Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

UKM : SUMBER EKONOMI MASA DEPAN INDONESIA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 3 Jul 2018
  • print Cetak

Oleh : Alghif Aruni Nur Rukman, S.P
Mahasiswa Magister Sains Agribisnis
Fakultas Ekonomi dan Manajemen
Institut Pertanian Bogor

 

Masalah yang dihadapi Indonesia saat ini adalah bagaimana kita bisa keluar dari sebutan negara berkembang menjadi negara yang dapat sejajar dengan negara maju. Persoalan ini menjadipentingkarenapotensi Indonesia menjadi negara majumasihterbukaluas, sehingga Indonesia perlumempertahankanpotensi yang adasekaligus juga mencarienergi lain yang dapatmenjaditulangpunggungperekonomian Indonesia di masa depan.

Kita mengetahui bahwa ekspor merupakan sumber dari pertumbuhan ekonomi negara. Semakin besar ekspor, maka total pendapatan negara naik. Tidak dipungkiri pula bahwa struktur ekspor kita mengalami perubahan dimana ekspor non migas lebih mendominasi daripada ekspor migas yang mana dulu sering kita andalkan. Laporan dari BPSmenyatakan bahwa untuk ekspor bulan maret 2018, nilai ekpsor non migas sebesar 91 %.

Ditengah nilai kurs rupiah yang tidak stabil, berdasarkan laporan PricewaterhouseCoopers (PwC) kita dapat bergembira bahwa tahun 2030 Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan 5 ekonomi terbesar di Dunia dengan estimasi nilai PDB sebesar US$5.424 milliar. Dengan kata lain, dari kondisi sekarang akan mengalami peningkatan signifikan, namun mampukah kita dapat mencapai nilai tersebut? karena untuk mencapainya diperlukan pertumbuhan ekonomi minimal 2 digit yang kemudian proyeksi tersebut belum pasti terwujud jika tidak ada persiapan dan pembenahan elemen-elemen yang dianggap mengganggu pertumbuhan. Misalnya dengan(1) Memperkuat Industri pengolahan barang mentah sekaligus menjadi barang siap pakaidengan kualitas yang tinggi (2) memberdayakan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai kekuatan untuk menunjang perindustrian.

Mengapa UKM?

Ada beberapa alasan kenapa UKM menjadi sektor masa depan unggulan yang perlu diperhatikan dalam menopang ekonomi Indonesia.

Pertama, Usaha kecil dan Mengenah merupakan salah satu dari roda penggerak ekonomi Indonesia yang juga merupakan sektor non-migas yang turut berkontribusi dalam perekonomian Indonesia. Terbukti dengan  kontribusi terhadap PDBpada tahun 2017 mengalami peningkatan dari 1,7% menjadi 4,48%.

Kedua, Dalam sejarahnya UKM mampu bertahan dari guncangan ekonomi dunia yang pada tahun 1998 telah terjadi krisis moneter yang menjadikan nilai rupiah Indonesia merosot tajam. Namunfakta menyatakan bahwa UKM di Indonesia mampu bertahan dalam suasana tersebut. Kondisi ini disebabkan oleh (1) Produk yang diperjualbelikan oleh UKM adalah barang konsumsi yang notabenenya tidak tahan lama (2) Dalam aspek pendanaan biaya yang digunakan relatif kecil dan tidak mengandalkan pada bank(3) Pada umumnya UKM tidak memproduksi berbagai jenis barang, hanya tertentu saja dimana berbeda dengan struktur pasar di konglomerasi, sehingga dia bebas untuk masuk dan keluar pasar.Sehingga latarbelakang sejarah tersebut harus menjadi poin penting dalam menjadikan UKM menjadi sektor utama pembangunan Indonesia. Karena tidak menutup kemungkinan jika krisis itu terjadi kembali,maka UKM lah yang dapat menjadi penopang ekonomi.

Ketiga,mampu berkontribusi mengurangi kemiskinan. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa jalan untuk mengurangi kemiskinan adalah dengan menciptakan lapangan pekerjaan. UKM telah berkontribusi besar dalam memperluas akses masyarakat untuk mendapatkanpekerjaan. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik tahun 2016, bahwa UKM mampu menyerap tenaga kerja dengan pembagian 44,3% pada usaha mikro dan kecil non-pertanian, 13,5% pada usaha menengah dan besar non-pertanian dan 42,2% pada usaha pertanian atau lainnya. Maka besarnya kontribusi UKM dalam menyerap tenaga kerja perlu dijadikan acuan sebagai potensi kekuatan dari masa depan ekonomi Indonesia.

Digitalisasi UKM

Tak bisa dipungkiri bahwa kontribusi sektor UKM terhadap perekonomian Indonesia membawa dampak yang baik, bahkan mengalami perkembangan yang positif. Namun kontribusi tersebut bisa saja menurun ditengah terpaan dan perubahan dunia, dimana era digitalisasi ini membawa perubahan yang signifikan dalam kondisi bisnis.

Boleh jadi satu dekade lalu kita tidak pernah terpikirkan bahwa dunia yang serba online dapat menguasai kehidupan manusia diberbagai lini kehidupan, namun fakta hari ini menyatakan bahwa budaya masyarakat sudah berubah, perkembangan teknologi telah menjadikannya lebih bebas dalam melakukan kegiatan, jika kita tidak segera mengubah cara bisnis yaitu menyesuaikannya dengan zaman, maka kita yang akan terkikis dan tereliminasi dari zaman itu sendiri.

