Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Harga Daging, Infrastruktur dan Peternak Lokal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 8 Jun 2016
  • print Cetak
Sapi dan orang grafis

Sapi dan orang grafis

Tahun 2012 lalu saya dikontrak satu lembaga, menyurvey kebutuhan daging di Mandailing Natal (Madina), hasilnya : dalam sepekan Madina membutuhkan 25 ekor lembu. Lembu itu didatangkan dari Sumbar atau Bengkulu (beberapa tahun sebelumnya didatangkan dari kawasan Padang Lawas, tetapi karena tambah mahal akhirnya pedagang beralih ke Sumbar dan Bengkulu).

Itu bukan sapi impor, melainkan sapi yang diternakkakan oleh peternak lokal. Sapi potong impor hanya dipasarkan di kota-kota besar seperti Jakarta dan Medan.

Mengapa importir sapi tak melirik Madina atau kawasan Tabagsel sebagai pasaran sapi impor? Bukankah Tabagsel termasuk pasaran lumayan? Kalkulasinya, hitungan rata-rata saja : 5 kabupaten/kota x 25 ekor sepekan = 125 x 4 pekan = 500 ekor per sebulan x 12 bulan = 6.000 ekor setahun.

Menurut hitungan awam saya, importir sapi ogah membuka pasar di Tabagsel, karena : infrastruktur jalan yang bagai suar sair alias sudah sempit rusak parah pula. Bayangkan, sapi diimpor dari Australia atau India, tiba di Belawan pakai kapal. Dari Belawan ke Medan masih lumayan karena jalan tol mulus bagai paha artis cantik. Tetapi, naik truk dari Belawan ke kawasan Tabagsel justru membutuhkan biaya membengkak, karena pihak ekspedisi (truk) akan bilang : “ongkosnya sekian rupiah. Anda kan tahu, jalanan bagai kurap dan kudis yang tak kunjung sembuh, belum lagi ente lewat Aek Latong bikin truk ente batuk-batuk alias ringsek sebelum usia tua”.

Akibat infrastruktur jalan yang sempit dan bagai kolam ikan lele di musim hujan itulah mungkin sapi impor tak masuk Tabagsel. Dan sapi lokal pun jadi tuan rumah di kawasan sendiri. Dan itu bagus dari satu sisi, karena peternak lokal tak di “invasi” peternak Australia. Tetapi, ketika Jokowi menyuruh harga 80 ribu sekilo, kepala peternak lokal pun jadi gatal, pasalnya akan sulit menurunkan harga di bawah 100 ribu.

Mengapa peternak lokal sulit menurunkan harga? teori “banyak barang harga dibawah masih dapat untung – barang sedikit harga dibawah hanya balik modal”.

Peternak Australia masih untung walau laba per ekor sapi sebesar Rp500.000 (sudah bersih dari tetek bengek biaya produksi), sebab jumlah ternak peternak di sana rata-rata di atas seribu ekor : Rp 500.000 x 1000 ekor = 500.000.000 setahun.

Tetapi, “Parlombu” atau peternak lembu lokal di kawasan Tabagsel rata-rata hanya punya 4 hingga 10 ekor lembu, kandangnya pun di samping rumah. Jika laba per ekor Rp 500.000 maka total 2 juta rupiah per tahun (jika 4 lembu). Rp2 juta dibagi 12 bulan = -+ 160 ribu per bulan. Jika 160 ribu dibagi 30 hari = Rp 53 saja lah gaji parlombu menyabit rumput dan memandikan lembu tiap hari.

Makanya, instruksi Rp80 ribu per kilo oleh pak Jokowi akan sulit terjadi di Tabsagel. Kecuali “Parlombu” mau garuk-garuk kepala yang sebenarnya tak gatal.

Hingga posisi 2 hari Ramadan, harga daging di pasar Panyabungan masih tetap bercokol di kisaran Rp130.000 per kilo gram, bukan Rp80.000 sesuai dengan angka yang diinstruksikan presiden Jokowi.

