Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Polisi Minta Warga Sorik Marapi Tidak Langgar Hukum

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2015
  • print Cetak

 

Polres Madina dan PT SMGP Sosialisasi Panas Bumi di Sibanggor Tonga

PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) –  Pro dan kontra di kalangan masyarakat merupakan hak warga soal wacana panas bumi di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina). Namun tugas kepolisian juga melindungi seluruh warga yang pro dan kontra supaya tidak dimasuki oleh pihak ketiga yang ingin menguntungkan diri sendiri maupun kelompok.

Oleh sebab itu, negara dalam hal ini kepolisian harus hadir melindungi masyarakat dari pihak ketiga yang ingin menguntungkan diri dari proyek pembangkit listrik panas bumi.

Itu dikatakan Kapolres Mandailing Natal, AKBP Andry Setiawan, Sik.MM dalam acara sosialisasi panas bumi yang diselenggarakan PT.SMGP di Desa Sibanggor Tonga, Sabtu, (4/7) yang dihadiri para pejabat desa dan masyarakat.

Di sisi lain, kapolres menyatakan aspirasi sah-sah saja disuarakan, tetapi gerakan yang melanggar hukum dan berakibat korban pada masyarakat tidak akan ditolelir.

Dan kepolisian tidak akan mundur terhadap orang yang melanggar hukum karena polisi punya kewajiban melindungi masyarakat yang baik. Dan manakala terjadi pelanggaran hukum, kepolisian tidak akan mundur satu langkah pun.

“Saya meminta kepada  Ibu, bapak yang hadir dalam acara ini, diharapkan agar melindungi keluarganya, anak, istri, sanak  keluarga untuk tidak melanggar hukum,” katanya.

Hukum dan negaralah lawan bagi warga yang memprovakasi masyarakat. Negara tidak pernah kalah kepada sekelompok manusia yang melanggar hukum.

Kapolres mengatakan, kehadiran kepolisian dalam acara sosialisasi itu sebagai amanah di dalam mengemban tugas-tugas kepolisian dalam upaya meningkatkan kesadaran hukum di tengah-tengah masyarakat.

Dan juga ingin memberikan ilmu dan pemahaman mengenai panas bumi kepada masyarakat supaya tidak mudah disesatkan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Kapolres mengharapakan kepada masyarakat Kecamatan  Puncak Sorik Marapi, dengan adanya sosialisasi ini jangan lagi ada pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat, dengan harapan makin bisa menjaga dan mempersatukan masyarakat di Sibanggor, dan Kecamatan Puncak Sorik Marapi umumnya.

Sehabis acara sosialisasi tersebut kapolres meninjau titik-titik untuk penempatan personil di Kecamatan Puncak Sorik Marapi. Penempatan ini bertujuan agar masyarakat bisa bekerja dengan baik sampai proyek ini berjalan. Dia menyatakan bahwa bila mana ada intimidasi terhadap warga, segera dilaporkan kepada polisi.

Sementara itu, dalam acara tanya jawab, salah seorang warga peserta sosialisasi yang mempertanyakan dampak proyek panas bumi bagi pembangkit listrik. Manajer CDCR PT.SMGP, Apriadi Gani menjawab bahwa pengeboran panas bumi berbeda dengan pengeboran gas dan minyak.

Sebab pengeboran panas bumi di kawasan gunung berapi memiliki formasi bebatuan yang sangat keras, berbeda dengan pengeboran gas dan minyak yang umumnya berada di dataran rendah dengan formasi batuan yang relatif lunak. Sehingga anggapan bahwa pengeboran panas bumi akan menimbulkan luapan lumpur merupakan kekhawatiran yang kurang berdasar.

Di juga menyatakan, bahwa di beberapa kawasan yang sudah ada proyek geothermal-nya menunjukkan bahwa proyek geothermal dapat berdampingan dengan areal pertanian dan perkebunan. Berdasarkan kenyataan itu proyek geothermal tidak menggunduli dan merusak hutan sebagaimana yang dikhawatirkan sebahagaian masyarakat.

