Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Fraksi Golkar Melihat Tampungan RKPD Hanya Diisi Satu Pihak

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2021
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) dalam pandangan fraksi yang disampaikan pada Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) 2022 melihat tampungan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) hanya diisi oleh satu pihak saja.

Adanya pernyataan pemerintah yang tidak mengambil kesempatan untuk mengubah RKPD menimbulkan pertanyaan sensitivitas pemerintah terhadap aspirasi masyarakat yang diserap melalui reses.

Padahal anggaran yang digelontorkan untuk menyambut aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses mencapai miliaran rupiah.

Anggaran ini, menurut Fraksi Golkar, terbuang percuma atau sia-sia.

Fraksi Partai Golkar menyampaikan, RKPD mestinya menampung hasil reses dari ruang legislatif dan musrenbang secara bersamaan. RKPD merupakan dokumen yang bersifat universal.

“Apakah anggaran yang miliaran rupiah pada saat reses itu dibiarkan jadi binasa begitu saja,” sebut Zubaidah yang didaulat membaca Pandangan Fraksi Partai Golkar, Jumat (26/11) kemarin.

Sikap Pemkab Madina yang melemahkan posisi DPRD ini, menurut fraksi Golkar, menimbulkan kewajaran ketika pemerintah tidak menggubris permintaan masyarakat Lubuk Kapundung II, Siulangaling, untuk membangun beronjong di pinggir Aek Parlampungan. Padahal jarak bibir sungai dengan permukiman saat ini hanya sekitar 30 meter.

Dengan tidak diakomodirnya hasil reses dan aspirasi masyarakat dari ruang legislatif, Fraksi Golkar berharap rincian program benar-benar sudah ditimbang sesuai skala prioritas dan tema pembangunan yang menitikberatkan pada sektor kesehatan, perekonomian, dan infrastruktur.

Terkait beronjong di Desa Lubuk Kapundung, Wakil Bupati memerintah Kadis PU-PR Madina melakukan pengecekan lokasi.

Namun, mengenai tidak diakomodirnya aspirasi masyarakat dan hasil reses dari ruang legislatif, Pemkab Madina menyebut hal tersebut sebagai koreksi.

“Semua yang disampaikan oleh fraksi Partai Golkar akan menjadi koreksi bagi pemerintah. Untuk kitu kami memerintahkan TAPD agar berkoordinasi dengan DPRD sebelum RAPBD ditetapkan,” sebut Atika.

Ketidakhadiran Bupati Madina H. M. Ja’far Sukhairi Nasution pada rapat paripurna yang dimulai sejak Jumat (26/11) pagi sampai malam menjadi catatan tersendiri bagi fraksi Partai Golkar.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saifuddin Nasution Menteri Dalam Negeri Malaysia dari Etnis Mandailing

    Saifuddin Nasution Menteri Dalam Negeri Malaysia dari Etnis Mandailing

    • calendar_month Selasa, 6 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Saifuddin Nasution bin Ismail atau yang lebih dikenal dengan Saifuddin Nasution merupakan seorang politikus Malaysia yang saat ini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Malaysia. Saifuddin Nasution menjadi Menteri Dalam Negeri Malaysia dibawah kepemimpinan Perdana Menteri Anwar Ibrahim. Sebelum menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, sebelumnya Saifuddin Nasution menjabat sebagai Menteri Perdagangan Dalam Negeri. Saifuddin Nasution merupakan penggiat politik yang berasal dari Partai […]

  • Salut Buat Kejatisu Tidak Petieskan Kasus Melibatkan Sekda Madina

    Salut Buat Kejatisu Tidak Petieskan Kasus Melibatkan Sekda Madina

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Dengan adanya pemeriksaan Sekda Madina M Daud Batubara S sos M.Si terkait dugaan penyelewengan terhadap uang Negara pada waktu beliau menjabat sebagai Kabag tapem di Pemko Padangsidimpuan dengan kerugian Negara sebesar Rp.4,9 miliar di Pemko Padangsidimpuan.Pemanggilan Sekdakab Madina ini menjadi pembicaraan dikalangan PNS yang ada dilingkungan Pemkab Madina serta tokoh-tokoh masyarakat Madina, termasuk […]

  • Ketika Hamka Menggugat Sejarah Indonesia

    Ketika Hamka Menggugat Sejarah Indonesia

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hamka telah dikenal luas sebagai cendekiawan Islam dan pengarang roman ternama seperti Tenggelamnya Kapal Van der Wicjk. Namun sebetulnya Hamka juga seorang penulis sejarah. Cukup banyak karya tulisnya yang membahas sejarah Islam dan sejarah Indonesia. Menariknya, beberapa karangannya tentang sejarah bersifat gugatan, terutama gugatan atas penulisan sejarah Indonesia. Apa yang digugat Hamka ialah penulisan sejarah […]

  • Pelaku Tambang Emas Ilegal Mulai Masuk Hutan TNBG Madina

    Pelaku Tambang Emas Ilegal Mulai Masuk Hutan TNBG Madina

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): para pelaku tambang emas ilegal nampaknya tidak lagi pandang lokasi yang akan di garap. Kali ini informasi yang diperoleh lokasi yang digarap para pelaku tambang emas ilegal masuk wilayah Taman Nasional Batang Gadis ( TNBG ) tepatnya di wilayah adat Rura Aek Mais dan desa Pastap julu Kecamatan Tambangan Kabupaten Madina. […]

  • Objek wisata yang masih alami yang  banyak dikunjungi para wisatawan

    Objek wisata yang masih alami yang banyak dikunjungi para wisatawan

    • calendar_month Kamis, 7 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Air Panas Sibanggor, di Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal, smut adalah objek wisata alami yang banyak dikunjungi wisatawan. (MOL)

  • Dialog Narkoba di Darul Mursyid

    Dialog Narkoba di Darul Mursyid

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Semua guru atau tenaga pengajar wajib tahu tentang narkoba, sebab masalah narkoba sudah merambah di semua lini kehidupan. Hal itu diutarakan Kasat Narkoba Polres Tapanuli Selatan, Rudi Candra, SH.MM saat mengadakan dialog interaktif di Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid pada 31 Juli 2013 lalu. ”Dialog interaktif diadakan untuk mengisi kekosongan […]

expand_less