Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

DPRD: Usut penggelapan beasiswa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
  • print Cetak


MEDAN – Mencuatnya dugaan penggelapan yang dilakukan sejumlah oknum kepala sekolah (Kasek) di sejumlah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Medan Johor, DPRD Medan melalui Komisi B segera menjadwalkan pemanggilan terhadap Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan dan membentuk panitia kerja (panja).

Anggota Komisi B DPRD Medan, T Bahrumsyah, mengatakan pihaknya sudah menerima informasi itu, dalam waktu dekat akan melakukan penjadwalan dan pembentukan panja untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

“Kita akan minta keterangan Kepala Disdik Medan, Hasan Basri, untuk mengetahui duduk permasalahan yang sebenarnya. Kita mensinyalir persoalan serupa tidak hanya terjadi di Medan Johor, melainkan di kecamatan di kawasan Medan Utara,” pungkas Bahrumsyah, pagi ini.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Medan ini meminta pihak aparat berwenang diantaranya Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk melakukan pengusutan terhadap laporan tersebut, dikarenakan sangat merugikan masyarakat miskin.

Seperti diketahui, kasus ini mencuat berkat adanya laporan puluhan wali murid dan tokoh masyarakat Gedong Johor, Kecamatan Medan Johor yang melaporkan penggelapan beasiswa miskin, dan mendesak walikota mencopot Kepsek SDN 066668 dan 0677775 yang diduga menelap hak siswa miskin.

Dimana penyaluran bantuan beasiswa miskin yang dananya bersumber dari pemerintah pusat itu sebesar Rp360 ribu per siswa, diakui para Kepsek Medan Johor diarahkan oleh RD sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) supaya menggantikan dana beasiswa dengan barang perangkat sekolah.

Para tokoh masyarakat Medan Johor mengindikasikan, niat menggelapkan beasiswa miskin oleh Kepsek tersebut ditandai memanipulasi laporan. Misalnya, uang seakan sudah diterima siswa di kwitansi sebesar Rp360 ribu per iswa pada tanggal 3 Agustus 2010.

Sedangkan surat kuasa pengambilan uang tertera tanggal 4 Agustus 2010. Lain lagi di SDN 067775, uang sudah dicairkan 30 Juli 2010, tetapi diberi kwitansi tanda-terima pada siswa tanggal 4 Agustus 2010.

Artinya, sebulan kemudian baru diserahkan berbentuk perangkat sekolah, tetapi siswa diberikan kwitansi tanda terima uang sebesar Rp360 ribu. Dari awal proses pencairan beasiswa hingga penyerahan perangkat sekolah, tidak diberitahukan pada wali murid dan tanpa diketahui Ketua Komite Sekolah.

“Fakta dan bukti penyimpangan sudah kuat untuk menyeret pelakunya untuk diproses, sehingga ke depan program pendidikan lebih baik dan berarti sudah menyelamatkan hak siswa dari koruptor,” tegas Suroto, salah seorang orangtua siswa yang siap menjadi saksi dalam kasus penggelapan dana beasiswa miskin.
Sumber : Waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pandemi dan Momentum Kebangkitan Herbal Indonesia

    Pandemi dan Momentum Kebangkitan Herbal Indonesia

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Rio Ardi Mahasiswa Magister Kehutanan Universitas Sumatera Utara   Sudah lebih dua bulan sejak pemerintah Indonesia menyatakan Indonesia darurat corona. Dampaknya langsung terasa. Berbagai perlengkapan medis seperti masker kesehatan, hand sanitizer langka di pasaran. Masker Kesehatan, jika ditemukanpun harganya melonjak menjadi tiga kali lipat dibanding harga normal. Hand sanitizer juga demikian mendadak hilang […]

  • Amankan Barang Bukti Penambang Ilegal di Madina, Polisi Bermalam di TKP

    Amankan Barang Bukti Penambang Ilegal di Madina, Polisi Bermalam di TKP

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    KOTA NOPAN ( Mandailing Online ): Pastikan 11 alat berat milik penambang emas ilegal aman sebelum diangkut ke Mako Polres Madina, Kapolres AKBP.Ari Sopandi Paloh beswrra anggota tongkrongi lokasi penambang emas tadi malam Selasa 29/5/2024. Mereka mendirikan tenda di lokasi, sejumlah anggota disiagakan untuk menjaga alat berat yang ditinggal pelaku tambang emas ilegal itu untuk […]

  • Lagi, Puluhan Ayam Bermatian

    Lagi, Puluhan Ayam Bermatian

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDINGKAT- Sedikitnya 34 ayam milik warga di Desa Sidingkat dan Lingkungan II, Kelurahan Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, mati mendadak. Ayam-ayam yang bermatian diduga akibat tetelo ini merupakan kali kedua. Sebelumnya ratusan ayam di Madina juga mati mendadak. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Paluta Ir Mara Bangun Harahap didampingi Kabid Kesehatan Hewan Bukti […]

  • Presiden Larang Ekspor CPO dan Minyak Goreng

    Presiden Larang Ekspor CPO dan Minyak Goreng

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Presiden Joko Widodo melarang ekspor bahan baku minyak goreng/ crude palm oil (CPO) dan minyak goreng dalam rapat bersama menterinya. Larangan yang mulai berlaku pada Kamis (28/4/2022) itu dimaksudkan supaya harga minyak goreng di dalam negeri murah dan pasokan kembali melimpah. “Dalam rapat saya putuskan melarang ekspor bahan baku minyak goreng […]

  • 2 Calhaj Tabagsel Meninggal

    2 Calhaj Tabagsel Meninggal

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    . SIDIMPUAN- Dua jamaah calon haji (calhaj) asal Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) meninggal dunia di tanah suci. Musa Nasution (70), calhaj asal Padangsidimpuan (Psp) menghembuskan nafas terakhirnya, Senin (1/11) usai pulang salat subuh dari Masjid Nabawi, Madinah. Satu calhaj lainnya, Nurbaek Siregar (49), warga Kecamatan Halongonan, Padang Lawas Utara, wafat di Mekkah, Rabu (3/11) siang […]

  • Pemilihan Ketua HMPS HPI STAIN Madina Sukses

    Pemilihan Ketua HMPS HPI STAIN Madina Sukses

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemilihan Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Pidana Islam (HMPS HPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal, Sumut, periode 2024-2025 berjalan sukses, Selasa (25/6/2024). Nur Aisyah terpilih sebagai ketua dalam pemilihan langsung. Dia memperoleh 18 suara, menyaingi Affan Muhamad Hasibuan yang memperoleh 15 suara. Pemilihan berlangsung demokratis di gedung […]

expand_less