Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Fahrizal Efendi dan Upaya Pengembangan Pesantren Abinnur Al-Islami

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 6 Mar 2022
  • print Cetak

 

Fahrizal Efendi Nasution (kanan) menyalami Pimpinan Pesantren Abinnur Al-Islami, H. Ahmad Saukani,Lc saat menghadiri wisuda hafizul Qur’an di pesantren itu, Ahad (6/3/2022).

Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami merupakan asset penting bagi umat muslim di Mandailing Natal.

Asset penting karena pesantren ini sejak berdiri pada tahun 2006 telah fokus untuk melahirkan santri-santri hafizul Qur’an.

Pesantren yang berlokasi di Kelurahan Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara ini juga fokus dalam kitab klasik, yakni kitab kuning.

Saban tahun jumlah santri di pesantren ini makin bertambah. Bukan saja santri dari kawasan Madina, atau kawasan lain Sumatera Utara, santri juga berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

Dengan demikian, pesantren ini menjadi salah satu tumpuan harapan untuk melahirkan penghafal Al-Qur’an pada generasi muda muslim.

Sejak menerima santri kali pertama pada tahun 2007, jumlah santri di Abinnur Al-Islami ini hanya belasan orang.

Namun, kini jumlah santri sudah mencapai rubuan. Data yang dilansir pihak Pesantren Abinnur Al-Islami pada Ahad (6/3/2022) jumlah santri kini sebanyak 2.400 orang.

Kondisi itu tentu menyebabkan pihak pesantren harus bekerja keras untuk menambah infrastruktur dan fasilitas pendidikan serta pemondokan di tengah meningkatnya arus jumlah santri yang kian meningkat saban tahun.

Oleh karena itu, dukungan semua pihak tentu sangat diharapkan bagi perluasan infrastruktur dan fasilitas pendidikan di pesantren ini.

“Adanya lonjakan santri-santriyah itu otomatis membutuhkan pertambahan jumlah ruang kelas baru di pesantren ini,” ujar Anggota  DPRD Sumatera Utara, H. Fahrizal Efendi Nasution menjawab wartawan, Ahad (6/3/2022) saat menghadiri wisuda hafizul Qur’an dan penamatan santri kelas VII di pesantren itu.

Selain memenuhi undangan pimpinan pesantren, Fahrizal Efendi Nasution mengatakan kehadirannya pada acara tersebut sebagai bentuk dukungan moral kepada pengelola dan para santri di pesantren itu.

Dalam pidato wisuda dan penamatan kelas VII, Pimpinan Ma’had Abinnur Al-Islami H. Ahmad Saukani Hasibuan, Lc mengucapkan terimakasih kepada Fahrizal Efendi Nasution yang memiliki kepedulian terhadap pesantren itu.

Dia mendoakan semoga perjuangan Fahrizal berjalan dengan baik di lembaga legislatif.

Berdasar catatan pesantren, Fahrizal telah menyalurkan dana aspirasi senilai Rp 600 juta yang bersumber dari Perubahan Anggaran Pedapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Sumatera Utara tahun 2021 untuk pembangunan tiga ruang kelas baru di Pesantren Abinnur Al-Islami.

“Kebetulan pada P-APBD Sumatera Utara tahun 2021, ada kesepakatan dengan Pemprov Sumut agar ditampung dana aspirasi per anggota DPRD sekitar Rp 500 juta sampai Rp 600 juta. Alhamdulillah, dana aspirasi yang Rp 600 juta itu kita alokasikan keseluruhannya kepada pesantern Abinnur Al-Islami,” kata Fahrizal.

Anggota Komisi B DPRD Sumut dari Partai Hanura itu menjelaskan, dana aspirasi tersebut sengaja digunakan untuk pembangunan tiga ruang kelas baru, menyusul adanya lonjakan jumlah santri-santriyah Pesantren Abinnur pada tahun ajaran 2020-2021.

‘‘Adanya lonjakan santri-santriyah itu otomatis membutuhkan pertambahan jumlah ruang kelas baru di pesantren ini. Jadi, kita sepakat (dana aspirasi) dialokasikan langsung ke pembangunan lokal (ruang kelas) baru,” tutur Fahrizal.

Untuk kedepannya, Fahrizal selaku anggota DPRD Sumut akan terus mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar tetap mengalokasikan dana aspirasi dalam pembahasan-pembahasan anggaran dana pembangunan rumah ibadah dan sekolah-sekolah swasta, teramsuk pesantren, melalui Binsos.

