Sabtu, 2 Mei 2026
light_mode

Jaminan Kesehatan Tidak Gratis di Sistem Kapitalis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 29 Jun 2022
  • print Cetak

Oleh: Nurmala Sari, S.Pd
Aktivis Dakwah dan Mompreneur, tinggal di Tapanuli Utara

 

Kesehatan salah satu hal penting dan nikmat yang harus disyukuri oleh setiap orang. Sebab jika kesehatan terganggu, maka aktivitas pun akan terhambat. Setiap orang yang mengalami gangguan kesehatan tentunya ingin cepat sembuh, maka ditempuhlah berbagai ikhtiar mulai dari berobat ke rumah sakit, minum obat-obatan mulai dari kimia, hingga herbal. Pengobatan itu memerlukan dana atau biaya tambahan di luar kebutuhan sehari-hari.

Bagi masyarakat kalangan menengah atas yang memiliki banyak harta, penghasilan lebih, tidak akan pusing memikirkan dana atau biaya untuk berobat. Lain halnya dengan masyarakat kalangan menengah ke bawah yang harus mencari bantuan hingga pinjaman uang untuk kebutuhan pengobatan.

Negara berusaha ingin menjamin agar masyarakat tidak perlu khawatir memikirkan biaya kesehatan dan pengobatan. Saat ini solusi yang dilakukan oleh negara adalah memberikan jaminan kesehatan yang berwujud BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan dan sistemnya asuransi.

Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) mengatakan saat ini iuran yang harus dibayarkan peserta BPJS masih sama, atau mengacu pada Perpres (Peraturan Presiden) No.64/20 tentang Perubahan atas Perpres No.82/2018. Adapun besaran iuran yang berlaku saat ini untuk peserta PBPU serta BP adalah sebesar Rp42.000 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas III. Namun, pemerintah memberikan bantuan iuran sebesar Rp7.000 per orang sehingga iuran peserta kelas III hanya sebesar Rp35.000. (Bisnis.com/26062022)

Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi berharap tidak ada kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS). Menurutnya hal itu bisa terjadi jika BPJS Kesehatan menerapkan sistem rawat inap standar (KRIS) pada Juli 2022, khususnya bagi peserta kelas 3. (Liputan 6.com/27062022)

Masyarakat harus tetap membayar iuran setiap bulan sebagai jaminan, jika suatu saat nanti membutuhkan pengobatan maka tidak perlu khawatir dengan biaya karena akan diambil dari asuransi yang dibayarkan. Pelayanan kesehatan juga diberikan secara berbeda tergantung iuran yang dibayarkan. Bukankah seharusnya jaminan kesehatan itu harus dijamin dengan menggratiskan biaya pelayanan kesehatan? Bukankah sama saja bahwa masyarakat tetap mengeluarkan uang untuk menjamin kesehatannya? Bagaimana jika masyarakat yang tidak bisa membayar iuran BPJS setiap bulan?

Tidak ada yang gratis di sistem kapitalis, karena setiap orang juga tetap harus membayarkan iuran setiap bulan, dan pelayanan yang diberikan tentunya juga berbeda sesuai iuran yang dibayar. Hal ini juga menunjukkan ketidakadilan sosial bagi seluruh masyarakat. Padahal masyarakat, baik yang memiliki harta berlebih (kaya) maupun yang tidak memiliki harta berlebih (kurang mampu) harus sama-sama dijamin kesehatannya, keamanan dan kenyamanannya tanpa pandang status sosial. Semua masyarakat berhak mendapatkan fasilitas terbaik.

Jika kita belajar bagaimana Islam mengatur tata kehidupan bernegara termasuk dalam sosial, kesehatan, maka negara akan memberikan pelayanan terbaik secara gratis. Tidak akan ada komersialisasi, mencari keuntungan dalam layanan kesehatan. Bagaimana sumber dananya? Alokasi sumber dana kesehatan akan diambil dari baitul mal, pos kepemilikan umum, bisa dari pengelolaan sumber daya alam (SDA), bukan dipungut dari iuran rakyat.

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, beliau pernah memanggil dokter untuk mengobati Aslam (pembantu beliau) secara gratis. Khalifah mengalokasikan anggaran dari baitul mal. Kebijakan ini terus berlanjut sampai khalifah setelahnya selama 13 abad (1300 tahun). Ketika sistem islam yang diterapkan dalam Daulah Khilafah masih eksis di muka bumi, banyak rumah sakit yang didirikan dengan layanan terbaik. Rumah sakit bukan hanya didirikan di kota-kota besar saja, namun juga di kota-kota terpencil, seperti adanya rumah sakit keliling.

