Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

UKM : SUMBER EKONOMI MASA DEPAN INDONESIA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 3 Jul 2018
  • print Cetak

Oleh : Alghif Aruni Nur Rukman, S.P
Mahasiswa Magister Sains Agribisnis
Fakultas Ekonomi dan Manajemen
Institut Pertanian Bogor

 

Masalah yang dihadapi Indonesia saat ini adalah bagaimana kita bisa keluar dari sebutan negara berkembang menjadi negara yang dapat sejajar dengan negara maju. Persoalan ini menjadipentingkarenapotensi Indonesia menjadi negara majumasihterbukaluas, sehingga Indonesia perlumempertahankanpotensi yang adasekaligus juga mencarienergi lain yang dapatmenjaditulangpunggungperekonomian Indonesia di masa depan.

Kita mengetahui bahwa ekspor merupakan sumber dari pertumbuhan ekonomi negara. Semakin besar ekspor, maka total pendapatan negara naik. Tidak dipungkiri pula bahwa struktur ekspor kita mengalami perubahan dimana ekspor non migas lebih mendominasi daripada ekspor migas yang mana dulu sering kita andalkan. Laporan dari BPSmenyatakan bahwa untuk ekspor bulan maret 2018, nilai ekpsor non migas sebesar 91 %.

Ditengah nilai kurs rupiah yang tidak stabil, berdasarkan laporan PricewaterhouseCoopers (PwC) kita dapat bergembira bahwa tahun 2030 Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan 5 ekonomi terbesar di Dunia dengan estimasi nilai PDB sebesar US$5.424 milliar. Dengan kata lain, dari kondisi sekarang akan mengalami peningkatan signifikan, namun mampukah kita dapat mencapai nilai tersebut? karena untuk mencapainya diperlukan pertumbuhan ekonomi minimal 2 digit yang kemudian proyeksi tersebut belum pasti terwujud jika tidak ada persiapan dan pembenahan elemen-elemen yang dianggap mengganggu pertumbuhan. Misalnya dengan(1) Memperkuat Industri pengolahan barang mentah sekaligus menjadi barang siap pakaidengan kualitas yang tinggi (2) memberdayakan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai kekuatan untuk menunjang perindustrian.

Mengapa UKM?

Ada beberapa alasan kenapa UKM menjadi sektor masa depan unggulan yang perlu diperhatikan dalam menopang ekonomi Indonesia.

Pertama, Usaha kecil dan Mengenah merupakan salah satu dari roda penggerak ekonomi Indonesia yang juga merupakan sektor non-migas yang turut berkontribusi dalam perekonomian Indonesia. Terbukti dengan  kontribusi terhadap PDBpada tahun 2017 mengalami peningkatan dari 1,7% menjadi 4,48%.

Kedua, Dalam sejarahnya UKM mampu bertahan dari guncangan ekonomi dunia yang pada tahun 1998 telah terjadi krisis moneter yang menjadikan nilai rupiah Indonesia merosot tajam. Namunfakta menyatakan bahwa UKM di Indonesia mampu bertahan dalam suasana tersebut. Kondisi ini disebabkan oleh (1) Produk yang diperjualbelikan oleh UKM adalah barang konsumsi yang notabenenya tidak tahan lama (2) Dalam aspek pendanaan biaya yang digunakan relatif kecil dan tidak mengandalkan pada bank(3) Pada umumnya UKM tidak memproduksi berbagai jenis barang, hanya tertentu saja dimana berbeda dengan struktur pasar di konglomerasi, sehingga dia bebas untuk masuk dan keluar pasar.Sehingga latarbelakang sejarah tersebut harus menjadi poin penting dalam menjadikan UKM menjadi sektor utama pembangunan Indonesia. Karena tidak menutup kemungkinan jika krisis itu terjadi kembali,maka UKM lah yang dapat menjadi penopang ekonomi.

Ketiga,mampu berkontribusi mengurangi kemiskinan. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa jalan untuk mengurangi kemiskinan adalah dengan menciptakan lapangan pekerjaan. UKM telah berkontribusi besar dalam memperluas akses masyarakat untuk mendapatkanpekerjaan. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik tahun 2016, bahwa UKM mampu menyerap tenaga kerja dengan pembagian 44,3% pada usaha mikro dan kecil non-pertanian, 13,5% pada usaha menengah dan besar non-pertanian dan 42,2% pada usaha pertanian atau lainnya. Maka besarnya kontribusi UKM dalam menyerap tenaga kerja perlu dijadikan acuan sebagai potensi kekuatan dari masa depan ekonomi Indonesia.

Digitalisasi UKM

Tak bisa dipungkiri bahwa kontribusi sektor UKM terhadap perekonomian Indonesia membawa dampak yang baik, bahkan mengalami perkembangan yang positif. Namun kontribusi tersebut bisa saja menurun ditengah terpaan dan perubahan dunia, dimana era digitalisasi ini membawa perubahan yang signifikan dalam kondisi bisnis.

