Jumat, 12 Jun 2026
light_mode

Waspada Online akan tindak Kajati Sumut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 7 Jul 2011
  • print Cetak


MEDAN –
Penanganan kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa Tapanuli Selatan (TPAPD Tapsel), yang menjadikan Walikota Medan, Rahudman Harahap sebagai tersangka, mengundang keraguan publik. Meski Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah menetapkan Rahudman sebagai tersangka, penuntasan kasus ini terkesan sengaja dibiarkan.

Ketidakjelasan dan lambannya proses ini karena pihak Kejati Sumut disebut-sebut telah menerima aliran dana dari Rahudman untuk mengamankan kasus ini dari proses hukum. Waspada Online menanyakan kebenaran hal ini kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut), AK Basuni. Namun pertanyaan itu mendapat reaksi tidak menyenangkan dari Basuni yang membentak dan mengancam Waspada Online. Kejadian ini terjadi di ruang kerja Kajati Sumut, Selasa (5/7) kemarin.

Tidak hanya Basuni membentak Waspada Online, tapi para stafnya juga melakukan agresi fisik dan memaksa untuk menghapus rekaman wawancara tersebut.

“Siapa bilang?” teriak Basuni dengan nada tinggi kepada Waspada Online.

Asisten Intel (Asintel) Kejati Sumut, Andar Perdana Widiastono, langsung bereaksi dan mempertanyakan media mana yang memberitakan dugaan Kejati Sumut telah melakukan negosiasi dengan Rahudman agar kasus ini ‘aman’.. “Media mana? Mana, mana, tulisannya mana? Waspada Online?” bentak Andar, yang disambut dengan situasi tegang karena para staf Kajati Sumut ramai-ramai mendekati Waspada Online.

Aksi itu pun langsung disambut keluhan Basuni. “Lho jangan kamu asumsi begitu dong, saya ndak mau kamu ini. Ini Asintel “Udah Pak nanti saya anu,” ucap Andar kepada Kajati Sumut.

Namun ketika Waspada Online hendak keluar dari ruangan itu, Kajati Sumut menahan langkah Waspada Online dan memerintahkan untuk tetap duduk di ruangannya. “Enggak kamu ini dulu, disini! Belum selesai urusan saya dengan kamu! Kamu maksudnya apa? Kamu mau wawancara yang baik atau mau menjebak saya? Kamu mau ini apa judulnya wawancara dengan saya sekarang ini? Tadi waktu Asintel suruh menghapus (rekaman, red), apa maksudnya? Gak mau kamu?” tanya Basuni dengan bentakan keras.

“Itu yang berkembang itu bahwa saya hanya memalukan dong, saya datang kesini menerima uang dalam perkara kayak begitu. Jangankan, apa saya takut ke pejabat, nangani perkara? Track record saya tanya di sana. Jangankan walikota, gubernur saya kandangi. Jangan menganggap ragu ke saya, Dek. Apa saya istilahnya, mau memproses Rahudman, kalau proses awal kayak begitu, jadi ditimpahkan ke saya. Saya sudah berusaha maksimal untuk ekspose segala ke Kejagung, kok saya masih disalahkan? Kok adek masih menjebak-jebak saya kek gitu?” keluh Basuni.

Disaat bersamaan, ajudan Basuni, Irwanto, meminta kartu pers yang digunakan Waspada Online dengan alasan mau menyalin, namun wartawan Waspada Online menolak dengan keras.

Sebelum menghakhiri percakapan, Basuni mengancam Waspada Online. “Anda mau bersahabat tetap dengan saya silahkan. Kalau saya tersinggung tadi, anda me.. meralat oke. Kalau meralat ini saya selesai. Kalau masih dibawa masalahnya panjang. Silahkan!” kata Basuni dengan nada tinggi.

Ketika barjabat tangan, Basuni juga memberikan pernyataan. “Tolong dibaguskan kalau mau bersahabat,” tukasnya.

