Kamis, 4 Jun 2026
light_mode

Operasi Pasar di Tapian Sirisiri Sepi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 21 Jun 2016
  • print Cetak
Karena sangat sepi pembeli, petugas hanya bincang-bincang  dalam operasi pasar di Tapian Sirisiri

Karena sangat sepi pembeli, petugas hanya bincang-bincang dalam operasi pasar di Tapian Sirisiri

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Biasanya pasar murah alias operasi pasar selalu diserbu kaum ibu. Tapi di Tapian Sirisiri justru sepi.

Hingga pukul 14.15, Selasa (21/6/2016), jumlah penjualan beras masih sekitar 500 kg dari 7 ton yang disiapkan dalam operasi pasar yang dilaksanakan Pemkab Madina di Tapian Sirisiri.

Sebelumnya, pihak Bagian Perekonomian Pemkab Madina menyatakan bahwa bulog telah menyiapkan sekitar 7 ton beras untuk hari ini dengan harga Rp7.900 per kilogram.

Di sisi lain, Mandailing Online juga melihat satu unit mobil milik Pekab Madina melaju di jalanan kota Panyabungan mengumumkan dengan pengeras suara bahwa ada oparasi pasar di Tapian Sirisiri.

Pantauan Mandailing Online, para pedagang yang menunggui dagangan terilihat santai saja karena tak banyak kesibukan.

“Baru sekitar 500 kilo terjual, bang,” kata seorang penjaga laki-laki yang bertugas melayani pembeli di Tapian Sirisiri, Selasa (21/6). Pihak pedagang memajanghkan beras di bak belakang truk yang diparkirkan di Tapian Sirisiri.

Sementara itu, truk  tempat menjual gas elpiji 3 kg juga terlihat sangat sepi, bahkan Mandailing Online belum melihat ada pembeli selama Mandailing Online mengamatinya sekitar 30 menit.

“Kalau begini terus, bos kami mungkin  tak mau bertahan di sini, mungkin besok pindah dari sini, pindah ke pasar baru,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah ibu rumah tangga di Panyabungan, mengaku malas pergi belanja ke Tapian Sirisiri, meski Pemkab Madina menyediakan harga murah dalam operasi pasar beras dan gas elpiji. Alasan kaum ibu, karena jalan menuju tapian Sirisiri masih harus melewati perkantoran pemkab dan tak ada angkot ke sana.

“Ah..malas, jauhnya lokasi itu, harus lewat kantor pemkab lagi,” ujar Kutek, seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Dalan Lidang kawasan Lubuk Sibegu kepada Mandailing Online, Selasa (21/6/2016).

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga mengaku Irma Nasution dari Sipolu-polu menyatakan tak mau ke Tapian Sirisiri dengan alasan terlalu jauh dari pemukiman.

“Pantai Sirisiri itu jauh dari pemukiman, mana ada rumah di sekitar sana. Malas ah..kata orang, hantu yang banyak di sana. Bagusan ke pasar saya belanja,” katanya.

Peliput  : Maradotang Pulungan

Editor    : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gayus Pelesiran ke Makau dan KL

    Gayus Pelesiran ke Makau dan KL

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menkum HAM: Gunakan Nama Sony Laksono JAKARTA-Kabar kepergian terdakwa kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan ke luar negeri saat menjalani masa tahanan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, sepertinya bukan isapan jempol. Menkum HAM Patrialis Akbar mengungkapkan menemukan paspor dengan foto mirip Gayus menggunakan wig seperti saat plesiran ke Bali. Patrialis mengatakan, dalam paspor […]

  • 30 Tahun Beroperasi, Izin Galian C PT KPPN Langkat Mati

    30 Tahun Beroperasi, Izin Galian C PT KPPN Langkat Mati

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Selesai, Izin lokasi pertambangan galian C milik PT Karsa Prima Permata Nusa (KPPN) sudah tidak berlaku lagi alias mati. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Langkat Iskandarsyah di Stabat, Rabu (09/02/2011). Kata Iskandar, pihaknya telah menyurati pihak PT KPPN supaya memperpanjang izinnya. Jika surat tersebut tidak diindahkan, Pemkab Langkat akan menurunkan tim […]

  • OTK Aniaya Empat Warga Tabuyung

    OTK Aniaya Empat Warga Tabuyung

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sekelompok orang tak dikenal (OTK) menganiaya empat orang warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (07/04/2011) dinihari sekira pukul 02.00 WIB. Akibatnya, 1 orang kritis, 2 luka berat, 1 luka ringan. Korban pengeroyokan yakni Zarubaton (50), Istri Zarubaton, Nur Asmi (60) dan Zulham (25), harus dirawat di RS Panyabungan. […]

  • Pertemuan Segitiga Bupati Madina, DPRD Madina, PT.SMGP Berbuntut Panjang

    Pertemuan Segitiga Bupati Madina, DPRD Madina, PT.SMGP Berbuntut Panjang

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pertemuan segi tiga antara Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, Wakil Ketua DPRD Madina Ja’far Sukheri Nasution dengan Direktur PT.SMGP (Sorik Merapi Geothermal Power) Peter Hobart yang berlokasi di salah satu tempat di Madina pada 10 Oktober 2014 lalu berbuntut panjang. Pasalnya pimpinan DPRD Madina, kamis (27/11) mulai mempertanyakan legalitas kehadiran […]

  • PDIP Madina Desak Penertiban Mesin Galundung

    PDIP Madina Desak Penertiban Mesin Galundung

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Mandailing Natal (Madina) Iskandar Hasibuan yang juga Anggota DPRD Madina mendesak Muspida Plus secepatnya menertibkan pengoperasian alat pengolah emas (mesin galundung) yang kini merajalela di Kota Panyabungan dan Kecamatan Hutabargot. Itu dikatakannya kepada wartawan, Jumat (25/03/2011) di Kantor DPRD Madina, usai meninjau wilayah tambang rakyat di Kecamatan Hutabargot yang […]

  • Diantara Kontaminasi Budaya Flexing dan Konten Negatif

    Diantara Kontaminasi Budaya Flexing dan Konten Negatif

    • calendar_month Sabtu, 25 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Radayu Irawan, S.Pt Penulis, tinggal di Padang Sidimpuan Di era ini, eksistensi diri menjadi prioritas bagi kebanyakan individu. Hal ini dibuktikan dari menjamurnya konten-konten negatif yang berlagak kaya hingga konten membahayakan jiwa bahkan berujung maut. Seperti yang baru-baru ini terjadi. Seorang wanita inisial W (21) di Bogor, ditemukan tewas tergantung di rumah kontrakannya di […]

expand_less