Boleh jadi satu dekade lalu kita tidak pernah terpikirkan bahwa dunia yang serba online dapat menguasai kehidupan manusia diberbagai lini kehidupan, namun fakta hari ini menyatakan bahwa budaya masyarakat sudah berubah, perkembangan teknologi telah menjadikannya lebih bebas dalam melakukan kegiatan, jika kita tidak segera mengubah cara bisnis yaitu menyesuaikannya dengan zaman, maka kita yang akan terkikis dan tereliminasi dari zaman itu sendiri.

Hal itulah yang menjadi tantangan bagi pemerintah dan para penggiat UKM. Pergerseran tren bisnis menjadikkan kita untuk menguasai teknologi dengan baik. Sehingga, selain modal yang dibutuhkan pun juga kemampuan dalam mengelola penggunaan teknologi, misalnya dalam hal pemasaran produk. Tantangan tersebut digambarkan melalui survei yang telah dilakukan oleh Kementrian Koperasi dan UKMbeberaptahunlalu bahwa sekitar 36% pemilikUKM belum memiliki komputer dan dan internet, 12% pemilik UKM menggunakan komputer dan Internet untuk bisnis dan hanya 6% saja yang sukses.

Peliknya persoalan yang dihadapi Indonesia tidak menyurutkan kita untuk pesimis dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Pembangunana sejatinya bertolak dari nilai-nilai demokrasi yang universal dimana manusia sebagai objek vital pembangunan dengan mengeluarkan potensi yang dimiliki olehnya, bukan untuk dihilangkan apalagi dinistakan. Perlu dicatat bahwadalam laporan Competitiveness Index 2017-2018 dimana tahun 2017  Indonesia berada pada peringkat ke-36 dari 137 negara, atau naik lima peringkat dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan terdapat perubahan yang lebih baik bagi bangsa ini.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Idris Laena bantah peras BUMN

    Idris Laena bantah peras BUMN

    • calendar_month Kamis, 8 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, (MO) – Anggota DPR RI dari Idris Laena menegaskan dirinya tidak pernah melakukan pemerasan sama sekali terhadap BUMN seperti yang disampaikan Menteri Dahlan Iskan. “Atas tuduhan tersebut, saya menyatakan dengan tegas, tidak benar sama sekali,” kata Idris Laena dalam keterangan persnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis. Ia menambahkan, dirinya juga kecewa kepada Dahlan […]

  • Atika Sambut Kepulangan Jamaah Haji di Medan

    Atika Sambut Kepulangan Jamaah Haji di Medan

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) –  Sebanyak 360 jamaah haji tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 3 Debarkasi Medan, Rabu (26/06/2024) sekira pukul 19.13 wib tiba di Bandara Kualanamu Internasional Airport. Adapun jamaah haji tergabung dalam Kloter 3 berjumlah 360 orang terdiri dari 350 jamaah haji asal Kabupaten Mandailing Natal, 2 jamaah haji asal Langkat (Mutasi) yaitu Erlis Afriyanti Binti Muclis […]

  • Presiden Jokowi Akan Berkunjung ke Madina Akhir Maret

    Presiden Jokowi Akan Berkunjung ke Madina Akhir Maret

    • calendar_month Senin, 13 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Presiden Joko Widodo diperkirakan akan berkunjung ke Mandailing Natal (Madina) akhir maret ini. Kunjungan itu beragenda silaturrahim nasional yang akan dipusatkan di Panyabungan. Tanggal kunjungan itu diperkirakan 25 Maret. Seluruh ulama dan pimpinan pesantren se wilayah Tapanuli Bagian Selatan akan berkumpul di Pesantren Mustofawiyah Purba Baru dalam pertemuan dengan Presisen RI, […]

  • Tanggap Darurat: Pendirian Posko Hingga Desakan Tambah Mobil Pemadam

    Tanggap Darurat: Pendirian Posko Hingga Desakan Tambah Mobil Pemadam

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penetapan status Tanggap Darurat terhadap musibah kabut asap yang menyelubungi udara Mandailing Natal (Madina) oleh Pemkab Madina melahirkan beberapa item kebijakan penanganan. Terutama peningkatan koordinasi lintas sektoral, khususnya antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina dengan Dinas Kesehatan Madina. Yang paling urgen dari status Tanggap Darurat ini adalah menambah jumlah mobil […]

  • Atika Bawa Warga Sopobatu Berobat ke RSU Panyabungan

    Atika Bawa Warga Sopobatu Berobat ke RSU Panyabungan

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usai kunjungan ke Desa Sopobatu, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) calon wakil bupati nomor urut 2 Atika Azmi Utammi Nasution membawa warga berobat ke RSU Panyabungan. Atika awalnya berangkat ke Desa Sopobatu untuk menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dan piatu. Dara kelahiran 1993 itu bahkan rela mengandarai sepeda motor […]

  • C1-Hasil Tak Tersegel, TPS 1 di Sihepeng Jadi Catatan Kejadian Khusus Pilkada Madina

    C1-Hasil Tak Tersegel, TPS 1 di Sihepeng Jadi Catatan Kejadian Khusus Pilkada Madina

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Di TPS 1 Desa Sihepeng Satu,Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) ada catatan kejadian khusus dan atau keberatan saksi rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati tahun 2024. Catata khusus itu adanya terdapat C-hasil tidak tersegel di TPS 001 desa sihepeng […]

expand_less