Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Hawa Nafsu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Des 2021
  • print Cetak

Oleh: Alfi Ummuarifah S.Pd
Pegiat Literasi Islam Kota Medan

 

Ketika kita hidup, kita tak luput dari pengaruh hawa nafsu. Hawa nafsu ini senantiasa melingkupi kita. Bahkan terkadang mempengaruhi pilihan-pilihan kita.

Tak jarang hawa nafsu ini menjerumuskan kita pada aktifitas maksiat. Hawa nafsu juga mengantarkan pada sifat rakus dan tamak untuk memiliki sesuatu tanpa batas.

Hawa nafsu pun terkadang menyebabkan kecewa dan marah atas kesulitan yang kita alami. Begitu buruk perannya pada manusia. Sampai-sampai Nabi Adam terpengaruh oleh bujukan syaithan yang terkutuk.

Ya, hawa nafsu memang harus  dikendalikan. Bukan dibunuh. Dia bagian dari potensi manusia yaitu naluri. Agar tak besar kepala mengatur kita sebagai manusia yang berakal, maka kita wajib mengendalikannya.

Hawa nafsu tidak mungkin bisa kita hapuskan. Hal yang paling mungkin adalah kita mengendalikannya. Sebagaimana kita mengendalikan pelana kuda. Saat kuda itu berlari.

Mari kita lihat surat cintaNya Allah untuk kita semua manusia. Ayat ini menampar kita. Masihkah kita tak merasakan apa-apa? 

Inilah QS.Al-Jatsiyah Ayat 23:

اَفَرَءَيۡتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰٮهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلۡمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمۡعِهٖ وَقَلۡبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةً  ؕ فَمَنۡ يَّهۡدِيۡهِ مِنۡۢ بَعۡدِ اللّٰهِ‌ ؕ اَفَلَا تَذَكَّرُوۡنَ

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapa yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat?) Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

Jawabannya tentu pernah ya sahabat? Bahkan mungkin kita sendiri. Ayat itulah menjadi ayat saat Allah bertanya pada nabi Muhammad Saw.

Saat manusia menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka manusia akan mengikuti dan menurutinya. Allah membiarkannya sesat dan larut dalam kesesatannya itu. Tentu dengan sepengetahuan-Nya.

Ilmu Allah Yang Mahaluas, dan Allah telah mengunci pendengaran sehingga mereka tidak dapat mendengar kebenaran dan mengunci hatinya.

Manusia itu akhirnya enggan meyakini kebenaran serta meletakkan tutup atas penglihatannya sehingga tidak dapat melihat bukti-bukti ke-Esaan Allah di muka bumi ini?

Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah berpaling dan membiarkannya sesat? Mengapa kamu, wahai kaum musyrik atau siapa pun juga, tidak meng-ambil pelajaran dari apa yang terjadi pada orang-orang yang sesat itu?

Muqatil mengatakan bahwa ayat ini turun berhubungan dengan peristiwa percakapan Abu Jahal dengan Al-Walid bin Al-Mugirah.

Pada suatu malam Abu Jahal tawaf di Baitullah bersama Walid. Kedua orang itu membicarakan keadaan Nabi Muhammad. Abu Jahal berkata, “Demi Allah, sebenarnya aku tahu bahwa Muhammad itu adalah orang yang benar”. Al-Walid berkata kepadanya, “Biarkan saja, apa pedulimu dan apa alasan pendapatmu itu?”

Abu Jahal menjawab, “Hai Abu Abdisy Syams, kita telah menamainya orang yang benar, jujur, dan terpercaya di masa mudanya, tetapi sesudah ia dewasa dan sempurna akalnya, kita menamakannya pendusta lagi pengkhianat. Demi Allah, sebenarnya aku tahu bahwa dia itu adalah benar.”

Al-Walid berkata, “Apakah gerangan yang menghalangimu untuk membenarkan dan mempercayai seruannya?” Abu Jahal menjawab, “Nanti gadis-gadis Quraisy akan menggunjingkan bahwa aku pengikut anak yatim Abu Thalib, padahal aku dari suku yang paling tinggi. Demi Al-Lata da Al-Uzza, saya tidak akan menjadi pengikutnya selama-lamanya.” Kemudian turunlah ayat ini.

Mereka telah lupa bahwa kehadiran mereka di dunia yang fana ini ada maksud dan tujuannya. Ada misi yang harus mereka bawa yaitu sebagai khalifah Allah di muka bumi. Sebagai khalifah Allah, dia harus merealisasikan hukum Allah supaya menjadi aturan kehidupan.

Sebenarnya hawa nafsu yang ada pada manusia itu merupakan anugerah yang tidak ternilai harganya yang diberikan Allah kepada manusia. Karena pada saat yang sama Allah memberikan akal dan agama kepada manusia agar dengan keduanya manusia dapat mengendalikan hawa nafsunya.

Jika seseorang mengendalikan hawa nafsunya sesuai dengan pertimbangan akal yang sehat dan tidak bertentangan dengan tuntunan agama, maka orang yang demikian itu telah berbuat sesuai dengan fitrahnya.

Ibnu ‘Abbas berkata, “Setiap kali Allah menyebut hawa nafsu dalam Al-Qur’an, setiap kali itu pula Ia mencelanya.”

