Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

B A B I A T (Episode 3)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2022
  • print Cetak

Karya: Halak Kotanopan

 

Pembicaraan tersebut rupanya menarik perhatian si Burhan, seorang pemuda desa tersebut, seorang pemuda yang baru meraih gelar sarjananya di tanah Jawa.

Kebetulan dia sedang pulang, mengantar pulang orang tuanya yang baru menghadiri wisudanya. Pagi itu sengaja datang ke kedai kopi hendak membeli nasi ketan dan pisang goreng kesukaannya. Sudah lama dia tidak merasakan sarapan dengan ketan dan pisang goreng. Di tanah Jawa, sarapan favoritnya itu terpaksa harus digantikan oleh sebungkus atau dua buangkus nasi kucing, nasi bungkus khas Jogja yang sudah menjadi pilihan utama anak anak kos. Apalagi diakhir akhir bulan saat uang kiriman orang tuanya sudah menipis.

Sambil menunggu ketannya di bungkus, si Burhan mencoba memberikan pendapat.

“Tapi Tulang, apa benar harimau ini sudah mengganggu?”, tanya si Burhan sambil duduk di dekat si Lubis.

“Apa maksudmu Burhan?, ya jelaslah! Coba tanya sipapaun disini, apa ada yang tidak merasa terganggu dengan kehadirannya?” seru si Lokot.

“Maksud saya Tulang, apa tidak dipikirkan kemungkinan lain?”, kata si Burhan pelan. Pemuda ini mencoba menenangkan si Lokot yang kelihatan terganggu dengan pertanyaannya.

“Misalnya, kenapa harimau ini sampai masuk ke wilayah pemukiman?, ya… katakanlah ke pinggiran desa kita”.

“Apa maksudmu Burhan, coba kau jelaskan dulu!”, Si Lubis yang duduk di dekat si Burhan mencoba memberikan kesempatan untuk si Burhan menjelaskan pendapatnya.

Si Lubis memang sangat terbuka terhadap pendapat siapa saja. Apalagi dia tahu pemuda ini sudah menyelesaikan sekolahnya, tentu dia sudah belajar banyak di rantau sana.

“Begini Udak, kalau menurut saya harimau ini masuk ke wilayah pemukiman karena terpaksa”, lanjut si Burhan.

“Terpaksa bagaimana maksudmu Burhan?”, tanya si Lokot.

“Iya, mereka terpaksa turun ke desa kita karena mereka sudah terdesak. Terdesak karena ulah kita semua. Tulang dan Udak kan tahu bahwa penebangan liar banyak di dareah kita belakangan ini. Bukan rahasia lagi kalau banyak kayu kayu illegal diangkut dari daerah kita”, lanjut pemuda tersebut.

“Kadang kita tidak sadar kerusakan yang telah diakibatkan penebangan liar ini. Dari desa ini kita memang masih melihat kehijauan saat kita memandang ke bukit sana. Tapi tahukah Tulang sama Udak, seperti apa hutan di balik bukit sana? Sudah habis Tulang! Hutan tempat harimau harimau itu sudah habis dibabat oleh tangan tangan yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya, hewan hewan sumber makanan si Harimau juga pada hilang. Jadi wajar dia mencari daerah baru untuk mencari makan, kebetulan dia mencoba ke desa kita”, papar si Burhan.

“Oh, itu maksud mu Burhan”, kata si Lubis. “Tidak cuma itu”, lanjut si Lubis seolah sudah mengerti arah pembicaraan si Burhan.

“Bahkan sekarang ini sedang marak penambangan emas. Sebulan lalu hampir selama seminggu ada helikopter hilir mudik ke balik bukit itu. Sehari bisa lima kali helikopter turun naik membawa barang. Entah apa kegiatan mereka”, si Lubis menceritakan apa yang dia lihat sebulan lalu.

“Betul itu…”, timpal yang lain. “Kalau tidak salah katanya itu kegiatan penambangan oleh PT. Bukit Barisan Mas”, lanjut lelaki di seberang meja itu.

“Benar Burhan, saat ini usaha tambang emas lagi marak di daerah kita”, kata si pemilik warung mencoba menjelaskan pada si Burhan. Maklum si Burhan baru datang dari pulau jawa. Dia seolah ingin memberikan informasi terbaru pada pemuda itu.

“Bahkan si Pulan sudah menebang pohon cokelatnya”, lanjut pemilik warung itu.

“Loh, kenapa?, bukannya coklatnya sudah berumur 2,5 tahun. Seharusnya sudah masanya dia memetik hasilnya kan?, tanya si Lokot penasaran.

“Itulah, tapi kalian kan tahu kebunnya dia itu tidak jauh dari bekas tambang emas jaman Belanda dahulu. Sekarang di kebunnya sudah dibuka tambang emas, dia kerja sama dengan penambang dari Jawa Barat. Semacam bagi hasil lah… Sekarang sudah ada lobang lobang sepanjang puluhan meter di bawah kebunnya itu”, lanjutnya.

“Kebunnya itu hampir 24 jam tidak sepi dari aktifitas. Area tambang tersebut senantiasa terang siang malam dengan genset yang mereka bawa”, kata si pemilik warung menceritakan kembali apa yang pernah dia dengar langsung dari si Pulan.

