Minggu, 18 Okt 2026
light_mode

Percepatan Re-Operasionalisasi PT. SMGP Harus Diprioritaskan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perkembangan kemajuan yang berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan akan pasokan listrik, menjadi dasar untuk menempatkan upaya percepatan re-operasiolasasi PT. Sorik Marapi Geothermal Power (PT.SMGP) sebagai prioritas bagi pemerintah.

Demikian ditegaskan Mandailing Natal (Madina) Ali Mutiara Rangkuti dalam sebuah rilis pers yang dikirim ke redaksi Mandailing Online, Sabtu (14/2015).

Ali menjelaskan, uapaya percepatan pemenuhan listrik tersebut juga telah ditegaskan melalui Permen ESDM Nomor : 32 Tahun 2014 tentang Perubahan Ketiga Atas Permen ESDM Nomor 15 Tahun 2010 tentang Daftar Proyek-Proyek Percepatan Pembangunan Tenaga Listrik yang Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara dan Gas Serta Transmisi Terkait.

Oleh sebab itu, jelas Ali lebih lanjut, segala persoalan-persoalan yang menyangkut perizinan maupun dampak sosial yang telah terjadi, harus segera diselesaikan secepatnya.

”Bagaimanapun juga, pemanfaatan panas bumi di Sorik Marapi Mandailing Natal ini telah menjadi bagian dari agenda nasional Fast Track Program (percepatan pembangkit listrik – red) Tahap I dan II 10.000 MW. Sehingga sesungguhnya tidak ada celah bagi kita, baik pemerintah maupun masyarakat untuk menolak agenda tersebut,” katanya.

Berbagai persoalan yang mungkin telah terjadi selama ini harus  dituntaskan oleh Kementerian ESDM dan intansi pemerintah terkait sebagaimana rekomendasi (kesimpulan hasil rapat) DPR-RI pada tanggal 28 Januari 2008 yang lalu.

 

Penolakan Masyarakat : Tak Kenal Maka Tak Sayang

Menyangkut adanya aksi penolakan masyarakat terhadap PT. SMGP, secara sederhana Ali menyatakan, bahwa rentetan kejadian tersebut sesungguhnya hanya disebabkan masyarakat belum mengenal secara baik tentang pemanfaatan panas bumi.

“Berbeda dengan di beberapa daerah yang lain, pemanfaatan panas bumi adalah sebuah hal baru di Mandailing Natal. Seiring dengan keterbatasan informasi tentang hal ini ditengah-tengah masyarakat, dan ditambah pula adanya segelintir kelompok kepentingan yang menghasut masyarakat, maka pemanfaatan panas bumi oleh PT. SMGP seolah-oleh menjadi ‘hantu Lapindo’ di mata masyarakat. Padahal jika kita menoleh sedikit saja, ke Sarulla atau Sibayak, dapat kita lihat bahwa apa yang ditakutkan oleh masyarakat itu tidak ada sama sekali. Jadi ini persoalan di masyarakat adalah tak kenal maka tak saying,” katanya.

“Hal yang pasti, Proyek Lapindo Brantas tidak lah sama dengan pemanfatan panas bumi oleh PT. SMGP. Mulai dari struktur tanah (geologi) yang akan dimanfaatan, proses pemanfaatannya, sampai dengan hasilnya, semuanya berbeda.” tegas Ali.

”Itulah sebabnya saya mendorong pemerintah daerah, bekerjasama dengan PT. SMGP, institusi-institusi pendidikan dan lembaga-lembaga infrastruktur masyarakat lainnya, untuk bersama-sama menciptakan sebuah media yang mampu memperkenalkan dengan detail apa sesungguhnya pemanfaatan panas bumi itu. Dan jika perlu, pemerintah silahkan undang atau hadirkan tokoh atau masyarakat yang menolak saat ini untuk melakukan semacam debat publik secara ilmiah,” imbuhnya.

“Pertarungan’ dalam forum-forum ilmiah tersebut, saya pikir tentunya akan lebih berarti dan terhormat untuk membuka mata dan pikiran masyarakat, dibandingkan dengan pertarungan fisik yang berpotensi mengakibatkan korban jiwa, seperti apa yang telah kita alami beberapa waktu yang lalu,” sebut Ali.

