Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Istana Tunggang Bosar Ulosi Sultan Palembang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
  • print Cetak


TAPSEL- Istana Tunggang Bosar Kesultanan Dasa Nawalu Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) diberi kehormatan untuk mangulosi Sultan Palembang, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dan permaisuri di acara parade kirab agung di Festival Keraton Nusantara VII tanggal 26-28 Nopember di Benteng Kuto Besak, Palembang. Selain Sultan Palembang, juga diulosi Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin, Kapolda Sumsel Irjen Pol Hasyim Irianto, dan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Gunaedi Pribadi
Disampaikan Patuan Bona Bulu mewakili Istana Tunggang Bosar yang berada di Janji Mauli Muara Tais, Kecamatan Batang Angkola, Tapsel, informasi yang mereka terima, Festival Keraton Nusantara VII dihadiri 155 kesultanan dan kerajaan se-Indonesia, termasuk dari luar negeri seperti Kesultanan Brunai, Filipina, Thailand, dan lainnya. Sebelum acara mangulosi yang dilakukan oleh Tongku Sutan Bangun Batari didampingi Namora Endang Bona Harto bersama permaisuri Istana Tunggang Bosar, Naduma Sari Raden Ayu Ispudiastari Siagian, dan Nurintan Harahap gelar Donggur Maria Bulan, diawali dengan persembahan Tortor Naposo Nauli Bulung (NNB) yang anggotanya siswa Pesantren Modern H Baharuddin Harahap yang dibawa di acara tersebut. “Alhamdulillah, itu sebuah kehormatan dan keistimewaan bagi Istana Tunggang Bosar,” ujar Patuan Bona Bulu kepada METRO, Kamis (9/12).

Tidak itu saja, rombongan Istana Tunggang Bosar yang diberangkatkan putra mahkota Patuan Batara Dikalasan, bahwa Tortor NNB dan gordang sambilan yang dipersembahkan selama sejam di acara malam pagelaran seni telah memukau ribuan pengunjung yang memeriahkan acara itu khususnya dapat mengobati sedikit kerinduan perantau Tabagsel di Palembang dan sekitarnya yang ikut menyaksikan acara itu.

“Bahkan sepulangnya dari Palembang, di Jambi kami dijamu makan oleh Haruaya Mardomu Bulung Provinsi Jambi yang diketuai Patuan Bosar,” sebut Patuan Bona Bulu.

Diutarakannya, rombongan Istana Tunggang Bosar yang menghadiri undangan tersebut yaitu Marahamin Harahap gelar Tongku Sutan Bangun Batari bersama Namora Endang Bona Harto, Naduma Sari Raden Ayu Ispudiastari Siagian, Nurintan Gelar Donggur Maria Bulan, Fachrurozi Hasibuan gelar Baginda Haholongan Mangaloksa, Patuan Banggor dan dirinya serta lainnya, mendapat pujian atas masakan khas Padang Bolak yaitu, holat dan silalat naduda (daun ubi tumbuk) yang disajikan di acara tersebut. Ini sebagai salah satu langkah yang dilakukan Istana Tunggang Bosar dalam mengenalkan salah satu masakan khas yang ada untuk dunia luar.

“Istana Tunggang Bosar juga menerima cenderamata berupa keris Mandau dari Kesultanan Kutaringin yang berada di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, yang juga bagian dari sebuah kehormatan bagi Istana Tunggang Bosar. Ini semua kita lakukan demi melanjutkan cita-cita almarhum Sultan H Baharuddin Harahap dalam melestarikan nilai-nilai adat budaya Tabagsel di kancah nusantara hingga dikenal ke luar negeri,” tutur Patuan Bona Bulu mengakhiri. (neo)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pusat Ambil Alih Izin Lingkungan dari Pemda

    Pusat Ambil Alih Izin Lingkungan dari Pemda

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Pemerintah Pusat mengambil alih izin terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dari Pemerintah Daerah dalam Omnibus Law Rancangan Undang-undang Cipta Kerja. Dalam draf yang diperoleh CNNIndonesia.com, Pasal 24 ayat 1 menyebut dokumen Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) merupakan dasar uji kelayakan lingkungan hidup. “Uji kelayakan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 dilakukan oleh Pemerintah Pusat,” tulis Pasal 24 […]

  • Acara Mangupa, SARASI Didoakan Bijak Pimpin Tapsel

    Acara Mangupa, SARASI Didoakan Bijak Pimpin Tapsel

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Tim relawan keluarga Syahrul Martua Pasaribu-Aldinz Rapolo Siregar (SARASI) menggelar prosesi mangupa, di Jalan Gende, Kelurahan Hutasuhut, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Sabtu (20/11) lalu. Ketua panitia acara, H Painan Siregar, bersama Ketua Naposo Nauli Bulung Napa Napa Ni Sibualbuali (NNBS), Faisal Reza Pardede, kepada METRO, Minggu (21/11), mengatakan, pelaksanaan syukuran tersebut merupakan […]

  • Jalan Amblas :

    Jalan Amblas :

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jalan Amblas : Jalan penghubung Panyabungan Gunung Baringin dititik Sidaing amblas. Minimnya parit jalan membuat jalan menuju ibu kota Panyabungan Timur ini banyak yang rusak.(Hol)

  • Mandailing Natal kaya Dengan  Batu Meteor/Badar Emas

    Mandailing Natal kaya Dengan Batu Meteor/Badar Emas

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Siapa bilang Daerah Mandailing Natal tidak kaya dengan hasil alam khususnya pertambangan? Setelah dimekarkan dari eks Kabupaten Tapanuli Selatan hasil hasil tambang mulai terlihat di tanah Gordang Sembilan baik emas, tembaga,timah dsb. Namun menurut penilitian dan investigasi salah satu LSM di Kabupaten Mandailing Natal menyebutkan bahwa Tanah Mandailing Natal ternyata memiliki batuan yang secara Geologi […]

  • Warga Bantahan Panyabungan Tanya Dana Bencana

    Warga Bantahan Panyabungan Tanya Dana Bencana

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Warga kawasan Batahan Kabupaten Madina pertanyakan dana bantuan pasca angin puting beliung yang menimpa 99 kk Masarakat Batahan, sedang inpormasi soal dana bantuan dari Pemda Madina sebesar Rp120 juta lebih dipertanyakan. Kamis (11/11) Dana sebesar Rp 120 juta tersebut menjadi bahan pertanyaan warga Batahan setelah ada mendapat inpormasi bahwa dana bantuan yang terulis pada […]

  • Saksi Sejarah yang mulai punah

    Saksi Sejarah yang mulai punah

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bukti-bukti sejarah di Natal kini terlihat tidak terawat. padahal bukti-bukti sejarah ini merupakan aset daerah yang tidak ternilai harganya (MOL)

expand_less