Jumat, 6 Mar 2026
light_mode

Turki Serukan Dunia Islam Lawan Israel

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 22 Mei 2019
  • print Cetak

Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan

ISTANBUL (Mandailing Onilne) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak pemimpin Muslim di seluruh dunia untuk bersatu dan melawan Israel. Pernyataan ini ia katakan beberapa hari setelah sejumlah rakyat Palestina tewas ditembak penembak jitu Israel dalam pawai yang menandai 70 tahun penjajah Israel.

Berbicara dalam pertemuan istimewa Kerja Sama Organisasi Islam (OKI), Erdogan mengatakan, Israel harus bertanggung jawab atas pembunuhan yang memicu amarah masyarakat internasional itu. Penembakan tersebut juga menyebabkan gelombang protes dari Asia, Timur Tengah, sampai Afrika Utara.

“Untuk mengambil tindakan atas pembantaian rakyat Palestina yang dilakukan penjahat Israel dengan cara menunjukkan ke seluruh dunia bahwa kemanusiaan belum mati,” kata Erdogan di Istanbul, seperti dilansir Alja zirah, Selasa (21/5).

Presiden Turki itu menggambarkan pembunuhan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina sebagai kejahatan, kekejaman, dan teror negara. Ia juga mengatakan, hal ini akan menghantui Amerika Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pada hari Senin (20/5) ketika Amerika melanjutkan relokasi kedutaan besar yang kontroversial, sebanyak 62 orang termasuk lima anak-anak tewas dalam penembakan yang dilakukan tentara Israel. Lebih dari 2.700 pengujuk rasa terluka dalam pembantaian yang terjadi saat mereka berkumpul di garis gencatan senjata yang terletak antara Gaza dan Israel.

Pengunjuk rasa itu memperingati hari Nakba, saat militer Zionis mengusir orang Palestina pada tahun 1948. Aksi itu memaksa 750 ribu rakyat Palestina mengungsi dari tanah air mereka.

Beberapa kepala negara datang ke pertemuan di Istanbul. Namun, Arab Saudi, tuan rumah kelompok 57 negara anggota OKI, hanya mengirim pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri. Bahrain, Mesir, dan Uni Emirat Arab juga hanya mengirimkan pejabat Kementerian Luar Negeri mereka.

Dalam pertemuan tersebut, Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad al-Thani mengatakan, penderitaan Palestina telah menjadi simbol penindasan rakyat di seluruh dunia. Ia juga mengecam pembantaian brutal Israel yang mereka lakukan terhadap pengunjuk rasa.

“Siapa di antara kita yang tidak tahu pengepungan yang dipaksakan di Jalur Gaza dan hukuman kolektif terhadap populasinya. Jalur Gaza diubah menjadi kamp konsentrasi besar jutaan orang yang kehilangan hak dasar mereka untuk bepergian, bekerja, dan mendapatkan perawatan kesehatan,” kata al-Thani.

“Ketika putra mereka disebut teroris dan ketika mereka melakukan unjuk rasa damai, mereka disebut ekstremis dan ditembak mati dengan peluru tajam,” katanya menambahkan.

Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah mengatakan, AS menjadi bagian dari masalah, bukan dari solusi. Ia mengatakan, relokasi kedutaan besar Negeri Paman Sam itu tidak agresif terhadap negara Islam serta melawan Muslim dan umat Kristen.

Raja Abdullah II dari Yordania juga mendesak langkah darurat untuk mendukung perlawanan rakyat Palestina. Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani mengajak negara anggota OKI untuk mengambil langkah ekonomi dan politik melawan AS dan Israel.

OKI mengeluarkan pernyataan resmi meminta PBB untuk meluncurkan penyelidikan internasional atas pembunuhan di Gaza dan membentuk pasukan perlindungan internasional untuk rakyat Palestina. Negara-negara OKI juga akan melakukan pembatasan ekonomi untuk negara, perusahaan, atau individu yang mengakui aneksasi Israel di Yerusalem.

Satu hari sebelumnya, Erdogan juga menemui 10 ribu orang di pasar malam Yenikapi, Istanbul. Di sana Erdogan mengatakan dunia Islam harus bersatu dan menyatukan diri lagi.

“Muslim terlalu sibuk berperang dan saling tidak sepakat di antara mereka sendiri dan malu ketika berkonfrontasi dengan musuh mereka. Sejak tahun 1947 Israel telah bebas melakukan apapun yang mereka mau di kawasan. Mereka melakukan apa pun yang mereka suka, tetapi kenyataannya bisa dihentikan jika kami bersatu,” kata Erdogan.

Pada awal pekan ini, setelah peristiwa pembantai rakyat Palestina dan AS merelokasi kedutaan besarnya, Turki memanggil utusan mereka ke Israel dan AS. Warga Jerman keturunan Turki Tolgar Memis datang ke Turki untuk mendukung pernyataan dan kebijakan Erdogan yang melawan Israel.

“Apa yang kami lihat selama beberapa tahun terakhir, segala ketidakadilan, dan apa yang terjadi pada awal pekan ini sama sekali tidak dapat diterima. Erdogan telah membuat langkah yang baik dalam membela Palestina, sesuatu yang wajib dilakukan dan harapannya pemimpin lain mengikutinya,” kata Memis.

