Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

PENGUATAN KEBUDAYAAN MANDAILING

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 3 Mei 2018
  • print Cetak

Oleh : ASKOLANI NASUTION

Disampaikan pada Kegiatan Konsolidasi Organisasi
Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat dan Budaya Mandailing Natal
Hotel Madina Sejahtera, Panyabungan, Kamis 3 Mei 201

 

 

Askolani Nasution

 

Daya Tarik Mandailing

Mandailing memiliki catatan perjalanan yang luar biasa sebagai bangsa. Karena itu, catatan itu idealnya dapat menumbuhkan semangat untuk merevitalisasi kebudayaan Mandailing. Apalagi ketika dalam kontekstualitas sekarang, kebudayaan Mandailing begitu tergerus kebudayaan global. Berikut ini berbagai catatan tentang Mandailing yang patut menjadi renungan bersama.

I. Mandailing sebagai suku bangsa yang menarik di luar negeri, baik dari kajian antropologi, arkeologi, sejarah, dan seni budaya.

  1. Artikel Donald J. Tugby berjudul “The Social Function of Mahr in Upper Mandailing, Sumatra” yang dimuat dalam majalah “American Anthropologist, New Series,” Vol. 61, No. 4 (Aug., 1959),
  2. Artikel yang ditulis Margaret J. Kartomi berjudul “Dualism in Unity: The Ceremonial Music of the Mandailing Raja Tradition”, yang dimuat di “Asian Music” Vol. 12, No. 2 (1981), University of Texas,
  3. Artikel yang ditulis Rodgers berjudul “Compromise and contestation in colonial SumatraAn 1873 Mandailing schoolbook on the Wonders of the West” yang terbit di Leiden tahun 2002,
  4. Artikel yang ditulis David Radcliffe berjudul “The Peopling of Ulu Langat” yang dipublikasikan di Universitas Cornell tahun 1969,
  5. Buku Susan Rodgers berjudul “Print, Poetics, dan Politics” yang terbit di Leiden tahun 2005,
  6. Artikel Susan Rodgers berjudul “Folklore with a Vengeance: A Sumatran Literature of Resistance in the Colonial Indies andNew Order Indonesia” terbitan Universitas Illinois, Amerika, tahun 2012, dan sebagainya.

II. Makin banyak entitas Mandailing yang punah

  1. Banyak alat musik Mandailing yang tidak dikenali, tidak ada yang mampu membuatnya, dan tidak ada yang mampu memainkannya.
  2. Tidak ada karya sastra Mandailing yang baru dan sastra lama tidak terdokumentasikan. Misalnya buku “Doea Sadjoli”, “Ngana Niambang”, “Toelboek Haleon”, dan lain-lain malah ditemukan di universitas luar negeri.
  3. Banyak tradisi Mandailing yang tidak dikenali, misalnya: Marturi, Manyaraya, Marsialap Ari, Martoktok, Mangulangi, Mambungkas Tobat, dan lain-lain.
  4. Banyak relief, motif, arsitektur, seni tembikar yang tidak dikenali dan kehilangan identitas. Pelaminan tidak lagi berkarakter Mandailing, bindu kehilangan keaslian, dan lain-lain.

III. Kekhawatiran punahnya bahasa Mandailing

  1. Tiga kata dari satu kalimat tuturan bahasa Mandailing tidak asli.
  2. Bahasa Mandailing satu-satunya di dunia yang memiliki lima tingkatan: 1) ragam bahasa adat, 2) ragam bahasa somal, 3) ragam bahasa andung, 4) ragam bahasa parkapur, 5) ragam bahasa bura.
  3. Kegagalan menulis pikiran dan perasaan dengan menggunakan bahasa Mandailing.

VI. Kekhawatiran punahnya aksara Tulak-Tulak

  1. Bahasa dan Aksara Tulak-tulak dibuat dalam satu mata kuliah di luar negeri.
  2. Tidak semua suku bangsa memiliki sistem aksara sekalipun ada sistem bahasa yang mandiri.
  3. Aksara Tulak-Tulak adalah aksara asli semua rumpun bahasa Tapanuli
  4. Uni-code Aksara Tulak-tulak yang kita kenal selama ini tidak asli.
  5. Banyak informasi tentang khazanah Mandailing yang ditulis dalam Aksara Tulak-tulak tapi tidak teralihbahasakan.

V. Pendidikan Karakter yang rancu, padahal karakteristik Mandailing jauh lebih memadai.

  1. Berbagai macam muatan pendidikan karakter yang diseragamkan secara nasional tidak efektif membentuk karakteristik anak didik.
  2. Konsep etika dan tingkah laku tataran budaya Mandailing jauh lebih menjanjikan sebagai alternatif pola pembentukan karakter peserta didik.

