Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

Warga 4 Desa di Natal vs PT.DIS, Bupati Harus Progresif Memediasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 16 Mei 2016
  • print Cetak
Onggara Lubis dan Hendra Barani Hutusuhut

Onggara Lubis (kiri) dan Hendra Barani Hutusuhut (kanan)

NATAL (Mandailing Online) – Bupati Madina diminta lebih progresif memediasi antara 4 desa di Kecamatan Natal dengan PT. DIS agar kebun plasma yang tak terrealisasi besalan tahun, bisa tuntas.

Dan, konflik antara warga Sikara-Kara, Buburan, Bintuas dan Sundutan Tigo dengan PT.DIS bukanlah persoalan yang rumit jika ada kemauan masing-masing pihak untuk menyelesaikannya. Yakni kemauan yang baik dari pemerintah daerah, PT. DIS dan masyarakat.

Itu dikatakan Ketua DPD KNPI Mandailing Natal (Madina), Onggara Lubis, Senin (16/5) terkait persoalan kebun plasma sawit yang tak kunjung terrealisasi sejak 1998 dari  PT Rimba Mujur Mahkota (RMM). Bahkan setelah melakukan take over kepada PT. DIS (Dinamika Inti Sentoas), tetap saja kebun plasma untuk warga 4 desa itu disebut-sebut belum direalisasi.

“Saya menghimbau pemkab Madina dalam hal ini Bupati Mandailing Natal untuk melakukan mediasi antara perusahan dengan masyarakat dalam upaya percepatan penyelesaian pembangunan kebun plasma, sehingga permasalahan ini tidak berlarut-larut dan menjadi ajang pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan situasi dan menciptakan konflik yang berkepanjangan demi kepentingan dan keuntungan pribadi” tegas Onggara Lubis.

Sementara itu, Ketua PK KNPI Kecamatan Natal, Hendra Barani Hutusuhut menghimbau masyarakat 4 Desa yakni Sikara-Kara, Bintuas, Buburan dan Desa Sundutan Tigo di Kecamatan Natal, khususnya generasi muda  tidak terprovokasi dengan timbulnya permasalahan antara PT. DIS dengan beberapa oknum masyarakat agar permasalahan yang muncul saat ini tidak semakin keruh  sehingga mendapat solusi terbaik yang tidak merugikan pihak manapun.

“Berdasarkan pantauan kami di lapangan, PT. Dinamika Inti Sentosa  sudah melakukan pembangunan kebun plasma masyarakat 4 desa meskipun sepenuhnya belum dapat terealisasi, suatu hal yang wajar mungkin saja perusahaan menghadapi kendala di lapangan” tutur Hendra.

Lebih lanjut Hendra Barani Hutasuhut meminta kepada masyarakat 4 desa yang menjadi mitra PT. DIS untuk memandang persoalan ini secara jernih dan menyeluruh, tidak sepenggal-sepenggal sehingga menghasilkan kesimpulan yang benar dan tidak merugikan para pihak.

“Tidak ada gunanya bersengketa dengan perusahaan yang telah melakukan investasi  di wilayah kita, sebab yang namanya sengketa pasti para pihak sama-sama dirugikan, mari kita sama-sama menjaga kekondusifan sekaligus mencari solusi secara terbaik.

Editor             : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2011, biaya persalinan gratis

    2011, biaya persalinan gratis

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Tahun 2011 masyarakat Sumatera Utara kembali akan mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Pemerintah akan memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi penghuni panti asuhan, penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas), korban bencana alam dan biaya persalinan tanpa kecuali di 2011 nanti. Kepala Bidang Kepesertaan Jamkesmas, Kamaru Zaman, mengatakan untuk penghuni panti sosial, mereka tidak mempunyai kartu Jamkesmas, tapi […]

  • Aneh, Pemkab Madina Tidak Miliki Dokumen Forensik Kebakaran Pasar Baru 5 Tahun Lalu

    Aneh, Pemkab Madina Tidak Miliki Dokumen Forensik Kebakaran Pasar Baru 5 Tahun Lalu

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Aneh, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) ternyata tidak memiliki dokumen hasil Forensik Kepolisian terkait kebakaran yang melanda pusat pasar baru panyabungan yang terjadi 16 Juni 2018 lalu apakah pasar tersebut dibakar atau terbakar. Hal ini diakui Kepala Dinas Perdagangan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal Parlin Lubis saat dikonfirmasi Selasa 22/5) […]

  • Gedung SMP Diserahkan kepada pemerintah

    Gedung SMP Diserahkan kepada pemerintah

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Gedung SMP Desa Muara Botung, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal selama ini dibangun oleh praktisi hukum senior nasional, DR Todung Mulya Lubis SH LLM diserahkan kepada pemerintah. Acara tersebut di daerah tersebut, Senin (7/3). Pejabat (Pj) Bupati Madina, Ir H Aspan Sofian Batubara MM dalam sambutanya mengatakan, penghargaan yang tinggi kepada seorang putra daerah […]

  • PKB Buka Pendaftaran Calon Bupati, Faslah Sedia Maju Jika Diminta

    PKB Buka Pendaftaran Calon Bupati, Faslah Sedia Maju Jika Diminta

    • calendar_month Kamis, 25 Apr 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mandailing Natal, Sumut  membuka penjaringan dan pendaftaran bagi bakal calon bupati dan wakil bupati untuk Pilkada 2024. Pada temu pers di Aula Gusdur, Kantor PKB Mandailing Natal (Madina), Jl. Willem Iskander, Pidoli Lombang, Panyabungan, Kamis (25/4), Ketua DPC PKB Madina Khoiruddin Faslah Siregar didampingi Direktur […]

  • Wisata Sampuraga Destinasi Yang Akan Menggeliat

    Wisata Sampuraga Destinasi Yang Akan Menggeliat

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lokasi wisata Sampuraga harusnya menjadi destinasi di kawasan Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Sama seperti destinasi Malin Kundang di Pantai Air Manis, Padang, Sumatera Barat. Ketika saya membawa rombongan Mandailing Malaysia ke objek wisata Malin Kundang ini pada November 2019, destinasi ini dikunjungi banyak wisatawan lokal dan asing. Saat itu kawan saya wartawan Harian Haluan […]

  • Saragih, Malau dan Margono Dipecat Dari Polisi karena Konsumsi Narkoba

    Saragih, Malau dan Margono Dipecat Dari Polisi karena Konsumsi Narkoba

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Briptu Andi Bonardo Saragih, Bripda Sumando Malau dan Ajun Brigadir Nurya Margono dipecat sebagai anggota polisi. Mereka memakai narkoba dan doyan membolos. Briptu Andi Bonardo Saragih dan Bripda Sumando Malau diketahui sempat bertugas di Samapta Polres Jakarta Barat. “Kalau Ajun Brigadir Nurya Margono, saya tidak tahu dia bertugas di mana. Ketiga polisi ini […]

expand_less