Sebelumnya Palestina menanggapi dingin rencana perdamaian yang diajukan AS. Pejabat senior Palestina Nabil Abu Rdeneh mengatakan, setiap rencana AS yang mengabaikan aspirasi politik rakyat Palestina untuk merdeka akan mengalami kegagalan. Pernyataan ini menjadi tanda konferensi perdamaian Timur Tengah bulan depan akan berjalan sulit.

Pernyataan juru bicara Presiden Mahmoud Abbas itu menjadi awan men dung konferensi perdamaian yang akan digelar pada bulan Juni di Bahrain. “Setiap rencana tanpa horizon politik tidak akan membawa perdamaian,” kata Nabil Abu Rdeneh.

Pada Ahad (19/5) lalu Gedung Putih mengumumkan akan mengungkapkan fase pertama rencana perdamaian Timur Tengah dalam konferensi tersebut. Rencana itu disebutkan akan fokus pada manfaat ekonomi jika konflik Israel-Palestina berhasil diselesaikan.

Rencana tersebut mengangankan negara-negara Arab yang kaya akan berinvestasi dalam skala besar dan membangun infrastruktur di wilayah Palestina. Namun, Pemerintah AS mengatakan, konferensi 25-26 Juni mendatang tidak akan membahas isu-isu politik yang menjadi inti dalam konflik ini, seperti perbatasan, status Yerusalem, nasib pengungsi Palestina, atau permintaan keamanan Israel.

Sumber : repubilka online / lintar satria/ap ed:yeyen rostiyani)

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perdagangan Orang Jadi Potret Buram, Aturan TPPO Mandul

    Perdagangan Orang Jadi Potret Buram, Aturan TPPO Mandul

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Saridah Aktivis Muslimah Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Sukabumi menyebutkan ada 11 warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan disekap di Myanmar. Ketua SBMI Sukabumi Jejen Nurjanah sebagaimana dilansir Antara edisi Rabu 11/9/024 di Sukabumi, awalnya mereka dijanjikan bekerja jadi tenaga admin/administrasi atau pelayan investasi berbentuk mata […]

  • Usut Proyek Pasca Bencana Rp 21,47 M TA 2010 di Madina

    Usut Proyek Pasca Bencana Rp 21,47 M TA 2010 di Madina

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN :Pada Tahun 2010 APBN mengucurkan anggaran senilai Rp21.477.044.000 untuk Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Namun terindikasi proyek puluhan miliar tersebut banyak penyimpangan dan sejumlah pejabat yang berwenang sudah diperiksa oleh Polres dan Kejari Madina.Sejumlah pejabat yang terduga sudah diperiksa terkait penggunaan anggaran tersebut Drs Ridwan Daulay (Pejabat Pembuat […]

  • Kelelahan Sejumlah Peserta Upacara HUT ke 78 RI di Madina Pingsan

    Kelelahan Sejumlah Peserta Upacara HUT ke 78 RI di Madina Pingsan

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online)- Upacara peringatan detik detik HUT ke 78 Kemerdekaan RI di Pelataran Masjid Agung Nur Alan’nur Aek Godang Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) Kamis 17/8/2023, diwarnai sejumlah peserta upacara dari barisan pelajar jatuh pingsan. Mereka pelajar yang jatuh pingsan di bawa ke mobil ambulance dan ditangani petugas medis. Sejak awal upacara […]

  • Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Nyatakan Sumut Kantong Teroris

    Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Nyatakan Sumut Kantong Teroris

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho mengaku kaget terkait informasi yang diumumkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) jika provinsi itu termasuk kantong jaringan terorisme. “Saya kaget dengan statemen itu,” katanya kepada wartawan di Medan, Sabtu, 30 Juli 2011. Menurut Gatot, berdasarkan pemantauan dan penilaian selama ini, pihaknya tidak melihat indikasi adanya […]

  • Sedimen Parit Panyabungan Harus Dikeruk 1 Meter

    Sedimen Parit Panyabungan Harus Dikeruk 1 Meter

    • calendar_month Selasa, 5 Sep 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sedimen parit di sepanjang pasar lama Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut butuh pengerukan setebal 1 meter. Itu pendapat sejumlah warga Panyabungan, Selasa pagi (5/9/2023) menyusul banjir di Jalan Willem Iskander setalah kota diguyur hujan. Padahal hujan baru sekitar 10 menit air tak muat di dalam parit. Pantauan Mandailing Online, air memenuhi jalan […]

  • Kadis Pariwisata: Perbaikan Sampuraga Terbentur Dana

    Kadis Pariwisata: Perbaikan Sampuraga Terbentur Dana

    • calendar_month Kamis, 30 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Pariwisata (Disporkab) Pemkab Mandailing Natal, Ansyor Nasution Spd, Kamis (30/8) menyatakan bahwa obyek wisata Sampuraga tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Hanya saja pihaknya selama ini terbentur pada dana anggaran bagi perbaikan fasilitas maupun membangun fasilitas di objek Sampuraga. “Untuk melestarikan kekayaan alam Sampuraga ini, pemerintah memang sangat […]

expand_less