Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Misteri Penculikan Warga Desa Sei Meranti, Labusel

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
  • print Cetak


LABUSEL :Perseteruan warga Desa Seimeranti, kecamatan
Torgamba, Labuhanbatu Selatan (Labusel) dengan pihak PT SBI dan Polhut, berbuntut panjang.

Bahkan, semakin misteri. Sebab, indikasi adanya penculikan seorang
warga yang diduga dilakukan oknum Polhut belum memperoleh kejelasan.
Terlebih, Kepolisian Sektor (Polsek) Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Riau
membantah adanya warga yang melaporkan aksi penculikan. Bahkan,
meminta agar kembali membuat laporan ke Polsek tersebut.

Padahal, ketika unjuk rasa ratusan warga Desa itu di depan kantor DPRD
Labusel, Rabu 8 Desember 2010 barusan, disebut-sebut salahseorang
warga diduga telah diculik oknum yang menamakan dirinya Polisi
Kehutanan dari Kecamatan Baganbatu, Rokan Hilir-Riau. Dan, pihak
Polsek Bagan Sinembah dituding telah menolak laporan warga. Itu sesuai
ungkapan Arbaniah br Hasibuan (31), seorang warga Desa Sei Meranti
yang mengakui suaminya Wisman Situmorang (35) diculik oleh sekelompok
orang mengaku sebagai oknum Polhut. Dan diperkuat keterangan Kepala
Desa setempat yang mengatakan pihak aparat hukum disana, tidak
menerima laporan dan pengaduan yang dilakukannya ke
pihak Polsek. “Coba temukan korban ke Polsek. Kapan Melapornya,” ujar
Kompol Rudi Samosir Kapolsek Bagansinembah, Kamis 9 Desember 2010 ketika
dikonfirmasi via selular.

Hal itu disebutkan Rudi dalam pesan singkatnya, agar didapat kebenaran
yang ada. Sebab, tambahnya, pihaknya tidak ada sama sekali menerima
warga yang ingin membuat laporan terkait hal itu. “Mana yang benar
dulu. Karena setahu saya tidak ada,” ujarnya diakhir pesan singkat
selularnya.

Sedangkan versi Arbaniah dalam aksi di gedung DPRD Labusel sebelumnya
mengungkapkan, suaminya Wisman Situmorang telah dijemput paksa oleh
segerombolan pria yang menyandang senjata dan menggunakan mobil patrol
Polhut di Baganbatu-Riau, dirinya membuat laporan ke pihak Polisi.
Namun, ditolak. Kejadian itu, lanjutnya, ketika 28 November yang lalu.
“Hingga saat ini, saya tidak tau bagaimana nasib suami saya yang
diculik oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya Polisi
Kehutanan,” katanya di depan kantor DPRD Labusel dengan pengeras
suara.

Hal itu diperkuat oleh keterangan Kepala Desa Sei Meranti, Surbakti
yang turut dalam aksi ratusan warga tersebut mengharapkan kepada DPRD
agar dapat memfasilitasi penyelesaian permasalahan yang dialami warga.
“Ibu Arbainah sempat membuat laporan. Tapi, tak ditanggapi,” kata
Surbakti.

Sementara itu, pihak Legislatif Labusel mengakui hal penculikan akan
menjadi prioritas bahasan kalangan wakil rakyat setempat. Hasil
audensi yang dilakukan warga dengan DPRD Labusel menyimpulkan bahwa
permasalahan yang dialami oleh Arbainah merupakan permasalahan yang
prioritas yang selanjutnya permasalahan penembakan warga dan legalitas
tanah agar sesegera mungkin diselesaikan dan tidak menimbulkan
permasalahan kembali. “Ibu kami minta untuk membuat laporan ke pihak
kepolisian dan kami akan mendampingi,” kata Zainal Harahap Wakil Ketua
DPRD Labusel.

