Kamis, 8 Okt 2026
light_mode

Haji Dari Mandailing Era 1800-an

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Jun 2022
  • print Cetak

Catatan: Askolani Nasution

Hari itu tahun 1884. Snouck Horgronje, ahli Islam berkebangsaan Belanda, sedang singgah di Konsulat Belanda di Jeddah. Ia melihat 13 orang jemaah haji dari Mandailing di depan konsulat. Lalu dipotretnya.

Mereka, para jemaah haji itu sedang melengkapi berkas untuk melanjutkan studi di Mekah. Zaman itu, memang orang pergi haji tidak sebatas menunaikan rukun Islam kelima. Banyak juga yang sekalian tinggal di Mekah. Mendalami ilmu agama tentu.

Selain itu, banyak juga yang karena kehabisan duit untuk pulang. Ongkos haji yang sebenarnya hanya f.125, bisa bengkak sampai f.500. Karena banyak cukong pemberangkatan haji yang memeras para jemaah dengan berbagai pungutan.

Beberapa jemaah juga ada yang dicopet barang dan uangnya di kapal. Mereka selama perjalanan berbulan-bulan di atas kapal laut, hanya tidur di antara muatan kapal. Tanpa alas dan bantal. Dalam kondisi begitu, banyak yang dicopet.

Belum lagi penyakit kolera yang belum ada obatnya waktu itu. Singgah di Singapura dan India sebelum ke Yaman dan Jeddah, mereka rentan berbagai penyakit. Kolera terutama. Banyak yang mati dalam perjalanan.

Ada juga yang karena tak punya uang pulang, mereka mencari pinjaman di Jeddah. Sudah ada cukong yang siap menalangi. Sebagai gantinya mereka harus jadi kuli kebun dulu di berbagai perusahaan perkebunan di luar negeri, sampai lunas hutangnya. Ada yang sampai 10 tahun, baru boleh pulang.

Karena itu, di masa dahulu, naik haji itu pertaruhan hidup. Keluarga yang melepasnya sudah iklas untuk tidak bertemu lagi saat kerabatnya pergi haji. Belum lagi pemalsuan gelar haji, karena banyak yang tidak sampai ke Mekah oleh perusahaan perjalanan haji.

Dalam buku “Ngada Niambang” yang terbit di masa kolonial, dikisahkan bagaimana jemaah haji dari Huta Siantar akhirnya tidak pernah kembali karena meninggal dalam kapal laut.

Mengapa orang tetap ingin naik haji? Itu pertanyaan penting pemerintah kolonial. Kata Snouck Horgronje, tidak semata-mata sebatas menunaikan rukun Islam. Ada yang bahkan ingin meninggal di Mekah. Karena Mekah tanah yang dimuliakan.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SUKA Gugat Hasil Pilkada Mandailing Natal ke MK

    SUKA Gugat Hasil Pilkada Mandailing Natal ke MK

    • calendar_month Sabtu, 9 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) menerima beberapa sengketa Pilkada Serentak 2020 di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Salah satunya Pemilihan Bupati (Pilbup) Mandailing Natal (Madina). Gugatan tersebut dilakukan oleh pasangan calon nomor urut 01, Muhammad Jafar Sukhairi-Atika Azmi Uttami kepada KPU Madina. Jafar-Atika menilai keputusan KPU Madina yang memutuskan pemenang Pilkada yakni paslon nomor 02 Dahlan Hasan Nasution-H. Aswin Parinduri tidak sah. […]

  • PAN Setujui Sofwat-Zubeir

    PAN Setujui Sofwat-Zubeir

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Partai Amanat Nasional (PAN) memberikan persetujuan kepada Sofwat-Zubeir calon Bupati dan Wakil Bupati Madina di Pilkada 2020. Persetujuan itu tertuang dalam surat keputusan DPP PAN nomor PAN/A/Kpts/KU-SJ/066/VI/2020 tentang persetujuan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Surat keputusan tanggal 18 Juni 2020 yang ditandatangani Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan […]

  • Bocah 5 Tahun Asal Kota Nopan Butuh Bantuan Dermawan

    Bocah 5 Tahun Asal Kota Nopan Butuh Bantuan Dermawan

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dewi Sri Laila Sari Gadis 5 Tahun Warga Desa Muara Botung, Kota Nopan Madina, butuh perhatian dermawan untuk biaya operasi, sebab lutut bengkok dan kaki lengket karena luka bakar pada saat usia 8 bulan. Dari penuturan Dahliana ibu kandung bocah itu pada wartawan di markas Forwakot Rabun28/8, kondisi kaki buah hatinya […]

  • Sengketa Lahan PTPN Diselidiki

    Sengketa Lahan PTPN Diselidiki

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Hingga saat ini Polsek Percut Sei Tuan tengah melakukan penyelidikan kasus sengketa lahan antara masyarakat dengan pihak PTPN II. Terlebih lagi adanya laporan Lia (25) warga Pasar I, Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, yang melaporkan PTPN II. Hal ini ditegaskan Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Maringan Simanjuntak di kantornya, […]

  • Tiga Situs Di Madina Diusul Menjadi Cagar Budaya

    Tiga Situs Di Madina Diusul Menjadi Cagar Budaya

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Tympanum Novem Multimedia mengusulkan tiga titik peninggalan sejarah di Mandailing Natal (Madina) dijadikan cagar budaya. Ketiga titik itu adalah Candi Siwa di Simangambat, Bagas Godang di Huta Godang Ulu Pungkut dan Situs Padang Mardia di Huta Siantar Panyabungan. Usulan itu diajukan pihak Tympanum menyusul permohonan pertimbangan pilahan dari Dinas […]

  • Gatot Sempat jadi Tersangka Bansos, Hilang Usai Pertemuan di DPP NasDem

    Gatot Sempat jadi Tersangka Bansos, Hilang Usai Pertemuan di DPP NasDem

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho sempat ditetapkan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos). Hal itu diungkap oleh istri muda Gatot, Evy Susanti. Menurut Evy, pihak Kejagung pernah melayangkan surat penggilan pemeriksaan kepada Sekda dan kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut untuk diperiksa sebagai saksi […]

expand_less