Senin, 9 Mar 2026
light_mode

Penggabungan Malaria Center & Dinkes Kebijakan Keliru

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 4 Okt 2010
  • print Cetak

Panyabungan,
Pj Bupati Mandailing Natal Ir H Aspan Sofian Batubara MM sebaiknya mengurungkan niatnya untuk menggabungkan Kantor Malaria Centre dengan Dinas Kesehatan (Dinkes). Keberadaan Kantor Malaria Center dinilai masih sangat perlu dipertahankan karena telah berhasil meminimalisir jumlah penderita malaria di Madina.

“Rencana penggabungan kantor itu keliru. Semua pihak harus jujur dan jangan karena sentimen pribadi lalu mengeluarkan statment yang memojokkan keberadaan kantor itu. Kantor Malaria Center dibentuk dengan alasan yang tepat mengingat wilayah kita daerah Malaria,” ujar Sekretaris Komisi D DPRD Madina Iskandar Hasibuan dalam jumpa pers di Panyabungan, Jumat (01/10/2010) siang.

Menurut Iskandar, penyakit malaria di daerah ini sampai sekarang masih menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian serius. Karena malaria merupakan salah satu penyakit yang telah banyak menimbulkan kematian bayi dan ibu hamil. Saking seriusnya penyakit malaria di Madina, sampai-sampai Pemerintah Pusat dan Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) ikut turun tangan.

Karena itu, rencana Pj Bupati untuk menggabungkan Kantor Malaria Center dengan Dinkes adalah sangat keliru. “Seharusnya kita seluruh masyarakat baik itu DPRD, politisi, LSM, pers, ulama dan tokoh masyarakat harus ikut serta terlibat dalam menanggulangi persoalan malaria dari daerah kita bukan dengan menggabungkan instansinya,” tegas Iskandar.

Kata dia, sekitar tahun 1995 lalu di wilayah Siabu dan Panyabungan, terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria yang menimbulkan hampir tiap hari ada warga yang meninggal dunia. Hal serupa juga terjadi sekitar Tahun 2000 dan 2005 lalu. Setelah beberapa kali terjadi KLB malaria, akhirnya dibentuklah Kantor Malaria Center. Setelah pembentukan kantor tersebut, jumlah penderita malaria di Madina berangsur berkurang.

Makanya, Iskandar tak habis pikir, entah apa maksud pemerintah untuk menggabungkan kantor tersebut. “Kita tidak habis pikir, apakah kita tidak melihat fungsi dan perannya, apakah kita tidak ingat persoalan malaria, sebab kalau hanya Dinas Kesehatan yang akan menangani kita berani jamin akan terjadi lagi wabah malaria, sebab sampai sekarang fungsi dan keberadaan puskesmas dan poskesdes sama sekali tidak berfungsi dibuat instansinya,” ujarnya.

Seharusnya, ujar Iskandar, seluruh pihak baik pemerintah dan DPRD dapat berpikir secara jernih dan membuat pengkajian yang betul-betul dan bukan karena ikut-ikutan dan sentimen tanpa ada alasan yang jelas dan masuk akal. “Bukan menggabungkan Kantor Malaria lalu persoalan malaria dapat diatasi dari daerah ini. Kalau penggabungan itu terjadi, maka pemerintah sudah tidak ada niat lagi untuk memberantas malaria di daerah ini,” ujar Iskandar.

Oleh karena itu, sebaiknya Pj Bupati dapat melakukan kajian yang berpihak kepada masyarakat banyak, bukan latah dengan statement dan komentar oknum-oknum yang tidak senang dengan keberadaan Kantor Malaria. Kepada semua pihak juga diharapkan untuk sama-sama mengkaji dan membuat dukungan yang dapat berpihak kepada masyarakat. (BS-026)
sumber:beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buka Muscab, Atika Harap Pramuka Madina Lebih Sinergis

    Buka Muscab, Atika Harap Pramuka Madina Lebih Sinergis

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kwarcab Mandailing Natal (Madina) dilaksanakan di aula Hotel Madina Sejahtera, Panyabungan, Rabu (29/9/2021). Muscab dibuka Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution. Dalam pidatonya, Atika mengharapkan Muscab tersebut selain sebagai wadah pergantian kepengurusan, juga harus menjadi kesempatan yang baik untuk melakukan evaluasi program Kwarcab Pramuka Madina. […]

  • PWI Madina Desak Poldasu Usut Pembunuh Wartawan di Labuhanbatu

    PWI Madina Desak Poldasu Usut Pembunuh Wartawan di Labuhanbatu

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PWI Mandailing Natal mendesak Polda Sumut mengusut lebih dalam kasus pembunuhan dua orang wartawan di Labuhanbatu, Sumatera Utara. “Siapapun pelaku dan aktor di balik kasus pembunuhan dua wartawan tersebut harus dihukum setimpal. Karena bagaimanapun kekerasan terhadap Pers harus dihapuskan,” kata Ketua PWI Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Muhammad Ridwan Lubis didampingi […]

  • Maret, Sumur Minyak Pertama Padang Lawas Berproduksi

    Maret, Sumur Minyak Pertama Padang Lawas Berproduksi

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar
  • Budayawan dan Raja Mandailing Bedah Adat dan Budaya yang Baku

    Budayawan dan Raja Mandailing Bedah Adat dan Budaya yang Baku

    • calendar_month Kamis, 28 Des 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Diskusi tentang adat dan budaya Mandailing dilangsungkan di Sopo Godang Hutasiantar, Panyabungan, Mandailing Natal, Rabu malam (27/12/2017). Hadir dua budayawan Mandailing, yakni Bakhsan Parinduri dan Askolani Nasution serta Patuan Mandailing Hutasiantar. Hadir juga anggota DPRD Madina, Ludfan Nasution, sejumlah tokoh adat dari Hutasiantar serta Pimpinan Kampeng Kaos Madina Sobir Lubis sebagai […]

  • Riadoh Gantikan Suami di DPRD

    Riadoh Gantikan Suami di DPRD

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Hj Riadoh Rangkuti dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggantikan suaminya H Abdurrahman Mustafa Nasution yang meninggal dunia 3 Agustus lalu. Pelantikan anggota dewan dari Pergantian Antar Waktu (PAW) itu digelar di gedung DPRD Madina, Kamis (11/11). Abdurrahman Nasution saat duduk di lembaga legislatif menjabat sebagai Wakil Ketua […]

  • Landasan Terbang PT SKU Diduga Ilegal

    Landasan Terbang PT SKU Diduga Ilegal

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kotapinang. Penggunaan landasan dan operasional pesawat terbang di perkebunan PT Satya Kisma Usaha (SKU) di Desa Normark, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) diduga ilegal. Pasalnya, sejumlah instansi terkait di Labusel belum ada menerima permohonan ataupun mengeluarkan izin landasan terbang dan operasional pesawat terbang tersebut. Informasi yang dihimpun, Rabu (6/7), landasan pesawat terbang di perkebunan […]

expand_less