“Apa lagi demikian udak”, kata si Burhan sambil berdiri menerima bungkusan ketan pesanannya.

“Suara helikopter yang menderu deru tentu sangat menakutkan bagi harimau tersebut. Apalagi suasana terang selama 24 jam sehari, tentu itu membuat sang harimau maupun binatang lain terganggu, tidak bisa istirahat”, kata si Burhan sambil membayar pesanannya.

“Bisa jadi.., tidak heran mungkin justru Na Gogo i lebih merasa aman di pinggir desa kita dari pada di tengah hutan sana”, sambut si Lubis seolah menyimpulkan penjelasan si Burhan.

“Iya Udak, kalau saya justru melihat kemunculan harimau ini belum merupakan suatu ancaman, tapi baru peringatan. Kalau kita tidak bisa lebih bijaksana, bukan hanya harimau yang datang menyambangi desa kita, tapi bisa bisa suatu saat, di tengah malam buta, desa kita diserbu oleh banjir bandang, menyapu sawah dan rumah rumah kita, mungkin juga akan menyergap dan membawa anak anak dan ibu ibu yang sedang tertidur lelap”, kata si Burhan dengan penuh kekhawatiran.

Semua terdiam.

“Saya duluan Tulang, Udak! Assalamualaikum!”, pemuda itupun pamit sambil menyudahi pembicaraan mereka.

“Waalaikum salam…”, jawab mereka serentak. Sesaat suasana di warung kopi tersebut sepi, mungkin mereka sedang mencoba membayangkan bahaya lain yang sedang mengancam desa itu. Bahaya yang mungkin lebih mengkhawatirkan dibanding seekor harimau. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wikileaks: SBY Di Bawah Kendali Ibu Ani

    Wikileaks: SBY Di Bawah Kendali Ibu Ani

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Koran Australia The Age menggempur Presiden SBY atas penyalahgunaan kekuasaan. The Age bahkan menuding Ibu Negara Ani Yudhoyono, memegang kendali di belakang Presiden SBY dan mengeruk keuntungan finansial dengan posisi yang dipegangnya. The Age merilis bocoran Wikileaks soal kawat diplomatik Kedubes AS di Jakarta dalam berita utamanya edisi Jumat (11/3/2011). Di dalamnya termasuk […]

  • Awal tahun, geng motor semakin ganas

    Awal tahun, geng motor semakin ganas

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Diawal tahun 2014 ini, aksi keganasan gang motor kembali terjadi. Suasana nyaman dan aman di awal tahun  yang seharusnya  penuh dengan kenyamanan dan  kedamaian yang diraskan warga kota, tetapi  di kotori oleh kelompok geng motor tersebut. Seperti yang tyerjadi di wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan, dalam sehari ini sudah dua orang menjadi keganasan […]

  • Lia Eden Bebas

    Lia Eden Bebas

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lia Aminudin alias Lia Eden (64), terpidana kasus penodaan agama dijemput tujuh orang pengikutnya saat keluar dari Lapas Wanita Tangerang, Banten, Jumat (15/4). Lia Eden bebas setelah menjalani masa tahanan 2,5 tahun yang dijatuhkan vonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang diketuai Sujbacran pada 2 Juni 2009. Sumber : Analisa

  • Turnamen Catur Piala Bupati Madina Usai

    Turnamen Catur Piala Bupati Madina Usai

    • calendar_month Senin, 30 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penyerahan tropy dan hadiah Turnamen Catur Piala Bupati Madina yang dilaksanakan Percasi Madina resmi diserahkan kepada para pemenang, Senin (30/12/2013) di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Turnamen catur tingkat lopo (kedai kopi) se Madina ini yang diikuti 196 pecatur dari 20 kecamatan di Mandailing Natal ini berlangsung dari tanggal 23 hingga 28 […]

  • Budayawan dan Raja Mandailing Bedah Adat dan Budaya yang Baku

    Budayawan dan Raja Mandailing Bedah Adat dan Budaya yang Baku

    • calendar_month Kamis, 28 Des 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Diskusi tentang adat dan budaya Mandailing dilangsungkan di Sopo Godang Hutasiantar, Panyabungan, Mandailing Natal, Rabu malam (27/12/2017). Hadir dua budayawan Mandailing, yakni Bakhsan Parinduri dan Askolani Nasution serta Patuan Mandailing Hutasiantar. Hadir juga anggota DPRD Madina, Ludfan Nasution, sejumlah tokoh adat dari Hutasiantar serta Pimpinan Kampeng Kaos Madina Sobir Lubis sebagai […]

  • Wakil Bupati Pastikan Bandara Mandailing Natal Rampung Akhir Tahun 2023

    Wakil Bupati Pastikan Bandara Mandailing Natal Rampung Akhir Tahun 2023

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online): Atika Azmi Utami Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) menyebutkan, bandara yang terletak di Kecamatan Bukit Malintang ini akan rampung pada ahir tahun 2023. Hal ini dikatakannya saat meninjau progres pembangunan bandara Bukit Malintang, Selasa (20/6/2023). “Saat ini progres pembangunannya sudah 34 persen, dan insyaallah ahir tahun ini selesai, dan untuk beroperasinya di […]

expand_less