Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Puasa dan Kepedulian Sosial

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 17 Mei 2019
  • print Cetak

Dua anak dari kalangan fakir miskin mengais rezeki dari pembuangan sampah.

 

Puasa bagi ummat Islam, adalah pengabdian  sekaligus training mental. Puasa tidak hanya mengajarkan kepada kita menahan diri dari makan, minum, tapi juga menahan nafsu-nafsu pancaindera, dan hati.

Puasa Ramadhan tidak hanya sekadar masalah ubudiyah yang mendatangkan pahala dan ganjaran di akhirat kelak, tapi juga mendatangkan pengaruh yang langsung dalam kehidupan dunia ini.

Dari segi jasmaniyah, puasa bermanfaat sekali dalam menjaga kesehatan. Para dokter sepakat bahwa puasa itu menyehatkan, sebagaimana Rasulullah telah menetapkan 14 abad yang lalu dalam sebuah haditnya,” Puasalah, tentu kamu sehat.”

Dari segi ruhiyah, puasa adalah latihan disiplin terhadap peraturan. Melaksanakan dan menjauhi larangan bukan karena takut sanksi dan hukuman, tapi merupakan pengabdian atas dasar cinta kepada hukum-hukum Allah. Puasa membentuk sikap mental, watak dan kepribadian yang patuh dan disiplin.

Selain itu, puasa juga mengajarkan kesabaran. Orang yang sedang berpuasa berjuang menguasai dan mengendalikan hawa nafsunya, dengan mempertinggi sifat sabar, yaitu kemampuan untuk mengatur dan memimpin, memperkuat daya tahan dan kesanggupan menderita.

Dari Ibnu Majah diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda,” Puasa itu separuh kesabaran.”

Dari segi kemasyarakatan, puasa mendidik kaum muslimin untuk mengurangi bibit-bibit diskriminasi, sekaligus memperkokoh kesetiakawanan sosial.

Di luar bulan Ramadhan, orang kaya menikmati segala kemewahannya, makan serba  ada dan memenuhi segala selera. Sebaliknya, orang miskin hidup serba kekurangan, dapat makan 3 kali sehari untung-untungan, apalagi utuk memenuhi standar gizi. Akan tetapi, dalam bulan Ramadhan ini semuaa manusia punya kedudukan sama. Baik yang kaya maupun yang miskin sama-sama laparnya. Tidak makan dan minum, juga tidak berhubungan suami istri. Bila tiba saat berbuka, mereka serentak makan. Semua merasakan nikmatnya.

Banyak masjid, mushalla atau rumah menyediakan ta’jil bersama. Di sana semua kaum muslimin membaur jadi satu, tak peduli kaya dan miskin, bersila dan berderet menghadapi makanan. Diharapkan dari sana tumbuh rasa kebersamaan dan hilang diskriminasi sosial…

Pada bulan Ramadhan, semua kaum muslimin dilatih untuk merasakan pahit getirnya menahan lapar. Maksudnya, agar mereka ikut juga merasakan derita lapar yang dialami sebagian besar masyarakat  ‘akar rumput’ yang menahan lapar setiap hari dalam jangka waktu yang panjang. Orang yang merasakan derita lapar seperti ini jumlahnya tidak sedikit, dan menyebar di berbagai belahan bumi, di negara maju maupun di lingkungan komunitas suku-suku. Harapan selanjutnya, lahir sifat santun dan kasih sayang kepada orang yang nasibnya tak semujur dirinya.

Kepada orang kaya, lewat ibadah puasa ini Allah hendak mendidik mereka agar  tajam ruhaninya, peka perasaan sosialnya, mau peduli terhadap sesama yang nasibnya kurang beruntung, misalnya yatim piatu, fakir miskin, anak jalanan, kaum gelandangan, dst.

Orang tidak selamanya kaya. Setiap saat manusia bisa mengalami kebangkrutan.

Tak menutup kemungkinan anak sendiri menjadi yatim, bahkan yatim piatu, sebab kematian siapa yang menduga datangnya.

Peluang beramal terbuka luas di depan kaum muslimin. Apalagi hadirnya krisis ekonomi di negeri kita masih nampak belum kunjung berakhir. Inilah saatnya mendemonstrasikan amal di bulan Ramadhan. Jika kita lihat, sebagian besar orang yang kurang beruntung adalah juga kaum muslimin, dengan jumlah yang mancapai 40 juta jiwa lebih.

Apa artinya? Bahwa memiliki sikap peduli kepada orang yang kurang beruntung merupakan tuntunan agama. Malah orang yang tidak mau peduli dengan nasib mereka disebut pendusta agama. Omong kosong seseorang mengaku Islam kalau tidak memiliki sikap ingin membantu saudaraanya yang dalam kesusahan.

