Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Gubuk Terpal, Saksi Kemiskinan yang Terlupakan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 16 Jun 2021
  • print Cetak

Gubuk tenda yang dihuni Suriadi dan keluarga di Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau. Foto: Kompas.com

Oleh: Alfisyah Ummu Arifah
Guru dan Pegiat Literasi Islam

Menyedihkan dan membuat gerimis hati siapa saja yang melihatnya. Potret kemiskinan di negeri ini memang seperti fenomena gunung es. Data dan fakta yang tersembunyi lebih banyak lagi. Pendataan tak rapih menjadi pangkal persoalan dari kasus kemiskinan serupa. Jika di ibukota ada yang tinggal di bawah jembatan, di tempat sampah dan gunungannya, ada yang di kuburan dan tempat tak layak lainnya.

Seorang laki-laki berusia 45 tahun bernama Suriadi dan istri serta kedua anaknya tinggal di gubuk terpal ini sudah empat tahun. Menurut pengakuan mereka, mereka tak mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah setempat.  Fakta tak terbantahkan ini memang belum pernah akan usai. Sistem manusia kapitalisme yang tak mensejahterakan semua manusia inilah yang membuat masyarakat di negara ini bertambah miskin.

Karena keterbatasan ekonomi, pria 45 tahun ini bersama istri dan anak-anaknya terpaksa tinggal di gubuk reot yang dibuat dari terpal plastik di Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau.

Di gubuk itu, Suriadi tinggal bersama istrinya, Salini Noviani (31) dan dua orang anak perempuan, Nindi Hara Pipah Wina (10) bayi  berusia lebih kurang satu tahun. Suriadi bercerita bahwa sudah empat tahun tinggal di gubuk berukuran 3×4 meter (Kompas.com, 26/04/21).

Padahal salah satu kewajiban asasi seorang pemimpin pada masyarakatnya adalah memudahkan masyarakat memiliki hunian yang layak. Juga memudahkan kepala keluarga untuk mencari nafkah. Artinya lapangan pekerjaan mesti disiapkan negara untuk semua lelaki yang bertanggung jawab pada keluarganya. Satu lagi yang tak boleh lupa adalah menyediakan pakaian layak untuk masyarakat. Maka, jika negara itu beres dalam menjadikan pemenuhan kebutuhan sandang, pangan dan papan. Itulah kebutuhan asasi seorang warga negara yang harus disediakan penguasanya secara gratis dan murah.

Selain itu, ada kebutuhan kolektif yang harus diberikan secara cuma-cuma oleh negara. Misalnya pendidikan, kesehatan dan jaminan keamanan dalam kehidupan bernegaranya. Siapapun dia mendapatkan pelayanan yang layak.

Jika kini ada yang tak terdata hidup di gubuk terpal, tempat sampah, kolong jembatan sesungguhnya itu fenomena gunung es yang tak nampak. Suatu saat akan menimbulkan masalah bagi negeri ini. Ini juga merupakan gambaran buruknya pelayanan negara terhadap masyarakat.

Prinsip good government ternyata belum tercapai. Pemerintah mesti intropeksi akan hal ini. Beritikad baik untuk memperbaiki keadaan masyarakat. Jangan ada lagi Suriadi yang lain yang tinggal di tempat tak layak. Mereka ada untuk diurus urusannya. Itu amanah dari Allah untuk setiap pemimpin negeri.

Namun jika pemimpin itu masih berfikir dan mengurus urusan masyarakat dengan sistem kapitalisme, masyarakat sejahtera hanya akan menjadi mimpi di siang bolong. Harus ada gebrakan mengganti sistem kapitalisme dengan sistem yang kapabel dalam mengurus masyarakat. Sistem yang tidak cacat, tidak rusak atau merusak serta sistem yang mensejahterakan.

