Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Polisi Minta Warga Sorik Marapi Tidak Langgar Hukum

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2015
  • print Cetak

 

Polres Madina dan PT SMGP Sosialisasi Panas Bumi di Sibanggor Tonga

PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) –  Pro dan kontra di kalangan masyarakat merupakan hak warga soal wacana panas bumi di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina). Namun tugas kepolisian juga melindungi seluruh warga yang pro dan kontra supaya tidak dimasuki oleh pihak ketiga yang ingin menguntungkan diri sendiri maupun kelompok.

Oleh sebab itu, negara dalam hal ini kepolisian harus hadir melindungi masyarakat dari pihak ketiga yang ingin menguntungkan diri dari proyek pembangkit listrik panas bumi.

Itu dikatakan Kapolres Mandailing Natal, AKBP Andry Setiawan, Sik.MM dalam acara sosialisasi panas bumi yang diselenggarakan PT.SMGP di Desa Sibanggor Tonga, Sabtu, (4/7) yang dihadiri para pejabat desa dan masyarakat.

Di sisi lain, kapolres menyatakan aspirasi sah-sah saja disuarakan, tetapi gerakan yang melanggar hukum dan berakibat korban pada masyarakat tidak akan ditolelir.

Dan kepolisian tidak akan mundur terhadap orang yang melanggar hukum karena polisi punya kewajiban melindungi masyarakat yang baik. Dan manakala terjadi pelanggaran hukum, kepolisian tidak akan mundur satu langkah pun.

“Saya meminta kepada  Ibu, bapak yang hadir dalam acara ini, diharapkan agar melindungi keluarganya, anak, istri, sanak  keluarga untuk tidak melanggar hukum,” katanya.

Hukum dan negaralah lawan bagi warga yang memprovakasi masyarakat. Negara tidak pernah kalah kepada sekelompok manusia yang melanggar hukum.

Kapolres mengatakan, kehadiran kepolisian dalam acara sosialisasi itu sebagai amanah di dalam mengemban tugas-tugas kepolisian dalam upaya meningkatkan kesadaran hukum di tengah-tengah masyarakat.

Dan juga ingin memberikan ilmu dan pemahaman mengenai panas bumi kepada masyarakat supaya tidak mudah disesatkan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Kapolres mengharapakan kepada masyarakat Kecamatan  Puncak Sorik Marapi, dengan adanya sosialisasi ini jangan lagi ada pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat, dengan harapan makin bisa menjaga dan mempersatukan masyarakat di Sibanggor, dan Kecamatan Puncak Sorik Marapi umumnya.

Sehabis acara sosialisasi tersebut kapolres meninjau titik-titik untuk penempatan personil di Kecamatan Puncak Sorik Marapi. Penempatan ini bertujuan agar masyarakat bisa bekerja dengan baik sampai proyek ini berjalan. Dia menyatakan bahwa bila mana ada intimidasi terhadap warga, segera dilaporkan kepada polisi.

Sementara itu, dalam acara tanya jawab, salah seorang warga peserta sosialisasi yang mempertanyakan dampak proyek panas bumi bagi pembangkit listrik. Manajer CDCR PT.SMGP, Apriadi Gani menjawab bahwa pengeboran panas bumi berbeda dengan pengeboran gas dan minyak.

Sebab pengeboran panas bumi di kawasan gunung berapi memiliki formasi bebatuan yang sangat keras, berbeda dengan pengeboran gas dan minyak yang umumnya berada di dataran rendah dengan formasi batuan yang relatif lunak. Sehingga anggapan bahwa pengeboran panas bumi akan menimbulkan luapan lumpur merupakan kekhawatiran yang kurang berdasar.

Di juga menyatakan, bahwa di beberapa kawasan yang sudah ada proyek geothermal-nya menunjukkan bahwa proyek geothermal dapat berdampingan dengan areal pertanian dan perkebunan. Berdasarkan kenyataan itu proyek geothermal tidak menggunduli dan merusak hutan sebagaimana yang dikhawatirkan sebahagaian masyarakat.

Dan jika pun misalnya, kegiatan pengeboran proyek panas bumi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, maka PT. SMGP akan bertanggung jawab sesuai peraturan yang berlaku. Dan PT.SMGP juga tetap mematuhi seluruh ketentuan dari pemerintah serta tetap memiliki komitmen tinggi menjalankan semua peraturan yang diterapkan pemerintah.

