Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

PENGUATAN KEBUDAYAAN MANDAILING

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 3 Mei 2018
  • print Cetak

Oleh : ASKOLANI NASUTION

Disampaikan pada Kegiatan Konsolidasi Organisasi
Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat dan Budaya Mandailing Natal
Hotel Madina Sejahtera, Panyabungan, Kamis 3 Mei 201

 

 

Askolani Nasution

 

Daya Tarik Mandailing

Mandailing memiliki catatan perjalanan yang luar biasa sebagai bangsa. Karena itu, catatan itu idealnya dapat menumbuhkan semangat untuk merevitalisasi kebudayaan Mandailing. Apalagi ketika dalam kontekstualitas sekarang, kebudayaan Mandailing begitu tergerus kebudayaan global. Berikut ini berbagai catatan tentang Mandailing yang patut menjadi renungan bersama.

I. Mandailing sebagai suku bangsa yang menarik di luar negeri, baik dari kajian antropologi, arkeologi, sejarah, dan seni budaya.

  1. Artikel Donald J. Tugby berjudul “The Social Function of Mahr in Upper Mandailing, Sumatra” yang dimuat dalam majalah “American Anthropologist, New Series,” Vol. 61, No. 4 (Aug., 1959),
  2. Artikel yang ditulis Margaret J. Kartomi berjudul “Dualism in Unity: The Ceremonial Music of the Mandailing Raja Tradition”, yang dimuat di “Asian Music” Vol. 12, No. 2 (1981), University of Texas,
  3. Artikel yang ditulis Rodgers berjudul “Compromise and contestation in colonial SumatraAn 1873 Mandailing schoolbook on the Wonders of the West” yang terbit di Leiden tahun 2002,
  4. Artikel yang ditulis David Radcliffe berjudul “The Peopling of Ulu Langat” yang dipublikasikan di Universitas Cornell tahun 1969,
  5. Buku Susan Rodgers berjudul “Print, Poetics, dan Politics” yang terbit di Leiden tahun 2005,
  6. Artikel Susan Rodgers berjudul “Folklore with a Vengeance: A Sumatran Literature of Resistance in the Colonial Indies andNew Order Indonesia” terbitan Universitas Illinois, Amerika, tahun 2012, dan sebagainya.

II. Makin banyak entitas Mandailing yang punah

  1. Banyak alat musik Mandailing yang tidak dikenali, tidak ada yang mampu membuatnya, dan tidak ada yang mampu memainkannya.
  2. Tidak ada karya sastra Mandailing yang baru dan sastra lama tidak terdokumentasikan. Misalnya buku “Doea Sadjoli”, “Ngana Niambang”, “Toelboek Haleon”, dan lain-lain malah ditemukan di universitas luar negeri.
  3. Banyak tradisi Mandailing yang tidak dikenali, misalnya: Marturi, Manyaraya, Marsialap Ari, Martoktok, Mangulangi, Mambungkas Tobat, dan lain-lain.
  4. Banyak relief, motif, arsitektur, seni tembikar yang tidak dikenali dan kehilangan identitas. Pelaminan tidak lagi berkarakter Mandailing, bindu kehilangan keaslian, dan lain-lain.

III. Kekhawatiran punahnya bahasa Mandailing

  1. Tiga kata dari satu kalimat tuturan bahasa Mandailing tidak asli.
  2. Bahasa Mandailing satu-satunya di dunia yang memiliki lima tingkatan: 1) ragam bahasa adat, 2) ragam bahasa somal, 3) ragam bahasa andung, 4) ragam bahasa parkapur, 5) ragam bahasa bura.
  3. Kegagalan menulis pikiran dan perasaan dengan menggunakan bahasa Mandailing.

VI. Kekhawatiran punahnya aksara Tulak-Tulak

  1. Bahasa dan Aksara Tulak-tulak dibuat dalam satu mata kuliah di luar negeri.
  2. Tidak semua suku bangsa memiliki sistem aksara sekalipun ada sistem bahasa yang mandiri.
  3. Aksara Tulak-Tulak adalah aksara asli semua rumpun bahasa Tapanuli
  4. Uni-code Aksara Tulak-tulak yang kita kenal selama ini tidak asli.
  5. Banyak informasi tentang khazanah Mandailing yang ditulis dalam Aksara Tulak-tulak tapi tidak teralihbahasakan.

V. Pendidikan Karakter yang rancu, padahal karakteristik Mandailing jauh lebih memadai.

  1. Berbagai macam muatan pendidikan karakter yang diseragamkan secara nasional tidak efektif membentuk karakteristik anak didik.
  2. Konsep etika dan tingkah laku tataran budaya Mandailing jauh lebih menjanjikan sebagai alternatif pola pembentukan karakter peserta didik.