Bahkan rumah sakit dalam Khilafah, dijakadikan tempat singgah oleh para pelancong asing yang juga ingin merasakam layanan rumah sakit yang mewah dan gratis. Masyarakat yang memiliki harta berlebih juga boleh turut mewakafkan hartanya untuk membiayai pelayanan rumah sakit. Seperti halnya Saifuddin Qalamin, seorang penguasa dari zaman Abbasiyah yang mewakafkan hartanya untuk memenuhi biaya tahunan RS Al-Manshuri Al-Kabir di Kairo, Mesir. Inilah bentuk jaminan di dalam Khilafah yang menjamin layanan kesehatan dengan gratis dan pelayanan terbaik untuk masyarakat, tanpa ada pemalakan dengan mengharuskan masyarakat membayar iuran setiap bulan.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hanya 3 Lokal, Dipakai Untuk Ruang Kelas Merangkap Kantor Sekolah

    Hanya 3 Lokal, Dipakai Untuk Ruang Kelas Merangkap Kantor Sekolah

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Di Kecamatan Ulu Pungkut ditemukan satu sekolah dasar kekurangan ruang belajar. Tepatnya SD Negeri 226, Desa Tolang Pasalnya, 3 sekolah ini hanya memiliki 3 ruang belajar untuk 172 jumlah murid plus untuk ruang kepala sekolah dan perkantoran. “Dengan siswa sebanyak 172 orang, ruang kelasnya hanya tiga lokal dan juga […]

  • Pasar Lama Panyabungan Tak Lagi Banjir, Ke Depan Jangan Tersumbat Lagi

    Pasar Lama Panyabungan Tak Lagi Banjir, Ke Depan Jangan Tersumbat Lagi

    • calendar_month Kamis, 30 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Menelusur Hasil Pengendalian Banjir Panyabungan (bagian 1)   Dalam beberapa pekan terakhir banjir di sepanjang Jl.Willem Iskander kota Panyabungan, Mandailing Natal tak lagi terjadi kala hujan mengguyur deras. Sejumlah warga dan para pemilik toko yang diwawancarai Mandailing Online di pasar lama Panyabungan, Kamis (30/9/2021) menyatakan banjir sudah relatif terkendali. Sejumlah penarik beca bermotor yang […]

  • Massa Demo ke DPRD Madina, Menyegel 3 Ruangan Fraksi

    Massa Demo ke DPRD Madina, Menyegel 3 Ruangan Fraksi

    • calendar_month Kamis, 27 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ratusan elemen masyarakat Mandailing Natal (Madina) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Penyelamat Madina berunjukrasa ke DPRD Madina, Rabu (27/9), menuntut agar segera mungkin lembaga wakil rakyat menghentikan kisruh politik karena sudah membahayakan daerah. Aksi demo ini berlangsung disaat belum mulainya rapat paripurna DPRD Madina akibat belum cukup quorum. Kelompok 18 terdiri […]

  • Pastikan Proyek Berjalan, Dinas PUPR Madina Monitoring Pembangunan SPAM di Mompang Julu

    Pastikan Proyek Berjalan, Dinas PUPR Madina Monitoring Pembangunan SPAM di Mompang Julu

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Pembangunan sistem penyediaan air minum ( SPAM) di sejumlah titik di Mandailing Natal ( Madina) tahun anggaran 2024 ini untuk membutuhi kebutuhan air minum warga, sehingga perlu pengawasan yang serius sehingga proses pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai target. Hal ini dikatakan Elpiyanti Harahap Kepala Dinas PUPR Madina disela sela kegiatan monitoring pelaksanaan […]

  • Ja’far Sukhairi Nasution Hadiri Pelantikan Erwin Efendi Lubis Sebagai Ketua DPRD Madina

    Ja’far Sukhairi Nasution Hadiri Pelantikan Erwin Efendi Lubis Sebagai Ketua DPRD Madina

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Madailing Online) : Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) Erwin Efendi Lubis hari ini jum’at 25/10 resmi dilantik menjadi Ketua DPRD Madina periode 2024-2029 . Pelantikan Erwin sendiri dihadiri H. M. Ja’far Sukhairi Nasution selalu Bupati. Selain Erwin Efendi Lubis, dua wakil pimpinan DPRD juga dilantik yakni Indah Anisa dari […]

  • Korban Sipil Meningkat, KontraS Sumut Desak Kapoladsu Usut Peredaran Senjata Api Ilegal

    Korban Sipil Meningkat, KontraS Sumut Desak Kapoladsu Usut Peredaran Senjata Api Ilegal

    • calendar_month Selasa, 29 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – KontraS Sumut mendesak Poldasu segera memutus mata rantai peredaran senjata api ilegal di Sumatera Utara. Desakan itu menyusul maraknya kasus penembakan warga sipil yang dilakukan OTK akhir-akhir ini di Sumut. Kasus terkini adalah peristiwa penembakan terhadap satu pemimpim redaksi suatu media di Simalungun, Sumut. Kejahatan ini disokong oleh adanya peredaran […]

expand_less