Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Poken Bante

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2020
  • print Cetak

Catatan : Dahlan Batubara

Poken bante itu bahasa Mandailing. Jika di Indonesiakan berarti pasar daging. Poken (pasar), bante (daging).

Belum diperoleh penjelasan mengapa bukan juhut (daging), mangapa harus bante.

Sebab, orang Mandailing lebih sering menyebut juhut ketimbang bante dalam membahasakan daging.

Misalnya : juhut ni orbo, juhut ni lombu, juhut ni ambeng, juhut ni manuk, juhut nu itik, juhut ni ursa, dll.

Tidak ada sebutan bante ni irbo, bante ni lombu, dll.

Lantas, apa sebenarnya arti “bante” ini ? Apakah daging saja atau ada yang lainnya? Pembaca yang tahu mohon beritahukan di kolom komentar.

Kembali ke poken bante. Poken bante adalah tradisi setiap hari terakhir Ramadan di Mandailing.

Hari itu masyarakat berbondong bondong ke pasar membeli daging kerbau atau lembu. Untuk digulai sebagai lauk hari raya idul fitri. Gulai daging ini disebut gule bante.

Gule bante ini seperti “kewajiban” utuh dan telah menjadi bagian penting dalam tradisi idul fitri.

Tidak ada greget hari raya jika tak ada gule bante di rumah.

Daging yang dibeli mayoritas daging kerbau atau lembu.

Ada juga daging ayam atau itik, tapi tak seberapa jumlah pembelinya. Hanya bagi yang tak bisa makan daging kerbau atu lembu saja dengan alasan alasan tertentu.

Tetapi ada juga tak membeli apa apa karena tak punya uang beli daging kerbau dan kebetulan punya peliharaan ayam atau itik.

“Manuk i ma soni ita koyok” (ayam itu saja kita sembelih).

Kewajiban margule bante (bergulai daging) itu mengalahkan keharusan mangalomang (memasak lemang) dan mangalame (memasak dodol).

Hari raya tidak akan memiliki “kaldu” jika aroma gule bante tidak menebar dari dapur rumah penduduk.

Sebaliknya, hari raya tetap memiliki “rasa” walau tak ada lomang (lemang) atau alame (dodol) dengan catatan ada gule bante.

Itu artinya, jika dihadapkan pada pilihan, orang Mandailing akan memilih margule bante ketimbang mangalomang.

Oleh karenanya, tiap kepala keluarga merasa wajib menyediakan gule bante di rumah. Soal jenis daging, itu hal kedua.

Makanya, ada beberapa istilah di dalam bahasa Mandailing dalam mengklasifikasi bagian bagian tubuh kerbau atau lembu.

Ada juhut (daging), ada tabo tabo (lemak dan bagian bagian dalam perut kerbau), ada ulingkuling (kulit kerbau atau kikil), ada tulang sup (tulang sup ini tak perlu diterjemahkan karena juga bahasa Melayu/Indonesia).

Keluarga yang menghadapi keterbatasan uang (malarat) biasanya akan membeli tabo tabo saja. Harganya sangat jauh lebih murah dibanding juhut.

Tabo tabo pun jadilah ketimbang tidak margule bante.***

Dahlan Batubara adalah Pimred Mandailing Online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melirik Sejarah Pupuk Sarlinkson

    Melirik Sejarah Pupuk Sarlinkson

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pupuk organik Sarlinkson merupakan anugrah bagi petani di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Tidak semua kawasan di Indonesia memiliki anugrah pupuk jenis Guano. Tergantung populasi kelelawar yang “memilih” mau berramai-ramai “menetapkan” satu tempat tertentu sebagai basis untuk tidur bergelantung. Goa dan pohon besar biasanya menjadi pilihan yang aman bagi populasi kelelawar sebagai tempat tidur. Pohon […]

  • Walbup Sampaikan LKPJ Bupati 2012

    Walbup Sampaikan LKPJ Bupati 2012

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution menyampaikan nota pengantar Laporan Pertanggungjawaban Bupati tahun 2012 pada paripurna DPRD Madina, Selasa (1/10/2013). Dalam nota pengantar disebutkan, realisasi pendapatan daerah sebesar Rp.791.409.493.295. Angka melenceng dari rencana pendepatan yang ditarget sebesar Rp.820.534.052.297 atau hanya tercapai 96,45 persen. Pendapatan itu terdiri dari PAD (Pendapatan […]

  • Bupati Terbitkan Surat Edaran Desa Tanggap Covid-19

    Bupati Terbitkan Surat Edaran Desa Tanggap Covid-19

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Guna mengoptimalkan sinergitas pemerintah desa dalam penanggulangan Covid-19, Bupati Madina menerbitkan surat edaran. Surat Edaran itu Nomor 141/1021/PMD/2020 tanggal 30 Maret 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa, ditandatangani Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution. Terdapat 14 poin di Surat Edaran itu yang harus dilaksanakan para kepala desa. Poin-poinnya […]

  • Ini Penjelasan DLH Terkait Proyek Penataan Taman Kota Panyabungan yang Dipersoalkan

    Ini Penjelasan DLH Terkait Proyek Penataan Taman Kota Panyabungan yang Dipersoalkan

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Proyek Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dengan pekerjaan penataan taman panyabungan di Kabupaten Mandailing Natal ternyata banyak menuai protes. Rencana penebangan pohon pelindung taman kota panyabungan menjadi salah satu masalah yang di perdebatkan sebab taman kota menjadi ruang terbuka hijau ( RTH ) kota Panyabungan. Selain masalah penebangan pohon, pedagang yang mangkal di areal […]

  • Pengungsi Rohingya di India Kondisinya Memprihatinkan

    Pengungsi Rohingya di India Kondisinya Memprihatinkan

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    HYDERABAD – Hampir setahun mengungsi di tanah Hyderabad, India, 1.500-an kaum minoritas Muslim Myanmar dari etnis Rohingnya menghadapi situasi serba kekurangan. Kaum Muslim Rohingya tiba di India setelah terusir dari tanah airnya, Myanmar, pascaserangan sektarian bertubi-tubi yang dilakukan terhadap mereka oleh etnis mayoritas Rakhine yang beragama Budha. Sebagaimana dilansir Al Jazeera, kondisi para pengungsi Rohingnya […]

  • Arsitektur Rumah di Mandailing: Satu Kajian Sejarah

    Arsitektur Rumah di Mandailing: Satu Kajian Sejarah

    • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Falah Nasution Guru Sejarah SMAN 2 Plus Panyabungan Kawasan Mandailing pada abad ke-14 sudah disebut dalam kitab Negarakertagama, ditulis Mpu Prapanca, sejarawan dari Majapahit. Mandailing menjadi salah satu daerah eksvansinya di luar pulau Jawa. Masuknya Majapahit di kawasan Mandailing menunjukkan bahwa pada masa itu Mandailing sudah memiliki peradaban, bahkan jauh sebelum Majapahit datang. […]

expand_less