Dalam paparannya mengungkapkan bahwa pemanfaatan panas bumi atau geothermal sebagai sumber energi sangat ramah lingkungan dengan tingkat emisi lebih rendah dibanding dengan sumber energi fosil, batubara dan gas bumi. Berdasar itu, pemerintah Indnesia dan negara lain telah mengalihkan konsentrasi sumber energi listrik kepada Energi Panas Bumi.

 

Peliput : Holik Nasution

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Forum Mahasiswa Desak Bupati Madina Minta Maaf

    Forum Mahasiswa Desak Bupati Madina Minta Maaf

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG (Mandailing Online) – Forum Mahasiswa Mandailing Natal di Sumatera Barat  mendesak Bupati Madina meminta maaf kepada masyarakat Mandailing Natal (Madina). Itu dinyatakan Forum Mahasiswa Mandailing Natal-Sumbar  dalam rilis pers yang dikirim kepada Mandailing Online, Senin (29/4/2019), terkait surat Permohonan Berhenti Dari Jabatan Bupati oleh bupati Madina kepada Presiden Jokowi. Rilis pers itu dikirim Haris […]

  • PIONIR YANG HILANG

    PIONIR YANG HILANG

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Amir Hamdani Nasution, SHI.MH Sekitar tahun 2011-2014, saya dan Abdul Syukur Nasution (sekarang beliau menjadi pengabdi negara di Sibolga) begitu sering berkunjung ke rumah sejahrawan Mandailing yakni Basyral Hamidi Harahap (semasa beliau masih hidup) di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Rumah Ompung (begitu panggilan kami) penuh dengan buku, dan ada satu bilah pedang […]

  • Makna Lambang IMAMI

    Makna Lambang IMAMI

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KUALA LUMPUR (Mandailing Online) – Satu organisasi baru yang menyatukan etnis Mandailing lintas dua negara telah terbentuk. Namanya Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI) yang dibentuk di Malaysia oleh para tokoh Mandailing yang ada di Malaysia dan tokoh Mandailing dari Tanah Leluhur, Sumatera, Indonesia, bulan Juni 2014. Berdasar Anggaran Dasar IMAMI Pasal 18 tentang makna lambang […]

  • Tujuh Janin Menunggu Lamaran Kekasih, Potret Kian Suramnya Liberalisme Mencengkram Negeri

    Tujuh Janin Menunggu Lamaran Kekasih, Potret Kian Suramnya Liberalisme Mencengkram Negeri

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, S.Pd.I, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Ambyar! Seram! Seorang wanita yang kini jadi perbincangan berita karena telah menjadi tersangka atas kasus ditemukannya janin sebanyak tujuh di kontrakannya. Janin yang ternyata digugurkan oleh satu wanita yang sama dan sepuluh tahun lamanya. Konon, janin-janin itu selalu dibawa kemanapun si wanita pergi pindah kontrakan. Kejadian mengerikan […]

  • Solat Gaib dan Bantuan Dana dari Madina Untuk Korban Wamena

    Solat Gaib dan Bantuan Dana dari Madina Untuk Korban Wamena

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Solat gaib dilaksnakan di masjid agung Nur Ala Nur, Panyabungan, Mandailing Natal, Jum’at (4/10/2019) untuk korban kemanusiaan di Wamena, Papua. Solat gaib dilaksanakan usai solat Jum’at. Nazir masijd, Amru Rangkuti menyatakan, solat gaib ini dilakukan untuk memohon kepada Allah SWT melimpahkan rahmat bagi penduduk Papua yang mengalami korban agar terhindar […]

  • Tugu Perjuangan Beralih Fungsi

    Tugu Perjuangan Beralih Fungsi

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Beberapa bulan menjelang Pemilihan Umum 2014, berbagai upaya akan dilakukan untuk mensosialisasikan Partai Politik terhadap masyarakat. Seperti Tugu Perjuangan yang beralih fungsi menjadi tempat pemasangan tiang bendera Parpol, padahal salah satu ikon kota yang dapat menambah keindahan Kota Psp ialah Tugu Perjuangan. “Heran, kata pertama yang cocok dikatakan ketika melihat Tugu Perjuangan yang […]

expand_less