“Khusus untuk Mandailing Natal sebagai salah satu daerah pemilihan (dapil) Sumut 7, ada 10 anggota DPRD Sumut dari dapil ini. Tentunya 10 anggota DPRD Sumut ini menyalurkan seluruh dana aspirasinya ke masing-masing daerah pemilihan sesuai dengan pemetaan daerah-daerah basis pendukung masing-masing,” papar Fahrizal.

Selain itu, Fahrizal juga berharap agar pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota tetap konsisten dan selalu hadir untuk memfasilitasi pembangunan pesantren-pesantren di Sumatera Utara, khususnya di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), dan terkhusus lagi di Kabupaten Mandailing Natal.

“Sebab, Mandailiing Natal ini merupakan basisnya pesantren atau dikenal sebagai Kota Santri sesuai dengan jargon daerah, Negeri Beradat Taat Beribadat,” tuturnya.

Peliput: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Truk VS Minibus di Bange, Sisupir Luka Luka

    Truk VS Minibus di Bange, Sisupir Luka Luka

    • calendar_month Jumat, 24 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Minibus berlawanan arah dengam truk jenis colldiesel bertabrakan di jalur lintas tengah sumatera tepatnya di Desa Bange, Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal, Sumatesa Utara Jum’at 24/11/2023. Minimus tersebut ringsek dibagian depan sang supir diketahui bernama Rizal terpaksa dilarikan ke RSUD Panyabungan karena alami luka serius, sementara supir truk coldiesel tidak mengalami […]

  • Pulang Kunker, Tas Oknum Anggota Dewan Kebongkaran Di Lion Air

    Pulang Kunker, Tas Oknum Anggota Dewan Kebongkaran Di Lion Air

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Panyabungan, MADINA Tindak kejahatan pencurian terjadi di maskapai penerbangan Lion Air, kali ini dialami salah seorang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Dodi Martua. Ketika hendak pulang kunjungan kerja Komisi 1 DPRD Madina ke Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur bersama sejumlah anggota lainnya dan Dinas Pendidikan Pemkab Madina pada hari Senin (11/11) […]

  • 3 Orang Tim Sukses Dahlan-Suheri Ditetapkan Tersangka Politik Uang Pilkada Madina

    3 Orang Tim Sukses Dahlan-Suheri Ditetapkan Tersangka Politik Uang Pilkada Madina

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus politik uang Pilkada Madina yang melibatkan tim pemenangan pasangan Dahlan-Suheri terus bergulir. Polres Mandailing Natal (Madina) telah menatapkan 3 orang tersangka dari kubu pasangan calon bupati/wakil bupati Dahlan-Suheri. Ketiga orang itu masing-masing : Khoiruddin Nasution Alias Barko (51) warga Desa Sarak Matua Panyabungan, Kasiruddin Nasution  (37) warga Kelurahan Simangambat Kecamatan […]

  • Tarutung Tambangan Go Market (2-selesai)

    Tarutung Tambangan Go Market (2-selesai)

    • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Para kepala desa dan camat Tambangan sudah menggodok moment Tarutung Tambangan itu. Namanya: Pekan Raya Durian Tambangan. Pekan Raya ini akan berlangsung besok, Sabtu hingga Minggu, tanggal 12-13 Pebruari 2022. Lokasinya: pinggir Jalan Lintas Sumatera titik Laru Baringin, sekitar 1 km setelah pasar Laru jika kita datang dari arah Panyabungan. Momen ini kali […]

  • Polres Madina Percepat Pemeriksaan Kasus Kebakaran Pasar Hilir

    Polres Madina Percepat Pemeriksaan Kasus Kebakaran Pasar Hilir

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim Percepatan Pemeriksaan Polres Madina terjun langusung di lokasi melakukan pemeriksaan tambahan dalam memproses penyebab kebakaran di Pasar Hilir, Panyabungan, Selasa (11/10). Tim berada di lokasi membawa peralatan lengkap dan menemui para korban kebakaran untuk mengumpulkan bukti-bukti tambahan penyebab kebakaran yang menghaguskan 17 rumah penduduk yang terjadi tanggal 26 September lalu […]

  • Jalur Jembatan Merah-Muara Soma Hancur, Pemprovsu Dituding Pilih Kasih

    Jalur Jembatan Merah-Muara Soma Hancur, Pemprovsu Dituding Pilih Kasih

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) – Jalan jalur Jembatan Merah-Muara Soma, Mandailing Natal (Madina) dari tahun ke tahun selalu porak poranda. Warga pun akhirnya menuding Pemprovsu sebagai penanggungjawab pemeliharaan jalan ini dituding pilih kasih. Selain kucuran dana yang dinilai minim dalam pemeliharaan jalan, Pemprovsu melalui Dinas Perhubungan Sumut juga dinilai tak becus mengontrol truk-truk bermuatan […]

expand_less