Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Disambar Petir Saat Ngaji, Pengantin Baru Tewas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 6 Mar 2011
  • print Cetak


LUBUK PAKAM-
Baru empat bulan menikah, Zulham Efendi (23) dan Rusti Sinuhaji (23) meninggal tragis. Keduanya menghembuskan nafas terakhir di kubangan Lumpur di dekat rumahnya di Dusun V Desa Talapeta, Ke camatan STM Hilir, Deli Serdang, sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu (2/3) lalu. Setelah gelaran acara adat Karo, jenazah keduanya disalatkan di rumah duka. Setelah itu, jenazah pasutri itu diboyong ke TPU Cinta Kasih di desa itu. Keduanya dikubur di liang lahat yang berdampingan.

Informasi yang diperoleh di lokasi menyebutkan, sekitar pukul 19.30 WIB, Zulham sedang mengajari istrinya yang mualaf untuk mengaji di ruang tamu. Malam itu, hujan deras turun disertai petir. Keduanya tidak terganggu, tetap mengaji di rumah semi permanen tanpa plafond berukuran 5X6 meter dengan satu kamar yang baru selesai dibangun.

“Zulham saat itu sedang mengajari ngaji kepada istrinya,” bilang Anto, paman Zulham.
Tiba-tiba, petir menyambar pohon pisang di depan rumah dan tumbang. Daunnya menyentuh atap seng dan entah bagaimana, keduanya ikut tersambar petir.

Zulham dan Rusti seketika pingsan, sementara dinding yag terbuat dari triplek terlepas dan plaster dinding batu terkelupas.

Di saat yang bersamaan, Paimin (24) tetangga mereka yang sedang memperbaiki talang seng rumahnya ikut tersambar. Paimin mengalami luka bakar mulai dari tangan hingga dada dan perut. Pria itu kemudian dipangku ibunya Ponijem (67), sebelum warga datang menolong.

“Suarnya keras, seperti suara bom. Aku terlempar 1 meter. Untung istri melihat dan menjerit minta tolong,” bilang Paimin saat ditemui di ruang melati Puskesmas Talun Kenas, kemarin.

Dia pun mengetahui hal itu setelah diceritakan kembali oleh ibunya.
Mendengar jeritan istri Paimin dan mengetahui ketiganya tersambar petir, warga langsung memberi pertolongan. Zulham, Rusti dan Paimin dikubur separuh badan di sebuah liang yang rencananya dijadikan septikteng samping rumah.

“Untuk memberikan pertolongan pertama ketiga korban langsung dikubur di lubang yang direncanakan dijadikan septikteng,” kata kata Zamiat Subari SPdI, tetangga korban.

Tak juga sadar, warga membawa keduanya ke persawahan milik warga yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumah. Meski telah dikubur hampir tiga jam lamannya, Zulham dan Rusti malah mengehmbuskan nafas terakhirnya dalam kondisi terkubur di lumpur. Keduanya kemudian dikebumikan di pemakaman di kampung tersebut.

Sedangkan Paimin memperlihatkan perkembangan yang baik dan sudah sadarkan. Ia kemudian dirujuk ke Puskemas Talun Kenas dan hingg atadi malam masih menjalani perawatan intensif.

Menurut, Kepala Puskemas Talun Kenas, drg Susan br Hutapea, tindakan warga menolong dengan cara mengubur korban ke lumpur sudah tepat. “Pertama, suhu tubuh korban diturunkan. Pasalnya akibat sambaran petir suhu tubuh korban tinggi. Lumpur cepat meresap panas. Cara itu efektif untuk menghilangkan aliran listrik didalam tubuhnya,” ujar Susan.(btr)
sumber ; sumutpos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reinventing Government: Saatnya Pemkab Madina Menjadi Motor Kebangkitan Ekonomi Daerah

