Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Gerakan Sejuta Santri Didesak Selamatkan Aldi dari Amputasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Sep 2016
  • print Cetak
Aldi Subhandi Hasibuan

Aldi Subhandi Hasibuan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gerakan Sejuta Santri mendesak dibentuk dalam upaya menggalang pengumpulan infaq dari para santri untuk membiayai perobatan Aldi Suphandi Hasibuan.

Santri di pesantren Darul Ikhlas, Dalan Lidang, Panyabungan itu saat ini sangat butuh biaya berobat di Jakarta agar kakinya tak diamputasi.

Aldi santri yang cerdas. Mendapat juara II ketika semester I, dan sekarang masuk program Tahfizul Qur’an. Keluarganya yang miskin tak memiliki biaya yang cukup untuk mengobati kakinya di sebuah klinik di Jakarta, harapan satu-satunya agar kakinya tak harus diamputasi.

Saat ini Aldi berada di Jakarta berbekal biaya yang berasal dari infaq para santri dan alumni Pesantren Darul Ikhlas Panyabungan. Tetapi infaq yang terkumpul itu masuh sangat tidak cukup mengingat rentang perobatan di Jakarta membutuhkan waktu minimal 6 bulan.

“Gerakan Sejuta Santri diharapkan mampu berhasil terkumpulnya dana yang berasal dari infaq para santri,” kata Alamulhaq Lubis, warga Panyabungan kepada Mandailing Online di pasar Panyabugan, Selasa (27/9).

“Harus ada motor penggerak bagi lahirnya Gerakan Sejuta Santri ini. Menurut saya gerakan demikian ini memiliki peluang terkumpulnya dana besar, mengingat jumlah pesantren di Madina sangat banyak sehingga daerah ini dijuluki Kota Santri,” ujarnya.

Orangtua Aldi sendiri di Desa Huraba Kecamatan Siabu, Mandailing Natal telah menggadaikan sawah demi kesembuhan anaknya.

Tapi, uang dari hasil menggadaikan sawah itu tak cukup. Tak ada lagi yang bisa digadaikan, karena sawah itu hanya satu-satunya harta yang dipunya.

Lutut Aldi membengkak akibat terjatuh beberapa waktu lalu. Tim dokter di RSU Panyabungan sempat memvonis bahwa kakinya harus diamputasi menghindari pelebaran pembengkakan.

Alhamdulilillah, harapan tidak diamputasi muncul. Sebuah klinik di Jakarta yang memadukan medis dan herbal menyatakan kaki Aldi bisa tak diamputasi, hanya saja butuh lema pengobatan selama sekitar 6 bulan.

Persoalan sekarang adalah biaya. Soalnya Marwan Hasibuan, ayah Aldi, adalah keluarga kurang mampu karena hanya bekerja sebagai buruh bangunan.

“Saya berusaha menutupi semua kebutuhannya. Tapi, dengan gambaran tidak kurang Rp 3 juta per bulan, jelas saya tidak mampu” katanya.

Peliput : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tyimpanum Novem Sikapi Asosiasi Produser Tabagsel

    Tyimpanum Novem Sikapi Asosiasi Produser Tabagsel

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pimpinan Tyimpanum Novem Film’s, Askolani Nasution akhirnya angkat bicara menyikapi pembentukan Asosiasi Produser Tabagsel (APTA) yang terbentuk pekan lalu di Panyabungan. Dikatakannya, Tympanum dengan tegas tidak akan ikut masuk ke organisasi APTA tersebut karena organisasi ini tidak sesuai dengan desain dan falsafah perjuangan Tympanum. Meski begitu Askolani tetap menghargai orang untuk […]

  • B A B I A T (Episode 7-Tamat)

    B A B I A T (Episode 7-Tamat)

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya: Halak Kotanopan   Sementara Rosma, sang putri yang belum tidur, juga dapat mendengar auman harimau tersebut. Saat itu dia sedang berada di kamar mandi, di dalam kamarnya. Dia baru saja berkumur kumur sehabis muntah muntah. Sebenarnya sudah beberapa hari ini di merasa mual mual terus, dan sejak sore dia sudah beberapa kali muntah muntah. […]

  • Honor Kantor Perananan Wanita Balum Digaji 8 Bulan

    Honor Kantor Perananan Wanita Balum Digaji 8 Bulan

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 21 tenaga honorer di Kantor Pemberdayaan Wanita Perlindungan Anak Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum digaji 8 bulan. Ke-21 honorer itu selama ini ditugaskan di Seksi BKKBN yang sumber gajinya berasal dari pemerintah provinsi. Sejumlah tenaga honor kepada wartawan Rabu (24/7) mengaku belum digaji sejak 8 bulan lalu. Kondisi itu menyebabkan […]

  • Terkait Penangkapan Anggota LSM di Kotanopan

    Terkait Penangkapan Anggota LSM di Kotanopan

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LSM itu mitra pemerintah, ya. Tapi bukan pemerintah, apalagi merasa jadi aparat pemerintah. Karena itu ia disebut NGO (Non Governmental Organization). Tegas sekali istilah itu. Kalau swadaya artinya tenaga sendiri, iklas bekerja membantu orang, tidak minta imbalan. Ia mitra pemerintah untuk mendorong program pemerintah agar lebih cepat progresnya. Misalnya membina kelompok tani, pemulihan lingkungan alam, […]

  • ATAS NAMA GALUNDUNG

    ATAS NAMA GALUNDUNG

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Ada banyak kata ternyata yang mati, zaman melupakannya. Tapi ada juga banyak kata yang kembali terpilih, karena zaman tak melupakannya. Sebutlah “galundung” sebuah idiom yang tiba-tiba meneror pola perhatian kita. Ia bukan sekedar alat pemecah batu. Kalau hanya itu, ia tidak akan lebih hebat dari palu, martil, “indalu” atau “batu panggilingan”, meskipun dalam konteks fungsi […]

  • Lantik Pejabat Eselon

    • calendar_month Kamis, 6 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lantik: Sekretaris Daerah M Daud Batubara atas nama bupati Madina Hidayat Batubara melantik pejabat eselon II,III dan IV di gedung serba guna, Parbangunan, Rabu (4/6/2013). Sebanyak 169 PNS yang ikut dalam rotasi jabatan itu. Eselon II terdapat 6 orang. Sementara eselon III dan IV sebanak 163 orang. (foto: Maradotang Pulungan/Mandailing Online)

expand_less