Penculikan itu sendiri, menurut Arbaniah membuat dirinya mengalami
kedukaan. Karena, aksi SPORC itu, dirinyapun sempat mendapat pukulan
di dada yang dilakukan seorang oknum Polhut. Itu, katanya, karena
mempertanyakan dan mencoba untuk membela suaminya dari tindakan arogan
orang-orang yang menculik suaminya. Bahkan, dia juga mendapat
tendangan sekelompok Polhut dari atas mobil dinas yang digunakan
ketika akan membawa suaminya ketika itu.(fh)
Sumber : EksposNews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah siapkan Rp70 triliun untuk desa

    Pemerintah siapkan Rp70 triliun untuk desa

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA –  Kementerian Desa Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi menyiapkan anggaran sebesar Rp70 triliun untuk dialokasikan kepada setiap desa dan Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) di seluruh Indonesia. Dana tersebut merupakan 10 persen dari Rp 700 triliun anggaran transfer daerah, sehingga setiap desa akan dialokasikan sebesar Rp 1,4 miliar, bahkan akan ditingkatkan jumlah sesuai kebutuhan. “Untuk […]

  • Kepdes Huta Tua: RN Bukan Pengedar Ganja

    Kepdes Huta Tua: RN Bukan Pengedar Ganja

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Meski pihak Polres Mandailing Natal (Madina) menyatakan RN sebagai pelaku pengedar ganja, tetapi pengakuan berbeda justru dicuatkan Kepala Desa Pardomuan, Mahlil. Kepada wartawan di RSU Panyabungan, Senin (11/8/2014) Mahlil mengatakan bahwa apa yang disangkakan oleh Polisi menuduh RN (18) seorang pengedar ganja adalah tuduhan tak berdasar. “Yang saya tahu sebelumnya ada […]

  • Brimob Padang Sidimpuan Pantau Situasi Lahan Konflik

    Brimob Padang Sidimpuan Pantau Situasi Lahan Konflik

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Palas  – Sedikitnya 20 personel atau satu pleton satuan Brimob Padang Sidimpuan dipimpin Danton Brimob Ipda Maratoga, memantau situasi dan perkembangan yang terjadi di lahan konflik seluas 300 antara masyarakat Desa Aek Tinga Kecamatan Sosa dengan PT Victorindo Alam Lestari (VAL) Aliaga Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi), Minggu (14/12) lalu. Pantauan MedanBisnis di lokasi konflik, kehadiran […]

  • Afrika Berpotensi Batal Investasi Rp90 T

    Afrika Berpotensi Batal Investasi Rp90 T

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kemungkinan batalnya perusahaan Afrika, Sasol, disebabkan tidak adanya pasokan batu bara. Perusahaan asal Afrika Selatan, South Africa Coal, Oil, and Gas Corporation (Sasol) diperkirakan batal berinvestasi sekitar US$10 miliar atau setara Rp90 triliun di Indonesia. Kemungkinan batalnya Sasol itu disebabkan oleh tidak adanya pasokan batu bara yang mencukupi dari PT Bukit Asam Tbk. “Sasol sepertinya […]

  • Hari ini, Indonesia-Jepang bahas Inalum di Singapura

    Hari ini, Indonesia-Jepang bahas Inalum di Singapura

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Tim negosiasi PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) akan kembali mengadakan pertemuan dengan perusahaan Jepang terkait dengan pembelian Inalum. Pertemuan dengan pihak Nippon Asahan Alumunium (NAA) ini akan dilakukan di Singapura, hari ini, Selasa (12/11/2013). Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Hadiyanto mengatakan, pertemuan tersebut akan membahas lebih lanjut permasalahan […]

  • RPJM Madina Tahap Konsultasi Publik

    RPJM Madina Tahap Konsultasi Publik

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Mandailing Natal saat ini berada di tahap konsultasi publik. Kegiatan konsultasi berlangsung di aula hotel Madina Sejahtera, Kamis (23/9/2021) dibuka Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution. Dalam pidatonya, Atika menekankan bahwa kebijakan publik yang dilahirkan pemerintah daerah harus berdasarkan data yang relevan. […]

expand_less