VI. Banyaknya cagar budaya yang tidak teregistrasi

  1. Punahnya berbagai cagar budaya yang kita miliki, baik berupa benda maupun non benda.
  2. Banyak cagar budaya lain yang belum teregistrasi apalagi pemugaran

VII. Mandailing sebagai pusat peradaban luar biasa di masa lalu:

  1. Peninggalan prasejarah: Kapak Genggam masa Paleolitikum di Gua Pastap Maramais, Menhir dan Lumpang dari masa Megalitikum di Runding, perhiasan timah dari Zaman Perunggu di Huta Pungkut, dan lain-lain.
  2. Peninggalan Masa Hindu Budha Klasik: Candi Simangambat dari abad semilan masehi, pusat peradaban yang memanjang lebih dari 50 km antara Candi Simangambat dengan Candi Bahal.
  3. Jejak Islam: prasasti bertahun 265 hijrah di Padang Mardia yang menandai adanya pengaruh Islam pada abad ke delapan di sini, lebih tua dari Barus.
  4. Kerajaan Mandailing yang jauh lebih luas dari apa yang kita kenal sekarang. Itu yang mendorong Panyabungan ditetapkan sebagai ibu kota masa kolonial.
  5. Pelabuhan Natal sebagai salah satu pusat ekspor komoditas terpenting di Sumatera
  6. Kopi yang ditanam di Mandailing masa Tanam Paksa menjadi sumber pundi-pundi terpenting bagi Hindia Belanda.
  7. Eksistensi Kweekschool Tanobato sebagai sekolah keguruan ketiga di Hindia Belanda.
  8. Pakantan pernah menjadi pasar komoditas terpenting
  9. Emas dari Mandailing pernah menjadi primadona perdagangan emas di luar negeri yang mendorong masuknya India dan China.

Usaha-usaha Penguatan

Berbagai usaha penguatan kebudayaan Mandailing idealnya dapat menjadi pilihan yang bisa dilakukan, baik melalui peran pemerintah daerah, maupun elemen di luar pemerintah daerah. Antara lain:

  1. Penguatan pembelajaran Muatan Lokal di seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal. Dijabarkan melalui penyusunan kurikulum Muatan Lokal yang disignifikan, penetapan Mulok sebagai mata pelajaran yang mandiri, penyediaan buku pegangan murid dan buku pegangan guru, dan pelatihan kompetensi guru-guru Muatan Lokal.
  2. Publikasi secara luas musik berkarakter Mandailing yang dijabarkan melalui penetapan pakem musik berkarakter Mandailing, pengembangan aransemen musik Mandailing yang mengkolaborasikan ornamen tradisional dan modern, dan bantuan managerial pemasaran musik daerah Mandailing.
  3. Penguatan publikasi film-film berkarakter Mandailing melalui peningkatan kompetensi sineas daerah, dukungan anggaran untuk pembelian royalti para pekerja film, dan pemanfaatan aula atau gedung sekolah untuk secara berkala memutar film-film berkarakter Mandailing bagi masyarakat sekitarnya.
  4. Membuat pentas pelajar di setiap kecamatan yang secara simultan diisi secara bergantian oleh sekolah untik menampilkan hiburan yang berkarakter Mandailing.
  5. Sosialisasi ornamen pelaminan yang berkarakter Mandailing bagi para penyedia pelaminan pesta di Mandailing Natal.
  6. Menyediakan dukungan anggaran bagi komunitas IT untuk menciptakan aplikasi kebudayaan Mandailing, baik yang berbasis Windows maupun Android.
  7. Mengembangkan lomba-lomba seni dan tradisi Mandailing yang melibatkan seniman dan budayawan Mandailing.
  8. Menggalakkan pelatihan bagi seniman tradisi Mandailing.
  9. Menggalakkan ekstrakurikuler sekolah yang mengembangkan seni dan budaya Mandailing.
  10. Mempercepat stasiun televisi daerah yang secara berkesinambungan menyiarkan tayangan yang berkarakter Mandailing.

 

TENTANG PENULIS

Askolani Nasution. Lulus IKIP Padang, 1993. Menulis cerpen di Majalah “Anita Cemerlang”, Majalah “Tiara”, dll. Sejak tahun 1987. Juara I Lomba Menulis Cerpen Depdiknas Tahun 2005 dan Juara III lomba yang sama tahun 2006. Juara Harapan LMCR ROHTO 2010 dan Juara Favorit tahun 2011. Beberapa tulisan dimuat dalam empat buku yang diterbitkan Depdiknas untuk Proyek Perpustakaan SMA Kemendiknas Tahun 2005, 2006, 2007, dan 2009. Meraih Medali Emas “Lomba Media Pembelajaran” Depdiknas tahun 2006 bersama tim.

Menulis buku Muatan Lokal “Mengenal Lebih Dekat Mandailing Natal”, 4 jilid, (2012), “Seni Budaya Mandailing Natal untuk SD”, 6 jilid, (2015), dan “Seni Budaya Mandailing Natal untuk SMP”, tiga jilid, (Dalam Proses Penerbitan). Menulis buku “Biografi  H. Amru Daulay, SH” (2011), “Profil dan Konsep Pemikiran Anggota DPRD Mandailing Natal” (2014).

