Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Orang Kaya Panyabungan dan Oknum Pejabat Gunduli Hulu Sungai Rantopuran

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 1 Sep 2016
  • print Cetak
Hutan Rantopuran gundul dan bangkai-bangkai kayu sekitar 1 km dari Sopo Batu. foto tahun 2013

Hutan Rantopuran gundul dan bangkai-bangkai kayu sekitar 1 km dari Sopo Batu. foto tahun 2013

PANYABUNGAN (Mandailing Onlne) –  Ribuan hektar hutan kawasan hulu Sungai Rantopuran sudah gundul oleh kerakusan para orang kaya dari kota Panyabungan dan sejumlah pejabat pemerintah.

Kawasan yang digunduli itu berada di wilayah Desa Sopo Batu dan Gungun Tua Julu, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal.

Hutan itu masuk dalam kawasan hutan register atau hutan lindung. Tetapi, para saudagar kaya dan sejumlah pejabat pemerintah telah menumbanginya dan membuka kebun dalam upaya memupuk kekayaan tanpa memikirkan nasib sejumlah desa yang sudah sering dikaramkan sungai itu.

Aksi penjualan ini sudah berlangsung sekitar 7 tahun. Jika tak segera dihentikan, bencana akan terus dihadapi desa-desa yang dilintasi Sungai Rantopuran, yakni Desa Gunung Tua Lumban Pasir, Gunung Tua Tonga, Gunung Tua Jae, Manyabar, Saba Jambu, Pagaran Tonga dan Desa Gunung Manaon.

Sungai Rantopuran termasuk sungai yang sangat berbahaya jika meluap. Banjir bandang terbaru terjadi pada tahuhn 2012 dan 2013 yang menghayutkan rumah-rumah penduduk di Desa Gunung Tua Jae, Gunung Tua Tonga. Merendam ratusan rumah di Desa Gunung Manaon, Pagaran Tonga dan Manyabar.

Tak itu saja, wilayah persawahan di Gunung Tua Jae, Manyabar dan Gunung Manaon sudah banyak yang luluhlantak dihantam Sungai Rantopuran.

Kini, warga  Desa Gunung Tua Lumban Pasir, Gunung Tua Tonga, Gunung Tua Jae, Manyabar, Saba Jambu, Pagaran Tonga dan Desa Gunung Manaon berada dalam kondisi ketakutan dihantam arus sungai jika kelak bandang lagi.

Bahkan, Desa Gunung Manaon, Manyabar dan Pagaran Tonga sudah menjadi langganan karam tiap tahun bilamana musim penghujan tiba.

“Para saudagar kaya dan pejabat pemerintah itu berasal dari kota Panyabungan. Mereka punya banyak uang dan membeli hutan-hutan itu dari beberapa orang warga Sopo Batu,” ungkap Amran Lubis warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Kamis (1/9/2016) di pasar Panyabungan.

Disebutkannya, tidak semua warga Sopo Batu yang berani menjual hutan-hutan itu, tetapi hanya  beberapa orang saja. Parahnya, bukan kawasan hutan Sopo Batu saja yang dijual, termasuk juga hutan ulayat Gunung Tua Julu, tetapi warga Gunung Tua Julu diam saja.

Dokumen jual beli hutan ini kabarnya tidak sampai pada tingkat sertifikat, karena status hutan yang dijulan adalah hutan lindung.

“Tetapi, jika ada camat atau kepala desa yang menandatangani jual belinya akan terkena pidana karena hutan itu tak bisa diperjualbelikan, sebab statusnya hutan lindung. Kami akan mencari bukti-bukti apakah ada kepala desa atau camat yang terlibat meneken,” katanya.

Peliput  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Tutup Tambang Emas Tradisional

    Pemkab Madina Tutup Tambang Emas Tradisional

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) menghentikan semua aktivitas tambang tradisional di Kecamatan Huta Bargot. Kebijakan ini untuk menghindari jatuhnya korban lain pascakematian empat penambang, Rabu 20 April 2011 sore. ”Kami sudah mengeluarkan surat edaran agar warga yang bekerja sebagai penambang menghentikan aktivitasnya karena pemerintah tidak mau ada korban berikutnya,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) […]

  • Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA : Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam satu pekan terakhir mengakibatkan produksi dan harga getah karet di pasar-pasar lelang karet menurun. Seperti di Kelurahan Kota Siantar, harga getah karet turun dari semula Rp15.000 menjadi Rp13.500 per kilogramnya. Begitu juga di Desa Gunungtua Kecamatan Panyabungan, harganya hanya Rp13.000 per kg, dan […]

  • Eksotisme  Rodang Tinapor di Film “MARINA”

    Eksotisme Rodang Tinapor di Film “MARINA”

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Tympanum Novem Films kembali menggarap film Mandailing terbaru untuk produksi ke sepuluh mereka. Kali ini memilih judul “Marina” dengan rencana durasi sekitar 2 jam, lebih panjang dari film-film yang diproduksi Tympanum sebelumnya. Film “Marina” ini digarap dengan plot cerita bisa lebih lentur agar penonton lebih terhibur. Hingga kini tahapan produksinya masih […]

  • KPK Kembali Periksa Sutan Sebagai Tersangka

    KPK Kembali Periksa Sutan Sebagai Tersangka

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memeriksa mantan Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pembahasan APBN-Perubahan tahun 2013 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. “Diperiksa sebagai tersangka,” kata Sutan saat tiba di gedung KPK Jakarta, Senin. Sutan sudah pernah beberapa kali diperiksa sebagai tersangka dalam […]

  • Jalan Terbangun, Kenderaan Sudah Mudah Ke Sawah

    Jalan Terbangun, Kenderaan Sudah Mudah Ke Sawah

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para petani senyum sumringah setalah jalan jenis rabat beton selesai dikerjakan pada jalur Saba Apas, Desa Gunung Tua Iparbondar, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Sarbein Lubis (53), seorang petani kepada wartawan, Selasa (8/10/2013) mengatakan, sejak selesainya pembangunan jalan ini, para petani sangat terbantu karena kenderaan sudah bisa langsung dibawa ke pinggir sawah […]

  • TNI Anggap Situs Wikileaks Bukan Ancaman Serius

    TNI Anggap Situs Wikileaks Bukan Ancaman Serius

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pembocoran dokumen rahasia sejumlah negara oleh situs wikileaks, belum dianggap oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai ancaman serius. Pasalnya, sejauh ini TNI belum mendapatkan konfirmasi mengenai kebocoran dokumen rahasianya. Hal tersebut dituturkan oleh Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, usai upacara penerimaan 1.301 anggota TNI yang baru saja kembali dari Libanon untuk misi […]

expand_less