“Ada banyak dampak positif dari pemanfaatan panas bumi untuk Mandailing Natal pada umumnya, dan terlebih-lebih untuk masyarakat di sekitar proyek pemanfaatan panas bumi tersebut. Selain meningkatan PAD daerah, perbaikan infrastruktur disekitar proyek, namun juga berkembangnya ekonomi mikro, sebagai akibat dari meningkatnya perputaran barang dan jasa di wilayah tersebut. Dan yang terkahir ini, saya pikir adalah hal yang terpenting. Kenapa? Karena keramaianlah yang akan selalu membentuk sebuah ‘pasar atau transaksi’. Itu yang saya yakini!” pungkas Ali.

Editor    : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemekaran Pantai Barat Ditagih

    Pemekaran Pantai Barat Ditagih

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masyarakat Pantai Barat kembali menagih realisasi pendirian kabupaten baru pemekaran dari Kabupaten Mandailing Natal. Masyarakat menilai, dengan pemekaran ini akan mengeluarkan mereka dari keterisoliran. Sekretaris Gerakan Mahasiswa Pantai Barat Bersatu (Gema PBB) M Fadri Lubis, Minggu (18/1) yang dilansir surat kabar Metro Tabagsel mengatakan, masyarakat Pantai Barat saat ini mulai […]

  • MASIH ADAKAH NASIONALISME “HALAK” MANDAILING

    MASIH ADAKAH NASIONALISME “HALAK” MANDAILING

    • calendar_month Jumat, 17 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Renungan HUT ke-73 RI Catatan : Akhiruddin Matondang   INSIDEN pelarangan pemasangan bendera merah putih di apartemen Kalibata City, Jakarta oleh pihak security viral di media sosial. Aneka hujatan serta umpatan ditujukan terhadap Agung Podomoro, selaku pemilik perusahaan pengembang itu. Kejadian ini menambah catatan kasus pelecehan terhadap NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang dilakukan pihak-pihak […]

  • Pegawai Dishub Binjai Cekik Wartawan

    Pegawai Dishub Binjai Cekik Wartawan

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI- Malam hari raya Idul Adha di Kota Binjai memang terlihat ramai, seluruh masyarakat berbondong-bondong mengendarai sepeda motor menuju pusat kota guna menyaksikan pawai takbir yang dilepas Wali Kota Binjai Idaham. Akibatnya, sejumlah ruas jalan di Kota Rambutan itu menjadi macat diantaranya, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Veteran, Jalan Kartini, Jalan Sultan Hasanuddin dan masih ada […]

  • Kearifan Lokal Mandailing Dalam Pra Bencana

    Kearifan Lokal Mandailing Dalam Pra Bencana

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Ennawaty Sari Mahasiswi STAIM   “Lubuk larangan ini boleh disebut merupakan bukti sensitivitas, kepekaan, kepedulian dan tanggungjawab masyarakat Mandailing terhadap lingkungan hidup untuk mencapai hubungan harmonis antara manusia dengan alam dan sebaliknya. Lubuk larangan mengajari kita  tentang pengelolaan, pemanfaatan dan pelestarian sungai untuk kelangsungan hidup manusia.”    Warisan peradaban yang ada hingga […]

  • Caleg Perempuan dan Keperempuanan

    Caleg Perempuan dan Keperempuanan

    • calendar_month Senin, 23 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Askolani Nasution                Budayawan Bias Gender itu sudah masalah klasik. Bukan sekedar keterwakilan perempuan dalam berbagai aspek sosial dan kebangsaan. Bukan juga soal emansipasi. Tapi memang, sudah kodratnya, perempuan berbeda dengan laki-laki dalam berbagai aspek, dan karena itu memerlukan pendekatan-pendekatan yang khas perempuan juga. Misalnya, jumlah murid perempuan di rata-rata sekolah lebih banyak […]

  • Bongkar Korupsi UI, KPK Panggil Pegawai Datascrip

    Bongkar Korupsi UI, KPK Panggil Pegawai Datascrip

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan instalasi teknologi informasi di Perpustakaan Universitas Indonesia  tahun anggaran 2010-2011. Untuk mengembangkan kasus itu, KPK melakukan pemeriksaan terhadap Pegawai PT Datascrip, Diah. “Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha ketika dikonfirmasi, Senin (3/2). KPK […]

expand_less