Terkait dengan dengan hal ini Allah Swt mengingatkan,” Tahukan kamu orang yang mendustakan agama? Itulah mereka yang menghardik anak-anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan kepada orang miskin.”(Al-Ma’uun: 1-3)

Orang-orang miskin, kaum dhu’afa dan anak yatim sangat membutuhkan makanan, kasih sayang dan tempat bernaung. Mereka juga haus keadilan, perhatian dan hak-hak hidup yang lain sebagai sesama anak adam.

Setidaknya, inilah yang hendak digugah dalam Ramadhan kali ini. Setelah di malam harinya ruhani kita diasah dengan qiyamul lail dan tartil Qur’an, dengan perut yang lapar, siangnya kita datangi saudara-saudara kita yang kurang mujur. Kita bantu secukupnya. Kita selami problematika yang dialami dan membantu mencari solusinya. Jangan sampai ada yang menangis—apalagi pada saat lebaran tiba nanti–pada saat kita sedang gembira bersama keluarga tercinta. Semoga Allah menjadikan kita orang yang peduli. Semoga tergugahlah hati kita. (aql/hidayatullah.com)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MARSIDAO-DAO (episode 40)

    MARSIDAO-DAO (episode 40)

    • calendar_month Kamis, 25 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara I jolo bagas i, ielana mulak epeng na 15.000 i tingon cakukna, igolomna nangkan ilehensa tu inangna. Tai, dung tontang pintu i, nidasa ma anggina Si Pikek juguk manyuhung na tangis-tangis maniop kadak manareon mudar nanibatukkon inangna i pantar tonga i. Sibuk ni inang nia tungkap martungkol cikukna tu […]

  • Warga Kotanopan dan Ulu Pungkut Minta PLN Jangan Mati Saat Ramadhan

    Warga Kotanopan dan Ulu Pungkut Minta PLN Jangan Mati Saat Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Warga Mandailing Julu Kabupaten Mandailing Natal (Madina), khususnya Kecamatan Kotanopan dan ULu Pungkut minta agar listrik jangan mati di bulan Ramadan, terutama jam-jam tertentu, misalnya saat berbuka, tarawih dan sahur. Hal itu di katakan Fendi Lubis, salah seorang warga Kotanopan kepada wartawan beberapa hari lalu. Himbauan itu mengingat di Kotanopan, […]

  • Lagi, Unimed kecolongan ijazah palsu

    Lagi, Unimed kecolongan ijazah palsu

    • calendar_month Kamis, 19 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Belum lagi usai pengungkapan otak pelaku ijazah palsu di Universitas Negeri Medan (Unimed) yang ditangani Polsek Percut Sei Tuan, kini kembali ditemukan dari tangan seseorang yang hendak melegalisir ijazah tersebut. Modus kejahatan dengan cara menawarkan ijazah palsu bukan rahasia. Pemberi layanan ini pun bersikap bak ‘malaikat’ dengan menawarkan ijazah ‘bodong’ bagi mereka yang […]

  • Kabut Masih Tebal, Kadin Bagi-Bagi Masker

    Kabut Masih Tebal, Kadin Bagi-Bagi Masker

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Mandailing Natal (Madina) bersama puluhan wartawan membagikan masker secara geratis kepada para pengemudi di Kota Panyabungan., Jum’at (14/3/2014). Masker yang dibagikan itu mencapai 2.000 helai. Pembagian masker gratis ini sebagai upaya Kadin meminimalisir jumlah warga dari pengaruh negatif asap kabut yang tetap tebal menyelimuti udara Madina. […]

  • Polisi Masih Selidiki Kepemilikan 11 Escapator Tambang Emas Ilegal di Madina

    Polisi Masih Selidiki Kepemilikan 11 Escapator Tambang Emas Ilegal di Madina

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online) : sampai hari ini, Tim penyidik Polres Mandailing Natal ( Madina), masih terus melakukan penelusuran terhadap kepemilikan 11 alat berat escapator yang di amankan polisi saat razia tambang emas ilegal di Kecamatan Kota Nopan. Dari 12 alat berat yang disita polisi, baru satu alat berat yang sudah di ketahui kepemilikannya dan […]

  • Surat Pindah Seorang Pejabat Madina Diduga Palsu

    Surat Pindah Seorang Pejabat Madina Diduga Palsu

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Surat rekomendasi persetujuan perpindahan salah seorang PNS Pemkab Labuhanbaru Utara (Labura) ke Pemkab Mandailing Natal (Madina) diduga palsu. Surat bernomor 824.4/2473/BKD/2011 tertanggal 13 September 2011 itu kini beredar di masyarakat. Saat ini, sang pejabat menduduki salah satu Sekretaris Kecamatan di Madina. Surat itu disinyalir palsu karena ditemukan sejumlah kejanggalan, di antaranya tanda tangan Bupati […]

expand_less