    Reinventing Government: Saatnya Pemkab Madina Menjadi Motor Kebangkitan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Irwan Daulay Pemerhati Pembangunan Daerah Ekonomi nasional tengah mengalami kelesuan yang serius. Dalam situasi seperti ini, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) harus lebih sigap membaca kondisi perekonomian warganya, kelesuan ekonomi harus segera diantisipasi. Solusi tercepat tidak sekedar menunggu uluran tangan dari pemerintah pusat, melainkan dengan menciptakan produktivitas dan ekspansi pasar baru di tingkat lokal […]

  • Dokter Ikut Kongres, Poli Dalam RSUD Panyabungan Tutup Seminggu

    Dokter Ikut Kongres, Poli Dalam RSUD Panyabungan Tutup Seminggu

    • calendar_month Kamis, 14 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga dokter spesialis dalam yang bertugas di RSUD Panyabungan mengikuti Kongres Nasional ke-XVIII Papdi (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia) di Semarang. Akibatnya, Poli Dalam rumah sakit milik pemerintah itu pun terpaksa ditutup selama satu minggu hari kerja (12-16 Juli) sebagaimana pengumuman yang ditempelkan di pintu ruangan. Kondisi ini membuat pasien […]

  • Bapenda Raih Juara Umum, Pemkab Madina Serahkan Hadiah Lomba Inovasi Daerah 2025

    Bapenda Raih Juara Umum, Pemkab Madina Serahkan Hadiah Lomba Inovasi Daerah 2025

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Bertempat di Aula Bupati, Komplek Perkantoran Payaloting, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar acara puncak penyerahan hadiah Lomba Inovasi Daerah tahun 2025 pada Senin (2/2/2026). Acara ini menjadi momentum penting dalam mengapresiasi kreativitas serta terobosan inovatif yang lahir dari masyarakat dan perangkat daerah. Lomba yang diinisiasi oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) berkolaborasi dengan […]

  • Rektor USU: Pendidikan itu Mahal

    Rektor USU: Pendidikan itu Mahal

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel- Rektor USU Prof Syahril Pasaribu dalam orasi ilmiahnya, di acara pelantikan 117 siswa SMAN 2 Plus Sipirok, TA 2011/2012, menyampaikan bahwa pendidikan sekarang ini cukup sulit, mahal, dan penuh persaingan. “Saya minta kepada seluruh siswa dan siswi SMAN 2 Plus Sipirok, khsusnya yang baru diterima di tahun ajaran 2011/2012, tekunlah belajar. Jangan sia-siakan kesempatan […]

  • M. Kasim Dalimunthe, Pelopor Sastra Indonesia Dari Kotanopan

    M. Kasim Dalimunthe, Pelopor Sastra Indonesia Dari Kotanopan

    • calendar_month Senin, 11 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : ASKOLANI NASUTION Budayawan   Saya kaget ketika beberapa hari yang lalu tahu bahwa rumah M. Kasim ada di ujung jalan Pesanggarahan Kotanopan. Dan saya sempat berbincang-bincang banyak hal tentang beliau dengan cucunya yang masih tinggal di Kotanopan, terutama menyangkut kemungkinan arsip-arsip naskah yang masih tinggal. Mungkin tak banyak yang tahu bahwa M. […]

  • Warga Rantobaek Antusias Ikuti Vaksinasi

    Warga Rantobaek Antusias Ikuti Vaksinasi

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    RANTOBAEK (Mandailjng Online) – Sebanyak 164 warga Kecamatan Rantobaek Kabupaten Mandailing Natal mendapatkan vaksinasi Covid-19 pada Jumat (24/9). Kegiatan vaksinasi dilaksanakan di dua desa, yakni Desa Simpang Talap sebanyak 115 orang dan Desa Dua Sepakat sebanyak 49 orang. Demikian disampaikan Camat Rantobaek H. Zulhan yang dihubungi Mandailing Online melalui telepon seluler terkait pelaksanaan kegiatan vaksinasi […]

expand_less