.Yusuf Nasution,M.Si-H.Imron Lubis, S.Pd dalam acara konsolidasi dan silaturrahim di sekretariat DPD PKS Madina, Jl. […]

  • Wakil Bupati Atika Tinjau TPA Batanggadis

    Wakil Bupati Atika Tinjau TPA Batanggadis

    • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    BATANGGADIS (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution meninjau tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Batanggadis, Kecamatan Panyabungan Barat, Rabu (24/11). Wakil Bupati tiba di TPA didampingi beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Madina. Termasuk Kadis DLH Madina Khasmir. Dalam peninjauan ini terlihat kondisi sampah yang tidak terurus. Bahkan sampah […]

  • Tak Lulus Akreditasi, 483 Prodi Harus Dibubarkan

    Tak Lulus Akreditasi, 483 Prodi Harus Dibubarkan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek-Dikti) Muhammad Nasir merespon banyaknya program studi (prodi) kampus negeri yang tidak lulus akreditasi. Dia mengatakan, prodi-prodi itu dilarang menerima mahasiswa baru. Nasir menuturkan pengelola PTN harus fair terhadap penilaian dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Ketika hasil penilaian BAN-PT menetapkan ada prodi yang tidak lulus […]

  • Wakil Ketua DPRD Tapsel Dilapor ke Polisi

    Wakil Ketua DPRD Tapsel Dilapor ke Polisi

    • calendar_month Minggu, 5 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Tapsel (MO)- Diduga melakukan tindak pidana Korupsi atas dana Workshop dan Bimbingan Teknis (bimtek), Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan AL dilaporkan ke polisi oleh Lembaga Informasi Rakyat (LiRA) Kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam surat laporan LiRA No: 010/VII/LI-RA/2012 kepada Kapolres Tapsel, AKBP Subandriya yang ditanda tangani Bupati LiRA Mara Halim Harahap disebutkan, telah terjadi dugaan […]

  • Hampir Setahun Laporan Penganiayaan Mengendap di Polres Madina

    Hampir Setahun Laporan Penganiayaan Mengendap di Polres Madina

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Penganiayaan yang dialami oleh seorang Jurnalis Media Siber bersama istrinya di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebagaimana telah dilaporkan melalui Satuan Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resor (Polres) Madina pada Jum’at (14/02/25) Tahun lalu, tidak kunjung diproses dengan tuntas. Sebagaimana dimuat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor : STPL/107/III/2025/SPKT/POLRES MANDAILING […]

  • Atika dan PKS Bantu Korban Ledakan Tabung LPG

    Atika dan PKS Bantu Korban Ledakan Tabung LPG

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama calon wakil bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution memberikan bantuan kepada keluarga korban ledakan tabung gas LPG. Bantuan jenis uang tunai itu diserahkan di ruang perawatan RSU Panyabungan, Selasa (30/6/2020) oleh Atika Azmi Utammi dan Ketua DPD PKS Madina, Ustad Wahiddin Arjun. Korban ledakan itu satu […]

expand_less