Tentu dengan arahan sang pencipta. Aturan itu adalah aturan ilahi yang bebas dari kesalahan dan kekeliruan dalam melayani masyarakat. Sebab mekanisme untuk mensejahterakan masyarakat sudah teruji selama 13 abad. Tinggal diulangi lagi kegemilangan itu yang kedua kali. Wallahu a’lam bish-showaab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tidak Memiliki SIUP, Pemkab Madina Segel Indomaret

    Tidak Memiliki SIUP, Pemkab Madina Segel Indomaret

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Pemkab Mandailing Natal (Madina) melakukan penyegelan terhadap toko Indomart di Jl.Willem Iskander, depan bank BNI, Sipolu-polu, Panyabungan. Penyegelan dilakukan tim gabungan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) dan Satpol PP, Jumat (31/01/2014) akibat PT.Indomart belum mengantongi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Sebelum penyegelan, Pemkab Madina melalui KPPT telah melayangkan surat teguran […]

  • Ivan Batubara dan Pesan Sang Ayah

    Ivan Batubara dan Pesan Sang Ayah

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Bagian 4 dari 4 tulisan) Oleh: Ludfan Nasution, S.Sos Iya, mengingat pesan Ayahanda, berarti mengenang begitu banyak momentum. Tak jauh beda dengan orang lain atau saudaranya sendiri. Ivan pun sering mengenang Ayahanda dari kisah orang lain dan catatan media. Itu menjadi frame yang bikin rasa “holong na marama” itu lebih besar dan lebih dahsyat lagi. […]

  • Tokoh Besar dan Berjasa Akan Ditabalkan di HUT Madina

    Tokoh Besar dan Berjasa Akan Ditabalkan di HUT Madina

    • calendar_month Senin, 20 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di momen HUT Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, tahun ini, nama para tokoh besar Madina serta para tokoh yang berjasa akan diabadikan. Pengabadian nama figur figur itu rencananya ditabalkan pada nama jalan atau nama bandara atau nama gedung. Itu diungkap Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution di Panyabungan, Senin (20/2/2022). […]

  • Penggabungan Malaria Center & Dinkes Kebijakan Keliru

    Penggabungan Malaria Center & Dinkes Kebijakan Keliru

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pj Bupati Mandailing Natal Ir H Aspan Sofian Batubara MM sebaiknya mengurungkan niatnya untuk menggabungkan Kantor Malaria Centre dengan Dinas Kesehatan (Dinkes). Keberadaan Kantor Malaria Center dinilai masih sangat perlu dipertahankan karena telah berhasil meminimalisir jumlah penderita malaria di Madina. “Rencana penggabungan kantor itu keliru. Semua pihak harus jujur dan jangan karena sentimen pribadi […]

  • Data Identitas Napi Ikut Terbakar, Perburuan Sulit

    Data Identitas Napi Ikut Terbakar, Perburuan Sulit

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, – Pihak Polda Sumut merilis data perkembangan perburuan napi yang kabur dari Lapas Tanjunggusta, Medan. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes.Pol. R. Heru Prakoso menjelaskan, dari 2.599 orang napi yang ada di LP tersebut, yang melarikan diri adalah sebanyak 212 orang. Kemudian yang meninggal akibat terbakarnya LP tersebut adalah 5 orang.”Dua orang dari pegawai lapas, […]

  • Diduga Melawan Hukum, Polisi Belum Tindak PT Jaya Kontruksi

    Diduga Melawan Hukum, Polisi Belum Tindak PT Jaya Kontruksi

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online )- PT Jaya Kontruksi selaku kontraktor pembangunan Jalan Lintas Sumatera di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kuat dugaan telah melakukan tindakan melawan hukum dengan menggunakan material galian C tanpa izin. Dugaan tersebut berasal dari operasional penambangan galian C tanpa izin di Sungai Batang Gadis Desa Pidoli Lombang Kecamatan Panyabungan dan Desa Simalagi Kecamatan […]

expand_less