Hal itulah yang menjadi tantangan bagi pemerintah dan para penggiat UKM. Pergerseran tren bisnis menjadikkan kita untuk menguasai teknologi dengan baik. Sehingga, selain modal yang dibutuhkan pun juga kemampuan dalam mengelola penggunaan teknologi, misalnya dalam hal pemasaran produk. Tantangan tersebut digambarkan melalui survei yang telah dilakukan oleh Kementrian Koperasi dan UKMbeberaptahunlalu bahwa sekitar 36% pemilikUKM belum memiliki komputer dan dan internet, 12% pemilik UKM menggunakan komputer dan Internet untuk bisnis dan hanya 6% saja yang sukses.

Peliknya persoalan yang dihadapi Indonesia tidak menyurutkan kita untuk pesimis dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Pembangunana sejatinya bertolak dari nilai-nilai demokrasi yang universal dimana manusia sebagai objek vital pembangunan dengan mengeluarkan potensi yang dimiliki olehnya, bukan untuk dihilangkan apalagi dinistakan. Perlu dicatat bahwadalam laporan Competitiveness Index 2017-2018 dimana tahun 2017  Indonesia berada pada peringkat ke-36 dari 137 negara, atau naik lima peringkat dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan terdapat perubahan yang lebih baik bagi bangsa ini.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Irwan Daulay dan Percepatan Pembanguna Ekonomi Madina

    Irwan Daulay dan Percepatan Pembanguna Ekonomi Madina

    • calendar_month Jumat, 26 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Kabupaten Mandailing Natal adalah daerah yang sebenarnya memiliki kekayaan alam yang luar biasa jika dikelola dengan baik serta dengan visi jauh ke depan. Untuk itu, pembangunan ekonomi Madina harus dibangkitkan yang diwujudkan melaui pendirian institusi-institusi ekonomi melibatkan seluruh kalangan. Bahwa institusi-institusi politik biarkan berjalan mencari jalannya, tetapi institusi-institusi ekonomi harus mampu menjadi gerbong […]

  • Saipullah-Atika Jenguk dan Bantu Korban Keracunan Asal Linggabayu

    Saipullah-Atika Jenguk dan Bantu Korban Keracunan Asal Linggabayu

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi (SAHATA) peduli korban keracunan makanan asal Kecamatan Linggabayu yang dirawat di Rumah Sakit Umum Permata Madina. Kedua paslon membuktikan kepedulian mereka terhadap warga yang tertimpa musibah itu. Saipullah dan Atika kompak […]

  • Amil Zakat Madina Priode 2018-2023 Dikukuhkan

    Amil Zakat Madina Priode 2018-2023 Dikukuhkan

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailng Online) Bupati Mandailing Natal, Ja’far Sukhairi Nasution mengukuhkan pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mandailing Natal periode 2018-2023. Pengukuhan berada di Mesjid Nur Alan Nur, Panyabungan, Selasa (26/4/2022). Pegurus yang dikukuhkan adalah Drs Muhammad Safe’i Lubis. M.Si sebagai Ketua; H. Alwin Tanjung sebagai Wakil Ketua I; H. Faisal S.Sos sebagai Wakil ketua […]

  • Ditengah Keterpurukan Harga Karet, Penduduk Madina Makin Sulit

    Ditengah Keterpurukan Harga Karet, Penduduk Madina Makin Sulit

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Dalam kurun waktu setahun ini, laju perekonomian melambat. Harga bahan kebutuhan pokok semakin tinggi, sementara harga getah karet menurun drastis. Akibatnya masyarakat tampak semakin sulit. Namun, tetap saja sebagian masyarakat makin tegar. Gambaran seperti itu menjadi catatan bagi wartawan. Ketika mampir di kantor Wartawan, tiga orang ibu separuh baya sempat […]

  • Tortor Mandailing di Dalam Mollop

    Tortor Mandailing di Dalam Mollop

    • calendar_month Rabu, 20 Feb 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Saya teringat cerpen “Indonesia” karya Putu Wijaya. Berkisah tentang mahasiswi di Amerika Serikat. Yang belajar tari untuk persiapan festival kesenian asli negara-negara asal para mahasiswa. Si mahasiswi baru menyadari belajar tari ternyata sangat berat. Sang guru tari menekankan bahwa esensi tarian tradisional itu ketika : gerakan fisik saat menari […]

  • BPS RI : Sebutan “Batak Mandailing” Sudah Diganti dengan “Mandailing”

    BPS RI : Sebutan “Batak Mandailing” Sudah Diganti dengan “Mandailing”

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia telah mencantumkan “Mandailing” sebagai nama suku di dalam Sensus Penduduk 2020. Itu diungkapkan Kepala BPS RI, Dr. Suhariyanto menjawab Mandailing Online via WhatsApp, Kamis (13/2/2020). Pencantuman “Mandailing” ini merupakan perubahan dari sebutan “Batak Mandailing” yang terlanjur dicantumkan dalam kolom nama suku di Sensus Penduduk tahun 2010 […]

expand_less