Redaktur SK “Ganto” IKIP Padang, 1991-1993. Editor Bahasa Penerbit “Angkasa Raya” Padang, 1994. Pemakalah pada Seminar Nasional Media Pembelajaran di Bukit Tinggi, 2009. Pimpinan Redaksi Majalah “Gema Pendidikan” Tahun 2006-2014. Redaktur SKM “Bona Bulu News”. Penghargaan “Budayawan Paling Inovatif” dari Malintang Pos Award Tahun 2016 dan 2017.

Menulis skenario dan menyutradari film “Biola Namabugang” (2011), “Lilu” (2012), “Senandung Willem” (2013), “Sibisuk na Oto” (2015) “Holong na Tarhalang” (2016), dan “Marina” (2016).   CEO LSM “Tympanum Novem” (2011-sekarang), Sanggar Seni “Djeges Art” (2017), Wakil Ketua “Prasasti Jurnalis Madina” (2017). Pendampingan Balai Arkeologi untuk penelitian Cagar Budaya Mandailing Natal (2014-sekarang).

Kontak

Email        : askolani.nasution@gmail.com
Facebook : http://facebook/Askolani II
http://facebook/Askolani Nasution
Blog         : http://askolan.wordpress.com

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Tak Akan Tuntut Warga Sipolu-polu

    Kapolres Tak Akan Tuntut Warga Sipolu-polu

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 14Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto menyatakan pihaknya tidak akan menuntut warga yang melakukan pelemparan terhadap Pos Lantas dan Mapolsek Panyabungan. Bahkan pihaknya akan terus menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat Kelurahan Sipolu-polu, Panyabungan khususnya dan masyarakat Madina secara umum dalam menjaga kamtibmas. Itu disampaikan kapolres pada acara silaturahmi […]

  • Bupati Sukhairi: Jarimu Harimaumu

    Bupati Sukhairi: Jarimu Harimaumu

    • calendar_month Selasa, 24 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution mengatakan di era digital saat ini adagium ‘mulutmu harimaumu’ telah berubah menjadi ‘jarimu harimaumu’. Hal itu disampaikan Bupati melihat banyaknya masyarakat yang tertipu dengan media sosial dalam aspek kehidupan. “Banyak pengguna media sosial tertipu dalam aspek kehidupan,” katanya saat menyampaikan kata sambutan […]

  • PPK Proyek Jalan Nasional di Madina Diduga Perintahkan PT Jaya Kontruksi Bongkar Ulang Bangunan Drainase Tak Sesuai Bestek

    PPK Proyek Jalan Nasional di Madina Diduga Perintahkan PT Jaya Kontruksi Bongkar Ulang Bangunan Drainase Tak Sesuai Bestek

    • calendar_month Jumat, 15 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Proyek Draninase satu paket dengan pengerjaan jalan proyek jalan nasional yang dikerjakan oleh PT Jaya Kontruksi ( Jakon ) di Kabupaten Mandailing kerap bermasalah. Drainase jalan nasional di wilayah pidoli dolok contoh ya, meski drainase itu sudah selesai dikerjakan namun dua hari terakhir kembali di bongkar, ada dugaan PPK ( Pejabat […]

  • PETI dan Jatuhnya Korban Jiwa: Bukti Kegagalan Pemerintah Mengurus Rakyat

    PETI dan Jatuhnya Korban Jiwa: Bukti Kegagalan Pemerintah Mengurus Rakyat

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      Oleh : Irwan H Daulay | Pemerhati Ekonomi Menurut pemberitaan Mandailing Online, telah terjadi musibah di lokasi PETI Dompeng, Desa Simanguntong, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, pada Rabu (18/3/2026). Laporan yang diterima menyebutkan tiga orang tertimbun material tambang. Dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya berhasil selamat. Hingga saat ini, identitas […]

  • Madina Darurat Narkoba, Korupsi dan Krisis Kepemimpinan

    Madina Darurat Narkoba, Korupsi dan Krisis Kepemimpinan

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Saat ini Indonesia darurat Narkoba. Khusus Madina merupakan salah satu produsen narkoba jenis Ganja, bak menanam padi, habis panen ditanam lagi. Beruntung jika yang manennya Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama aparat TNI dan Kepolisian, hasil panen tidak sempat beredar, tapi yang berbahaya jika yang memanennya petani ganja itu sendiri. Itu diungkapkan […]

  • PUSAT STUDI KEBENCANAAN (bagian 2-selesai)

    PUSAT STUDI KEBENCANAAN (bagian 2-selesai)

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Moechtar Nasution   PENELITIAN KEBENCANAAN Penelitian dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana merupakan perwujudan dari pemanfaatan ilmu pengetahuan dan juga tekhnologi yang merupakan salah satu azas dalam penanggulangan bencana sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007. Maka tentu saja penanganan ataupun penanggulangan bencana yang baik, efektif dan efesien harus berdasarkan kepada hasil penelitian atau pengkajian […]

expand_less