Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Tiga Situs Di Madina Diusul Menjadi Cagar Budaya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 8 Apr 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Tympanum Novem Multimedia mengusulkan tiga titik peninggalan sejarah di Mandailing Natal (Madina) dijadikan cagar budaya.

Ketiga titik itu adalah Candi Siwa di Simangambat, Bagas Godang di Huta Godang Ulu Pungkut dan Situs Padang Mardia di Huta Siantar Panyabungan.

Usulan itu diajukan pihak Tympanum menyusul permohonan pertimbangan pilahan dari Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya Kabupaten Madina terkait adanya peluang yang ditawarkan Kemendikbud yang mengusulkan cagar budaya di Mandailing Natal.

“Dan Tympanum Novem segera memberikan data-data fisik, deskripsi dan uraian sejarah objek kepada Disporaparbud,” kata Askolani Nasution dari pihak Tympanum menjawab Mandailing Online, Rabu (8/4/2015) di Panyabungan.

Dan pada Sabtu (4/4) pihak Tympanum sudah langsung ke titik-titik lokasi melakukan identifikasi, pengukuran, pencatatan dan rekam objek.

Askolani menjelaskan, Candi Siwa di Simangambat Kecamatan Siabu dibangun dengan struktur batu bata merah di bagian dalam dan batu pasir di bagian luar.  Ditemukan juga struktur batu berhias dan patung kepala kala.

Candi Simangambat mirip dengan candi Sewu di Jawa Tengah. Dari berbagai catatan ilmiah diyakini bahwa candi ini telah ada sejak abad ke 9 sampai 10 masehi dari masa Hindu-Budha klasik.

Candi Siwa di Simangambat lebih tua dari candi-candi lainnya di Sumatera Utara, yakni Candi Bahal yang selama ini lebih populer di wilayah bekas kabupaten Tapanuli Bagian Selatan.

Candi Siwa di Simangambat menguatkan deskripsi tentang kawasan Mandailing yang tertera dalam kitab Negara Kertagama yang ditulis Mpu Prapanca tahun 1365. Candi ini juga membuktikan bahwa adanya sebaran manusia di kawasan Mandailing sebelum adanya migrasi orang Batak dari Utara yang diperkirakan abad ke 15 masehi, dan usianya jauh lebih tua dari klaim tarombo (legenda silsilah) dari etnik Batak.

Candi ini pada awalnya dipublikasikan oleh peneliti Belanda Bosch dan Schintger tahun 1920. Tahun 2008 dilakukan penelitian oleh tim peneliti Universitas Sumatera Utara. Tahun 2009 kembali dilakukan penelitian oleh Balai Arkeologi Medan.

Sementara itu, Bagas Godang di Desa Huta Godang Kecamatan Ulu Pungkut adalah istana raja tradisional. Berbentuk jenjang, seluruh bangunan terbuat dari bahan kayu bermutu baik. Atap terbuat dari ijuk, bertanduk seperti kerbau dan memiliki ornamen khas Mandailing berupa perpaduan garis patah dan melengkung dengan warna merah, hitam dan putih.

Selain bangunan induk, juga terdapat bangunan lain seperti Sopo Godang yang tidak berdinding karena digunakan sebagai tempat bermusyawarah terbuka.

Di Bagas Godang ini  juga ditemukan patung Sangkalon, patung yang melambangkan keadilan dalam masyarakat Mandailing. Disebut juga patung “si pangan anak si pangan boru” (si pemakan anak lelaki, si pemakan anak perempuan), melambangkan sikap keadilan yang tidak pilih kasih.

Kerajaan Huta Godang di Ulu Pungkut didirikan oleh keluarga raja bermarga Lubis dari Manambin sebelum abad ke-19, atau sebelum Perang Paderi.

Sebelum Huta Godang (yang berarti kampung besar) didirikan, raja berkedudukan di satu tempat yang bernama Huta Dolok yang terletak di atas sebuah bukit tidak begitu jauh dari Huta Godang yang sekarang.

Kemudian, setelah Islam masuk pada awal abad ke 19, Huta Dolok dipindahkan ke satu tempat yang baru, dan kemudian dinamakan Huta Godang. Perpindahan terjadi sewaktu Raja Junjungan yang penghabisan. Atas perintah Tuanku Rao, Huta Dolok ditinggalkan dan didirikanlah Huta na Godang, agar masyarakat dapat berdiam dekat sungai guna mencuci diri untuk keperluan agama.

Sedangkan Situs Padang Mardia yang terletak di Kelurahan Huta Siantar Kecamatan Panyabungan menandai sentuhan masa Hindu-Budha Klasik di Mandailing Natal.

Di kawasan ini ditemukan makam bercungkup berbentuk piramida. Terbuat dari bata sedimen yang dilepat. Motif makam berpola hias dan pola bagian atas menyerupai kuntum bunga yang meruncing ke atas.

Di temukan juga batu bulat dengan bertuliskan aksara Arab. Ini menunjukkan bahwa sudah ada sentuhan Islam pada masa akhir periode Hindu-Budha klasik tersebut.

