Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Solusi Menghentikan Segala Bentuk Penghinaan Terhadap Rasululloh

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 25 Jun 2022
  • print Cetak

Oleh: Dahlena Pulungan
Pengajar, tinggal di Padangsidempuan

Penghinaan terhadap Nabi Muhammad kembali terjadi, beberapa waktu belakangan, dunia dihebohkan dengan penghinaan Nabi Muhammad di India.

Dikutip dari Detik.com, (12/6/2022) seorang politikus India melontarkan komentar yang kontroversional soal Nabi Muhammad. Akibatnya memicu kemarahan dari berbagai negara-negara muslim.

Mengutip CNBC yang melansir Sputnik News, juru bicara partai Bharatiya Janata Party (BJP), Napur Sharma menghina Nabi Muhammad. Dirangkum Detik.com, Senin (13/6/2022) kontoversi pejabat partai di India yang dinilai menghina Nabi Muhammad Saw terus bergulir. Sejumlah ummat islam turun ke jalan untuk memperotes komentar anti-islam yang dibuat oleh dua anggota partai  (BJP) Nupur Sharma dan Nveen Kumar Jindal.

Sejumlah negara di dunia sejak itu mengutuk komentarnya, yang juga memicu protes keras dari komunitas Muslim India di beberapa negara bagian, dan juga kecaman dari negera-negara Arab bahkan hingga muncul aksi boikot produksi negeri Bollywood tersebut.

Sejumlah media setempat melaporkan boikot produk-produk india “pusat perbelanjaan besar di Arab Saudi, Kuwait, Bahrain menghapus produk India ,” cuit South Asia Index, mimggu (5/6/2022).

Tidak ketinggalan dari Indonesia mengutuk keras pernyataan yang merendahkan Nabi Muhammad SAW oleh dua politisi India itu, “pesan ini telah disampikan kepada duta besar India di Jakarta,” cuit akun twitter resmi Kemenlu dikutip CNBC Indonesia, Selasa(7/6/2022).

Namun kutukan, kecaman dan aksi keras ummat islam sepertinya tidak mampu menghentikan sikap dan perilaku biadab tersebut. Sebab, atas dalih kebebasan berpendapat penistaan agama ataupun terlukanya muslim nampaknya sangat bisa ditolerir oleh dunia  yang selama ini mensucikan nilai-nilai HAM, demokrasi dan toleransi. Semua nilai suci menjadi omong kosong saat dihubungkan dengan islam dan kehormatan ummat Muhammad saw. Maka tak heran jika penistaan terhadap Baginda Rasulullah saw masih terus berulang.

Padahal para fuqaha sepakat bahwa tindakan mencela Rasulullah saw merupakan bentuk kekufuran, bagi pelakunya ditetapkan hukuman mati, baik ia menyakini sebagai keharaman ataupun tidak, muslim ataupun kafir.

Imam Ibnu Taimiyah menukil beberapa pendapat para fuqaha dalam masalah ini, Imam Ahmad berkata : “Siapa saja yang mencela Rasulullah saw, ia harus dibunuh, sebab dengannya ia telah keluar dari islam”. Jika pelakukanya seorang muslim, jumhur fuqaha, al-malikiyah, asy-syafi’iyyah, al- hanabilah berpendapat bahwa taubat atau maaf mereka tidak diterima. Akan tetapi taubatnya bermanfaat kelak di akhirat di hadapan Allah SWT. Adapun jika pelakunya kafir dzimmy, maka perjanjian dengan mereka otomatis batal, pelakunya diberikan hukuman mati. Kecuali mereka masuk islam menurut pandangan sebagian fuqaha.

Namun dalam hal ini keputusan ada di tangan imam (Khalifah), apakah keislamannya diterima atau tetap diberlakukan hukuman mati, sebagai pelajaran bagi orang-orang kafir lainnya. Sementara kafir harby maka hukum asal muamalah dengan mereka adalah perang. Siapapun yang melecehkan Rasulullah SAW akan diperangi.

Namun, tentu penerapan hukuman mati atas penista agama tidak mungkin diwujudkan tanpa seorang khalifah atau pemimpin yang memiliki ketegasan, keberanian, serta taat kepada Allah SWT dalam hal penerapan hukum-hukum islam.

Khalifah adalah kepala negara dalam islam, khalifah lah yang akan menghentikan secara nyata semua penghinaan itu, melindungi kehormatan islam, dan menjaga aqidah ummatnya sebagaimana pernah ditunjukkan oleh khalifah Abdul Hamid II saat Prancis dan Inggris ingin mementaskan drama karya Volter yang menghina Nabi Muhammad Saw. Ketegasan sang kahalifah yang akan mengobarkan jihad melawan inggis itulah yang akhirnya menghentikan rencana jahat itu, sehingga kehormatan Nabi Muhammad Saw tetap terjaga.

Selain itu Khilafah yang menjadi perisai ummat yang akan menjamin penjagaan akidah bagi seluruh ummatnya, melalui jalur pendidikan dan media massa, seperti menjaga dan memelihara akidah islam dalam diri ummat islam, tidak bisa dipungkiri selalu ada upaya untuk menghilakangkan islam dari dalam diri seorang mukmin.