Menanggapi peristiwa ini, Asisten Redaktur Pelaksana Waspada Online, Harles Silitonga, menyesalkan sikap Kajati Sumut itu. “Tidak seharusnya pejabat seperti dia (Basuni) bersikap seperti itu. Wartawan kami bertanya dengan cara yang baik dan menjunjungtinggi KEJ (Kode Etik Jurnalistik), tapi wartawan kami langsung dimaki-maki. Belum lagi secara fisik bisa dikatakan telah melakukan agresi atau penyerangan. Diancam pulak,” tegas Harles, tadi malam.

Harles menegaskan, pihaknya sedang mempelajari peristiwa ini dan akan menindaklanjuti sesuai dengan hasil evaluasi redaksi dengan pimpinan. “Ini aksi yang tak betul. Kami akan pelajari dan bahkan ini sudah menjadi perhatian pemimpin redaksi kami. Kami tidak takut menindaklanjuti ancaman Basuni itu,” Harles menegaskan lagi.
Sumbr : Waspada.co.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lia Eden Bebas

    Lia Eden Bebas

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lia Aminudin alias Lia Eden (64), terpidana kasus penodaan agama dijemput tujuh orang pengikutnya saat keluar dari Lapas Wanita Tangerang, Banten, Jumat (15/4). Lia Eden bebas setelah menjalani masa tahanan 2,5 tahun yang dijatuhkan vonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang diketuai Sujbacran pada 2 Juni 2009. Sumber : Analisa

  • KNPI Madina Sepakat izin PT SMGP Dicabut

    KNPI Madina Sepakat izin PT SMGP Dicabut

    • calendar_month Kamis, 4 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Mandailing Natal satu sikap dengan Komisi VII DPR RI mengenai kasus geothermal yang dikelola PT SMGP di Mandailing Natal, Sumut. Wakil Ketua DPD KNPI Mandailing Natal (Madina), Fahmi Hendrawan Nainggolan S.Sos dalam rilis pers diterima Mandailing Online, Rabu (3/2/2021) menyatakan bahwa pihaknya menolak perusahaan […]

  • Bupati Madina Membaur Dengan Warga

    Bupati Madina Membaur Dengan Warga

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution membaur dengan warga ketika melakukan kunjungan ke kawasan Desa Aek Mata Kecamatan Panyabungan. Kunjungan itu dalam rangka meninjau kondisi penduduk di kawasan desa yang belum memiliki infrastruktur jalan yang memadai itu.

  • Polsek Muara Sipongi Sudah Tahu Tersangka Pembunuh Abdullah

    Polsek Muara Sipongi Sudah Tahu Tersangka Pembunuh Abdullah

    • calendar_month Rabu, 3 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA SIPONGI (Mandailing Online) : Pihak Posek Muara Sipongi sejauh ini sudah mengetahui identitas tersangka pembunuhan terhadap Abdullah. Kapolsek Muara Sipongi, AKP Junaidi menyatakan, Rabu (3/2) bahwa pihaknya sudah mengantongi identitas tersangka pembunuhan. Dan saat ini polisi sedang melakukan pengejaran, karena diduga tersangka melarikan diri keluar daerah. Hanya saja, dia belum mempublikasikan nama tersangka kepada […]

  • Minoritas Anggota DPRD Madina Jangan Cacing Kepanasan

    Minoritas Anggota DPRD Madina Jangan Cacing Kepanasan

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Minoritas anggota DPRD Madina jangan jadi cacing kepanasan terkait keputusan kocok ulang alat kelengkapan dewan yang disetujui mayoritas anggota. Keputusan itu disetujui 26 dari total 40 anggota DPRD Madina. Sebab, sejumlah anggota dewan, melalui Binsar Nasution telah menyurati pimpinan dewan menekankan pergantian alat kelengkapan tidak sah. Sikap Minoritas ini dinilai ibarat cacing […]

  • Orang Malaysia tertarik bahasa Madura

    Orang Malaysia tertarik bahasa Madura

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tidak tampak kebanggaan berlebihan pada diri Ayu Kusuma atas keberhasilannya mempengaruhi perilaku orang lain di luar negeri. Ceritanya terkesan datar meskipun sebetulnya ia tak bisa menutupi kebanggaannya itu. Ayu bersama lima teman lainnya, siswa kelas III SMKN 2 Bondowoso, telah berhasil memperkenalkan salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia yakni bahasa dan logat Madura. Ayu Kusuma […]

expand_less