Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

Seorang Pria Dibakar Hidup-Hidup di Langkat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Des 2021
  • print Cetak

Jenazah korban saat berada di RSU dr Djoelham, Kota Binjai untuk kepentingan otopsi.

LANGKAT (Mandailing Online) –  Tindakan sadis terjadi di Dusun Kuta Jering, Desa Belinteng, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (2/12/2021).

Darwis Sitepu (38) warga Dusun II Lorong Gereja, Desa Durian Lingga, Kecamatan Sei Bingai, tewas dibakar hidup-hidup setelah dianiaya dan disiram bensin oleh sekelompok pria.

Jenazah korban telah berada di RSU dr Djoelham Kota Binjai untuk keperluan otopsi.

Kasus ini sedang ditangani Polres Binjai.

Kasubag Humas Polres Binjai, Iptu Junaidi, membenarkan kejadian itu.

“Untuk para pelaku, hingga kini masih dalam pengejaran dan pendalaman. Beberapa saksi sudah kita mintai keterangan,” katanya saat dihubungi wartawan Kamis malam.

Dilansir Medan Bisnis Dayli, informasi yang diperoleh dari warga, sebelum peristiwa tragis itu terjadi, korban saat itu sedang duduk di sebuah pondok di Dusun Kuta Jering, Desa Belinteng, Kecamatan Sei Bingei, bersama 2 rekannya, yakni Selamat Tarigan, dan Darta.

Ketika mereka sedang bercerita-cerit di dalam pondok, datang sekelompok pria, diantaranya berinisial FD.

Kala itu, FD meminta korban untuk meninggalkan pondok itu. Namun permintaan pelaku FD tidak diindahkan oleh korban. “Gak mau kami,” kata korban saat itu menolak permintaan pelaku.

Kemudian keduanya terlibat keributan adu mulut dan berujung pemukulan yang dilakukan rekan pelaku FD, dengan menggunakan popor senapan angin. Korban merasa terancam mencoba melakukan perlawanan.

Rekan pelaku FD pun menyiramkan bensin/premium ke tubuh korban. Bensin tersebut dibawa kolompok pelaku dengan menggunakan ember. Kemudian FD mematik mancis dan membakar korban.

Melihat korban terbakar sekujur tubuhnya dan meregang nyawa, rekan korban, mencari pertolongan dan melaporkan kejadian ke pihak kepolisian.

Sedangkan FD dan rekan-rekannya sudah keburu kabur meninggalkan lokasi kejadian, saat personel Polsek Sei Bingai tiba di TKP.

Di TKP, polisi mengamankan barang bukti 1 mancis yang digunakan untuk membakar korban, 1 ember plastik warna hitam yang digunakan untuk menyiram korban menggunakan bensin.

Sumber: medan bisnis dayli / tvone news / viva.co.id / sumut.inews.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kajari Madina : Pers Adalah Cahaya

    Kajari Madina : Pers Adalah Cahaya

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejarah pers adalah sejarah perjuangan, pers tak terlepas dari perjuangan bangsa. Pers berpihak pada perjuangan. Dan sejarah perjalanan bangsa tak pernah luput dari peran pers dan menjadi catatan pers. Pers juga dituntut melakukan kontrol sosial yang disemangati keseimbangan dan dimensi keadilan agar seluruh sendi kehidupan dan pemerintahan berjalan dalam rel yang […]

  • Besok Pemkab Madina Akan Lakukan Tes Kompetensi Dasar Seleksi CPNS

    Besok Pemkab Madina Akan Lakukan Tes Kompetensi Dasar Seleksi CPNS

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Mandailing Natal (Madina) akan menyelenggarakan Tes Kompetensi Dasar (TKD) seleksi CPNS, mulai besok, Rabu (10/12/2014) hingga 21 Desember. TKD seleksi CPNS ini akan diikuti 6.703 orang memperebutkan 90 formasi, diantaranya bidang kesehatan, pendidikan dan tenaga tekhnis. Demikian disampaikan Kepala BKD Madina, Ahmad Meinul Lubis kepada wartawan […]

  • Rumah Tangga Patah Karena Ketiadaan Islam Kaffah

    Rumah Tangga Patah Karena Ketiadaan Islam Kaffah

    • calendar_month Sabtu, 3 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ummu Taqiyya Aktivis, alumni Komunitas Menulis Online, tinggal di Tapanuli Utara Hidup di dalam sistem yang berlandaskan kapitalisme-sekuler semakin menyengsarakan kehidupan manusia. Bagaimana tidak? Sistem ini hanya menerapkan hukum sesuai hawa nafsu berdasarkan akal manusia, memisahkan agama dari kehidupan, mencampakkan hukum dari Tuhan sehingga problematika kehidupan kian hari kian parah, masalah bertambah tanpa ada […]

  • Kaki Santri Yang Terancam Diamputasi Itu, Ternyata Sedang Program Tahfizul Qur’an

    Kaki Santri Yang Terancam Diamputasi Itu, Ternyata Sedang Program Tahfizul Qur’an

    • calendar_month Jumat, 16 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aldi Subhandi Hasibuan, santri Pesantren Darul Ikhlas Dalanlidang, Panyabungan yang kakinya terancam diamputasi ternyata sedang mengikuti program Tahfizul Qur’an.  “Aldi santri yang cerdas. Mendapat juara II II ketika semester I, dan sekarang masuk program Tahfizul Qur’an,” kata salah seorang pengajar Pesantren Darul Ikhlas, Damratua Siregar, SHI kepada Mandailing Online, Jum’at (16/9). […]

  • Mobil caleg Hanura pengeroyok wartawan diamankan

    Mobil caleg Hanura pengeroyok wartawan diamankan

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –   Polisi Resort Madina saat ini terus melakukan penyelidikan kasus pengeroyokan Wartawan Harian Andalas di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), Jeffry Barata Lubis beberapa waktu lalu. Polisi pun telah mengamankan mobil pick up L300 dan ambulance yang diduga digunakan para pelaku. Kedua unit mobil dengan nomor polisi BB 8181 RS […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 21)

    MARSIDAO-DAO (episode 21)

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Muli tingon bagas Basiron i, iobarkon ia tu dadaboru nia nangkan poken na ro ma alai mangalao tu Bilah. “Alhamdulillah, bahat ma ita soni nalao tu Bilah. Oi baya, jop doma roangku, jabat tolu bagas kahanggi mandongani ita,” ning dadaboru i. “Imada, syukur ma ita. Harana mur martondi ma […]

expand_less