Penjagaan ini tidak akan memungkinkan munculnya orang-orang liberal yang merusak islam dari dalam. Khilafah akan menghentikan mereka sebelum mereka menyebarkan pemikiran rusak dan sesat mereka. Khilafah tidak akan memberikan ruang sedikitpun bagi pemikiran Barat yakni liberalisme, sekularisme, pluralisme dan kapitalisme berkembang di dunia pendidikan.

Alhasil penistaan terhadap islam, Al Qur’an, Nabi Muhammad Saw tidak akan muncul dalam negara khilafah. Khalifah secara langsung akan menyiapkan pasukan dan ummat untuk memberikan hukuman kepada kekuasaan dan negara yang melindungi penghina Nabi. Bukan seperti yang dilakukan para pemimpin negeri kaum muslimin yang hanya merasa cukup dengan hanya memberikan kecaman dan kutukan ketika Rasulullah saw dicaci dan dihina. Oleh karena itu tegaknya khilafah akan menghentikan segala bentuk penghinaan terhadap Rasulullah saw di muka bumi ini.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kades dan Sekdes Tegal Sari Natal Jadi Tersangka Penganiayaan Anak, Kabar Damai Terendus

    Kades dan Sekdes Tegal Sari Natal Jadi Tersangka Penganiayaan Anak, Kabar Damai Terendus

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online : Polres Mandailing Natal ( Madina) menetapkan Kepala Desa Tegal Sari Rizal Efendi dan Sekretaris Desa Imam Syahputra jadi tersangka dikasus penganiayaan anak dibawah umur yang video nya viral. Kepala Desa dan Sekdes ditetapkan tersangka setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Polres Madina pada senin 24/6 kemaren. Status tersangka ke dua aparat […]

  • Ruang Belajar SDN 380 Kunkun Cuma 3 Lokal, Halaman Sekolah Banjir Jika Laut Pasang

    Ruang Belajar SDN 380 Kunkun Cuma 3 Lokal, Halaman Sekolah Banjir Jika Laut Pasang

    • calendar_month Jumat, 19 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Peliput : Dahlan Batubara MUARA BATANGGADIS (Mandailing Online) – Inilah gambaran suram pendidikan di Mandailing Natal masih. Akibat kekurangan lokal, pelajar kelas 1,2,3 harus satu ruangan. Ini terjadi di Sekolah Desa Dasar Negeri 380 Kunkun Kecamatan Natal. sekolah ini memiliki 66 murid. Sekolah ini hanya memiliki 3 ruang belajar. Ruang pertama dipakai untuk belajar […]

  • Duo Sutan, Duo Pahlawan Nasional

    Duo Sutan, Duo Pahlawan Nasional

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Masih Sekitar Polemik Strategi Pengusulan Pahlawan Nasional)   Oleh: Muhammad Ludfan Nasution Pegiat di Mandailing Epicentrum   Saya menyampaikan apresiasi kepada Bung Moechtar Nasution atas esainya yang merespons tulisan kami mengenai perjuangan Gerep Institute mengusulkan Willem Iskander dan Sutan Takdir Alisjahbana sebagai Pahlawan Nasional. Bagi saya, esai tersebut bukan gangguan terhadap perjuangan ini. Sebaliknya, ia […]

  • Warga Panyabungan Timur Harapkan Pembukaan Jalan Baru dan Pendirian SMK

    Warga Panyabungan Timur Harapkan Pembukaan Jalan Baru dan Pendirian SMK

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Warga masyarakat Panyabungan Timur meminta  agar pembukaan jalan baru Panyabungan Timur – Palas dilanjutkan kembali. Hal itu tercuat pada kunjungan reses Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, H.A.Yasir Ridho Lubis, SH, ST, MSP di Kelurahan Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur, Senin(7/3). “Kami meminta kepada DPRD Sumut untuk menyuarakan dan mendukung kelanjutan […]

  • Hidayat: Ini Amanah

    Hidayat: Ini Amanah

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pasangan Hidayat-Dahlan sukses mendulang suara hingga 70 persen lebih. Ini sesuai quick count sementara versi desk pemilukada Madina dan Panwaslu. Melihat hasil ini Hidayat menganggap semua suara yang diperoleh merupakan amanah. “Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat, baik pendukung, tim pemenangan maupun simpatisan yang telah memercayakan amanah kepemimpinan ini kepada kami melalui perolehan suara,” kata […]

  • Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (1)

    Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (1)

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Hari panen Lubuk Larangan adalah hari meriah. Orang-orang selalu berjibun ruah di sepanjang aliran sungai dan tepian sungai. Sejak pukul 6 hingga 7 pagi, ratusan sepeda motor akan menderu-deru di sepanjang jalan raya menuju desa yang memanen Lubuk Larangan. Sepeda motor-sepada motor itu dikendarai para penangkap ikan yang membawa […]

expand_less