Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

RS Spesial Untuk Pejabat Saat Rakyat Makin Sekarat?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 12 Jul 2021
  • print Cetak

Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam
Dosen dan Pengamat Politik

Penderita terinfeksi covid-19 dikabarkan kian meningkat. Laju penambahan pasien yang terus bertambah membuat persediaan faskes di negeri ini sangat kekurangan. Pasien terinfeksi ternyata seperti yang diberitakan bukan hanya kalangan masyarakat biasa yang sering diklaim tidak taat prokes karena ngeyel. Namun juga lingkaran pejabat banyak terinfeksi virus yang sudah masuk tahun kedua ini tak kunjung angkat kaki.

Penanganan kesehatan terhadap para pejabat akhirnya dianggap perlu diistimewakan sehingga harus ada ketersediaan atau pelayanan yang spesial juga bagi pejabat yang terinfeksi covid-19. Seperti yang dilansir dari situs berita online gelora.co, Selasa (07/07/2021), Wasekjen DPP PAN Rosaline Rumaseuw menyoroti banyak pejabat negara positif covid-19 dan sulit mendapatkan fasilitas kesehatan. Ia meminta pemerintah membuat rumah sakit khusus pejabat.

Pernyataan ini disampaikan Rosaline saat menjadi pembicara di webinar survei median, Rabu (7/7/2021). Awalnya, Rosaline menilai sejak pertama pemerintah tidak siap dalam menangani pandemi Corona. Rosaline lantas menceritakan dirinya kerap membantu pejabat negara yang dinyatakan positif covid-19. Namun, para pejabat itu disebut kesulitan mendapatkan fasilitas kesehatan. Ia menyebut pemerintah memiliki RSPAD yang ikut menangani pandemi covid, namun menurutnya pemerintah perlu lebih waspada dengan banyaknya pejabat yang positif covid.

Para pejabat ini juga dinilai perlu diistimewakan karena memiliki tugas untuk memikirkan negara dan rakyat. Tidak hanya itu, dia juga mengaku kesulitan mencari ruang kosong untuk perawatan covid. Sehingga menurutnya, pemerintah perlu membuat RS khusus untuk pejabat negara. Ia meminta  perhatian kepada pemerintah bagaimana caranya harus ada RS khusus untuk pejabat negara.

Pandemi covid-19 sudah merenggut banyak nyawa manusia. Dan mereka yang telah terinfeksi virus ini tidak pandang bulu. Baik dari kalangan masyarakat yang sangat tidak mampu hingga pejabat atau kalangan elit. Virus sejatinya tidak mengenal mana kaya dan miskin. Jika sudah terinfeksi, maka gejala dan indikasinya tentu saja sama.

Penyediaan faskes yang memadai, murah, dan mudah adalah dambaan rakyat dan kewajiban pemerintah untuk menyediakannya. Semua lapisan masyarakat harus mendapatkan layanan publik (public service) oleh negara baik yang miskin maupun kaya. Rakyat biasa maupun pejabat. Tidak boleh memberikan keistimewaan pada golongan tertentu karena hal tersebut adalah kezaliman dan ketidakadilan.

Tingginya angka terinfeksi dan korban nyawa dari situasi wabah bukanlah semata-mata kesalahan masyarakat secara mutlak. Apakah karena melanggar prokes atau tidak percaya dengan covid-19. Melainkan lebih kepada kebijakan negara yang amburadul dan tidak jelas arah. Istilah demi istilah dalam menghadapi wabah terus berganti, namun minim solusi. Dari PSBB hingga PPKM. Walhasil, wabah kian mengganas. Kenapa? Karena penyelesaiannya setengah hati dan lebih memikirkan dampak ekonomi daripada keselamatan nyawa rakyat.

Sejak awal, para pakar dan ahli sudah menyaranakan agar melakukan lockdown sempurna dan menutup akses pelancong maupun TKA masuk ke negeri ini selama pandemi. Tidak bisa dipungkiri bahwa pendatang dari LN adalah bahaya utama yang membawa virus masuk ke Indonesia. Seperti China dan India.

Terbukti, keengganan pemerintah melakukan lockdown, menyebabkan wabah terus menggerogori nyawa masyarakat. Kematian akibat wabah, kini ibarat sedang menunggu giliran di tengah-tengah masyarakat. Jika sudah begini, siapa yang bertanggungjawab?

Ironisnya, masih ada kalangan pejabat yang hanya memikirkan diri mereka sendiri. Meminta hak mereka disediakan fasilitas khusus atau spesial ditengah situasi masyarakat yang semakin sekarat. Baik oleh virus maupun ekonomi yang menyebabkan kemiskinan dan pengangguran. Sekarat oleh wabah dan virus kapitalisme global yang tidak kalah mengerikan dan mematikan.