Dan jika pun misalnya, kegiatan pengeboran proyek panas bumi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, maka PT. SMGP akan bertanggung jawab sesuai peraturan yang berlaku. Dan PT.SMGP juga tetap mematuhi seluruh ketentuan dari pemerintah serta tetap memiliki komitmen tinggi menjalankan semua peraturan yang diterapkan pemerintah.

Dalam paparannya mengungkapkan bahwa pemanfaatan panas bumi atau geothermal sebagai sumber energi sangat ramah lingkungan dengan tingkat emisi lebih rendah dibanding dengan sumber energi fosil, batubara dan gas bumi. Berdasar itu, pemerintah Indnesia dan negara lain telah mengalihkan konsentrasi sumber energi listrik kepada Energi Panas Bumi.

 

Peliput : Holik Nasution

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Empat Brimob dan 2 Satpam DIBACOK

    Empat Brimob dan 2 Satpam DIBACOK

    • calendar_month Minggu, 5 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Di Perbatasan Palas dan Rohul PALAS- Empat anggota Brimob Detasemen C Maragordong, Sipirok, Tapanuli Selatan dan dua security PT Mazuma Agro Indonesia (MAI) dirawat di Rumah Sakit Permata Madina, Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, Jumat (3/2). Keenamnya mengalami luka bacokan akibat bentrok dengan warga Batang Kumu, Riau, Kamis (2/2) lalu.“Ada enam orang dirawat di sini. Dua […]

  • KPK Angkut Rp44 M Uang Syamsul Arifin

    KPK Angkut Rp44 M Uang Syamsul Arifin

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terlanjur Digunakan, Pemkab Langkat Terpaksa Revisi RAPBD LANGKAT-Proses penyidikan kasus dugaan korupsi APBD Langkat dengan tersangka Gubernur Sumut Syamsul Arifin, belum juga sampai titik akhir. Kemarin, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali bertandang ke Langkat untuk menyita barang bukti. Tim penyidik KPK mengangkut uang cash Rp44 miliar milik Syamsul yang sudah diserahkan ke kas […]

  • QRIS Tak Secanggih Pemasukan Rakyat

    QRIS Tak Secanggih Pemasukan Rakyat

    • calendar_month Rabu, 17 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Riani, S.Pd.I Guru tinggal di Medan Ditengah naik turunnya roda perekonomian masyarakat saat ini, berbagai manuver dilakukan pemerintah guna mempermudah masyarakat dalam bertransaksi. Semua didesign canggih berbasis online, begitupun transaksi perbankan dan pembayaran pajak, walaupun pruduk yang dikeluarkan Bank Indonesia kali ini cukup canggih namun kenyataannya tak secanggih pemasukan rakyat. Wali Kota Medan […]

  • Harga Karet Naik 500 Rupiah

    Harga Karet Naik 500 Rupiah

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) : Harga karet alam di Kecamatan Siabu naik sekitar 500 rupah per kilo gram. Penjualan di tingkat pedagang pengumpul, Selasa (19/4/2016) di kawasan Huta Puli mencapai 6.500 hingga 7.500. pekan sebelumnya masih di level 6.500 hingga 7.000 per kilo gram. Kenaikan juga terjadi di Kotanopan. Perdagangan di pasar Kotanopan Sabtu lalu tercatat […]

  • Pemkab Madina Tutup Tambang Emas Tradisional

    Pemkab Madina Tutup Tambang Emas Tradisional

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) menghentikan semua aktivitas tambang tradisional di Kecamatan Huta Bargot. Kebijakan ini untuk menghindari jatuhnya korban lain pascakematian empat penambang, Rabu 20 April 2011 sore. ”Kami sudah mengeluarkan surat edaran agar warga yang bekerja sebagai penambang menghentikan aktivitasnya karena pemerintah tidak mau ada korban berikutnya,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) […]

  • Mandailing

    Mandailing

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MANDAILING O Mandailing Godang ! Tano inganan ku sorang, Na ni atir ni dolok na lampas Na ni joling ni dolok na martimbus, Ipul na na laing bubus Tor Sihite tingon julu: Patontang dohot Tor Barerang, Gurung gurung na manompi Lubu, Boi na mang adop tu dolok Sigantang …..Tinggal ma ho jolo ale, Anta piga […]

expand_less