VI. Banyaknya cagar budaya yang tidak teregistrasi

  1. Punahnya berbagai cagar budaya yang kita miliki, baik berupa benda maupun non benda.
  2. Banyak cagar budaya lain yang belum teregistrasi apalagi pemugaran

VII. Mandailing sebagai pusat peradaban luar biasa di masa lalu:

  1. Peninggalan prasejarah: Kapak Genggam masa Paleolitikum di Gua Pastap Maramais, Menhir dan Lumpang dari masa Megalitikum di Runding, perhiasan timah dari Zaman Perunggu di Huta Pungkut, dan lain-lain.
  2. Peninggalan Masa Hindu Budha Klasik: Candi Simangambat dari abad semilan masehi, pusat peradaban yang memanjang lebih dari 50 km antara Candi Simangambat dengan Candi Bahal.
  3. Jejak Islam: prasasti bertahun 265 hijrah di Padang Mardia yang menandai adanya pengaruh Islam pada abad ke delapan di sini, lebih tua dari Barus.
  4. Kerajaan Mandailing yang jauh lebih luas dari apa yang kita kenal sekarang. Itu yang mendorong Panyabungan ditetapkan sebagai ibu kota masa kolonial.
  5. Pelabuhan Natal sebagai salah satu pusat ekspor komoditas terpenting di Sumatera
  6. Kopi yang ditanam di Mandailing masa Tanam Paksa menjadi sumber pundi-pundi terpenting bagi Hindia Belanda.
  7. Eksistensi Kweekschool Tanobato sebagai sekolah keguruan ketiga di Hindia Belanda.
  8. Pakantan pernah menjadi pasar komoditas terpenting
  9. Emas dari Mandailing pernah menjadi primadona perdagangan emas di luar negeri yang mendorong masuknya India dan China.

Usaha-usaha Penguatan

Berbagai usaha penguatan kebudayaan Mandailing idealnya dapat menjadi pilihan yang bisa dilakukan, baik melalui peran pemerintah daerah, maupun elemen di luar pemerintah daerah. Antara lain:

  1. Penguatan pembelajaran Muatan Lokal di seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal. Dijabarkan melalui penyusunan kurikulum Muatan Lokal yang disignifikan, penetapan Mulok sebagai mata pelajaran yang mandiri, penyediaan buku pegangan murid dan buku pegangan guru, dan pelatihan kompetensi guru-guru Muatan Lokal.
  2. Publikasi secara luas musik berkarakter Mandailing yang dijabarkan melalui penetapan pakem musik berkarakter Mandailing, pengembangan aransemen musik Mandailing yang mengkolaborasikan ornamen tradisional dan modern, dan bantuan managerial pemasaran musik daerah Mandailing.
  3. Penguatan publikasi film-film berkarakter Mandailing melalui peningkatan kompetensi sineas daerah, dukungan anggaran untuk pembelian royalti para pekerja film, dan pemanfaatan aula atau gedung sekolah untuk secara berkala memutar film-film berkarakter Mandailing bagi masyarakat sekitarnya.
  4. Membuat pentas pelajar di setiap kecamatan yang secara simultan diisi secara bergantian oleh sekolah untik menampilkan hiburan yang berkarakter Mandailing.
  5. Sosialisasi ornamen pelaminan yang berkarakter Mandailing bagi para penyedia pelaminan pesta di Mandailing Natal.
  6. Menyediakan dukungan anggaran bagi komunitas IT untuk menciptakan aplikasi kebudayaan Mandailing, baik yang berbasis Windows maupun Android.
  7. Mengembangkan lomba-lomba seni dan tradisi Mandailing yang melibatkan seniman dan budayawan Mandailing.
  8. Menggalakkan pelatihan bagi seniman tradisi Mandailing.
  9. Menggalakkan ekstrakurikuler sekolah yang mengembangkan seni dan budaya Mandailing.
  10. Mempercepat stasiun televisi daerah yang secara berkesinambungan menyiarkan tayangan yang berkarakter Mandailing.

 

TENTANG PENULIS

Askolani Nasution. Lulus IKIP Padang, 1993. Menulis cerpen di Majalah “Anita Cemerlang”, Majalah “Tiara”, dll. Sejak tahun 1987. Juara I Lomba Menulis Cerpen Depdiknas Tahun 2005 dan Juara III lomba yang sama tahun 2006. Juara Harapan LMCR ROHTO 2010 dan Juara Favorit tahun 2011. Beberapa tulisan dimuat dalam empat buku yang diterbitkan Depdiknas untuk Proyek Perpustakaan SMA Kemendiknas Tahun 2005, 2006, 2007, dan 2009. Meraih Medali Emas “Lomba Media Pembelajaran” Depdiknas tahun 2006 bersama tim.

Menulis buku Muatan Lokal “Mengenal Lebih Dekat Mandailing Natal”, 4 jilid, (2012), “Seni Budaya Mandailing Natal untuk SD”, 6 jilid, (2015), dan “Seni Budaya Mandailing Natal untuk SMP”, tiga jilid, (Dalam Proses Penerbitan). Menulis buku “Biografi  H. Amru Daulay, SH” (2011), “Profil dan Konsep Pemikiran Anggota DPRD Mandailing Natal” (2014).