Allah berfirman : “Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia menjulurkan lidahnya (juga)”.

Pada ayat lain disebutkan “Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah”. (shad/38: 26)

Dalam ayat ini, Allah memuji orang-orang yang dapat menguasai hawa nafsunya dan menjanjikan baginya tempat kembali yang penuh kenikmatan.

Allah berfirman selanjutnya :
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya). (QS.An-Nazi’at/79: 40-41).

Banyak hadis-hadis Nabi saw yang mencela orang-orang yang memperturutkan hawa nafsunya. Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘As bahwa Nabi saw berkata.

Tidak beriman seseorang dari antara kamu sehingga hawa nafsunya itu tunduk kepada apa yang saya bawa (petunjuk).(Riwayat al-Khathib al-Bagdadi)

Syaddad bin Aus meriwayatkan hadis, “Orang cerdik ialah orang yang menguasai hawa nafsunya dan berbuat untuk kepentingan masa sesudah mati. Tetapi orang yang zalim ialah orang yang memperturutkan hawa nafsunya dan mengharap-harap sesuatu yang mustahil dari Allah. (Riwayat at-Tirmidhi dan Ibnu Majah).

Orang yang selalu memperturutkan hawa nafusnya biasanya kehilangan kontrol dirinya. Itulah sebabnya ia terjerumus dalam kesesatan karena ia tidak mau memperhatikan petunjuk yang diberikan kepadanya, dan akibat perbuatan jahat yang telah dilakukannya karena memperturutkan hawa nafsu.

Pada akhir ayat ini, Allah mengingatkan mereka mengapa mereka tidak mengambil pelajaran dari alam semesta. Begitu juga  kejadian pada diri mereka sendiri.

Sebab hawa nafsu menyebabkan azab yang menimpa umat-umat terdahulu sebagai bukti bahwa Allah Mahakuasa lagi berhak disembah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SIHIR GAME ONLINE

    SIHIR GAME ONLINE

    • calendar_month Kamis, 25 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Riani, S.Pd.I Guru di Medan Kemajuan teknologi melesat tajam khususnya pada industri game. Begitupun kegiatan hiburan yang marak dilakukan di era digital ini yaitu bermain game. Ada sebagian orang yang bermain game hanya untuk mendapatkan rileks setelah melalui hari-hari yang padat atau melelahkan, namun ada juga yang memainkan game terus-menerus karena sudah menjadi […]

  • Naskah Deklarasi “Batang Pungkut Green Conservation”

    Naskah Deklarasi “Batang Pungkut Green Conservation”

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bismillahirrahmanirrahim Sesungguhnya kami menyadari bahwa lingkungan hidup adalah warisan yang paling berharga untuk generasi yang akan datang, oleh karena itu kami berkomitmen untuk menjaganya. Kami menyadari bahwa dampak negatif pertambangan lebih besar dari pada dampak positifnya terhadap masyarakat dan lingkungan hidup, oleh karena itu kami menolak pertambangan khususnya di wilayah Kabupaten Mandailing Natal. Kami menghormati […]

  • Pemda Madina Diharapkan Fasilitasi Pendirian Koperasi Petani Kopi

    Pemda Madina Diharapkan Fasilitasi Pendirian Koperasi Petani Kopi

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)  – Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal dalam hal ini Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Pasar diharapkan dapat memfasilitasi para petani kopi didalam koperasi kopi. Pendirian badan koperasi ini selain melindungi para petani kopi dari permainan harga para tengkulak juga berpungsi untuk menampung hasil panen masyarakat Salah seorang penggiat kopi Ali Musa […]

  • Ada Anggaran Empat Pilar di 377 APBDes 2024 di Madina

    Ada Anggaran Empat Pilar di 377 APBDes 2024 di Madina

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Sosialisasi Jaksa Garda Desa nampaknya ditunda pelaksanaannya oleh sejumlah Desa di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) penundaan sosialisaai itu kuat dugaan karena jadwal pelaksanaan bocor ke wartawan. Diketahui ada alokasi APBDes tahun 2024 untuk 4 pilar. 4 pilar itu adalah Wesbang, Penyuluhan hukum, Jaksa Garda Desa dan Sosialisasi Perangkat Desa. […]

  • 273 Juta Perjalanan Dinas Anggota DPRD Madina Fiktif

    273 Juta Perjalanan Dinas Anggota DPRD Madina Fiktif

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan sekitar Rp.273 juta perjalanan dinas 15 anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) tahun 2012 salah gunakan alias fiktif. Dan, Bupati Madina Hidayat Batubara telah meminta kepada 15 anggota DPRD Madina yang terlibat segera mengembalikannya ke kas daerah. “Sesuai surat Bupati kepada DPRD Madina agar segera mengembalikan uang […]

  • Mbah Yono Naik Sepeda Keliling Indonesia

    Mbah Yono Naik Sepeda Keliling Indonesia

    • calendar_month Kamis, 7 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Meski di usia tua dan renta, Suyono Notodiwiryo (70) yang familiar dipanggil Mbah Yono, warga Menteng, Jakarta Pusat, ingin membuktikan kecintaannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mengelilingi nusantara naik sepeda. Mbah Yono tiba di Komplek Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Payaloting, Selasa (05/07/2011) sekitar pukul 12.30 WIB dan disambut Asisten Ekonomi dan […]

expand_less