Memang wajar saja, para pejabat meminta faskes khusus karena merasa mereka adalah kelompok yang memiliki tugas berat dalam mengurus negara. Tapi seharusnya, mereka tidak berfikir untuk mereka sendiri. Karena pejabat atau penguasa adalah pelayan umat/rakyat yang harus mendahulukan kebutuhan rakyat.

Sikap saling empati dan bahu membahu seharusnya muncul dari kalangan semua masyarakat agar wabah ini segera berlalu. Memberikan nasehat terus kepada pemerintah agar menyediakan faskes, dan mengambil sikap tegas untuk menutup akses bagi WNA masuk saat wabah. Juga mencukupi kebutuhan masyarakat yang tidak mampu saat pemberlakuan PKKM ataupun lockdown. Agar masyarakat juga paham keselamatan bersama tetapi mereka juga mendapat jaminan tidak kelaparan selama lockdown meskipun tidak bekerja keluar sementara waktu. Allahu a’lam bissawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PS MADINA KOK VAKUM

    PS MADINA KOK VAKUM

    • calendar_month Rabu, 13 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing  Online) – Persatuan Sepakbola Madina (PS Madina) dinilai sudah pada kondisi “hidup segan, mati tak mau”. Sebab, selain sudah 3 musim tak mengikuti kompetisi, PS Madina juga belum melakukan Muscab. “PS Madina sudah 3 kali berturut-turut tidak mengikuti kompetisi divsi III, bahkan ini sudah menjelang kali ke empat,” ungkap mantan Sekretaris PS […]

  • Jangan ada politisasi berlebihan soal mobil Esemka

    Jangan ada politisasi berlebihan soal mobil Esemka

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota DPR dari Fraksi PKS minta dihentikannya pro kontra soal layak tidaknya mobil Esemka sebagai kendaraan dinas pejabat dan jangan ada politisasi berlebihan dari karya inovasi anak-anak bangsa tersebut. “Mari kita sama-sama apresiasi karya ini dan mendorong pemerintah memfasilitasi pengembangan serta kelayakannya agar terwujud sebagai mobil nasional dan awal dari bangkitnya kemandirian industri […]

  • Seribuan Kaum Muda Penonton Final PORTA CUP IX Tamiang Teriakkan ONMA

    Seribuan Kaum Muda Penonton Final PORTA CUP IX Tamiang Teriakkan ONMA

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Kotanopan( Mandailing Online ) : Seribuan penonton dari kalangan milenial (kaum Muda) teriakkan ONMA saat menyaksikan laga final sepakbola PORTA CUP XI Tamiang Kecamatan Kotanopan kabupaten Mandailing natal, Minggu (13/10). Teriakan itu semakin menggema saat calon Bupati Mandailing Natal nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution menyerahkan piala dan uang pembinaaan serta pengalungan medali kepada tim […]

  • Pengungsi Rohingya Berterimakasih Kepada Masyarakat Madina

    Pengungsi Rohingya Berterimakasih Kepada Masyarakat Madina

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      LANGSA, ACEH (Mandailing Online) –  "Terima kasih dan mohon sampaikan salam kami kepada masyarakat Madina" ujar Moehammed Turmuzy, salah seorang  perwakilan pengungsi muslim Rohingya, sebagaimana dikutip Ketua Karang Taruna Madina Al-Hasan Nasution, yang disampaikan kepada Mandailing Online via SMS, Minggu (14/6). Para pengungsi Rohingya yang terdampar dan ditampung di Kuala Langsa, Aceh merasa terharu […]

  • Ironi Negeri Hukum, Aparat Penegak Hukum Langgar Hukum

    Ironi Negeri Hukum, Aparat Penegak Hukum Langgar Hukum

    • calendar_month Rabu, 8 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Sosial Masyakarat   Awal Desember kembali masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kasus yang sangat miris dan mengiris hati dengan viralnya kasus oknum polisi yang menghamili dan memaksa pacarnya aborsi hingga berujung pada bunuh diri dari sang korban. Atas kejadian ini, luapan emosi dan keprihatinan netizen ramai diungkapkan di medsos, […]

  • Banjir Bandang Malintang Terparah Dibanding Hutabargot

    Banjir Bandang Malintang Terparah Dibanding Hutabargot

    • calendar_month Senin, 27 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di Mandailing natal, Selain di Kecamatan Bukit Malintang, banjir bandang juga melanda Kecamatan Hutabargot. Berdasar data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina yang diperoleh, Senin, jumlah kerusakan lebih besar di Kecamatan Bukit Malintang. Di Kecamatan Bukit Malintang, 3 unit rumah hanyut, sebelas unit rumah rusak berat dan 100 unit […]

expand_less