Temuan lainnya adalah umpak batu yang menyerupai tempat duduk arca atau singgasana. Berbagai sentuhan kebudayaan luar nusantara itu, menunjukkan bahwa kawasan Mandailing Natal sebelum abad ke 10 masehi, telah melakukan interaksi dengan penduduk di luar nusantara.

Pengusulan tiga objek dan kawasan ini diharapkan akan mengundang kunjungan wisatawan mancanegara nantinya. Selain itu, penetapan cagar budaya ini tentu akan makin mengokohkan Mandailing Natal sebagai kawasan yang bermartabat. Ini juga menguatkan pengertian sebagaimana yang disebut dalam buku Negara Kertagama bahwa Mandailing memang satu etnis yang utuh, bukan bagian dari etnis Batak sebagaimana disebutkan selama ini.

“Sebab, periode migrasi penduduk Batak dari Utara dan pencatatan Tarombo diyakini baru terjadi pada abad ke-15, sementara abad ke sembilan masehi, di kawasan Mandailing Natal telah ditemukan adanya peradaban yang amat berbudaya,” kata Askolani.

Peliput: Holik Nasution
Editor  : Dahlan Batubara

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tergantung Keuangan Daerah

    Tergantung Keuangan Daerah

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Perintah Mahkamah Konstitusi kepada KPU Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk melakukan pemungutan suara ulang sangat tergantung kemampuan keuangan daerah. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Madina As Imran Khaitami Daulay di rumah dinasnya di Panyabungan, Selasa (14/12/2010), menepis anggapan sejumlah kalangan bahwa pemungutan suara ulang diperlambat. Dikatakannya, sejauh ini DPRD masih mempersiapakan pembahasan RAPBD 2011. […]

  • 18 Desa di Kecamatan Siabu Dikabarkan Buat Mosi Tidak Percaya Pada Camat, Meminta Bupati Copot Jabatannya

    18 Desa di Kecamatan Siabu Dikabarkan Buat Mosi Tidak Percaya Pada Camat, Meminta Bupati Copot Jabatannya

    • calendar_month Rabu, 13 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online )- Desas desus Camat Siabu Syukur Soripada di mosi 18 Desa karena tidak adanya hubungan baik beredar luas di kalangan masyarakat di Kecamatan Siabu. Surat mosi tidak percaya  pada Camat Siabu itu kabarnya sudah sampai ke Bupati Mandailing Natal H.M.Ja’far Sukhairi Nasution. Para Kepala Desa meminta Bupati mencopot jabatan Camat Syukur Soripada […]

  • Majelis Ilmu Syekh H. M. Arsjad Thalib Lubis Distribusikan Alquran kepada Santri

    Majelis Ilmu Syekh H. M. Arsjad Thalib Lubis Distribusikan Alquran kepada Santri

    • calendar_month Rabu, 2 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Majelis Ilmu Syekh H. M. Arsjad Thalib Lubis mendistribusikan Alquran kepada puluhan santri binaan di kecamatan Panyabungan. Penyerahan Alquran bantuan dari Yayasan Khodimul Ummah Madani ini dilaksanakan pada Selasa (1/2) sore di kediaman Pembima Majelis Ilmu Syekh H. M Arsjad Thakib Lubis Mukhtar Nasution di Jalan Bermula, Kelurahan Sipolu-polu. Pimpinan Majelis […]

  • Sebaran Pengaruh Kerajaan Pagaruyung di Asia Tenggara

    Sebaran Pengaruh Kerajaan Pagaruyung di Asia Tenggara

    • calendar_month Kamis, 30 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kerajaan-kerajaan kecil yang mempunyai hubungan darah dan kekerabatan dengan Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung disebut sebagai “sapiah-balahan, kuduang-karatan, kapak-radai, dan timbang-pacahan” dari Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung. Dari sejarah yang sudah diteliti dan ditulis oleh para ahli mengemukakan bahwa selama tiga setengah abad kerajaan Pagaruyung mengirimkan anak-anaknya untuk menjadi raja atau anak perempuannya […]

  • Terkait Pemberitaan, Wartawan Waspada Diancam Akun Rizki Nasution

    Terkait Pemberitaan, Wartawan Waspada Diancam Akun Rizki Nasution

    • calendar_month Rabu, 21 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online): Salah satu wartawan media Harian Waspada Kabupaten Mandailing Natal mendapat ancaman berupa serangan dari akun facebook milik Rizki Nasution yang diduga merupakan warga desa Hutanamale, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Dalam percakapan singkat melalui messenger antara wartawan dengan pemilik akun Rizki Nasution, terlihat pemilik akun merasa tidak senang akibat pemberitaan yang dilakukan […]

  • Terpeleset di Parit, Hanyut ke Sungai Sangkumpal Bonang

    Terpeleset di Parit, Hanyut ke Sungai Sangkumpal Bonang

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Selamat, Putrinya Tewas SIDIMPUAN- Seorang ibu, Linda br Siregar (35), warga Lingkungan I, Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, beserta putrinya Sari Anggina Napitupulu (2,5), terpeleset di parit aliran Sungai Sangkumpal Bonang, Minggu (27/2) malam. Aliran air parit yang deras mengakibatkan keduanya terseret arus. Si ibu berhasil selamat setelah ditolong warga, namun putrinya ditemukan tewas, […]

expand_less