Mengapa instruksi presiden tak digubris pedagang? Apakah data di Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan tidak valid? Entahlah, mungkin peternak di daerah tak akan rela dimiskinkan oleh ketidakberesan Jakarta. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sobir Lubis Pimpin Komisi I DPRD Madina

    Sobir Lubis Pimpin Komisi I DPRD Madina

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sobir Lubis terpilih menjadi Ketua Komisi I DPRD Mandailing Natal (Madina). Politisi Partai Golkar ini terpilih pada Rapat Paripurna Pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Madina, Selasa (5/11/2019). Komisi I DPRD Madina membidangi Pemerintahan, yang memiliki banyak sektor yang harus ditangani komisi ini, baik dari sisi legislasi, pengawasan maupun budgeting. […]

  • Marhata-Hata Dalam Upacara Marhorja di Nagari Kota Nopan, Rao Utara, Pasaman (2-selesai)

    Marhata-Hata Dalam Upacara Marhorja di Nagari Kota Nopan, Rao Utara, Pasaman (2-selesai)

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      2) Pelengkap dalam Marhorja (Pernikahan) Ada empat jenis bahan dan hewan penting di dalam perlengkapan marhorja yaitu: pira manuk na nihobolan (telur ayam), manuk (ayam), hambeng (kambing), dan horbo (kerbau). Tingkat mangupa dalam marhorja kecil dan mendasar paling sedikit harus memenuhi bahan penting sebutir telur ayam, tingkat kedua harus mengandung ayam, tingkat ketiga harus […]

  • Atika Nasution Salurkan Masker ke Pedagang

    Atika Nasution Salurkan Masker ke Pedagang

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin, MFin menyalurkan bantuan masker kepada para pedagang sejak tanggal 14 hingga 17 April 2020 dalam upaya melindungi pedagang dari Covid-19. Bantuan masker kepada pedagang ini memperlihatkan ketajaman perspektif Atika pada sektor ekonomi di Mandailing Natal. Pantauan wartawan di pasar lama Panyabungan, Jum’at (17/4) Atika didampingi kader […]

  • Ketua LSM Trisakti Adukan Oknum Anggota DPRD Madina ke Partai Demokrat

    Ketua LSM Trisakti Adukan Oknum Anggota DPRD Madina ke Partai Demokrat

    • calendar_month Senin, 5 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua LSM Trisakti Madina, Dedi Sahputra Hasibuan mengirim surat penganduan kepada DPC Partai Demokrat Kabupaten Mandailing Natal, Senin (5/9/2022). Surat itu mengadukan dugaan penganiayaan terhadap dirinya oleh oknum anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari Partai Demokrat. Dedi yang mengantar surat itu secara langsung ke sekretariat DPC Partai Demokrat Mandailing […]

  • Polri: Kasus pers tak bisa langsung ke polisi

    Polri: Kasus pers tak bisa langsung ke polisi

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Mabes Polri-Dewan Pers sepakat dan sepaham bahwa seluruh kasus yang berkaitan dengan pers tidak bisa langsung dilaporkan ke polisi. “Ke depannya tak bisa ujug-ujug lagi masyarakat langsung lapor ke polisi. Harus dilaporkan ke Dewan Pers dan menjalankan mekanisme mediasi terlebih dahulu dan hak jawab,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Iskandar Hasan, […]

  • 11 Nama Pelajar Darul Mursyid Latihan OSN

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Jumlah pelajar Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid yang mengikuti latihan OSN (Olimpiade Sains Nasional) sebanyak 11 pelajar. Rombongan pelatihan ini dibagi dalam dua kelompok dan lokasi berbeda. Sebagian mengikuti latihan di Medan, sebagian lainnya latihan di Bogor, Jawa Barat. Pelajar yang mengikuti latihan di Bogor meliputi, Imam Muchlizar siswa Darul […]

expand_less