Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Selamat Datang Virus Covid Varian Baru

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 8 Feb 2021
  • print Cetak

Oleh : Alfisyah S.Pd
Guru dan Pegiat Literasi Islam

Varian baru virus covid-19 B117 yang berasal dari Inggris kini semakin menghantui negeri-negeri yang menjadi lahan subur pandemi. Boris Johnson mengatakan bahwa virus varian baru ini lebih menular dan lebih mematikan (kompas.com, 23/01/2021). Jubir satgas covid 19 menyatakan bahwa Indonesia mesti bersiap akan kemungkinan penularan virus varian baru ini.

Memang Indonesia mesti lebih khawatir seharusnya. Sebab varian lama covid19 itu telah membuat rekor di dunia. Sebab angka penularan Indonesia sudah melewati satu juta korban. Selayaknya memang tidak boleh disepelekan. Apalagi masuknya virus covid varian baru yang dikabarkan lebih berbahaya dan lebih mematikan itu. Dua kejadian ini membuka mata dunia bagaimana Indonesia belum mampu (gagal) mengatasi pandemi ini sekaligus tidak siap mengatasi munculnya varian baru tersebut. Parahnya Indonesia melalui penguasanya tetap ngeyel menerima tenaga kerja asing beberapa waktu ini. Dikabarkan sebanyak 152 TKA asal China telah tiba di Indonesia melalui bandara Soekarno Hatta beberapa hari lalu. Kebijakan ini tentu melukai masyarakat Indonesia yang sedang berjuang mati-matian melawan covid-19 saat ini. Pintu penularan virus varian baru ini terbuka bebas. Seakan Indonesia menggelar karpet merah menerima varian baru virus tersebut dengan ucapan selamat datang.

Pemerintah Indonesia nampaknya masih cuek terhadap virus varian baru ini titik gagap pandemi yang terjadi semakin membuat kacau penanggulangannya. Jika dari awal kebijakan lockdown itu diterapkan, penularan virus itu tentu bisa dikendalikan termasuk menolak masuknya warga asing yang memungkinkan semakin menularkan wabah itu. Keluar masuknya masyarakat di satu wilayah yang bercampur orang sakit dan orang sehat itulah yang menyebabkan penularan itu tidak bisa dihentikan Tentu denganmelihat angka-angka yang terus menanjak itu rasanya tak mungkin pandemi ini akan berakhir cepat. Kebijakan new normal yang tidak dilaksanakan secara komprehensif telah menyumbang kenaikan angka korban pasien covid 19 tersebut. Padahal jika lockdown itu diambil dari awal akan terpisah antara yang sakit dan yang sehat. Sementara yang sakit dilokalisasi di satu wilayah yang sehat tetap dapat melakukan kegiatan ekonomi di wilayah yang sehat itu. Roda ekonomi tetap dapat berputar tanpa ada kekhawatiran akan penularan virus tersebut. Tentu APBN negara pun harus diperbaiki titik APBN Indonesia hari ini yang defisit akibat salah kelola perekonomian di negeri ini memang sudah kasep (terlanjur).

Untuk keluar dari keadaan itu, pemerintah mesti memiliki tekad yang kuat untuk membuang sistem kapitalisme dalam kehidupan bernegara saat ini. Jika sudah dicampakkan atau dibuang, lalu langkah selanjutnya adalah mengambil sistem lain yang shahih/benar. Sistem baru yang menjadikan kekayaan negara yang tersisa tetap dimiliki dan kekayaan negara yang sudah dirampas pihak lain diminta untuk dikembalikan. Tentu negara ini harus memiliki posisi yang diperhitungkan agar disegani dan ditakuti lawan. Posisi itu merupakan posisi yang menjadikan masyarakat Indonesia dapat mengembalikan pada keadaannya semula dahulu. Saat semua sumber daya alam masih dimiliki secara utuh harus dikelola sendiri tanpa campur tangan asing. Jika sudah ditangani asing, namun masih banyak untuk bisa diselamatkan harus diminta kembali. Sebab saat ini sudah banyak aset negara yang dikuasai asing (sekitar 90%). Meskipun demikian jumlah yang tersisa (10%) dari kekayaan negara ini masih bisa diselamatkan jika negara berkomitmen menerapkan sistem ekonomi yang mandiri tangguh dan meniadakan campur tangan dari asing.