Redaktur SK “Ganto” IKIP Padang, 1991-1993. Editor Bahasa Penerbit “Angkasa Raya” Padang, 1994. Pemakalah pada Seminar Nasional Media Pembelajaran di Bukit Tinggi, 2009. Pimpinan Redaksi Majalah “Gema Pendidikan” Tahun 2006-2014. Redaktur SKM “Bona Bulu News”. Penghargaan “Budayawan Paling Inovatif” dari Malintang Pos Award Tahun 2016 dan 2017.

Menulis skenario dan menyutradari film “Biola Namabugang” (2011), “Lilu” (2012), “Senandung Willem” (2013), “Sibisuk na Oto” (2015) “Holong na Tarhalang” (2016), dan “Marina” (2016).   CEO LSM “Tympanum Novem” (2011-sekarang), Sanggar Seni “Djeges Art” (2017), Wakil Ketua “Prasasti Jurnalis Madina” (2017). Pendampingan Balai Arkeologi untuk penelitian Cagar Budaya Mandailing Natal (2014-sekarang).

Kontak

Email        : askolani.nasution@gmail.com
Facebook : http://facebook/Askolani II
http://facebook/Askolani Nasution
Blog         : http://askolan.wordpress.com

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mudik Dilarang, WNA Bebas Datang

    Mudik Dilarang, WNA Bebas Datang

    • calendar_month Jumat, 7 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Kebijakan Publik Viral! kedatangan puluhan warga negara asing (WNA China) ke tanah air dengan menggunakan pesawat carter di saat pemberlakuan larangan mudik mendapat kritikan dan kecaman dari berbagai pihak. Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon kembali memberikan tanggapan atas bolehnya warga asing ke Indonesia. Fadli Zon secara terang-terangan menilai pemerintah telah melakukan diskriminasi […]

  • Kawasan BNI Panyabungan Inda Banjir Be, Ulang Sugari Tumpat Be

    Kawasan BNI Panyabungan Inda Banjir Be, Ulang Sugari Tumpat Be

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menelusur Hasil Pengendalian Banjir Panyabungan (bagian 2)   Seperti halnya kawasan Pasar Lama, Panyabungan, di sepanjang jalan raya titik Sipolu-polu, Panyabungan, pengendalian banjir juga relatif sukses. Terbukti beberapa pekan terakhir banjir tak terjadi lagi kala hujan deras melanda. Selama ini, banjir menjadi langganan Jl.Willem Iskander dari titik Madina Market hingga simpang Jl. Bermula. Sejumlah pengunjung […]

  • Wartawan Posmetro Langkat Diancam Polisi

    Wartawan Posmetro Langkat Diancam Polisi

    • calendar_month Senin, 14 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    LANGKAT, (MO) – Wartawan Posmetro Medan (Grup Sumut Pos) bertugas di wilayah Kabupaten Langkat, Darwis Sinulingga, diancam Kepala Pos Lalu-lintas (Kapos Lantas) Seikarang Kecamatan Stabat, Aiptu G Samosir, Minggu (13/1) dinihari. Pengancaman terjadi saat Darwis bersama keluarganya dihadang saat pulang dari Binjai menuju Stabat. “Biasanya polisi yang merazia selalu hormat kepada masyarakat, ini tidak dia […]

  • Tanah Galian Proyek Ganggu Pengguna Jalan

    Tanah Galian Proyek Ganggu Pengguna Jalan

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tanah galian proyek pembuatan paret di simpang Pagur Kec.Panyabungan Timur mengganggu pengguna jalan. Terlihat dalam foto tanah galian di tumpukkan di pinggir jalan sehingga menggangu para pengendara kenderaan. (hol)

  • Pemimpin Madina Sibuk Memikirkan Diri Sendiri

    Pemimpin Madina Sibuk Memikirkan Diri Sendiri

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengamat politik Madina, Amin Daulay mengungkapkan bahwa saat ini kondisi politik Mandailing Natal (Madina) mengarah pada situasi chaos. Elit politik masing-masing memikirkan diri sendiri. Rakyat menjerit atau menderita dibiarkan saja. Jika ada rakyat yang berteriak, maka yang dicari adalah dalangnya, bukan substansinya. Bupati dan DPRD-nya sibuk dengan diri sendiri. Semua […]

  • Kopi Luwak Mandailing Dipromosikan ke Jepang

    Kopi Luwak Mandailing Dipromosikan ke Jepang

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    TAPSEL, – Organisasi perdagangan dan industri Jepang (The Japan Chamber of Commerce and Industry International Division) melalui Mr Hiroyuki Amaya, bermitra dengan Forum Pengelolaan DAS Lintas Kabupaten dan Lembaga Sipirok Lestari, membuka peluang promosi kopi luwak Sipirok dan Pakantan ke Provinsi Sizuoka dan Fukuoka di Jepang. Seperti yang dikatakan ketua Forum Pengelolaan DAS (Daerah Aliran […]

expand_less