Namun semuanya kembali pada itikad baik penguasa/pemimpin hari ini. munculnya varian baru virus itu tidak akan menjadi momok baru bagi indonesia selama negara ini tangguh secara ekonomi. Oleh karena itu tidak ada cara lain untuk menghadapi munculnya varian baru covid-19 ini kecuali dengan cara menerapkan sistem baru penanganan wabah yang komprehensif. Penanganan yang mengutamakan keselamatan jiwa masyarakatnya. Penanganan yang berbasis ekonomi yang stabil dan memiliki tujuan melayani masyarakat titik bukan hendak berjual beli dengan masyarakat titik sebab hubungan pemimpin dan masyarakat yang sesungguhnya adalah hubungan pelayan dan majikan. Majikan sebenarnya adalah rakyat (masyarakat). Hubungan itu dilandasi saling kasih sayang karena Allah bukan yang lain. Niscaya varian-varian baru yang muncul dari covid 19 tetap dapat diatasi secara sempurna.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • UKT Ditengah Pandemi

    UKT Ditengah Pandemi

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Elsa Novia Wita Siregar, S.Si   Seperti kita ketahui, semenjak wabah melanda dunia termasuk Indonesia banyak kegiatan yang dilakukan dirumah termasuk kegiatan belajar mengajar dimulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Proses belajar mengajar dilakukan secara online dirumah masing-masing. Kegiatan ini otomatis mengharuskan setiap peserta didik menyiapkan kuota setiap kelas online diadakan. Tentu […]

  • Bupati dan Polisi Harus Kedepankan Kearifan Lokal Dalam Kasus Maga

    Bupati dan Polisi Harus Kedepankan Kearifan Lokal Dalam Kasus Maga

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati dan Polres Mandailing Natal (Madina) dihimbau lebih mengedepankan kearifan lokal dan kekeluargaan dalam menyelesaikan masalah di Maga terkait kerusuhan pada Selasa pekan lalu. “Saya menghimbau kepada bapak Bupati Madina dan anggota DPRD Madina dan juga Kapolres Madina agar segera melakukan langkah-langkah persuasif dengan melakukan mediasi intensif kepada kedua belah […]

  • DPRD Madina Gagal Jadwalkan Perhitungan APBD

    DPRD Madina Gagal Jadwalkan Perhitungan APBD

    • calendar_month Sabtu, 11 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Badan Musyawarah (Manmus) DPRD Madina, Jum’at (10/8) gagal menggelar rapat menyusun jadwal agenda pembahasan Perhitungan APBD 2011. Pasalanya jumlah anggota yang hadir tidak mencapai kuorum. Sejumlah anggota dewan menyatakan, kelompok yang pro bupati di DPRD Madina tidak mampu menghadirkan mayoritas anggota Banmus agar rapat banmus mencapai kuorum. Draf Perhitunghan APBD 2011 ini […]

  • Jalur Jembatan Merah-Muara Soma Hancur, Pemprovsu Dituding Pilih Kasih

    Jalur Jembatan Merah-Muara Soma Hancur, Pemprovsu Dituding Pilih Kasih

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) – Jalan jalur Jembatan Merah-Muara Soma, Mandailing Natal (Madina) dari tahun ke tahun selalu porak poranda. Warga pun akhirnya menuding Pemprovsu sebagai penanggungjawab pemeliharaan jalan ini dituding pilih kasih. Selain kucuran dana yang dinilai minim dalam pemeliharaan jalan, Pemprovsu melalui Dinas Perhubungan Sumut juga dinilai tak becus mengontrol truk-truk bermuatan […]

  • Tiga Rumah Kontrakan di Banjar Sehat Ludes Terbakar

    Tiga Rumah Kontrakan di Banjar Sehat Ludes Terbakar

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) : Tiga unit rumah kontrakan terbuat dari papan di banjar sehat, Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) Rabu Sore 14/6/2023 sekitar pukul 15.20 ludes dilalap si jago merah. Besarnya api membuat seisi rumah tidak bisa di selamatkan, warga sekitar yang melihat kejadian itu pun berhamburan dan membantu […]

  • Atika: Jadikan 1 Muharram Momen Gerakan Evaluasi Merubah Madina

    Atika: Jadikan 1 Muharram Momen Gerakan Evaluasi Merubah Madina

    • calendar_month Selasa, 10 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tahun baru Hijriah harus maknai sebagai evaluasi dan membuat pijakan baru. Momentum berpindah atau bergerak ke arah yang lebih baik untuk mencapai Madina yang Madani. Itu ditekankan Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, diunggah pada akun pribadinya di facebook, Selasa (10/8/2021) Tahun baru bukan sebatas perayaan, euforia atau penanda hari libur. Melainkan harus dipandang […]

expand_less